You are on page 1of 23

UJIAN KASUS

TINEA CRURIS

Pembimbing : dr.Sunaryo, Sp. KK

Aulia Luthfi Kusuma
J500100059

Identitas Pasien

 Nama : An.A
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Umur : 7 tahun
 Alamat : Wonolopo
 Pekerjaan : pelajar
 Agama : Islam
 Tgl periksa : 8 Februari 2017

Anamnesis Keluhan • Gatal-gatal pada Utama kemaluan .

Riwayat Penyakit Sekarang .

Pasien mengatakan dengan obat tersebut keluhan gatal belum berkurang Riwayat demam (-) . sejak 7 hari yang lalu Gatal dirasakan terus menerus Pasien mengatakan sebelumnya sudah berobat ke bidan dan diberikan obat berupa salep dan sirup.Pasien datang ke poli kulit RSUD Karanganyar dengan keluhan gatal-gatal pada kemaluan. tetapi pasien tidak dapat menyebutkan nama obat tersebut.

•Riwayat Penyakit Dahulu Sebelum berobat ke poli kulit kelamin RSUD Karanganyar.Riwayat asma : disangkal .Riwayat alergi : disangkal •Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat penyakit serupa : disangkal Riwayat alergi : disangkal Riwayat hipertensi : disangkal Riwayat diabetes melitus : disangkal . An A sudah berobat ke bidan.Riwayat sakit kulit lain : disangkal . namun keluhan belum membaik .Riwayat keluhan serupa : disangkal .

PEMERIKSAAN FISIK Jumat. 20 Januari 2017 Kesadaran : compos mentis Kesadaran umum : tidak tampak sakit Status Dermatologi Distribusi : Regional Lokasi : kemaluan (labium mayor) Efloresensi : .Ekskoriasi (bekas garukan) .Plak eritematosa dengan skuama halus .Tepi lesi aktif. berupa papul dan pustule .Krusta .

.

Diagnosis Kerja Tinea Kruris .

Diagnosis Banding * Kandidiasis vulvovagina * Eritrasma .

SARAN TERAPI R/ Ketokonazol cream ∫ 2 dd ue .

Saran/Nasehat  Jaga kebersihan  Hindari menggaruk pada daerah tersebut .

PROGNOSIS Ad bonam .

BAB III TINJAUAN PUSTAKA .

2 DEFINISI  Tinea kruris adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita yang mengenai daerah inguinal dan ano-genital .

terbanyak pada daerah tropis • Lebih banyak pada laki-laki • Pada orang yang cenderung menggunakan pakain ketat .3 EPIDEMIOLOGI • Di Indonesia belum ada data pasti • Penyebarannya hampir diseluruh dunia.

4 ETIOLOGI Faktor Presdisposisi Epidermophyton Tinea Mentagrohytes Floccosum .

them egallery. skrotum. dan dibagian tepi Permukaan kering bokong. bisa tepi lesi lebih aktif KRONIS meluas sampai paha. gluteal. perut bawah disertai adanya dengan area sentral central healing hiperpigmentasi  kadang2 ditutupi dengan skuama www.co m . semilunar dengan eksudatif pubis. 1 2 3 EFFLORESENSI AKUT LOKASI Plak eritema dengan Ruam biasanya Genitocrural bentuk lonjong atau bersifat basah dan Meliputi: daerah intertriginosa.

.

Anamnesis Pemeriksaan Pemeriksaan Fisik KOH 10-20% .

Kandidiasis Eristrasma Pemeriksaan penunjang .

sulfur dan sebagainya. . misalnya asam salisilat.Penatalaksanaan  Seperti pengobatan jamur lainnya  Topikal : salep atau krim antimitotic.  Sistemik : diberikan jika lesi meluas dan kronik. Lokasi ini sangat peka nyeri. jadi konsentrasi obat harus lebih rendah dibandingkan lokasi lain. griseofulvin 500-1000 mg selama 2-3 minggu atau ketokonazol 100 mg/hari selama 1 bulan. asam benzoate.

asalkan kelembapan dan kebersihan kulit selalu dijaga. .Prognosis  Baik.