You are on page 1of 16

REFERAT URTIKARIA

Pembimbing:
dr. Buih Amartiwi, SpKK

Disusun oleh:
Nur’aini Fatmawati
201610401011058

SMF ILMU KULIT DAN KELAMIN RS SITI KHODIJAH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2017

Pendahuluan Urtikaria atau dikenal juga dengan “hives” adalah kondisi kelainan kulit berupa reaksi vaskular terhadap bermacam-macam sebab Biasanya disebabkan oleh suatu reaksi alergi karakteristik gambaran kulit kemerahan (eritema) dengan sedikit oedem atau penonjolan (elevasi) kulit berbatas tegas Timbul secara cepat setelah dicetuskan oleh faktor presipitasi dan menghilang perlahan-lahan .

.Definisi Urtikaria didefinisikan sebagai lesi kulit yang terdiri dari reaksi wheal dan flare di mana lokasinya intrakutan edema (wheal) dikelilingi oleh daerah yang kemerahan (eritema) yang biasanya pruritus.

Dalam Data National Ambulatory Medical Care Survey 1990-1997 di Amerika Serikat. perempuan menyumbang 69% dari kunjungan pasien. sedangkan 1%-3% dari pasien yang dirujuk ke klinik rumah sakit dermatologi di Inggris mencatat pasien urtikaria dan angioedema. 15%-20% dilaporkan telah mengalami urtikaria.Epidemiologi Dari kelompok mahasiswa. .

Etiologi 1. Genetika . Infeksi 5. Alkohol 10. Makanan 3. Obat 2. Neoplasma 8. Menthol 7. Zat aditif makanan 4. Inhalansia 9. Stres Emosional 6.

Klasifikasi Urtikaria Urtikaria akut kronik .

fluid protein IgE on mast cell SRS-A Capillary Kinins permebiality Injectants Drugs Prostaglandins Pressure of Stings exudate Vaccines Serum Nerve irritation Constriction of smooth muscle . Tipe Anafilaksis– Tipe I Kausa Antigen Patofisiologi Increased Ingestants Mekanisme Blood Food Capillary dilation Volume Drugs Release of Pollens Allergen chemical Dusts interacts mediators : with Histamine Increased Exudation of Molds Cell.

Patofisiologi Faktor Non Faktor Imunologik Imunologik Faktor Fisik Sel Mast Basofil Reaksi tipe (IgE) Pelepasan Mediator Vasodilatasi permeabiitas kapiler ↑ Idiopatik Urtikaria .

atau tertusuk – Biduran berwarna merah muda sampai merah – Lesi dapat menghilang dalam 24 jam atau lebih. . diare. dan nyeri kepala. rasa terbakar. – Serangan berat sering disertai gangguan sistemik seperti nyeri perut.Gejala klinis Gejala urtikaria adalah sebagai berikut: – Gatal. tapi lesi baru dapat muncul seterusnya. muntah.

namun tidak memutih jika ditekan. respiratory distress. – Jika ada lesi yang gatal. dapat dipalpasi. dan plakat. numular. – Jika ada reaksi anafilaksis. – Pemeriksaan untuk dermographism dengan cara kulit digores dengan objek tumpul dan diamati pembentukan wheal dengan eritema dalam 5-15 . perlu diperhatikan adanya gejala hipotensi. – Bentuknya dapat papular. maka merupakan lesi dari urticarial vasculitis yang dapat meninggalkan perubahan pigmentasi. stridor. dan gastrointestinal distress.Tanda urtikaria adalah sebagai berikut: – Klinis tampak eritema dan edema setempat berbatas tegas dan kadang-kadang bagian tengah tampak lebih pucat. lentikular.

Local Heat Urticaria 7.Aquagenic Urticaria dan Aquagenic Pruritis . Solar Urticaria 8. Exercise Induced Anaphylaxis 9. Adrenergik Urtikaria 10. Urtikaria Kolinergik 6. Vibratory Angioedema 4. Dermografisme 2.Fisik Urtikaria / Angioedema 1. Pressure Urticaria 3. Cold Urticaria 5.

Diagnosa – Diagnosis urtikaria dan angioedema biasanya dilihat pada klinis. urtikaria yang fase erupsi immunobullous. sarkoidosis. Lesi di lokasi tetap lebih dari 24 jam kemungkinan vaskulitis urtikaria. atau limfoma sel T kulit. biopsi kulit harus dilakukan. . granuloma annulare. Jika individu wheals terakhir selama lebih dari 24 jam.

uji tusuk (prick test). urin. usapan vagina – Pemeriksaan kadar IgE.– Pemeriksaan darah. dan komplemen – Tes kulit  uji gores (scratch test). eosinofil. telinga-hidung-tenggorokan. dan feses rutin – Pemeriksaan gigi. serta tes intradermal – Tes eliminasi makanan – Pemeriksaan histopatologik – Test foto tempel – Tes dengan es (ice cube test) – Tes dengan air hangat .

AH1) da reseptor H2 (AH2). Terapi – Non farmakologi: ~ menghindari faktor-faktor yang memperberat ~ menghindari agen lain yang dapat menyebabkan urtikaria – Farmakologi ~ antihistamin  antagonis reseptor H1 (antihistamin 1. ~ golongan beta adrenergik seperti epinefrin atau efedrin kortikosteroid. serta .

sehari 3-4 kali Anak : 0.09 mg/kg/dosis. sehari 3 kali 3.Antihistamin H1 1. sehan' 3-4 kali Anak I 0.5 mg/kg/dosis. Hydroxyzine HC1 Dewasa : 25 mg/dosis. Diphenhydramine HCl Dewasa : 10-20 mg/dosis. sehari 3 kali Anak : 0. Chlorpheniramine maleat Dewasa : 3-4 mg/dosis. sehari 3 kali .5 mg/kg/dosis. sehan' 3-4 kali 2.

Prognosis – Pada umumnya prognosis urtikaria adalah baik. Urtikaria akut prognosisnya lebih baik karena penyebabnya cepat dapat diatasi. sedangkan urtikaria kronik lebih sulit diatasi karena penyebabnya sulit dicari. dapat sembuh spontan atau dengan obat. .