You are on page 1of 26

PERAN SEKOLAH DALAM

PENANGGULANGAN
ANEMIA
SEKSI KESEHATAN DASAR

DINAS KESEHATAN KABUPATEN LAHAT
TAHUN 2016

.

4 .

sehingga dapat belajar. dalam lingkungan hidup sehat. menjadi sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas TUJUAN UMUM . tumbuh dan berkembang secara harmonis dan setingggi-tingginya. “ Meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik.

TUJUAN KHUSUS • Semua TP UKS dan Sekretariat TP UKS berfungsi • Semua sekolah dan madrasah memiliki 1 guru UKS dan 10 % KKS terlatih • Semua sekolah dan madrasah melaksanakan penjaringan kesehatan • 50 % sekolah memiliki ratio jamban dan peserta didik sesuai standar dan berfungsi • Semua sekolah dan madrasah memiliki sarana CTPS dan tempat sampah yang berfungsi disemua kelas untuk lebih mempromosikan kesehatan di sekolah .

Penanganan Masalah Kesehatan Anak di Sekolah UKS merupakan wadah/kendaraan program UKS merupakan program yang sangat strategis karena adanya keterlibatan 4 sektor (Kemkes. Kemdiknas. Kemendagri) UKS mempunyai daya ungkit yang besar dalam meningkatkan status kesehatan dan prestasi belajar anak usia sekolah . Kemenag.

MASALAH KESEHATAN ANAK USIA SEKOLAH • Sangat kompleks dan ber-beda2 untuk setiap tingkatan • Untuk tingkat TK dan SD lebih banyak pada masalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) • Untuk tingkat SMP dan SMA lebih banyak pada kesehatan reproduksi & perilaku berisiko yang cenderung dilakukan oleh remaja .

demam berdarah dan influenza • menjaga kebersihan lingkungan (sekolah dan rumah) • mengenal cara menjaga kebersihan alat reproduksi • membiasakan buang sampah pada tempatnya • mengenal bahaya merokok bagikesehatan • mengenal bahaya minuman keras • mengenal bahaya narkoba • mengenal cara menolak ajakan menggunakan narkoba. Pada Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Materi Kesehatan Mencakup: • menjaga kebersihan diri • mengenal pentingnya imunisasi • mengenal makanan sehat • mengenal bahaya penyakit diare. . dan • mengenal cara menolak perlakuan pelecehan seksual.

. Pada Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah Materi Kesehatan Mencakup: • memahami pola makanan sehat • memahami perlunya keseimbangan gizi • memahami berbagai penyakit menular seksual • mengenal bahaya seks bebas • memahami berbagai penyakit menular yang bersumber dari lingkungan yang tidak sehat • memahami cara menghindari bahaya kebakaran. dan memahami cara menghadapi berbagai bencana alam.

Lintas Program Terkait Kesehatan .

Renstra) 2 Puskesmas yang melaksanakan penjaringan 54% 50% 55% 60% 65% 70% kesehatan untuk peserta didik kelas I (Renstra) (2014 4 Puskesmas yang menyelenggarakan kegiatan 21% 25% 30% 35% 40% 45% kesehatan Remaja (Renstra) . Puskesmas yang melaksanakan penjaringan 30 % 40% 50% 55% 60% kesehatan untuk peserta didik kelas VII dan X (RPJMN. Pelaksanaan Kebijakan Program INDIKATOR KINERJA KEGIATAN DIREKTORAT BINA KESEHATAN ANAK TAHUN 2015-2019 TARGET TAHUN INDIKATOR KINERJA KEGIATAN NO (IKK) Basel 2015 2016 2017 2018 2019 ine 1.

pemeriksaan gigi. BIAS dan lainnya . tajam penglihatan dan tajam pendengaran  Peserta didik yg ditemukan mempunyai penyakit/gangguan/kelainan ditangani/dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit  Pelaksanaan penjaringan kesehatan diupayakan dilakukan kepada seluruh sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah pada peserta didik kelas I  Pelaksanaan penjaringan kesehatan dilaksanakan di sekolah atau di puskesmas mulai awal tahun ajaran sampai tahun ajaran tersebut berakhir  Pada saat melaksanakan penjaringan kesehatan juga dapat dilakukan pemeriksaan intelegensia. kespro.PUSKESMAS YANG MELAKSANAKAN PENJARINGAN KES PESERTA DIDIK KELAS 1  Puskesmas yang melaksanakan penjaringan kesehatan pada Peserta Didik kelas 1 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) di wilayah kerja puskesmas tersebut minimal pemeriksaan status gizi (Tinggi Badan. Berat Badan). kesehatan mental. pemberian tablet besi. dan pelayanan kesehatan lainnya seperti penyuluhan. pemberian obat cacing.

PUSKESMAS YANG MELAKSANAKAN PENJARINGAN KES PESERTA DIDIK KELAS VII DAN X .

Melakukan pelayanan konseling pada remaja Puskesmas yang menyelenggarakan kegiatan kesehatan remaja mengukur upaya peningkatan akses pelayanan kesehatan untuk remaja .Memiliki pedoman kesehatan remaja .Memiliki tenaga kesehatan terlatih pelayanan kesehatan peduli remaja . PUSKESMAS YANG MENYELENGGARAKAN KEGIATAN KESEHATAN REMAJA • DO : Puskesmas yang menyelenggarakan kesehatan remaja memenuhi kriteria: .

INDIKATOR BARU UKS N KEGIATAN DEFINII SUMBE O OPERASIONAL R DATA 1 Jumlah remaja Perentase remaja putri Lapora putri yg usia 12-18 th yg n UKS mendapat berada di institusi Tablet Tambah sekolah yg mendapat Darah (TTD) tablet tambah darah 1 minggu sekali dan 1 tablet setiap hari selama masa haid selama minimal 4 bulan .

penjaringan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan berkala. kesehatan stimulasi di UKS deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK). c. pemberian imunisasi g. d. pemberantasan sarang nyamuk (PSN). h. Pelaksanaan pelayanan a. pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). b. . tes kebugaran jasmani. f. e. pemeriksaan dan perawatan gigi dan mulut. pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)/pertolongan pertama pada penyakit (P3P).

rujukan kesehatan ke puskesmas/rumah sakit . penyuluhan kesehatan dan konseling. k. m. dan p. o. pemberian obat cacing. pemanfaatan halaman sekolah sebagai taman obat keluarga (TOGA)/apotek hidup. pemberian tablet tambah darah.i. j. l. pembinaan dan pengawasan kantin sehat. pemulihan pasca sakit. informasi gizi. n.

11. Sulawesi Barat. mencakup sebanuak 68 Kabupaten/Kota Hasil sementara survei kesehatan sekolah 02/23/17 2015 . DI Yogyakarta).861 Lokasi: 75 sekolah di 26 Provinsi (kecuali Bali. Gorontalo. Kalimantan Utara.163 Jumlah data dapat dianalisis: 10. Maluku Utara.Survey Kesehatan Sekolah (GSHS) 2015 Jumlah data terkumpul. Kalimantan Tengah. Maluku.

Konsumsi makanan dan cuci tangan Sumber: GSHS. 2015 .

BUKU RAPOR KESEHATANKU RAPOR CATATAN KESEHATAN : SD/MI SMP/SMA RAPOR INFORMASI KESEHATAN : SD/MI SMA/SMK .

remaja perempuan lebih sering menderita AGB karena menstruasi .AKIBAT ANEMIA GIZI BESI (AGB) Sulit berkonsentrasi sehingga prestasi belajar menurun Aktifitas fisik menurun karena 5 L Jarang masuk sekolah karena mudah sakit AGB ditandairendahnya kadar Hb dalam sel darah merah (<12 gr%).

telapak tangan pucat Riwayat kesehatan keluarga Gaya hidup : sarapan Pemberian TTD .Menerapkan kebiasaan sarapan. kelopak mata bag. konsumsi sayur dan buah Pemerikaan klinis anemia :conjungtiva.dalam bawah pucat. lidah. bibir.

OLEH KARENA ITU UNTUK MENCEGAH TERJADINYA ANEMIA GIZI BESI PERLU MENGKONSUMSI 1 TABLET TAMBAH DARAH / TTD (ZAT BESI DAN ASAM FOLAT) SETIAP HARI SELAMA MENTRUASI DAN SEKALI SEMINGGU SAAT TIDAK MENSTRUASI .KEBUTUHAN ZAT BESI AKAN MENINGKAT KARENA MENTRUASI.

PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH ( ZAT BESI DAN ASAM FOLAT) PENCEGAHAN ANEMIA PARAF TANGG JUMLAH KOMUNIKASI. HB (GR NO DOSIS AL TTD INFORMASI. EDUKASI %) PETUGAS KEEHATAN WALI ORTU                                                                                                                                                                                                                         .

Terima Kasih… .