You are on page 1of 46

Esensi tiap bab

Standar Akreditasi
Puskesmas

Esensi
Bab I, II, III
Administrasi dan
Manajemen Puskesmas

Esensi dari Bab I. Penyelenggaraan
Pelayanan Puskesmas
• 1.1. Analisis Kebutuhan Masyarakat sebagai dasar dalam Perencanaan
Puskesmas (Perencanaan Puskesmaas berdasar analisis kebutuhan
masyarakat) :
• Ketersediaan Pelayanan Puskesmas sesuai prioritas kebutuhan masyarakat
• Perencanaan Puskesmas berdasarkan hasil analisis kebutuhan masyarakat (community
health analysis), keterlibatan aktif masyarakat melalui SMD & MMD
• Inovasi peluang pengembangan berdasarkan kebutuhan prioritas
• Disusun perencanaan lima tahunan/perencanaan strategi bisnis (BLUD)
• Perencanaan Operasional yang terintegrasi (RUK & RPK) (RBA & RPK, untuk BLUD)
• 1.2. Akses dan Pelaksanaan Kegiatan Puskesmas:
• Akses terhadap Informasi ttg ketersediaan pelayanan
• Akses terhdap pelayanan
• Penjadwalan kegiatan yang disepakati bersama
• Mekanisme kerja, komunikasi dan koordinasi dalam memberikan pelayanan
• Upaya mengatasi jika terjadi permasalahan dalam pelayanan
• Keluhan dan umpan balik terhadap keluhan
• 1.3. Evaluasi Kinerja Puskesmas

Esensi Bab II. Kepemimpinan dan
manajemen Puskesmas
• 2.1. Tata kelola sarana Puskesmas:
• Pemenuhan terhadap persyaratan lokasi dan perijinan (2.1.1)
• Pemenuhan terhadap persyaratan bangunan dan ruangan
(2.1.2, 2.1.3)
• Pemenuhan terhadap persyaratan prasarana (system utilitas)
(2.1.4)
• Pemenuhan terhadap persyaratan peralatan (2.1.5)
• 2.2. Pemenuhan terhadap persyaratan ketenagaan
• Persyaratan kepala puskesmas (2.2.1)
• Ketersediaan tenaga sesuai dengan kebutuhan dan jenis
pelayanan (2.2.2)

Kegiatan Pengelolaan Puskesmas • Pengorganisasian: struktur organisasi. tata nilai dalam pengelolaan puskesmas • Arah strategi dalam penyelenggaraan puskesmas • Peran puskesmas dalam memfasilitasi pembangunan berwawasan kesehatan • Pendelegasian wewenang oleh pimpinan • Tata hubungan kerja lintas sector dan lintas program • Tata kelola dokumen • Komunikasi internal • Pengamanan lingkungan terhadap risiko pelayanan • Pengelolaan jejaring dan jaringan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas • Pengelolaan keuangan • Pengelolaan data dan infromasi • 2. kejelasan tugas tanggung jawab dan kewenangan.6. Kontrak dengan pihak ketiga: • Dokumen kontrak/PKS • Kewajiban melakukan evaluasi terhadap pihak ketiga • 2.3. Pemeliharaan sarana dan prasarana: • Penanggung jawab dan program kerja pemeliharaan .4. tujuan.5.Esensi dari Bab II (lanjutan) • 2. kaji ulang struktur • Pemenuhan terhadap standar kompetensi • Kewajiban untuk orientasi bagi karyawan baru • Penetapan visi. misi.Hak dan kewajiban pengguna: • Penetapan hak dan kewajiban pengguna • Peraturan internal (code of conduct) dlam pelayanan • 2.

1.Esensi Bab III • 3. Peningkatan mutu dan kinerja Puskesmas: • Penanggung jawab manajemen mutu harus ditetapkan dengan kejelasan tugas tanggung jawab dan wewenang • Pedoman peningkatan mutu dan kinerja • Perencanaan perbaikan mutu dan kinerja • Pengukuran mutu dan kinerja dengan indicator yang jelas • Perbaikan mutu dan kinerja yang berkesinambungan berdasarkan penilaian mutu dan kinerja • Peran pimpinan dan seluruh karyawan dalam peningkatan mutu dan kinerja • Evaluasi perbaikan kinerja melalui audit internal • Pelaksanaan rapat tinjauan manajemen • Pemberdayaan pengguna dalam perbaikan mutu dan kinerja • Kajibanding kinerja .

Esensi Bab IV. V. dan VI .

2. dan ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan masing-masing UKM • Umpan balik dan tindak lanjut terhadap permasalahan dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan.Bab IV. Perencanaan kegiatan tiap UKM Puskesmas: • Kegiatan dalam setiap Upaya Puskesmas disusun berdasar analisis kebutuhan dan harapan masyarakat dituangkan dalam perencanaan Upaya • Pembahasan konsultatif dengan masyarakat dan sasaran. lintas program. upaya untuk memperoleh umpan balik dari masyarakat/sasaran • Peluang inovatif upaya puskesmas • 4.1. serta keluhan masyarakat/sasaran . Akses masyarakat dan sasaran terhadap UKM Puskesmas: • Akses masyarakat/sasaran terhadap kegiatan UKM sesuai kebutuhan • Akses masyarakat/sasaran . UKM yang berorientasi sasaran • 4. lintas sector terhadap informasi: jadual kegiatan • Kesepakatan penjadualan.

3. Evaluasi terhadap kinerja UKM Puskesmas: • Penetapan indicator dan target pencapaian tiap-tiap UKM • Kewajiban mengumpulkan data kinerja • Analisis terhadap data kinerja • Tindak lanjut terhadap hasil analisis data kinerja • Pendokumentasian hasil analisis dan tindak lanjut penilaian kinerja .• 4.

Tanggung jawab pengelolaan UKM: • Penetapan tujuan. Kepemimpinan dan Manajemen UKM • 5.Perencanaan Kegiatan UKM mengacu pada pedoman dan kebutuhan masyarakat: • Perencanaan upaya yang terintegrasi dengan RUK. sasaran dan tata nilai dan informasi kepada pihak terkait • Komunikasi dan koordinasi dalam pencapaian tujuan.2. yang dilakukan melalui kajian kebutuhan masyarakat • Revisi perencanaan jika diperlukan sesuai dengan perubahan kebijakan pemerintah dan/atau perubahan kebutuhan masyarakat . dan pelaksanaan • Penggunaan sumber daya secara efisien dan efektif • Minimalisasi risiko terhadap lingkungan • Tanggung jawab dalam memfasilitasi pemebrdayaan masyarakat mulai dari pelrencanaan sd evaluasi • 5.1. pencapain kinerja.Bab V.

7. Komunikasi dan koordinasi • 5.3. Hak dan kewajiban sasaran UKM: • Hak dan kewajiban sasaran • Aturan yang jelas sebagai bagian peraturan internal sebagai upaya untuk memenuhi hak sasaran sesuai dengan visi.6.5. dan prosedur yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan kegiatan UKM. Penanggung jawab terhadap pelaksana • Akuntabilitas ditunjukkan melalui: penilaian kinerja yang dilaksanakan secara periodic • 5. misi. pengendalian dokumen eksternal dan internal • Evaluasi kepatuhan pelaksanaan terhadap peraturan. Pengorganisasi UKM: • Kejelasan tugas wewenang dan tanggung jawab yang dituangkan dalam uraian tugas dari penanggung jawab dan pelaksana • 5. tujuan dari masing-masing UKM .• 5.4. prosedur • Kebijakan dan Prosedur evaluasi kinerja • 5. Akuntabilitas pengelolaan dan pelaksanaan UKM • Akuntabilitas ditunjukkan melalui : monitoring kinerja dan kegiatan UKM • Akuntabilitas ditunjukkan melalui : Pengarahan Kepala Puskesmas. Kebijakan dan prosedur dalam pelaksanaan UKM • Penetapan peraturan. kerangka acuan. kebijakan.

Esensi Bab VI. Pelaksana dalam perbaikan mutu dan kinerja Upaya • Pemberdayaan sasaran dalam perbaikan kinerja • Kajibanding kinerja UKM yang terintegrasi . Sasaran kinerja UKM 6.1. Perbaikan kinerja UKM • Budaya perbaikan kinerja UKM • Perbaikan kinerja UKM yang berkesinambungan yang terdokumentasi • Peran Kepala Penanggung jawab.

Layanan Klinis yang berorientasi pasien (LKBP) .Bab VII.

1 sd 7.10.Prinsip dasar (esensi) dari Bab VII • 7. Continuity of care (kesinambungan pelayanan klinis):  Access (Akses/pendaftaran)  Entry (Masuk)  Assess (Pengkajian) dan keputusan layanan klinis  Plan (Perencanaan)  Implementation (Pelaksanaan)  Evaluation (Penilaian)  Discharge (Pemulangan) .

Butir-butir penting Bab VII .

dsb • Hak dan kewajiban pasien • Tahapan pelayanan • Pendaftaran memperhatikan kendala yang dimiliki oleh pasien . rujukan. Pendaftaran • Proses pendaftaran sesuai kebutuhan dan keselamatan • Informasi yang harus ada di pendaftaran: • Sarana pelayanan: Jenis pelayanan. ketersediaan layanan.7.1. tariff.

7.2. Pengkajian & 7. Keputusan Layanan klinis • Paripurna. kajian kesehatan yang lain • Dicatat dalam rekam medis • Pemberian prioritas pada pasien dengan kedaruratan • Keputusan layanan klinis dilakukan oleh tenaga yang kompeten • Pengkajian dilakukan dengan peralatan dan sarana memadai . keperawatan. mengakomodasi kebutuhan dan harapan pasien • Berisi kajian: medis.3.

Rencana layanan • Dipandu dengan kebijakan dan prosedur yang efektif • Disusun bersama dengan pasien dengan memerhatikan kebutuhan biopsikososiospiritual. dan tata nilai budaya • Disusun secara komprehensif oleh tim kesehatan jika diperlukan • Rencana layanan disusun dengan mempertimbangkan risiko • Rencana layanan memuat pendidikan pasien • Rencana layanan didokumentasikan dalam rekam medis • Persetujuan tindakan medis .4.7.

7. Rencana rujukan • Dipandu prosedur yang jelas • Informasi rujukan • Kerjasama dengan fasilitas rujukan • Kewajiban membuat resume tertulis tentang kondisi klinis • Didampingi oleh staf yang kompeten .5.

Pelaksanaan layanan: • Dipandu oleh pedoman pelayanan klinis • Kebijakan dan Prosedur khusus untuk kasus gawat darurat dan berisiko tinggi • Kebijakan dan prosedur penanganan pemberian obat/cairan intravena • Sesuai dengan rencana layanan • Mempertimbangkan hak pasien • Menghindari pengulangan yang tidak perlu • Hak pasien untuk menolak/tidak melanjutkan pengobatan • 7. dan pembedahan: dipandu oleh standar yang baku • 7.7. Pelaksanaan layanan • 7.6 sd 7. Pengelolaan nutrisi sesuai standar pada pasien rawat inap .6.9. Pelayanan anestesi local dan pembedahan • Jika melakukan anestesi.8. sedasi.7. Pendidikan kesehatan dan konseling kepada pasien/keluarga • 7.9.

10 . rujukan dan tindak lanjut • Dipandu oleh prosedur • Ada kriteria pemulangan • Prosedur tindak lanjut • Tindak lanjut terhadap umpan balik dari sarana rujukan • Prosedur untuk pasien yang memerlukan rujukan tetapi tidak mungkin dilakukan • Prosedur rujukan sesuai dengan kebutuhan dan pilihan pasien .7.Pemulangan.

Bab VIII. MANAJEMEN PENUNJANG LAYANAN KLINIS .

Butir butir penting .

• Pelayanan laboratorium • Pelayanan obat • Pelayanan radiodiagnostik • Manajemen informasi • Manajemen keamanan lingkungan • Manajemen peralatan • Manajemen SDM klinias .

ketersediaan reagen esensial • Penetapan nilai normal dan rentang nilai • Interpertasi oleh tenaga yang kompeten • Penanganan specimen berisiko tinggi • Penanganan B3B dan pembuangan limbah • Ketepatan waktu penyerahan hasil • Penyampaian hasil yang kritis • PMI dan PME: kalibrasi. validasi internal. penyimpanan.8.1. upaya peningkatan mutu dan keselamatan dan tindak lanjutnya • Program pemeliharaan alat: inventarisasi alat dan pemeliharaan .nPelayanan laboratorium • Jenis pemeriksaan yang tersedia dan prosedurnya • Pelaksanaan pemeriksaan dan pemantauannya • Petugas yang kompeten untuk melakukan pemeriksaan • Pengelolaan reagen. analisis. dan pemantapan mutu eksternal • Program peningkatan mutu dan keselamatan: indicator pelayanan. labeling.

penyiapan dan penyampaian obat kepada pasien • Penyimpanan dan prosedur penanganan obat LASA • Penanganan obat kedaluwarsa • Penanganan efek samping obat dan alergi (MESO) • Pelaporan dan tindak lanjut jika terjadi medication error • Ketersediaan obat-obat emergensi • Program peningkatan mutu dan manajemen risiko pada pelayanan obat: indicator pelayanan obat. Pengelolaan obat • Jenis dan jumlah obat yang tersedia.2. keamanan penyimpanan. identifikasi risiko pelayananan obat. analisis dan tindak lanjut . formularium • Prosedur peresepan obat dan pelayanan obat • Bgm menjamin ketersediaan obat • Pengelolaan obat psikotropik dan narkotik • Kebersihan. analisis dan tindak lanjut.8.

prosedur pelayanan.3. pelaksanaan. dan pemantauannya • Program pengamanan radiasi baik bagi masyarakat maupun petugas • Pembuangan limbah dari pelayanan radiologi • Pelaksanaan dan interpertasi oleh tenaga yang kompeten • Menjamin ketersediaan alat/BHP. monitoring dan tindak lanjut. Pelayanan radiodiagnostik • Jenis pelayanan. jadual pemeliharaan. foto • Penyampaian hasil pemeriksaan • Pemeliharaan alat dan kalibrasi: inventarisasi. kalibrasi • Perijinan alat • Pengendalian mutu pelayanan radiodiagnostik .8.

specimen tanda tangan dan inisial dokter/perawat • Prosedur pelayanan rekam medis • Proses pengelolaan rekam medis • Cara identifikasi pasien agar tidak terjadi kesalahan • Pengaturan isi rekam medis • Kelengkapan isi rekam medis • Tenaga yang kompeten . Manajemen informasi • Pembakuan klasifikasi diagnosis. symbol. kode diagnosis.8.4.

5. ventilasi.8. evaluasi. Manajemen lingkungan dan prasarana • Kondisi fisik lingkungan/bangunan • Manajemen prasarana: instalasi listrik. ketersediaan gas medis. tindak lanjut kondisi fisik • Program pemeliharaan lingkungan fisik • Program penanggulangan bencana dan kebakaran dan bagaimana pelaksanaannya • Tenaga yang bertanggung jawab untuk pengelolaan lingkungan dan kalau terjadi bencana/kebakaran . kualitas air. dan system utama yang lain • Penanganan B3B • Penanganan limbah • Rencana penanggulangan bencana • Rencana penanggulangan kebakaran • Monitoring.

Manajemen peralatan • Prosedur penyiapan alat medis • Prosedur sterilisasi dan pelaksanaannya • Bagaimana memastikan peralatan steril • Inventarisasi.8. prosedur dan pelaksanaan.6. jadual pemeliharaan alat medis. • Kalibrasi peralatan medis • Monitoring peralatan yang rusak dan penggantiannya • Bagaimana memastikan ketersediaan alat medis • Petugas yang bertanggung jawab dalam pengelolaan peralatan medis .

SIP. rekredensial dan penetapan kewenangan klinis • Upaya peningkatan kompetensi • Peluang/kesempatan pendidikan dan pelatihan • Kelengkapan perijinan tenaga klinis: STR.7. peta kompetensi • Penilaian kinerja tenaga klinis • Proses kredensial. dsb. . Manajemen sdm klinis • Penghitungan kebutuhan tenaga kesehatan (klinis). SIK.8.

Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien . Bab IX.

1. Tanggung jawab tenaga klinis 9.4. Peningkatan mutu layanan klinis dan keselamatan pasien . Pemahaman mutu layanan klinis 9.3. Pengukuran mutu layanan klinis dan sasaran keselamatan pasien 9.2. Butir butir penting 9.

Peningkatan mutu layanan klinis • Tetapkan kebijakan mutu layanan klinis dan keselamatan pasien • Susun tim mutu layanan klinis dan keselamatan pasien dengan kejelasan uraian tugas • Susun program mutu layanan klinis dan keselamatan pasien • Laksanakan program mutu layanan klinis dan keselamatan pasien sesuai rencana • Lakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program mutu layanan klinis dan keselamatan pasien .

yang anggotanya adalah praktisi klinis .Peningkatan mutu dan keselamatan pasien • Kebijakan mutu dan keselamatan pasien: • Mewajibkan semua praktisi klinis berperan aktif dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien • Penetapan area prioritas dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien • Penetapan indicator-indicator mutu dan keselamatan pasien • Penetapan standar/panduan pelayanan klinis • Penetapan budaya/tata nilai mutu dan keselamatan pasien • Diterapkannya manajemen risiko dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien • Dibentuk tim mutu dan keselamatan pasien dengan kejelasan tanggung jawab dan uraian tugas.

Peningkatan mutu dan keselamatan pasien • Adanya komitmen (terdokumentasi) praktisi klinis untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien secara berkelanjutan • Pemahaman praktisi klinis thd mutu dan keselamatan pasien (melalui sosialisasi. pelaksanaan. kebiasaan melakukan chek ulang untuk menghindari kekeliruan. budaya tidak saing menyalahkan) • Ide-ide perbaikan pelayanan klinis • Penyusunan rencana. monitoring dan evaluasi perbaikan mutu dan keselamatan pasien • Dilakukan monitoring mutu dan keselamatan pasien melalui penyusunan indicator mutu dan keselamatan pasien (dengan target yang jelas). pengumpulan. analisis dan tindak lanjut terhadap pencapaian indicator klinis • Penilaian terhadap perilaku dalam pemberian pelayanan klinis (sesuai dengan budaya dan tata nilai keselamatan pasien (contoh: kebiasaan cuci tangan. pengumpulan data dan analisis thd pencapaian indicator. pelatihan) • Keterlibatan praktisi klinis dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang ditunjukkan dalam: • Peran aktif dalam penyusunan. . workshop.

pelayananan penunjang medis. pengendalian infeksi (tidak terjadi infeksi akibat pemberian pelayanan. dilakukannya kebiasaan cuci tangan (hand hygiene). KNC dan KPC . tidak terjadinya kesalahaan prosedur klinis. • Indikator keselamatan pasien: tidak terjadinya salah identifikasi pasien. tidak terjadinya kesalahan pemberian obat.• Indikator meliputi: • Indikator mutu pada penilaian oleh pasien. komunikasi dalam pelayanan klinis. penggunaan antibiotika. asuhan pasien (mulai dari patient assessment dan pelaksanaan asuhan). KTC. ) • Layanan klinis dilaksanakan berdasarkan standar/panduan pelayanan klinis • Disusun Perencanaan mutu dan keselamatan pasien berdasar: • Area prioritas (3H + 1P) • Hasil monitoring dan pengukuran indicator-indicator mutu dan keselamatan pasien • Identifikasi Risiko dan Analisis risiko • Pelaporan dan analisis terjadinya KTD. dan tidak terjadinya pasien jatuh.

Implementasi manajemen risiko pada area prioritas:mulai dari identifikasi risiko klinis. Peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan laboratorium h.• Rencana peningkatan mutu dan keselamatan pasien memuat: a. Monitoring dan penilaian kinerja dan perilaku sdm klinis c. KTC. KTC. dan upaya untuk meminimalkan risiko (dengan metoda Failure mode and effect analysis/FMEA) e. program diklat mutu dan keselamatan pasien • Penyediaan sumber daya untuk melaksanakan rencana peningkatan mutu dan keselamatan pasien • Pelaksanaan peningkatan mutu dan keselamatan pasien: • Tindak lanjut dari hasil pengukuran indicator dan jika ada permasalahan/complain. KNC. Pelaporan insiden keselamatan pasien (KTD. Monitoring dan penilaian sasaran keselamatan pasien g. Peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan radiodiagnostik j. montoring dan penilaian kinerja pelayanan klinis b. dan KNC • Program-program yang ada pada rencana • Monitoring. Peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan obat i. KPC) d. maupun KTD. Penyusunan panduan praktik klinis dan SOP klinis f. analisis risiko. evaluasi dan tindak lanjut thd pelaksanaan peningkatan mutu dan keselamatan pasien sesuai dengan yang direncanakan yang dikomunikasikan kepada semua praktisi klinis dan dilaporkan pada pimpinan .

Terimakasih .

dan IX sebaiknya diintegrasikan dalam program mutu puskesmas dan keselamatan pasien. VI. . Program mutu puskesmas dan keselamatan pasien Bab III.

Program mutu puskesmas dan keselamatan pasien .

Workshop mutu puskesmas dan keselamatan pasien: -penggalangan komitmen -penyusunan tatanilai dan budaya mutu -paparan konsep mutu dan akreditasi -paparan standar dan instrument akreditasi -pembentukan tim mutu puskesmas dan keselamatan pasien: -penanggung jawab mutu -tim mutu manajerial -tim mutu UKM -tim mutu UKP/Klinis -pemilihan area prioritas untuk pelayanan klinis 2. perwakilan sasaran. lintas sector untuk memperoleh masukan thd mutu dan kinerja puskesmas . Workshop dengan tokoh masyarakat dan perwakilan pasien.Program mutu puskesmas dan keselamatan pasien 1.

Pertemuan tinjauan manajemen d. Audit internal c. Dst (lihat di lampiran 1 pedoman penyusunan dokumen akreditasi fasilitas kesehatan tingkat pertama) 4. Mewajibkan semua karyawan berpartisipasi dalam perbaikan mutu b. pemeliharaan.. pengelolaan asset. Program mutu manajerial: a. Perumusan kebijakan mutu: a. dsb) b. Evaluasi kinerja pihak ketiga .3. …. pengelolaan sdm. Workshop penyusunan perencanaan program mutu puskesmas dan keselamatan pasien 6. Penyusunan manual mutu 5. Monitoring dan Penilaian kinerja manajerial (keuangan.

Monitoring dan penilaian sasaran keselamatan pasien g.7. Evaluasi keseluruhan program mutu puskesmas dan keselamatan pasien 12. Pencapaian indicator MDGs 8. Peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan laboratorium h. Peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan obat i. Program mutu UKM: a. Diseminasi pelaksanaan dan hasil program mutu puskesmas dan keselamatan 13. Implementasi program-program kegiatan yang direncanakan 10. Peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan radiodiagnostik j. Implementasi manajemen risiko pada area prioritas e. danUKP) dan tindak lanjutnya 11. Kajibanding (kinerja UKM. Monitoring dan penilaian kinerja pelayanan klinis b. Program mutu pelayanan klinis: a. program diklat mutu dan keselamatan pasien 9. Penyusunan panduan praktik klinis f. Pelaporan ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota . Monitoring dan penilaian kinerja dan perilaku sdm klinis c. Pelaporan insiden keselamatan pasien d. Monitoring dan penilaian kinerja tiap-tiap UKM b.

No Kegiatan Pokok Rincian Sasaran Cara Jadual Penanggung Keterangan Kegiatan melaksanaka pelaksanaan jawab n Kegiatan 1 Workshop mutu Workshop Seluruh Pertemuan 15 Februari Kepala   Puskesmas dan KP karyawan 2015 Puskessmas puskesmas 2 Monitoring dan Menyusun           penilaian kinerja UKM indicator     Mengumpulka           n data indicator     Menganalisis               Evaluasi           pencapaian indicator kinerja     Pelaporana           .

.TUGAS HARI KE DUA • DISKUSIKAN UPAYA/KIAT-KIAT TIM PENDAMPING DALAM MELAKSANAKAN PENDAMPINGAN PUSKESMAS AGAR MENCAPAI SKOR OPTIMAL UNTUK SEMUA ELEMEN PENILAIAN.