* SHARING JOURNAL

KELOMPOK 2B – KELAS 1

Nur Arifah Astri
Indri Putri Dwi Okta
Krismaya Ismayanti
Velinda Claudia

PhD. DNP. APRN. NNP-BC b. NNP-BC * Cynthia Acree-Hamann. Joyce Zurmehly. DNP. RN. DNP * Jacalyn Buck. *Identitas Jurnal Judul Penelitian Assessment of Neonatal Nurse Practitioner Workload in a Level IV Neonatal Intensive Care Unit: Satisfaction Tahun 2016 Penulis * Carol Buck Jaeger. RN * Thelma Patrick. RN . PhD. PhD.

*Topik Kepuasan pelayanan Neonatus Nursing Practiticioner (NNP) atau perawat NICU yang berhubungan dengan beban kerja NNP .

*Latar Belakang Bayi yang dirawat di unit neonatal intensive care (NICU) adalah yang paling rentan diantara bayi dirawat di rumah sakit. transportasi. perawatan yang tepat sangat tergantung pada pengetahuan. kekurangan neonatologists di NICU selama tahun 1970 mengakibatkan kebutuhan perawat dengan keterampilan yang lebih untuk mengelola stabilisasi bayi. Secara historis. dan peristiwa-peristiwa kritis yang mungkin saja akan terjadi. kualitas dan pengalaman perawat. Karena mereka memiliki status medis yang rapuh. .

*Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menggambarkan proses perencanaan dan menugaskan beban kerja ke NNP sebagai penyedia utama kompleks manajemen perawatan dalam satu NICU tingkat IV Tujuan dari penulisan penelitian ini meliputi: *Mengidentifikasi beban kerja NNP menggunakan ukuran objektif *Mengenali persepsi NNP kepuasan terhadap kinerja. hasil pasien. dan keamanan *Membandingkan temuan untuk rekomendasi profesional .

pengalaman. *Metode Langkah-langkah deskriptif berasal dari bukti yang meliputi: * jumlah NNP pada pergantian shift bekerja * jumlah pasien (kontak) di beban kasus pada pergantian shift bekerja * keakutan pasien menggunakan NTISS instrument * tanggung jawab tambahan dan kegiatan yang dilakukan selama shift bekerja * pendidikan. latihan kinerja. dan hasi pasien selama shift dan * jam bekerja selama shift berlangsung. kompetensi. dan keterampilan akuisisi NNP berdasarkan tahap Benner * respon NNP atau persepsi. .

*Data objektif di kumpulkan dari NNPs sebagai dasar dari beban kerja NNP di NICU selama shift berlangsung selama periode 28 hari *Setting NICU adalah 59 tempat tidur dengan kapasitas IV NICU dengan kapasitas lebih dari 16 ruang bersalin dan bayi baru lahir di daerah tersebut. .

persepsi kinerja NNP dan hasil pasien selama shift menggunakan skala Likert. c. jam kerja dalam shift. tanggung jawab tambahan dan kegiatan yang dilakukan selama bekerja shift. g. jumlah NNPs. Data yang dicatat dan dikumpulkan meliputi: a. d. f. Beban kasus yang khas adalah 6 pasien pada shift hari kerja. keakutan/ keparahan setiap pasien di beban kasus yang dicatat dengan skor numerik NTISS. jumlah beban kerja per NNP. e. dan 15 pasien pada shift malam baik hari kerja ataupun akhir pekan. b. kepedulian terhadap keselamatan selama shift . 7-8 pasien pada shift akhir pekan.

. dan.4 tahun di NICU sebagai RN. *Hasil Penelitian Informasi demografi dikumpulkan dari NNPs yang bekerja penuh time and part-time in the NICU at the initiation of the project implemen- waktu dan paruh waktu di NICU.1 tahun experience in the NICU as an NNP. 26 peserta NNP melaporkan rata-rata 9.Pengalaman di NICU sebagai NNP. 12.

Sangat menarik untuk dicatat bahwa tingkat kompetensi yang dilaporkan sendiri oleh yang NNPs tidak konsisten dengan tahun NNP yang disarankan pengalaman Benner. Tingkat kompetensi dilaporkan oleh mayoritas NNPs kompeten. . profisien dan ahli. Dua NNPs. menggambarkan diri mereka sebagai pemula dan lanjutan pemula. dengan pengalaman yang terbatas sebagai NNP dan pengalaman praktekyang baik di NICU tingkat IV.

. NNPs melaporkan rata-rata 12. Berdasarkan statistik ringkasan dari 164 survei respon NNP dikumpulkan secara elektronik oleh pergeseran selama 28 hari implementasi periode proyek.31. tahun pengalaman RN di NICU adalah 11. tahun rata-rata pengalaman NNP di NICU adalah 7.54 jam kerja selama pergeseran.22.

Beberapa kasus yang ditangani oleh NNP dibagi. ketika NNP yang bertugas berhalangan untuk menyelesaikan tugasnya dalam shift. Pada setiap shiftnya. . Banyaknya kasus yang terjadi pada pasien bervariasi di setiap hari. maka NNP tersebut mengerjakan tugasnya dengan datang lebih awal. setiap minggu dan di setiap akhir dari pergantian shift. Tujuan dari diadakannya perawatan NICU di malam hari adalah untuk meminimalisir gangguan seperti yang terjadi pada intervensi kepada bayi dan orangtua bayi sehingga klien bisa merasakan proses penyembuhan atau tidur yang efektif. menunjukkan rata- rata kasus yang beragam.

Kategori-kategori tersebut terdiri dari: 1) Mengawasi/ memeriksa. yang dikaji menggunakan NTISS adalah intensitas terapi yang diberikan. seperti seberapa parah penyakit yang dialami pasien NICU. 2) Pernapasan. 6) Prosedur. 3) Metabolik/ nutrisi. . Secara umum. 4) Pembuluh darah. 7) Kardiovaskular. NTISS terdiri dari 8 kategori indikator dan 63 item yang digunakan untuk mengkaji pasien. Skor NTISS terdiri dari 1 sampai 45 dengan semakin tinggi skornya maka semakin parah keluhan yang dialami pasien. 5) Terapi obat. 8) Transfusi. dan beberapa juga menyampaikan dapat digunakan untuk menilai perawat yang memberikan pelayanan.

kepuasan NNP dikaji dengan menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi dari tindakan yang dilakukan NNP dan hasil pasien yang diberikan oleh NNP selama bekerja di NICU. skala 5 – sangat tidak puas) dengan tindakan yang telah dilakukan selama shift dan hasil yang dirasakan oleh pasien.93. b) autonomi.85. NNP melaporkan puas (skala 1 – sangat puas. Dengan rata-rata kepuasan NNP 1. d) efektivitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan tugas NNP meliputi: a) rasa dan kepedulian untuk pasien yang mengalami stress. . Pada penelitian ini. NNP menjadi tenaga kesehatan yang dapat diandalkan untuk pasien NICU. Secara keseluruhan. c) komunikasi dengan semua anggota. dan kepuasan pasien 1.

*Aplikasi di Indonesia Di Indonesia ruang perawatan NICU sendiri masih minim jumlahnya. Angka kematian dan kejadian neonatal di negara-negara berkembang hingga saat ini masih tinggi. Banyak rumah-sakit yang mengklaim telah memiliki NICU. Meski demikian. tidak selalu ada di setiap rumah sakit dan jumlah ruangnya pun terbatas. Menurut keterangan Risma. belum bisa berbuat banyak yang disebabkan upaya yang dilakukan selalu terganjal banyak kendala. namun sesungguhnya belum memenuhi standar. dan beberapa lainnya hanya memiliki sekitar 4 ruang NICU. . RS Anak dan Bunda Harapan Kita memiliki 13 ruang NICU. unit-unit dan layanan kesehatan. Antara lain belum tersedianya infrastruktur dan peralatan yang memadai serta minimnya tenaga medis dengan latar belakang pendidikan khusus Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Di Jakartapun tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas NICU. RSCM sendiri hanya memiliki 10 ruang NICU.