You are on page 1of 10

RINITIS

ALERGI

DEFINISI • Rinitis alergi adalah penyakit inflamasi yang disebabkan oleh alergi pada pasien yang atopi yang sebelumnya sudah tersensitisasi dengan alergen yang sama serta dilepaskannya suatu mediator kimia ketika terjadi paparan ulangan dengan alergen spesifik tersebut. .

Insidensi rinitis alergi pada anak-anak 40% dan menurun sejalan dengan usia . EPIDEMIOLOGI • Rinitis alergi pada anak lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. sedangkan pada dewasa prevalensi rinitis alergi laki-laki sama dengan perempuan. Sekitar 80% kasus rhnitis alergi berkembang mulai usia 20 tahun.

udang kepiting. 4. ikan laut. perhiasan . telur. sapi. Alergen ingestan yang masuk ke saluran cerna. berupa makanan. misalnya tungau debu rumah. misalnya bahan kosmetik. 3. ETIOLOGI Berdasarkan cara masuknya alergen dibagi atas: 1. dan kacang-kacangan. rerumputan. misalnya penisilin dan sengatan lebah. yang masuk melalui suntikan atau tusukan. Alergen injektan. coklat. serpihan epitel kulit binatang. yang masuk bersama dengan udara pernapasan. misalnya susu. kecoa. 2. Alergen kontaktan. Alergen inhalan. yang masuk melalui kontak kulit atau jaringan mukosa. serta jamur.

. rerumputan. polinosis). dan spora jamur. tanpa variasi musim. yaitu tepungsari (pollen). KLASIFIKASI Berdasarkan sifat berlangsungnya rinitis alergi dibagi menjadi : • Rinitis alergi musiman (seasonal. Rinitis hanya ada di negara yang mempunyai 4 musim. • Rinitis alergi sepanjang tahun (perennial). hay fever. Allergen penyebabnya spesifik. Gejala penyakit ini timbul intermiten atau terus menerus. Penyebab yang paling sering ialah alergen inhalan dan alergen ingestan.

belajar. bekerja dan hal-hal lain yang mengganggu.Sedangkan untuk tingkat berat ringannya penyakit. berolahraga. • Sedang-berat bila terdapat salah satu atau lebih dari gangguan . bersantai. gangguan akivitas harian. rinitis alergi dibagi menjadi:1 • Ringan bila tidak ditemukan gangguan tidur.

yang kadang- kadang disertai dengan banyak keluar air mata (lakrimasi) . • hidung tersumbat. • keluar ingus (rinore) yang encer dan banyak. GEJALA • bersin berulang pada pagi hari. • hidung dan mata gatal.

pilihlah bahan vinil keras atau kayu. kain pelapis furnitur. tapi gunakanlah kain lap bersih yang lembap untuk membersihkan debu. • Jangan mengelap permukaan barang dengan kain lap kering karena bisa menyebarkan alergen. • Sebaiknya hindari penggunaan karpet untuk melapisi lantai. • Gunakan kerai gulung yang mudah untuk dibersihkan. . barang-barang seperti tirai.  Bersihkan dengan cara mencuci atau menggunakan alat penyedot debu. bantal. • Gunakan selimut yang terbuat dari bahan akrilik dan bantal yang berbahan sintetis. Cara pencegahan • Tungau debu rumah • Tungau debu rumah adalah serangga mikroskopis yang berkembang biak di debu rumah tangga dan merupakan salah satu penyebab utama alergi. dan boneka anak secara rutin.

• Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah spora kapang. • Atasi masalah pengembunan dan kelembapan di dalam rumah.• Spora kapan  Spora kapang merupakan alergen yang dilepaskan oleh kapang yang tumbuh di luar maupun di dalam rumah saat suhu meningkat secara tiba-tiba pada lingkungan yang lembap. . yaitu: • Jangan memasukkan pakaian terlalu padat atau pakaian yang lembap ke lemari pakaian dan jangan menjemur pakaian di dalam ruangan tertutup. • Pastikan rumah Anda memiliki ventilasi yang baik dan selalu menjaga rumah dalam kondisi kering. • Gunakan penyedot yang mengisap udara keluar dan buka jendela tapi pintu harus selalu ditutup saat Anda masak atau mandi agar udara yang lembap tidak menyebar ke seluruh ruangan di dalam rumah.

• Batasi hewan peliharaan Anda di ruangan yang tidak memiliki karpet di dalamnya atau sebisa mungkin jagalah agar tetap berada di luar ruangan. secara rutin di luar ruangan. . • Mandikan hewan peliharaan Anda secara rutin. bukan karena bulu hewan peliharaan. • Jangan biarkan kamar tidur dimasuki oleh hewan peliharaan. Hal ini terjadi karena terpapar kelupasan kulit mati hewan. Di bawah ini ada beberapa petunjuk yang mungkin bisa membantu Anda mengatasinya. kotoran dan urine kering. setidaknya dua pekan sekali. • Rawat dan sikat hewan peliharaan. • Sebaiknya Anda tidak memelihara hewan peliharaan jika memiliki risiko terkena alergi. • Cuci semua perabotan yang lembut dan seprai yang telah dinaiki hewan peliharaan Anda.• Hewan peliharaan  Reaksi alergi dapat terjadi jika Anda memiliki hewan peliharaan atau mengunjungi rumah yang memiliki hewan peliharaan. seperti anjing atau kucing.