You are on page 1of 42

PRESENTASI KASUS

DENGUE HEMORAGIC FEVER
OLEH :
LUTHFI KHAIRUL UMAM
1610221080

Diajukan Kepada :
Pembimbing : dr. Jully , Sp.A
Kepaniteraan Klinik Departemen Ilmu Penyakit Anak
FAKULTAS KEDOKTERAN – UPN ”VETERAN” JAKARTA
RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PERSAHABATAN
PERIODE 21 November 2016 – 4 Februari 2017

Identitas Pasien

 Nama : An. S
 Umur : 13 tahun
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Alamat : Pondok Kopi Jakarta timur
 No. RM : 2278780
 Tgl MRS : 8 Desember 2016
 Ruang rawat : Bougenvil Atas

Anamnesis

Keluhan Utama
 Demam tinggi sejak 3 hari sebelum MRS
Keluhan Tambahan
 Lemas, pusing, mual, muntah setiap makan dan nafsu makan menurun

Riwayat Penyakit Sekarang

 Pasien datang ke IGD RSUP Persahabatan dengan keluhan utama
panas tinggi sejak haris senin (05-01-2015) atau 3 hari sebelum masuk
rumah sakit. Panas dirasakan terus menerus tetapi suhu tidak diukur.
Panas turun ketika diberi obat penurun panas, tapi kemudian panas
lagi. pasien juga mengeluh lemas, pusing, mual, muntah setiap
makan, nafsu makan menurun, nyeri perut (-). Buang air besar hitam
(-),BAK merah (-), diare (-), gusi berdarah (-), pada hari ke 4 pasien
mengatakan mengalami mimisan sebentar dan sudah tidak demam.

 Riwayat bepergian ke luar kota atau ke daerah endemis malaria disangkal. .Riwayat Penyakit Dahulu  Riwayat pernah menderita penyakit dengan keluhan yang sama disangkal.

Rumah pasien berukuran 8 x 12 meter. . teman sekolah (-) Riwayat Sosial Ekonomi  Penderita adalah anak pertama dari dua bersaudara dengan ayah bekerja sebagai guru dan ibu sebagai ibu rumah tangga. Secara ekonomi. Didepan rumah pasien terdapat selokan yang mengalir.Riwayat Penyakit dalam Keluarga  . terdapat 3 kamar tidur dengan 2 kamar mandi dengan bak terbuka. tetangga sekitar rumah yang menderita DBD (-). Dikeluarga pasien tidur tidak menggunakan kelambu dan lotion anti nyamuk. Pasien tinggal di wilayah padat penduduk dengan higienitas baik. keluarga penderita tergolong mampu.tidak ada kelaurga yang menderita keluhan yang sama.

tetapi tidak ingat waktu dan jumlah pemberianya. pasien mendapatkan imunisasi lengkap sesuai dengan jadwal di puskesmas.Riwayat Pengobatan  Pasien diberikan obat penurun panas yang ada di rumahnya. . Setelah diberikan obat pasien mengatakan dememnya turun untuk beberapa jam tetapi tetap demam kembali. Riwayat Imunisasi  Menurut ibu pasien.

Riwayat tumbuh kembang  Pasien saat ini sedang menjalankan sekolah kelas 1 smp sesuai dengan teman seusianya. Pasien tidak mengalami kesulitan dalam belajar dan dapat berhubungan baik dengan teman seusianya .

Keadaan Umum dan Tanda-tanda Vital  Keadaan Umum : tampak lemah  Kesadaran : Composmetis  Berat badan : 37 kg  Tinggi badan : 152 cm  Status Gizi : baik  Tanda Vital :  Frekuensi nadi: 100 x/menit kuat Tekanan darah: 110/70mmHg  Frekuensi nafas: 22x/menit Suhu tubuh: 37.PEMERIKSAAN FISIK A.8 C .

Status Generalis KEPALA LEHER  Bentuk dan ukuran : normocephali  Mata :  Anemis (-)  Ikterus (-)  Telinga : tidak ada sekret  Hidung : bentuk normal. detritus (-). sekret(-). dyspneu (-)  Mulut : dalam batas normal. sianosis (-)  Tenggorokan : hiperemis faring(-). kripte tampak normal  Leher : trakea ditengah. septum deviasi(-). kgb tidak teraba . pernapasan cuping hidung (-).

wheezing-/-. Jantung  Auskultasi : S1 S2 reguler . gallop (-) .THORAX Paru  Auskultasi : vesikuler . rhonki -/-. murmur (-).

organomegali (-)  Perkusi : meteorismus(-). shifting dullness(-)  Auskultasi : bising usus (+) normal EKSTREMITAS  akral hangat (+) sianosis (-). edema (-) .ABDOMEN  Inspeksi : flat  Palpasi : Supel.

0 – 76.1 % 36.1 fl 78.00-5.88 Juta/uL 4.50 Hitung jenis       Basofil 0.5 % 32.24 Ribu/mm3 4.1 Hematokrit 39.5 pg 26.9 g/dL 12.Pemeriksaan Penunjang Darah Rutin Nilai Satuan Nilai Normal Hemoglobin 13.0 Trombosit 38 Ribu/mm3 150-400 Leukosit 4.20 MCV 80.0 MCH 28.0 Eritrosit 4.0 Limfosit 44.0-36.00 -10.3 % 52.6 % 20 – 40 Monosit 7.3 % 2–8 .5-16.6 % 1-3 Neutrofil 45.2 % 0-1 Eosinofil 2.0 MCHC 35.0-32.0-95.0-47.

 Diagnosis  DHF grade II  Penatalaksanaan  Infus RL 30 tpm  Paracetamol 4 x 1 cth .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DHF .

Definisi  Demam berdarah dengue merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti .

Etiologi  Virus dengue  Genus flavivirus dari family Flaviviridae  Merupakan virus RNA :  Memiliki satu rantai polpeptida berupa 3 protein structural ( C = Capsid. DENV-3 dan DENV-4. . pRM = premembran dan E= Envelope) dan 7 protein nonstruktural  Ada 4 serotipe virus dengue yaitu DENV-1 . DENV-2.

 Nyamuk ini memiliki kemampuan menggigit lebih dari satu manusia  Hanya nyamuk betina yang dapat menggigit manusia  Nyamuk ini memunyai kemampuan terbang radius +/.Vektor Nyamuk  Vektornya adalah Aedes aegipty.100 m .

.Penjamu  Nyamuk menghisap darah dari manusia yang sedang viremia  Virus masuk kedalam tubuh nyamuk 5-7 hari  Nyamuk kemudian menularkan ke manusaia lain .

3 milyar  Indonesia merupakan kategori endemik tinggi .Epidemiologi  Ditemukan terutama di daerah tropis dan sub tropis  Asia tenggara merupakn daerah endemic dengan jumlah penduduk 1.

071 orang (IR/Angka kesakitan= 50. Di Indonesia pada tahun 2015 jumlah penderita DBD yang dilaporkan sebanyak 129.80 terjadi peningkatan kasus pada tahun 2015.000 penduduk dan CFR/angka kematian= 0.650 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 1.83%). Dibandingkan tahun 2014 dengan kasus sebanyak 100. .347 serta IR 39.75 per 100.

yaitu :  Demam tinggi mendadak. hematemesis dan/ melena  Hepatomegali  Syok. perdarahan gusi. kuli lembab dan pasien tampak gelisah  Trombositopenia (100. hipotensi.000/µl atau kurang)  Hemokonsentrasi.Kriteria Klinis  Terdapat beberapa kriteria klinis pada pada demam berdarah dengue. tanpa sebab yang jelas. ptekie. kaki dan tangan dingin. ekimosis. ditandai nadi cepat dan lemah serta penurunan tekanan nadi. termasuk uji bending positif. berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari  Terdapat manifestasi perdarahan. epistaksis. dilihat dari peningkatan hematokrit 20% menurut standart umur dan jenis kelamin  Dua criteria klinis pertama disertai trombositopenia dan hemokonsenrasi. serta dikonfirmasi secara uji serologik hemaglutinasi .

Klasifikasi   Grade Tanda & Gejala Pemeriksaan Laboratorium Demam dengan minimal dua kriteria berikut :  Nyeri kepala  Nyeri retroorbita  Leukopenia (≤ 5.000/mm3) Demam dengue    Artralgia/nyeri tulang  Peningkatan hematrokrit (5-10%)  Ruam (rash)  Tidak ada bukti kebocoran plasma  Manifestasi perdarahan  Tidak ada bukti kebocoran plasma Demam dan manifestasi Demam berdarah perdaran (uji tourniket Trombositopenia (< 100.000/mm3)  Mialgia  Trombositopenia (< 150.000/mm3). I dengue positif) dan adanya bukti peningkatan hematokrit ≥ 20% kebocoran plasma .

000/mm3).000/mm 3).000/mm3). ditambah bukti nyata adanya Trombositopenia (< 100. peningkatan Demam berdarah dengue III sirkulasi: nadi lemah. Sama seperti Grade I Trombositopenia (< 100. Demam berdarah dengue II ditambah dengan adanya peningkatan hematokrit ≥ 20% perdaraha spontan Sama seoerti Grade I dan II ditambah tanda kegagalan Trombositopenia (< 100. tekanan hematokrit ≥ 20% nadi ≤ 20 mmHg. hipotensi. peningkatan Demam berdarah dengue IV syok dengan tekanan darah hematokrit ≥ 20% tidak terukur dan nadi tidak teraba . tampak lemas Sama seoerti Grade III.

yaitu  fase demam ( hari ke 1-3)  fase kritis (hari ke 3-7)  fase penyembuhan (hari ke 6-7) .Perjalanan Penyakit Secara klinis perjalanan penyakit dengue dibagi menjadi tiga.

.

pucat dan tamak lemas. ditemukan pada 90-98% kasus anak  Tanda-tanda syok: takikardi. ptekie. purpura (pada lokasi pungsi vena). perdarah gusi dan hematemesis/melena  Temuan hepatomegali.Diagnosis Anamnesis dan Pemeriksaan Fisis  Demam : awitan akut dan bersifat kontinu berlangsung selama 2-7 hari pada kebanyakan kasus  Adanya tanda-tanda perdarahan. atau hipotensi dengan akral dingin. epistaksis. perfusi perifer buruk dengan nadi lemah dan tekanan nadi < 20 mmHg. ekomosis. termasuk uji turniket positif. .

 Hemokonsentrasi: peningkatan hematokrit ≥ 20% dari nilai awal atau rata-rata populasi seusia .000/mm3).Pemeriksaan Laboratorium  Trombositopenia (< 100.

.  Akibat infeksi ini Antibodi yang muncul pada umumnya adalah IgG dan IgM.Uji Serologi  Setelahberkembang biak selanjutnya diikuti dengan viremia yang berlangsung 5-7 hari. virus dengue dapat ditegakkan lebih dini dengan adanya peningkatan antibody IgG dan IgM yang cepat. pada infeksi dengue primer antibodi mulai terbentuk  diagnosis infeksi sekunder masuk dalam tubuh manusia.

.

Berikan parasetamol bila demam 3. Berikan infuse sesuai dehidrasi sedang :  Berikan hanya larutan isotonic seperti RL  Kebutuhan cairan parenteral  Berat badan < 15kg : 7 ml/KgBB/jam  Berat badan 15-40kg : 5 ml/KgBB/jam  Berat badan > 40kg : 3 ml/KgBB/jam .Penatalaksanaan  Tatalaksana demam berdarah dengue tanpa syok Anak dirawat di rumah sakit 1. Berikan anak banyak minum untuk mengganti cairan hilang akibat kebocoran plasma. demam. muntah/diare 2.

trombosit. leukosit dan hemoglobin) tiap 6 jam 5. Pantau tada vital dan dieresis setiap jam. turunkan jumlah cairan secara bertahap sampai keadaan stabil. Apabila terjadi perburukan klinis berikan tatalaksana sesuai dengan tatalaksana syok terkompensasi.4. Cairan IV biasanya hanya memerlukan waktu 24-48 jam sejak kebocoran pembuluh kapiler spontan setelah pemberian cairan. 6. Apabila terjadi penurunan hematokrit dan klinis membaik. serta periksa laboratorium (hematokrit. .

berikan transfuse darah  Jika terdapat perbaikan klinis.Tatalaksana demam berdarah dengue dengan syok  Berikan oksigen 2-4 L/menit secara nasal  Berikan 20 ml/kg larutan kritalois seperi RL secepat-cepatnya  Jika tidak menunjukan perbaikan klinis ulangi pemberian kristaloid 20 ml/KgBB secepatnya (maksimal 30 menit) atau pertimbangkan pemberian koloid 10-20 ml/KgBB/jam maksimal 30 ml/KgBB/24jam  Jika tidak ada perbaikan klinis tetapi hematokrit dan hemoglobin menurun pertimbangkan terjadinya perdarahan tersembunyi. . jumlah cairan dikurangi hingga 10 ml/KgBB/jam dalam 2-4 jam dan secara bertahap diturunkan tiap 4-6 jam sesuai kondisi kinis dan laboratorium  Cairan IV dapat diberhentiakn dalam 36-48 jam.

.

.

.

.

Prognosis  Kematian oleh demam dengue hampir tidak ada. sebaliknya pada DBD dan DSS mortalitasnya cukup tinggi jika penanganan yang diberikan tidak adekuat .

Pencegahan Terhadap nyamuk perantara  pemberantasan nyamuk Aedes aegypti induk dan telurnya Terhadap diri kita  melindungi dari gigitan yamuk Terhadap lingkungan  Melakukan 3M .

Pemeriksaan tanda vital didapatkan peningkatan suhu tubuh. yaitu 37.  Hasil pemeriksaan fisik yang ditemukan pada pasien yang menunjang diagnosis demam berdarah dengue adalah ditemukanya perdarahan spontan yaitu epistaksis.8°C yang menunjukan keadaan demam. didapatkan kesan umum pasien tampak lemas dan sakit sedang. BAB III PEMBAHASAN  Pasien seorang anak perempuan usia 13 tahun didapatkan hasil anamnesis keluhan yang memenuhi kriteria diagnosis demam dengue. pusing. . Pada pasien ini tidak ditemukan gejala klinis yang menunjukkan ke arah tanda tanda syok seperti takikardi. mual dan muntah setiap makan.Pada hari ke 4 demam pasien mengatakan sudah tidak demam dan keluar darah dari hidungnya ( mimisan ) dengan jumlah sedikit Gejala tersebut khas pada demam berdarah dengue  Pada pemeriksaan fisik. disertai keluhan lemas. yaitu Demam tinggi terus menerus selama 3 hari. perfusi perifer yang buruk dengan nadi lemah dan tekanan darah dengan selisih sistol diastol < 20 mmHg.

yaitu dilakukan pemberian cairan kristaloid isotonis selama periode kritis yaitu RL 30 tpm makro dan paracetamol 4 x 1 cth. Pemeriksaan lab didapatkan penurunan trombosit dan peningkatan limfosit hal ini mendukung ditegakan diagnosis dari DHF grade 2. .  Penatalaksanaan pada kasus ini yaitu terapi suportif dan simptomatik.