You are on page 1of 52

CASE REPORT

Subdural Hematoma di regio Falx cerebri dan Aspirasi
Pneumonia

Yunita Kristiani Siagian – 01-114
Karlsen Shithandiwe – 02-
Hana Sumita P – 05-079
Meylina Fransisca – 05-103
Jocliedian G. Lilihata – 06-036
Indika Saragi – 06-
Eva Fitriana – 07-056

Encephalopathy

 Encephalopathy : penyakit,
kerusakan, atau malfungsi otak.
 Pada umumnya, dimanifestasikan
oleh keadaan mental yang berubah
yang kadang disertai manifestasi-
manifestasi fisik (contohnya,
koordinasi yang buruk dari gerakan-
gerakan anggota tubuh).

Penyebab Encephalopathy

 infeksi-infeksi(bakteri-bakteri, virus-virus,
parasit-parasit, atau prions),
 anoxia (kekurangan oksigen pada otak),
 konsumsi alkohol,
 gagal hati,
 Gagal ginjal,
 penyakit-penyakit metabolik,
 tumor-tumor otak,
 banyak tipe-tipe kimia yang beracun,
 perubahan-perubahan pada tekanan dalam otak,
dan
 nutrisi yang buruk.

Gejala-Gejala Dari
Encephalopathy
 Keadaan mental yang berubah mungkin perlahan melalui waktu
bertahun-tahun atau cepat (contohnya, anoxia otak menjurus
pada koma atau kematian dalam beberapa menit).
 kelesuan,
 dementia,
 seizures,
 tremor-tremor,
 kejang otot,
 koma.
 Sering keparahan dan tipe dari gejala-gejala berhubungan pada
keparahan dan penyebab dari penyakit atau kerusakan otak.
Contohnya, kerusakan hati yang diinduksi alkohol (alcoholic
cirrhosis) dapat berakibat pada gemetar-gemetar tangan yang
tidak sukarela (asterixis), sementara anoxia yang parah
(kekurangan oksigen) mungkin berakibat pada koma dengan tidak
ada gerakan.

Pemeriksaan Penunjang
 Pemeriksaan darah komplit atau complete blood count atau CBC (infeksi-
infeksi, kehilangan darah)
 Tekanan darah (tinggi atau rendah)
 Tes-tes metabolik (tingkat-tingkat darah dari elektrolit-elektrolit, glucose,
lactate, ammonia, oksigen, dan tingkat-tingkat enzim hati)
 Obat-obat atau tingkat-tingkat racun (alkohol, cocaine, amphetamines, dan
banyak lain-lainnya)
 Pembiakan-pembiakan dan analisa-analisa darah dan cairan tubuh (infeksi-
infeksi dari banyak tipe-tipe)
 Creatinine (fungsi ginjal)
 CT dan MRI scans (pembengkakan otak, kelainan-kelainan anatomi, infeksi-
infeksi)
 Doppler ultrasound (aliran darah yang abnormal ke jaringan-jaringan,
abscesses)
 Encephalogram atau EEG (kerusakan otak, pola-pola gelombang otak yang
abnormal)
 Auto-antibody analysis (dementia yang disebabkan oleh antibodi-antibodi
yang menghancurkan neuron-neuron)

Terapi  Anoxia jangka pendek (biasanya kurang dari dua menit): terapi oksigen  Anoxia jangka panjang: rehabilitasi  Keracunan alkohol jangka pendek: cairan-cairan IV (intravena) atau tidak ada terapi  Penyalahgunaan alkohol jangka panjang (sirosis atau gagal hati kronis: oral lactulose. transplantasi ginjal  Diabetic encephalopathy: glucose untuk merawat hypoglycemia. pengeluaran glucose darah untuk merawat hyperglycemia  Hypo. dialysis. . diet rendah protein. antibiotik-antibiotik  Uremic encephalopathy (disebabkan oleh gagal ginjal): mengkoreksi penyebab fisiologi yang mendasarinya.atau hypertensive encephalopathy: menaikan tekanan darah atau mengurangi  static encephalopathy (keadaan mental yang berubah atau kerusakan otak yang permanen) : mencegah kerusakan lebih jauh dan menerapkan rehabilitasi untuk megizinkan individu melakukan pada tingkat fungsi setinggi mungkin.

kemampuan yang berkurang untuk menggerakan mata-mata)  Bovine spongiform encephalopathy atau "Mad Cow disease" (ataxia. gemetar- gemetar. ketidaktoleriran panas. kejang otot. leher yang kaku. seizures. adakalanya koma atau kematian)  Anoxic encephalopathy (batasan yang luas dari komplikasi-komplikasi. hypotonia atau floppy baby syndrome. seizures. kematian) . halusinasi-halusinasi. seizures. pemberian makan yang buruk. koma. depresi. kematian)  Metabolic encephalopathy (sifat lekas marah. kerusakan otak yang parah sampai kematian pada kejadian-kejadian anoxic jangka panjang)  Uremic encephalopathy (kelesuan.Komplikasi  Hepatic (hati) encephalopathy (pembengkakan otak dengan herniation. dementia dan myoclonus atau kejang otot tanpa segala irama atau pola)  Shigella encephalopathy (sakit kepala. pingsan. dari tidak ada pada anoxia jangka pendek sampai perubahan-perubahan kepribadian. koma)  Kausu-kasus infeksius dari pediatric encephalopathy (sifat lekas marah. kelesuan. kehilangan memori. delirium. dementia)  Wernicke's encephalopathy (kebingungan mental. kematian)  Hashimoto's encephalopathy (kebingungan.

hindari kelakuan yang berisiko yang dapat menjurus pada trauma kepala dan leher.  Hypertensive encephalopathy: monitor tekanan darah. .  Uremic encephalopathy: jangan melewatkan atau menghindari dialysis yang telah dijadwalkan. konsumsi semua obat-obat seperti yang diarahkan dan mempunyai penilaian-penilaian yang seringkali dari status mental.  Infectious encephalopathy: hindari kontak fisik dengan individu-individu yang diketahui terinfeksi dengan organisme-organisme yang mungkin menyebabkan encephalopathy seperti N.  Hepatic encephalopathy: hindari keracunan alkohol. overdosis-overdosis obat. dan suntikan-suntikan IV dari obat-obat terlarang. meningitidis atau Shigella. konsumsi obat- obat antihipertensi seperti yang diarahkan dan jangan menghentikan obat- obat atau merubah obat-obat tanpa mengkonsultasi dokter anda.  Anoxic encephalopathy: cegah tersendak makanan.Pencegahan  Diabetic encephalopathy: lakukan pemeriksaan-pemeriksaan glucose harian dan selalu periksa bahwa pemasukan insulin adalah dosis yang benar. hindari paparan pada karbon monoksida.

IDENTITAS PASIEN Nama : By. 03/14 No. FA Umur : 7 bulan Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : Jl. Mayjen Sutoyo RT.18. Cililitan. Kec. Kramat Jati Agama : Islam Pendidikan : Belum sekolah .

Kramat Jati Kec.18. Mayjen Sutoyo RT. 03/14 Sutoyo RT. Cililitan. DT Nama : Ny. Cililitan. 03/14 No. N Umur : 37 tahun Umur : 36 tahun Suku bangsa : Jawa Suku bangsa : Jawa Alamat : Jl. Kramat Jati Agama : Islam Agama : Islam Pendidikan : SMA Pendidikan : SMP Pekerjaan : Tukang ojek Pekerjaan : Buruh cuci Hubungan dengan orang tua : anak kandung . Kec.IDENTITAS ORANG TUA AYAH IBU Nama : Tn. No. Mayjen Alamat : Jl.18.

RIWAYAT PENYAKIT  Keluhan utama : Penurunan kesadaran  Keluhan tambahan : Sesak. kaku pada kedua tangan dan kaki .

Riwayat Perjalanan Penyakit: Pasien datang ke RS UKI dengan penurunan kesadaran. Tapi tiba-tiba. Keluhan ini tidak berkurang juga. nafasnya seperti tersengal-sengal. . sesaknya terus-menerus selama ± 1 jam. Pasien terlihat susah bernafas. pasien digendong sambil ditepuk-tepuk punggungnya. ± 1 jam SMRS pasien mengalami sesak. Sebelumnya pasien sedang diberikan susu oleh neneknya. pasien mengalami sesak seperti tersengal-sengal dan disertai kaku di kedua tangan dan kakinya. Sesudah diberikan minum susu. Menurut ibu pasien.

pasien sempat batuk namun tidak mengeluarkan dahak. . Di dalam perjalanan. Buang air besar dan buang air kecil tidak ada keluhan. demam. Pasien dirawat selama ½ jam. Riwayat Perjalanan Penyakit…(2) Lalu pasien dibawa ke RS Restu oleh keluarganya namun disana pasien tidak diberikan obat-obatan. tapi hanya diberikan oksigen sungkup dan mulut disedot menggunakan alat. Riwayat kejang. dan pilek disangkal. Menurut ibu pasien. batuk. namun menurut keluarga pasien tidak terjadi perubahan sehingga pasien langsung dibawa ke UGD RS UKI. pasien tidak pernah seperti ini sebelumnya.

. ibu pasien mengakui bahwa anaknya pernah terjatuh dan terbentur kepalanya oleh pengasuhnya. 4 hari setelah dirawat di RS UKI.

RIWAYAT KELAHIRAN Tempat kelahiran: Rumah bersalin Penolong persalinan : Bidan Cara persalinan : Spontan pervaginam Masa gestasi : Kurang bulan Keadaan bayi .Panjang Badan Lahir: 47 cm .Kelainan Bawaan : Tidak ada .Langsung Menangis .Berat Badan Lahir: 2200 gram .

Berjalan : - .RIWAYAT PERKEMBANGAN  Pertumbuhan gigi pertama : Belum tumbuh  Psikomotor .Duduk :. . .Membaca: -  Kesan : Perkembangan fisik dan motorik tidak sesuai usia.Berbicara : - . .Berdiri :.

. . - bulan bulan bulan CAMPAK . . . . . . . - HEPATITIS B 0 1 4 . - bulan bulan bulan Kesan : Imunisasi dasar PPI tidak sesuai dengan usia. - bulan DPT 2 4 . . . .RIWAYAT IMUNISASI VAKSIN DASAR ULANGAN I II III BCG 0 . - bulan bulan POLIO 0 2 4 . .

RIWAYAT MAKANAN UMUR ASI/PASI BUAH/BISKU BUBUR NASI TIM (BLN) IT SUSU 0-2  2-4  4-6  6-7  .

RIWAYAT PENYAKIT YANG PERNAH DIDERITA  Varicella : umur 7 bulan .

Mati s (sebab ) 1 12 thn Laki – laki  . . .RIWAYAT KELUARGA Corak Reproduksi : P3A0 No Umur Kelamin Hidup Lahir Abortu Mati Ket. Sehat 2 7 thn Laki – laki  . . Sehat 3 (Pasien ) Riwayat penyakit dalam keluarga : Disangkal Riwayat penyakit antara anggota keluarga lain/orang lain serumah : Disangkal . .

52% Kesan : Gizi Baik .2 X 100 % = 81.5 X 100 % = 103.DATA ANTROPOMETRI Berat badan : 7.28 % PB/PB P50 X 100 % = 72/69.5/9.5/8.4 X 100 % =89.59% BB/BBPB P50 X 100 % = 7.5 kg Panjang badan : 72 cm Status gizi  BB/BB P50 X 100 % = 7.

tidak adekuat) Suhu : 36. isi cukup.1 oC (axilla) . kuat angkat) Frekuensi napas : 12x/menit (reguler. respon terhadap cahaya +/+) Frekuensi nadi : 140x/menit (reguler.PEMERIKSAAN FISIK Tanggal : 28 Oktober 2011 PEMERIKSAAN UMUM Keadaan umum : Tampak Sakit Berat (kesadaran menurun) Kesadaran: sopor (respon terhadap stimulus kuat.

pernafasan cuping hidung (-)  Telinga : Normotia. serumen (-/-)  Mulut : Mukosa bibir lembab. . pupil bulat isokor 2mm/2mm. sianosis sirkumoral (-). sklera ikterik (-/-).Pemeriksaan Sistem  Kepala : Bulat. reflex cahaya tidak langsung +/+  Hidung : Bentuk biasa. lidah tidak kotor. cavum nasi lapang/ lapang. sekret (-/-) . tidak mudah dicabut.  Mata : konjungtiva anemis (-/-). liang telinga lapang/lapang. Tonsil dan faring sulit dinilai  Leher : Kelenjar getah bening tidak teraba membesar. rambut warna hitam. distribusi merata. normosephali (lingkar kepala 38 cm). reflex cahaya langsung +/+.

murmur (-). gallop (-)  Abdomen  Inspeksi : Perut tampak datar  Auskultasi : BU (+) normal 4x / menit Palpasi : Supel. capillary refill < 2”. ronkhi (+/+). edema (-) Integuman : crusta sisa vesikel pada seluruh tubuh.Thoraks  Inspeksi : Pergerakan dinding dada simetris  Palpasi : Stem fremitus sulit dinilai  Perkusi : Sonor simetris kanan = kiri  Auskultasi : BND bronchial. hepar dan lien sulit dinilai Perkusi : Timpani Ekstremitas: Akral hangat. wheezing (-/-) BJ I & II normal. .

/ -  Refleks Fisiologis  Biceps : ++ / ++  Triceps : ++ / ++  KPR : ++ / ++  APR : ++ / ++ ./ -  Kernig : .Pemeriksaan Neurologis  Rangsang Meningen  Kaku kuduk : -  Brudzinski I : -  Brudzinski II : .

Pemeriksaan Neurologis…(2)  Reflex Patologis  Babinski : ./ -  Chaddock : ./ -  Mendel Bechterrew: ./ -  Klonus kaki : ./ -  Gordon: ./ -  Schaeffer : ./ -  Klonus lutut : ./ -  Oppenheim : ./ -  Rosslimo : ./ - ./ -  Hoffman Tromner : .

DIAGNOSA KERJA  Encephalopathy e.c subdural hematoma DIAGNOSA BANDING • Encephalitis • Meningitis .

NGT dialirkan  IVFD : RL 30 tetes/menit (mikro)  MM:  Ceftazidime 2 x 400 mg (iv) → skin test  Gentamycin 2 x 20 mg (iv) → skin test .  PENATALAKSANAAN  Pro ICU  Diet : Puasa.

gangguan metabolik  Analisa Gas Darah  CT Brain .RENCANA PEMERIKSAAN  Darah Perifer Lengkap → ada tidaknya infeksi.

PROGNOSIS  Ad vitam : Dubia  Ad Fungctionum : Dubia ad malam  Ad Sanationum : Dubia ad bonam .

FOLLOW UP .

isi cukup. adekuat) Suhu : 36. 29 .7 oC (axilla) Suhu : 36. kaku kedua Penurunan kesadaran. kuat angkat) Frekuensi napas : 25 x/menit Frekuensi napas : 24 x/menit (reguler.2011 PH :2.2011 30 . BB : 7. adekuat) (reguler. PP: 3.10 . BB : 7. PP: 2.5 Kg S Penurunan kesadaran. respon terhadap cahaya +/+) cahaya +/+) Frekuensi nadi : 130 x/menit Frekuensi nadi : 124 x/menit (reguler. isi cukup. kuat angkat) (reguler.5 Kg PH :3.5oC (axilla) A Suspek Aspirasi Suspek Aspirasi P Diet : SV 8 x 10 cc Diet : SV 8 x 20 cc IVFD : RL 30 tts/mt (mikro) IVFD : Kaen 1 B 30 tts/mt (mikro) O2 NRBag 8 lpm O2 nasal 3 lpm MM/: • Ceftazidime 2 x 400 mg (iv) MM/: • Gentamycin 2 x 20 mg (iv) • Therapy lanjut • Oradexon 3 x 1 mg (iv) • Ranitidine 2 x 8 mg (iv) • Sanmol 3 x 75 mg jika suhu > 38 C . kaku kedua tangan & kaki tangan & kaki O Keadaan Umum : Tampak sakit Keadaan Umum : Tampak sakit berat (penurunan kesadaran) berat (penurunan kesadaran) Kesadaran : Sopor (respon terhadap Kesadaran : Sopor (respon terhadap stimulus kuat. respon terhadap stimulus kuat.10 .

isi cukup.5 Kg PH :5. respon terhadap cahaya +/+) cahaya +/+) Frekuensi nadi : 100 x/menit Frekuensi nadi : 116 x/menit (reguler.11 . kuat angkat) Frekuensi napas : 26 x/menit Frekuensi napas : 26 x/menit (reguler.5 Kg S Kejang berulang Kejang berulang O Keadaan Umum : Tampak sakit Keadaan Umum : Tampak sakit berat (penurunan kesadaran) berat (penurunan kesadaran) Kesadaran : Sopor (respon terhadap Kesadaran : Sopor (respon terhadap stimulus kuat. 31 .2011 1 . respon terhadap stimulus kuat. adekuat) (reguler. BB : 7. isi cukup.3 oC (axilla) Suhu : 36. BB : 7. PP: 4. PP: 5.2011 PH :4.6 oC (axilla) A Suspek Aspirasi Suspek Aspirasi P Diet : SV 8 x 20 cc Diet : SV 8 x 20 cc IVFD : Kaen 1 B 25 tts/mt (mikro) IVFD : Kaen 1 B 25 tts/mt (mikro) O2 nasal 3 lpm O2 nasal 3 lpm MM/: MM/: • Therapy lanjut + Luminal 2 x 25 • Therapy lanjut mg (po) • Luminal 2 x 15 mg (po) • Encephabol 3 x ½ Cth (po) •Phenitoin 2 x 40 mg < 4 cc NaCl . adekuat) Suhu : 36.10 . kuat angkat) (reguler.

kuat angkat) Frekuensi napas : 27 x/menit Frekuensi napas : 28 x/menit (reguler. isi cukup.11 . kuat angkat) (reguler. BB : 8 Kg S Demam Demam O Keadaan Umum : Tampak sakit Keadaan Umum : Tampak sakit berat (penurunan kesadaran) berat (penurunan kesadaran) Kesadaran : Sopor (respon terhadap Kesadaran : somnolen (respon stimulus kuat. BB : 8 Kg PH :7.2011 3 . PP: 7. adekuat) Suhu : 37. isi cukup. PP: 6.c subarachnoid Encephalopathy e. adekuat) (reguler.2011 PH :6.11 .8 oC (axilla) Suhu : 38 oC (axilla) A Encephalopathy e. respon terhadap terhadap stimulus kuat) cahaya +/+) Frekuensi nadi : 130 x/menit Frekuensi nadi : 132 x/menit (reguler. 2 .c subarachnoid hemorrargic hemorrargic P Diet : SV 8 x 20 cc Diet : SV 8 x 20 cc IVFD : Kaen 1 B 25 tts/mt (mikro) IVFD : Kaen 1 B 25 tts/mt (mikro) O2 nasal 3 lpm MM/: MM/: • Therapy lanjut • Therapy lanjut • Plasminex 3 x 100 mg inj • Oradexon stop • Aspilet 3 x 80 mg (po) .

11 . isi cukup.11 . adekuat) (reguler.2011 PH :8. BB : 8 Kg PH :9. PP: 8. kuat angkat) Frekuensi napas : 32x/menit Frekuensi napas : 28 x/menit (reguler.c subarachnoid hemorrargic hemorrargic P Diet : SV 8 x 50 cc Diet : SV 8 x 50 cc IVFD : Kaen 1 B 25 tts/mt (mikro) IVFD : Kaen 1 B 25 tts/mt (mikro) O2 nasal 3 lpm O2 nasal 3 lpm MM/: MM/: • Therapy lanjut • Therapy lanjut • Plasminex. kuat angkat) (reguler. 4 . PP: 9. Phenitoin.7 oC (axilla) A Encephalopathy e.c subarachnoid Encephalopathy e.2011 5 . Aspilet & Luminal stop . isi cukup.4 oC (axilla) Suhu : 36. sering menangis) Kesadaran : somnolen (respon Kesadaran : compos mentis terhadap stimulus kuat) (menangis kuat) Frekuensi nadi : 140 x/menit Frekuensi nadi : 124 x/menit (reguler. adekuat) Suhu : 38. BB : 8 Kg S Demam Rewel O Keadaan Umum : Tampak sakit Keadaan Umum : Tampak sakit berat (penurunan kesadaran) sedang (rewel.

11 . BB : 8 Kg S . kuat angkat) Frekuensi napas : 30x/menit Frekuensi napas : 286x/menit (reguler. adekuat) (reguler. 6 . sering menangis) Kesadaran : compos mentis Kesadaran : compos mentis (menangis kuat) (menangis kuat) Frekuensi nadi : 140 x/menit Frekuensi nadi : 132 x/menit (reguler. kuat angkat) (reguler. isi cukup.2011 7 .5 oC (axilla) Suhu : 36.11 . sering menangis) sedang (rewel. PP: 10. BB : 8 Kg PH :11. - O Keadaan Umum : Tampak sakit Keadaan Umum : Tampak sakit sedang (rewel.c Encephalopathy P Diet : saring Diet : saring IVFD : Kaen 1 B 25 tts/mt (mikro) IVFD : Kaen 1 B 25 tts/mt (mikro) O2 nasal 3 lpm MM/: MM/: • Therapy lanjut • Therapy lanjut . PP: 11.8 oC (axilla) A Encephalopathy e.2011 PH :10. isi cukup. adekuat) Suhu : 37.

3 oC (axilla) (reguler. adekuat) Frekuensi napas : 27 x/menit Suhu : 37. BB : 8 Kg S .11 . sering menangis) ringan (menangis kuat. PP: 12. PP: 13.9 oC (axilla) A Encephalopathy Encephalopathy P Diet : saring Diet : saring IVFD : aff MM/: MM/: • Therapy lanjut • Cefila syr 2 x 1. kuat angkat) (reguler. isi cukup. BB : 8 Kg PH :13. isi cukup.3 cc (po) • Sanmol stop • Feris syr 2 x 1 Cth (po) • Encephabol 3 x ½ cth (po) •Sanmol 3 x 75 mg (po) k/p .2011 9 . - O Keadaan Umum : Tampak sakit Keadaan Umum : Tampak sakit sedang (rewel. 8 . aktif Kesadaran : compos mentis bergerak) (menangis kuat) Kesadaran : compos mentis Frekuensi nadi : 122 x/menit (menangis kuat) (reguler. kuat angkat) Frekuensi nadi : 120 x/menit Frekuensi napas : 26 x/menit (reguler. adekuat) Suhu : 36.2011 PH :12.11 .

kuat angkat) Frekuensi napas : 28 x/menit (reguler. PP: 14. isi cukup.2011 PH :14. BB : 8 Kg S - O Keadaan Umum : Tampak sakit ringan (menangis kuat.11 .8 oC (axilla) A Encephalopathy P Diet : saring MM/: • Terapi lanjut . aktif bergerak) Kesadaran : compos mentis (menangis kuat) Frekuensi nadi : 130 x/menit (reguler. 10 . adekuat) Suhu : 36.

2 g/dl  Neutrofil 9% in Batang Leukosit 36. PEMERIKSAAN LABORATORIUM 27-10-2011 Jam 23.5 Neutrofil 47% ribu/uL  Segmen Eritrosit 3.53 Hitung Hematolo Hasil Jenis gi LED 40 Basofil 0% mm/jam  Eosinofil 0% Hemoglob 10.74 U/L Limfosit 41%  Hematokri 30.1 %  Monosit 3% t .

3 mmol/L  TCO2 18.9% Base Excess -5.4 vol% Elektrolit Natrium 144 mmol/L .28-10-2011.6 mmol/L  HCO3 17.6 mmHg  PO2 89.1 mmol/L  Konsentrasi O2 15. Jam 01.4 PCO2 27.16 AGD & Elektrolit PH Darah 7.7 mmHg Saturasi O2 95.

030 n PH 6.00 Urinalisa Urin Aseton +1  Lengkap Reduksi negatif Warna Kuning Muda Urobilinoge negatif Berat Jenis 1.0 Leukosit 0-2 Blood negatif Eritrosit 2-4  Leukosit negatif Epitel +1 Esterase Bakteri +1  Nitrit negatif Silinder Negative Protein negatif Kristal Negatif Bilirubin negatif .28-10-2011 13.

3% Base Excess -4.404 PCO2 29 mmHg  PO2 237.52 AGD dan Elektrolit PH Darah 7.6 mmHg  Saturasi O2 98.28-10-2011 Jam 06.8 mmol/L  HCO3 18.2 mmol/L  Konsentrasi O2 14.4 vol% Elektrolit .3 mmol/L  TCO2 19.

28-10-2011 Jam 01.16 Elektrolit Natrium 141 mmol/L Kalium 5.8 mmol/L Klorida 120 mmol/L  .

3 mmHg  PO2 163.1 mmol/L .29-10-2011 Jam 09.8 mmHg  Saturasi O2 97% Base Excess -2.7 mmol/L  TCO2 21.50 AGD dan Elektrolit PH Darah 7.411 PCO2 32.8 mmol/L  HCO3 20.7 mmol/L Konsentrasi O2 10.6 mmol/L Kalium 5.4 vol% Elektrolit Natrium 143.

04 Hematologi (Darah) H2TL Hemoglobin 9.01-11-2011 Jam 07.8 ribu/uL  Hematokrit 28.2%  Trombosit 319 ribu/uL .4 g/dl  Leukosit 22.

9 mmol/L TCO2 21.2 mmol/L HCO3 20.5% Base Excess -2.428 PCO2 31.55 AGD dan Elektrolit PH Darah 7.5 vol% Elektrolit Natrium 139 mmol/L Kalium 4.02-11-2011 Jam 06.6 mmHg  Saturasi O2 97.3 mmHg PO2 158.5 mmol/L Klorida 113 mmol/L  .8 mmol/L Konsentrasi O2 12.

55 Hemostasis APTT APTT Kontrol 29 detik APTT Pasien 29 detik Masa Protrombin Kontrol [Masa 13 detik Protrombin] Pasien [Masa 15 detik Protrombin] .02-11-2011 Jam 06.

02-11-2011 Jam 15. Histolytica Negative E. Coli Negative Kista Negative Leukosit Faeces 2-3 Eritrosit 5-7  Cacing Negative Telur Cacing Negative Amylum Negative Lemak Negative Kristal Asam Negative Lunak Sisa Sayuran Negative Serabut Otot Negative .48 Faeces Warna Tinja Kuning Konsistensi Lembek Lendir Negative Darah Faeces Negative E.

40 Hematologi (darah) Masa 1.04 Hematologi (Darah) H2TL Hemoglobin 9.2%  Trombosit 485 ribu/uL .1 g/dl  Leukosit 8.30 menit Perdarahan Hemostasis Masa 14 menit Pembekuan 06-11-2011 Jam 07.1 ribu/uL Hematokrit 27.02-11-2011 Jam 08.

Hasil CT Scan tgl 31 Okt 2011  Interpretasi : Hematoma Subarachnoid .

Hasil Konsul Bedah Saraf  Working diagnosis : SDH di regio falx cerebri + Bronkopneumonia .

ANALISA KASUS .