DIYAN MUTYAH

PERTEMUAN KE 1
HEMODIALISIS &
PERITONIAL DYLISIS

PENGERTIAN
HEMODIALISIS
Hemodialisis adalah sebuah terapi medis.
Hemodialisis suatu tindakan membersihkan
racun dalam tubuh, karena ginjal tidak mampu
lagi membuang sisa-sisa metabolisme dalam
tubuh.
Hemodialisis dilakukan pada pasien dengan penyakit
ginjal kronik dan penyakit ginjal akut dalam kondisi
tertentu.
Prinsip dialisis digunakan dalam alat cuci darah bagi
penderita gagal ginjal, di mana fungsi ginjal digantikan
oleh dialisator.
 Hemodialisis merupakan salah satu dari Terapi
Pengganti Ginjal, yang digunakan pada penderita
dengan penurunan fungsi ginjal,

FUNGSI HEMODIALISA
• Hemodialisis berfungsi membuang
produk-produk sisa metabolisme seperti
potassium dan urea dari darah dengan
menggunakan mesin dialiser. Mesin ini
mampu berfungsi sebagai ginjal
menggantikan ginjal penderita yang
sudah rusak kerena penyakitnya, dengan
menggunakan mesin itu selama 24 jam
perminggu, penderita dapat
memperpanjang hidupnya sampai batas
waktu yang tidak tertentu.

PRINSIP KERJA MESIN HEMODIALISA • Prinsip dari Hemodialisis adalah dengan menerapkan proses osmotis dan ultrafiltrasi pada ginjal buatan. darah dipompa keluar dari tubuh lalu masuk kedalam mesin dialiser ( yang berfungsi sebagai ginjal buatan ) untuk dibersihkan dari zat-zat racun melalui proses difusi dan ultrafiltrasi oleh cairan khusus untuk dialisis (dialisat) . dalam membuang sisa-sisa metabolisme tubuh • Pada hemodialisis.

sehingga cairan.Tekanan di dalam ruang dialisat lebih rendah dibandingkan dengan tekanan di dalam darah. limbah metabolik dan zat-zat racun di dalam darah disaring melalui selaput dan masuk ke dalam dialisat. Molekul zat terlarut (sisa metabolisme) dari kompartemen darah akan berpindah kedalam kompartemen dialisat setiap saat bila molekul zat terlarut dapat melewati membran semipermiabel demikian juga sebaliknya. Proses hemodialisis melibatkan difusi solute (zat terlarut) melalui suatu membrane semipermeable. . darah dialirkan kembali ke dalam tubuh. Setelah dibersihkan.

.

• Mesin hemodialisis (HD) terdiri dari pompa darah. Sedangkan tusukan vaskuler merupakan tempat keluarnya darah dari tubuh penderita menuju dializer dan selanjutnya kembali lagi ketubuh penderita. • Dializer adalah tempat dimana proses HD berlangsung sehingga terjadi pertukaran zat-zat dan cairan dalam darah dan dialisat. • Sistem monitoring setiap mesin HD sangat penting untuk menjamin efektifitas proses dialisis dan keselamatan. Kecepatan dapat di atur biasanya diantara 300-400 ml/menit. sistem pengaturan larutan dialisat. Suhu larutan dialisat yang terlalu rendah ataupun melebihi suhu tubuh dapat menimbulkan komplikasi. • Lokasi pompa darah biasanya terletak antara monitor tekanan arteri dan monitor larutan dialisat. dan sistem monitor. Larutan dialisat harus dipanaskan antara 34-39 C sebelum dialirkan kepada dializer. Pompa darah berfungsi untuk mengalirkan darah dari tempat tusukan vaskuler ke alat dializer. .

elektrolit • Nilai laboratorium: darah rutin.brainybetty. HBsAg. Pengkajian • Pengkajian sebelum hemodialisis: • Riwayat penyakit. Hep.com 8 . asam urat. ureum & creatinin. • Respon terhadap dialysis sebelumnya. • Status emosional • Pemeriksaan fisik: head to toe Free template from www. HIV. keluhan saat ini • Usia • Keseimbangan cairan. ASUHAN KEPERAWATAN a. C.

mual.• Pengkajian setelah hemodialisis: • Tekanan darah: hipotensi • Keluhan: pusing. dsb Free template from www. palpitasi • Komplikasi HD: kejang.brainybetty. muntah.com 9 .

3.com 10 . Kelebihan volume cairan. 5. Harga diri rendah 6. Gangguan pola nafas. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. 4. Intoleransi aktivitas. Masalah keperawatan 1. Risiko cidera 7. 2. Risiko infeksi Free template from www.brainybetty.

Rencana tindakan Free template from www.com 11 .brainybetty.

com 12 .Free template from www.brainybetty.

Free template from www.brainybetty.com 13 .

brainybetty.com 14 .Free template from www.

com 15 .brainybetty.Free template from www.

Free template from www.brainybetty.com 16 .

PERITONIAL DYLISIS Free template from www.com 17 .brainybetty.

dimana ginjal tidak dapat bekerja dengan baik untuk menjaga keseimbangan zat-zat kimia tubuh yang diperlukan untuk hidup.Pendahuluan • Ketika ginjal mengalami kerusakan maka ginjal tidak dapat membersihkan tubuh dari sisa-sisa metabolisme. . Pada saat ini pasien memerlukan dialysis sebagai terapi pengganti. Sisa-sisa metabolisme dan kelebihan air menumpuk dan lama kelamaan menjadi banyak di dalam darah yang disebut uremia. End Stage Renal Disease (ESRD) terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan tahap akhir. • Gagal ginjal kronik berarti kehilangan fungsi ginjal yang bisa terjadi secara cepat atau lambat dalam beberapa tahun.

.Terapi pengganti fungsi ginjal (dialysis) : • Hemodialisis (HD) • Peritoneal Dialisis (PD : – Acute Peritoneal Dialisis (PD Acute) – Kronis Peritoneal Dialisis (CAPD) Continous:Terus menerus selama 24 jam Ambulatory:Bebas bergerak Peritoneal:Peritoneum sebagai membran semi permeable Dialysis:Membersihkan tubuh dari zat sisa-sisa metabolisme dan kelebihan cairan.

Fungsi dialysis : • Mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme • Mengeluarkan kelebihan air • Membantu menjaga keseimbangan zat-zat kimia tubuh .

. dan peritoneum sebagai membrane semi permeable yang berfungsi sebagai tempat yang dilewati cairan tubuh yang berlebihan & solute yang berisi racun yang akan dibuang.Peritoneal Dialisis • Peritoneal dialysis adalah suatu proses dialysis di dalam rongga perut yang bekerja sebagai penampung cairan dialysis.

. ginjal. seperti lambung. Di dalam rongga perut ini terdapat banyak sel-sel darah kecil (kapiler) yang berada pada satu sisi dari membran peritoneum dan cairan dialysis pada sisi yang lain. • Rongga peritoneum berisi + 100ml cairan yang berfungsi untuk lubrikasi / pelicin dari membran peritoneum.Anatomi Membran Peritoneum Rongga Peritoneum • Rongga peritoneum adalah bagian dari perut yang membungkus organ-organ. rongga peritoneum dapan mentoleransi cairan > 2 liter tanpa menimbulkan gangguan. Pada orang dewasa normal. usus. dll.

55m2 yang terdiri dari 2 bagian.Anatomi Membran Peritoneum Membran Peritoneum • Membran peritoneum merupakan lapisan tipis bersifat semi permeable. yaitu: • Bagian yang menutupi / melapisi dinding rongga perut (parietal peritoneum). • Total suplai darah pada membran peritoneum dalam keadan basal + 60 – 100 ml/mnt. + 80% dari luas total membran peritoneum. + 20% dari total luas membran peritoneum. . • Bagian yang menutup organ di dalam perut (vasceral peritoneum). Luas permukaan + 1.

.

Prinsip Dasar PD • Kateter CAPD (tenchoff catheter) dimasukkan ke dalam rongga peritoneum melalui teknik operasi. Konsentrasi adalah kata-kata yang sering kita dengar di dalam cairan CAPD. .

.

didiamkan untuk waktu tertentu (6 – 8 jam) dan peritoneum bekerja sebagai membrane semi permeable untuk mengambil sisa-sisa metabolisme dan kelebihan air dari darah. • Osmosis. difusi dan konveksi akan terjadi dalam rongga peritoneum. Setelah dwell time selesai cairan akan dikeluarkan dari rongga peritoneum melalui catheter yang sama. .Proses PD • Cairan dialysis 2 L dimasukkan dalam rongga peritoneum melalui catheter tunchoff. proses ini berlangsung 3 – 4 kali dalam sehari selama 7 hari dalam seminggu.

. Toksin uremik berpindah dari plasma ke cairan CAPD.Difusi • Membrane peritoneum menyaring solute dan air dari darah ke rongga peritoneum dan sebaliknya melalui difusi. dimana proses ini berlangsung ketika cairan dialisat dimasukkan ke dalam rongga peritoneum. • Konsentrasi cairan CAPD lebih rendah dari plasma darah. karena cairan plasma banyak mengandung toksin uremik. • Difusi adalah proses perpindahan solute dari daerah yang berkonsentrasi tinggi ke daerah yang berkonsentrasi rendah.

Cairan melewati membrane lebih cepat dari pada solute.3%.5%. • Osmosis pada peritoneum terjadi karena glukosa pada cairan CAPD menyebabkan tekanan osmotic cairan CAPD lebih tinggi (hipertonik) dibanding plasma. 4. • Untuk membantu mengeluarkan kelebihan air dalam darah. sehingga air akan berpindah dari kapiler pembuluh darah ke cairan dialisat (ultrafiltrasi) • Kandungan glucose yang lebih tinggi akan mengambil air lebih banyak. Osmosis dipengaruhi oleh tekanan osmotic dan hidrostatik antara darah dan cairan dialisat.25% .5%.25% • Frescenius : 1.Osmosis • Adalah perpindahan air melewati membrane semi permeable dari daerah solute yang berkonsentrasi rendah (kadar air tinggi) ke daerah solute berkonsentrasi tinggi (kadar air rendah). 2.3%. 4. maka cairan dialisat menyediakan beberapa jenis konsentrasi yang berbeda : • Baxter : 1. 2. Untuk itu diperlukan dwell time yang lebih panjang untuk menarik solute.

. Perpindahan cairan pada CAPD dipengaruhi : • Kualitas membrane • Ukuran & karakteristik larutan • Volume dialisat Proses dialysis pada CAPD terjadi karena adanya perbedaan : • Tekanan osmotic • Konsentrasi zat terlarut antara cairan CAPD dengan plasma darah dalam pembuluh kapiler ..Beberapa hal..

sehingga meningkatkan volume cairan intra peritoneal.• Pada saat cairan dialisat dimasukkan dalam peritoneum. Peningkatan volume cairan intraperitoneal berbanding lurus dengan konsentrasi glukosa dari cairan dialisat. air akan diultrafiltrasi dari plasma ke dialisat. .

• Kecepatan transport air dan zat terlarut dapat diestimasi secara periodic melalui PET test (Peritoneal Equilibrum Test) • Standar konsentrasi elektrolit cairan CAPD: – Na (132 meq /lt) – Cl ( 102 meq /lt) – Mg (0.5 meq /lt) – K (0 meq /lt) .

tidak tergantung penjadwalan rumah sakit sebagaimana HD • Pembuangan cairan dan racun lebih stabil • Diit dan intake cairan sedikit lebih bebas • Cocok bagi pasien yang mengalami gangguan jantung • Pemeliharaan residual renal function lebih baik pada 2-3 tahun pertama . dapat dilatih dalam periode 1-2 minggu. • Jadwal fleksibel. meningkatkan percaya diri • Simpel.Keuntungan CAPD dibandingkan HD : • Dapat dilakukan sendiri di rumah atau tempat kerja • Pasien menjadi mandiri (independen).

Kelemahan CAPD : • Resiko infeksi • Peritonitis • Exit site • Tunnel • BB naik karena glukosa. pekerjaan . pada cairan CAPD diabsorbsi Penilaian HD atau CAPD : • Penilaian bersifat individual • Adakah faktor kelainan yang menyebabkan CAPD lebih bermanfaat dibanding HD ? • Kesulitan akses vaskular. penyakit cardiovaskular yang berat • Jarak rumah dengan center HD.

kolostomi.Kontra indikasi CAPD : • Hilangnya fungsi membran peritoneum • Operasi berulang pada abdomen. • Ukuran tubuh yang besar (kemungkinan dengan PD yang adekuat tidak tercapai) • Identifikasi problem yang potensial timbul sebelum CAPD dimulai – Apakah pasien perlu seorang asisten (keterbatasan fisik / mental) – Adakah hernia – Penglihatan kurang • Malnutrisi yang berat .