You are on page 1of 27

TRAUMA

URETHRA

Definisi

 Ruptur uretra adalah kerusakan
kontinuitas uretra yang disebabkan oleh
ruda paksa yang datang dari luar (patah
tulang panggul atau straddle injury) atau
dari dalam (kateterisasi, tindakan-
tindakan melalui uretra). Ruptur uretra
merupakan suatu kegawatdaruratan
bedah yang sering terjadi

.

Klasifikasi Anatomi Pars Pars membranase membranase Trauma Trauma aa uretra uretra posterior posterior Pars Pars prostatika prostatika Trauma Trauma Uretra Uretra Pars Pars bulbosa bulbosa Trauma Trauma uretra uretra anterior anterior Pars Pars pendulum pendulum .

Anatomy male urethra .

.

Cedera urethra prostatomembranaceus bervariasi mulai dari jenis simple ( 25%). ruptur parsial ( 25%) dan ruptur komplit ( 50%).  Dilaporkan.2 .Epidemiologi  Fraktur pelvis yang tidak stabil atau fraktur pada ramus pubis bilateral merupakan tipe fraktur yang paling memungkinkan terjadinya cedera pada urethra posterior. cedera pada urethra posterior sekitar 16% pada fraktur pubis unilateral dan meningkat menjadi 41% pada fraktur pubis bilateral.

Trauma pada perineum (straddle injury) .Etiologi  Trauma tumpul oleh karena KLL atau jatuh menyebabkan trauma tumpul pada uretra posterior. Umumnya berhubungan dengan fraktur pelvis  Trauma tumpul dapat mengenai uretra anterior.

 Iatrogenik. businasi. disebabkan biasa oleh tindakan kateterisasi. endoskopi  Trauma tajam di daerah urethra dan perineum termasuk peluru .

Straddle .

Ruptur .

Patofisiologi  Trauma pada uretra posterior oleh karena tarikan pada prostato-membranous junction. Uretra prostatika terfiksasi oleh ligamentum puboprostatika pada tulang pelvis. Tarikan oleh tulang pelvis karena fraktur menyebab-kan putusnya uretra membranasea .

 Trauma pada uretra anterior juga disebabkan oleh trauma tumpul pada perineum. Trauma ini menyebabkan memar pada jaringan sekitar uretra yang kemudian bisa terjadi striktur  Trauma tajam disebabkan oleh perlukaan dari luar .

.

Diagnosis Ruptur Uretra Possterio Anterior r .

Perdaraha n Uretra Ruptur Retensi Posterior Urine Floating prostate .

Collopinto dan Mc Callum Tipe I • Cedera tarikan uretra Tipe 2 • Cedera pada proksimal diafragma genitourinaria Tipe 3 • Cedera uretra pada proksimal dan distal diafragma genitourinaria .

. Ruptur Anterior Kadang Perdarahan terjadi Butterfly per-uretra/ retensi Hematom hematuri. urine.

Floating .

 Ruptur Uretra Pars Anterior .

Penanganan  Pasien dengan trauma multipel maka repair segera pada uretra adalah kontra indikasi. Keadaan umum harus diperbaiki dulu dengan mengutamakan penanganan trauma yang lebih membahayakan .

 Segera dipasang kateter suprapubik (sistostomi)  Repair dari uretra posterior dilakukan setelah 6 – 12 minggu .

Pada umumnya ruptur pada uretra posterior bisa dilakukan  Late (delayed) repair  Early (direct) repair .

 Repair ruptur anterior pars bulbaris dilakukan dengan cara anastomose end to end apabila ruptur kurang dari 2 cm. kadang diperlukan fasciocutaneous flap atau graft mukosa buccal / vena .  Bila lebih dari 2 cm.

.Luka tajam pada uretra biasanya dapat segera dilakukan repair dengan melakukan anastomose atau menjahit ruptur.

Komplikasi  Striktur urethra  Inkontinensi  Infeksi khronis .

perineal.Ringkasan  Multi trauma suprapubik kateter  Setelah 6 – 12 minggu repair  Late repair suprapubik kateter  Setelah 2 minggu uretrogram  Pemasangan kateter atau realignment  Early repair  Pasang kateter  Realignment : endoskopis. trans- abdominal .