You are on page 1of 40

Referat

Hernia

Vania Valentina
FK Trisakti 030.09.262

Definisi
Hernia merupakan protrusi atau
penonjolan isi suatu rongga melalui
defek atau bagian lemah dari dinding
rongga bersangkutan (fascia dan
muskulo aponeurotik) yang menberi
jalan keluar pada alat tubuh selain
yang biasa melalui dinding tersebut.

Epidemiologi
Pria 2% hernia
97% hernia
Pria 1% hernia
1% hernia
2%

Anatomi – Kanalis
Inguinalis
Kanalis Inguinalis merupakan saluran
oblik yang menembus bagian bawah
dinding anterior abdomen
Panjangnya sekitar 4cm pada orang
dewasa
Terbentang dari annulus inguinalis
profundus pada fascia tranversalis,
berjalan ke bawah dan medial sampai
annulus inguinalis superficialis(lubang
berbentuk segitiga) pada aponeurosis
obliquus externa. Kanalis inguinalis
terletak sejajar dan tepat diatas lig.

tranversus abdominis yang melengkung .Anterior : aponeurosis m. obliquus externus Posterior : fascia tranversalis Inferior : lig. Lacunare Superior : serabut-serabut terbawah m. Inguinale dan lig. obliquus internus abdominis dan m.

.

  . Batas-batasnya : ◦ Inferior : Lig. sedangkan yang muncul lateral dari trigonum ini adalah indirek. Tranversus Abdominis. Hernia yang melewati Trigonum ini disebut hernia direk. rectus abdominis Dasarnya dibentuk fascia tranversal yang diperkuat serat aponeurosis M.Anatomi – Trigonum Hasselbach Dibentuk oleh Oecten Pubis dan Lig. Pectinea. Inguinale ◦ Lateral : Vasa epigastrica inferior ◦ Medial : tepi m.

Vasa Epigastrika Deep Inguinal Inferior Ring M. Lacunare . Rectus Lig. abdomis Inguinalis Vasa Iliaca Superficial Inguinal External Ring Ductus deferens Lig.

Etiologi Lemahnya dinding rongga perut. .

Bagian dari Hernia  Kantong hernia Pada hernia abdominalis berupa peritoneum parietalis.  Pintu hernia / cincin hernia Merupakan bagian locus minoris resistance yang dilalui kantong hernia.  Leher hernia Bagian tersempit kantong hernia yang sesuai dengan kantong hernia. misalnya usus. ovarium. Dapat terdiri dari omentum maupun usus  Isi hernia Berupa organ atau jaringan yang keluar melalui kantong hernia.  Locus Minoris Resistence (LMR) . dan jaringan penyangga usus (omentum).

Klasifikasi Lokasi .

Klasifikasi Terlihat .

dan dapat melalui annulus inguinalis eksternus sampai di scrotum. Dikenal sebagai indirek karena keluar melalui dua pintu dan saluran. . Hernia masuk ke dalam kanalis inguinalis melewati spermatic cord lewat cincin inguinalis interna. mengejan atau mengangkat benda berat atau berdiri dapat timbul kembali. yaitu annulus dan kanalis inguinalis. Hernia Inguinalis Lateralis Hernia ini disebut latelarlis karena menonjol dari perut di lateral pembuluh epigastrika inferior. bila menangis. disebut hernia scrotalis / lengkap Gejalanya berupa benjolan berbentuk lonjong di selangkangan. Benjolan mengecil/menghilang waktu tidur.

. HIM disebabkan tekanan intraabdomen melebihi kekuatan dinding abdomen disebabkan kelainan intra dan ekstra abdomen. disebut direkta karena langsung menuju annulus inguinalis eksterna. Dasar segitiga Hasselbach oleh fascia transversal yang diperkuat oleh serat aponeurosis muskulus transfersus abdominis yang kadang-kadang tidak sempurna sehingga daerah ini potensial untuk menjadi lemah. pembuluh epigastrica inferior di bagian lateral dan tepi otot rektus di bagian medial. Hernia Inguinalis Medialis Hernia inguinalis direk atau hernia inguinalis medialis menonjol langsung ke depan melalui segitiga Hasselbach Daerah yang dibatasi ligamentum inguinale di bagian inferior. Pada pemeriksaan fisik didapati massa tumor pada annulus inguinalis eksterna yang mudah mengecil bila tidur.

.

Bentuk hernia lonjong oblique Letak pada vasa Lateral Medial di trigonum epigastrica inferior Hasselbach Dibungkus oleh fascia Ya Tidak spermatica interna Onset Biasanya usia muda Pada orang yang lebih tua (pria>wanita) (pria>wanita) .Perbedaan Hernia Indirek dan Direk Indirek Direk Penyebab Congenital – Akuisita Akuisita Deskripsi Penonjolan melewati atas Keluarnya langsung cincin inguinal akibat menembus fascia dinding gagak penutupan cincin abdomen. Bentuk hernia inguinalis interna waktu bulat embrio setelah penurunan testis.

Indirek Direk Bilateral 20% 50% Muncul saat berdiri Tidak segera mencapai Mencapai ukuran ukuran terbesarnya terbesarnya dengan segera Reduksi saat berbaring Tidak tereduksi segera Tereduksi segera Penurunan ke skrotum Dapat Tidak dapat Oklusi cincin internus Terkontrol Tidak terkontrol Leher kantong Sempit Lebar Komplikasi Strangulasi. inkarserasi. jalan keluar hernia medial dan hernia timbul tertutup lagi . Jarang obstruksi Terapi Herniotomi dan herniorafi Herniotomi Valsava test denga FT Tangan di cincin eksternus Tangan di cincin eksternus teraba tekanan pada unung teraba tekanan pada sisi jari.

benjolan lunak di lipat paha di bawah ligamentum inguinal di medial v.Hernia Femoralis  Terjadi melalui cincin femoral dibawah ligamentum inguinalis  Gejalanya berupa nyeri abdomen generalisata. insiden 4x daripada laki-laki . isi hernia masuk ke kanalis femoralis sejajar dengan v. mual muntah. femoralis dan lateral tuberkulum pubicum  Pintu masuknya di annulus femoralis. femoralis sepanjang 2cm dan keluar di fossa ovalis pada lipat paha  Dijumpai pada perempuan tua.

Hernia Umbilikalis  Terjadikarena obliterasi inkomplit dari umbilicus  Merupakan hernia congenital pada umbilicus yang ditutup peritoneum dan kulit  Berupa penonjolan mengandung isi rongga perut yang masuk melalui cincin umbilicus akibat peninggian tekanan intraabdomen  Regresi spontan pada benjolan < dari 2cm > 2cm terapi operatif .

Hernia Reponibel dan Ireponibel Reponibel .

Hernia Inkarserata dan Strangulata Hernia Obstruksi / Inkarserata .

Patofisiologi Hernia Inguinalis Lateralis Kegagalan penutupan processus vaginalis sewaktu turun ke dalam skrotum. Jepitan cincin hernia (Hernia Strangulata) Gangguan perfusi jaringan→ bendungan vena → udema jaringan → peredaran darah terganggu → isi hernia nekrosis →perforasi→peritonitis . jika meluas ke skrotum disebut hernia lengkap. Kantong yang dihasilkan bisa meluas sepanjang kanalis inguinalis. Hernia Inguinalis Medialis Tekanan intraabdominal melebihi kekuatan dinding abdomen yang disebabkan karena kelainan intra dan ekstra abdomen.

Diagnosa – Inspeksi Hernia inguinal .

Diagnosa .Palpasi Hernia .

Diagnosa – Perkusi. Auskultasi Perkus .

Finger Test  Menggunakan jari ke 2 atau jari ke 5.  Dimasukkan lewat skrortum melalui anulus eksternus ke kanal inguinal.  Penderita disuruh batuk: • Bila impuls diujung jari berarti Hernia Inguinalis Lateralis • Bila impuls disamping jari Hernia Inguinnalis Medialis .

Ziemen Test  Posisi berbaring. • jari ke 4 : Hernia Femoralis . • jari ke 3 : hernia Ingunalis Medialis.  Hernia kanan diperiksa dengan tangan kanan.  Penderita disuruh batuk bila rangsangan pada : • jari ke 2 : Hernia Inguinalis Lateralis. bila ada benjolan masukkan dulu (biasanya oleh penderita).

Thumb Test  Anulus internus ditekan dengan ibu jari dan penderita disuruh mengejan • Bila keluar benjolan berarti Hernia Inguinalis medialis. • Bila tidak keluar benjolan berarti Hernia Inguinalis Lateralis .

Pemeriksaan Penunjang Darah .

Diagnosis Banding Keganasan .

Konservatif Reposisi .Terapi .

Laparotomi . Open Anterior Repair 2.Terapi . Tension Free Repair with Mess 4. Open Posterior Repair 3.Operatif 1.

. celah direct dan indirect  Kantung hernia biasanya diligasi dan dasar kanalis spinalis di rekonstruksi.Open Anterior Repair  Operasi hernia (teknik Bassini. McVay dan Shouldice) melibatkan pembukaan aponeurosis otot obliquus abdomins ekternus dan membebaskan funikulus spermatikus  Fascia transversalis kemudian dibuka. dilakukan inspeksi kanalis spinalis.

.

 Posterior repair sering digunakan pada hernia dengan kekambuhan karena menghindari jaringan parut dari operasi sebelumnya . Diseksi kemudian diperdalam kesemua bagian kanalis inguinalis.Open Posterior Repair  Posterior repair (iliopubic tract repair dan teknik Nyhus) dilakukan dengan membelah lapisan dinding abdomen superior hingga ke cincin luar dan masuk ke properitoneal space.

Tension Free Repair with Mess  Operasi hernia (teknik Lichtenstein dan Rutkow ) menggunakan pendekatan awal yang sama degan teknik open anterior. Akan tetapi tidak menjahit lapisan fascia untuk memperbaiki defek. . tetapi menempatkan sebuah prostesis. mesh yang tidak diserap.  Mesh ini dapat memperbaiki defek hernia tanpa menimbulkan tegangan dan ditempatkan disekitar fascia  Hasil yang baik diperoleh dengan teknik ini dan angka kekambuhan dilaporkan kurang dari 1 persen.

usus atau pembuluh darah bisa cidera selama operasi. Ini memungkinkan mesh diletakkan dan kemudian ditutupi dengan peritoneum  TEP adalah prosedur laparoskopic langsung yang mengharuskan masuk ke cavum peritoneal untuk diseksi. . Konsekuensinya.Laparoskopi  Saat ini kebanyakan teknik laparoscopic herniorrhaphies dilakukan menggunakan salah satu pendekatan transabdominal preperitoneal (TAPP) atau total extraperitoneal (TEP)  TAPP dilakukan dengan meletakkan trokar laparoscopic dalam cavum abdomen dan memperbaiki region inguinal dari dalam.

Komplikasi Akibat .

Komplikasi Pasca .