You are on page 1of 25

Lean Manufacturing

Konsep Value Stream Mapping Tools

Kelompok 5
1. Anjar Setyadi
2. Bronthoyudho S. (113 142 5003)
3. Iga Octaviana (113 142 5019)
4. Yusri Purwo P. (113 142 5015)

Prodi Teknik Industri
Institut Teknologi Indonesia
2016

Value Stream Mapping

Merupakan suatu metode dalam melakukan
mapping/pemetaan berkaitan dengan aliran produk
dan aliran informasi mulai dari supplier, produsen
dan konsumen dalam satu gambar utuh meliputi
semua proses dalam suatu sistem.

Tools digunakan untuk mengidentifikasi dan
mengeliminasi waste

Tujuan dari pemetaan : mendapatkan suatu gambaran utuh berkaitan dengan waktu proses. sehingga dapat diketahui value adding dan non value adding activity dan mengidentifikasi waste secara menyeluruh .

dan tentunya bebas dari waste . efektif. yang efisien.Beberapa keuntungan dari aplikasi Value Stream Mapping (VSM):  Mengetahui titik-titik penumpukan inventori dalam proses bisnis  Membantu melihat proses bisnis secara keseluruhan yang sedang berjalan saat ini  Membantu merancang proses yang diinginkan.

Fungsi: untuk mengevaluasi nilai tambah atau manfaat dari tiap aktivitas dalam produksi agar proses yang berjalan lebih efektif dan efisien. 7 Macam Detailed Mapping Tools 1. . Process Activity Mapping (PAM) Menggambarkan detail tahapan proses produksi. Mampu mengevaluasi hampir semua jenis waste.

dan jumlah operator. waktu proses. elemen kerja. Tahapan Pembuatan PAM 1) Mencatat semua aktivitas yang dilakukan dalam proses pemenuhan permintaan F/G machining cast wheel yang antara lain. Delay (D) 3) Menambahkan informasi untuk proses analisa selanjutnya. Transport (T). jarak perpindahan. Storage (S). Inspection (I). Non Value Added(NVA). Non Value Added but Neccessary (NNVA) . 2) Mengklasifikasikan aktivitas tersebut ke dalam aktivitas Operation (O). 4) Menganalisa proporsi aktivitas yang tergolong Value Added (VA).

Process Activity Mapping Machining front cast wheel .

Process Activity Mapping Machining rear cast wheel .

Ringkasan perhitungan & Prosentase PAM .

.

Supply Chain Response Matrix (SCRM)  Mampu mengevaluasi jenis waste berupa unnecessary inventory. waiting/idle. 2. dan overproduction. .  Berfungsi untuk melihat tingkat persediaan dan waktu distribusi yang terjadi pada tiap area dalam supply chain.

SCRM Machining Front Cast Wheel .

SCRM Machining Rear Cast Wheel .

Production Variety Funnel (PVF)  Merupakan teknik pemetaan visual dengan memetakan jumlah variasi produk pada tiap tahapan proses manufaktur.3.  Digunakan untuk mengidentifikasikan titik dimana sebuah produk generic diproses menjadi beberapa produk yang spesifik dan untuk menunjukkan area bottleneck pada desain proses untuk merencanakan perbaikan kebijakan inventori. .

sehingga berhasil diseleksi dalam tahap inspeksi) 3. 4. Quality Filter Mapping (QFM)  Digunakan sebagai tools untuk mengidentifikasi adanya masalah kualitas (cacat) yang terjadi sepanjang supply chain. Service defect (permasalahan yang dirasakan customer berkaitan dengan cacat kualitas pelayanan).  Tools ini mampu menggambarkan 3 tipe cacat pada kualitas: 1. Scrap defect (cacat masih berada dalam internal perusahaan. Product defect (cacat fisik produk) yang lolos ke customer karena tidak berhasil diseleksi pada saat proses inspeksi 2. .

266%.QFM Machining Front cast wheel Waste defect/reject terbesar terdapat pada area OP 20 dengan reject rate sebesar 5. .

.253%.QFM Machining Rear cast wheel waste defect/reject terbesar terdapat pada area OP 20 dengan reject rate sebesar 5.

Analisa Penyebab Reject/Defect Visualisasi Reject Gores dan Gompal pada Proses OP 20 Soft Jaw Mesin OP 20 .

Demand Amplificaton Mapping (DAM) Digunakan untuk memvisualisasikan perubahan demand disepanjang rantai suplai. Dari informasi tersebut dapat digunakan dalam pengambilan keputusan dan analisa lebih lanjut baik untuk mengantisipasi adanya perubahan permintaan mengelola fluktuasi. .5. serta evaluasi kebijakan inventori. Demand yang ditransmisikan disepanjang rantai suplai melalui rangkaian kebijakan order dan inventori akan mengalami variasi yang semakin meningkat dalam setiap pergerakannya.

. dengan trade off antara lead time masing- masing pilihan dengan tingkat inventori yang diperlukan untuk meng-cover selama proses lead time. Decision Point Analysis (DPA) Menunjukkan berbagai pilihan sistem produksi yang berbeda. Decision point analysis merupakan titik dalam supply chain dimana permintaan aktual memberikan kesempatan untuk mem-forecast driven push. 6.

dan dalam mengarahkan perhatian pada area yang mungkin belum mendapatkan perhatian yang cukup untuk pengembangan. bagaimana operasinya. Physical Structure (PS) Digunakan untuk memahami kondisi rantai suplai di lantai produksi. Hal ini diperlukan untuk memahami kondisi industri itu.7. .

korelasi dan kegunaan dari tiap value stream mapping tools terhadap tiap jenis waste Catatan: H faktor pengali = 9 M faktor pengali = 3 L faktor pengali = 1 .

Overall Supply Chain Relationship Mapping untuk mengidentifikasi masalah didalam supply chain khususnya karena sumber variasi internal. Value Analysis Time Profile untuk menganalisis waste relatif dan nilai total biaya produk dari waktu ke waktu.tools tambahan untuk melengkapi Value Stream Mapping tools 1. 2. .

Simulasi Untuk membuktikan future state VSM dengan berbagai produk pada line yang sama dengan waktu proses yang berbeda dan fluktuasi permintaan.3. Supply Chain Relationship Mapping Tool yang menggambarkan interaksi utama dan hubungan antara departemen yang berbeda. dengan tujuan untuk memahami relasi antar departemen dan mengidentifikasi adanya resistensi terhadap perubahan. 4. Pareto Analysis Untuk menentukan prioritas perbaikan. 5. .