You are on page 1of 16

KASUS WEEKLY

Dinas RSD Madani
tanggal 04 Februari – 10 Februari
2017

dr. Wayan Suarayasa, Sp. BU

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU
KESEHATAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU

.

KASU S .

Identitas Nama : Ny.I. Federica Umur : 45 tahun Jenis kelamin : Perempuan Pekerjaan : urusan rumah tangga Tanggal masuk : 27 Januari 2017 Rumah sakit : Umum Anutapura .

nyeri perut hilang timbul. pasien mengeluhkan sensasi nyeri perut seperti tertendang-tendang. nafsu makan menurun. II. Alergi obat tidak ada. yang terjadi kurang lebih 2 minggu yang lalu. obat- Riwayat penyakit obatan dan alkohol sebelumnya disangkal. nyeri perut dirasakan berpindah. Keluhan disertai tidak ada demam. tidak bab kurang lebih 5 hari. terdapat mual. ANAMNESI S Keluhan utama • Nyeri perut Anamnesis terpimpin • Pasien perempuan usia 45 tahun datang ke IGD autapura dengan keluhan nyer i pada seluruh perut. muntah. pasien juga mengeluhkan pembesaran perut. sakit kepala dan pusing. .pindah. bak sedikit-sedikit. Kebiasaan merokok. Tidak ada sesak dan nyeri dada. keluhan dirasakn sejak kurang lebih 5 minggu yang lalu. Riwayat penyakit keluarga • Pasein menyangkal adanya keluhan yang sama pada keluarga Riwayat pengobatan • Tidak ada konsumsi obat secara rutin • Pasien telah menerima perawatan di RS torabelo kurang lebih sema lima hari. dengan keluhan yang sama saat ini.

PEMERIKSAAN FISIK Status Tand Tekanan generalisa ta a darah: 130/90 Sakit sedang vital mmHg Nadi : 65x/ menit Pernapasan : 24 x/menit Suhu aksilla : 36.4⁰ C . III.

jantung normal (+) wheezing (-/-) Auskultasi : Bunyi jantung I/II murni . Inspeksi : ictus thorax jantung cordis tidak tampak Inspeksi : simetril (+) bilateral (+) Palpasi : ictus cordis Palpasi : vocal fremitus teraba pada SIC V kanan sama kiri linea midclavicula Perkusi sonor sinistra (+) Auskultasi vesikuler Perkusi : batas (-/-). rhonki (-/-).

• Nyeri tekan positif edema (-/-) • Teraba massa bentuk ireguler • Pada handscoon terdapat darah dan lendir .Superior : akral Rectal toche: Ekstremitas tambahan Pemeriksaan hangat (+/+). • Tonus sfingter ani : edema (-/-) baik • Mukosa licin Inferior : akral • Ampula tidak prolaps hangat (+/+).

Status lokalis • Regio : abdominal • Inspeksi : tampak distensi abdomen (+) • Palpasi : nyeri tekan (+). .

pembesaran abdomen juga dikeluhkan pasien yang terjadi kurang lebih 2 minggu yang lalu. palpasi nyeri tekan. . IV.4⁰C. Keluhan tidak disertai febris. pemeriksaan rectal touche nyeri tekan positif dan teraba bentuk ireguler. RESUME Pasien perempuan usia 45 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri pada seluruh regio abdominal. auskultasi peristaltik meningkat. sensasi nyeri pada abdomen seperti tertendang- tendang. cephalgia dan dizissnes. tidak defekasi selam kurang lebih 5 hari. oliguria. Pemeriksaan abdomen inspeksi kesan cembung. Pasien telah menerima perawatan kurang lebih 5 hari di RS torabelo dengan keluhan yang sama. keluhan terjadi kurang lebih 5 minggu yang lalu. respirasi 24 x/menit. disertai nausea. perkusi hipertimpani. nyeri berpindah pindah. dan pada handscoon terdapat darah dan lendir. anoreksia. suhu aksilla 36. nadi 65x/menit. dan dirasakan hilang timbul. vomiting. Tekana darah 130/90 mmHg.

V. DIAGNOSIS AWAL COB. GCS III .

9 x 10³/ mm³ posis • Eritrosit : 5. PEMERIKSAAN PENUNJANG Foto polos abdomen 3 • Leukosit : 12.1 % Laboratoriu • Platelet : 364 x 10 ³/ mm³ m .11 x • Kesan : Ileus 10⁶/ mm³ Obstruksi • Hemoglobin : 12. VI.0 mg/dl • Hematokrit : 38.

VII. DIAGNOSIS AKHIR Cedera Otak Berat .

PENATALAKSANAAN Medikamentos Prosedur a Tindakan • O₂ 3-5 Lpm • Pasang • IVFD 20 Nasogastric gtt/menit tube • Injeksi • Pasang Omeprazole 1 kateter amp/12 jam . VIII.

PROGNOSIS malam .IX.

Terima Kasih .