REFLEKSI KASUS

(LONGELSA
CASE)
OKTAVIA

ANATOMI kulit

R 51 thn LAKI-LAKI Kaliwiro . IDENTITAS PASIEN NAMA USIA JENIS KELAMIN ALAMAT Tn.

KELUHAN UTAMA BENGKAK PADA KAKI SEBELAH KANAN .

Selain itu pasien mengeluh demam dan mudah lelah. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Seorang laki-laki berusia 48 tahun datang ke poliklinik bedah RSUD KRT Setjonegoro dengan keluhan bengkak pada kaki kanan dan nyeri saat berjalan sejak 1 minggu yang lalu. pasien mengalami luka lecet di sekitar jari kaki kanan terasa nyeri panas dan berwarna kemerahan. Pasien merasakan pembengkakan pada kaki kanannya makin lama makin membesar dan meluas hampir mencapai seluruh kaki kanan.luka tidak terdapat cairan yang keluar pada luka kaki kanan tersebut . . Pada 7 hari SMRS saat pasien bekerja di kebun. Sebelum pasien masuk RS. Nyeri semakin parah apabila pasien berjalan dan nyeri berkurang saat pasien beristirahat. Pasien belum pernah mengobati luka tersebut sebelumnya bahkan memeriksakan ke dokter sebelumnya.

Riwayat tungkai bengkak kronis (-) Riwayat diabetes melitus (-).RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Pasien tidak pernah menderita keluhan seperti ini sebelumnya. Riwayat operasi (-) Riwayat atopi : asma (-) rhinitis (-) dermatitis RIWAYAT KELUARGA Riwayat diabetes melitus pada keluarga disangkal RIWAYAT PERSONAL SOSIAL Pasien seorang pekerja di kebun. Pasien mengatakan jarang menggunakan APD saat bekerja .

Riwayat edema tungkai (-) riwayat atopi (-).(-) cairan yang A keluar. pasien mengalami luka lecet di sekitar H E 3 hari yang lalu jari kaki kanan dan terasa Y N gatal.demam (+) E W Pada 5 hari SMRS saat pasien W H bekerja di kebun. Bengkak pada kaki kanan dan nyeri saat berjalan Pada 3 hari SMRS pasien mengatakan bahwa pada kaki kanan pasien Kaki sebelah kanan W W terdapat benjolan seperti jerawat H H yang terasa nyeri. pembengkakan R T progresif. Riwayat DM (-) . panas dan E kemerahan.

6 C . VITAL SIGN KU : tampak sakit sedang TD : 120/70 mmhg N : 90x/mnt RR : 18x/mnt S : 37.

JVP tidak meningkat .STATUS GENERALISATA mesocepal. simetris. CA -/- I : simetris P : pembesaran KGB (-).

nyeri tekan (-) Perkusi : Timpani di ke 4 kuadran abdomen Inspeksi : Tanda trauma/inflamasi (-). ST -/- . Inspeksi : Simetris. (-) deformitas . deformitas (-) Palpasi : Nyeri (-). massa (-) Auskultasi : Bising usus (+) dbn Palpasi : Supel. (-) retraksi dinding dada. batas hepar SIC VI midclavicula kanan Batas Jantung tidak membesar Auskultasi : -Paru : SD (+) paru vesikuler.Cor : SI-SII murni . akral hangat . ST -/- Inspeksi : Datar. distensi (-). tipe pernafasan thorakoabdominal. Palpasi : vokal fremitus simetris Perkusi : Seluruh lapang paru sonor.

edema (+) seperti kulit jeruk mengelupas (peau de orange) tidak terlalu menonjol. batas tidak tegas. tepi tidak meninggi. jaringan nekrotik (+) cairan keluar (-) . STATUS LOKALIS INSPEKSI Terdapat makula berisi cairan pus berwarna kekuningan/bronzing bula (+) di atas permukaan kulit di seluruh kaki kanan terkecuali jari-jari kaki .

PALPASI Nyeri tekan + Pitting Edema (+) Rangsangan sensori (+) Teraba lebih panas dibanding kulit yang sehat CRT <(+) edema 3 dtk. denyut arteri femoralis (+) denyut vena dorsalis pedis (+) . v poplitea (+) . nyeripembesaran tekan (+) KGB (-) panas (denyut arteri dorsalis pedis (+) . PALPASI denyut arteri poplitea (+). v femoralis (+) .

WORKING DIAGNOSIS CELLULITIS REGIO PEDIS MANUS DEXTRA .

Usulan PEMERIKSAAN PENUNJANG FOTO RONTGEN REGIO CRURIS PEDIS DEXTRA LABORATORIUM .

.

0 (0 – 50) u/L SGPT : 14.0 (0 – 50) u/L Cholesterol total : 151 mg/dl ( <220) LDL : 94.90 (25.10) mg/dL SGOT : 30.00) % Limfosit : 24.40 (3.00 – 40.00) % Hematokrit : 42 (40 – 52) % Eritrosit : 4.50 (0 – 1.90) 10^6/uL MCV : 86 (80 – 100) fL MCH : 30 (26 – 34) pg MCHC : 34 (32 – 36) g/dL Trombosit : 194 (150 – 400) 10^3/ul Kimia Klinik Ureum : 64.6) 10^3/ul Eosinofil : 0.70 (50.2 (4.8 – 10.90 (2.00 – 4.00 – 8.5 (13.90 (2.1 mg/dl (<130) HDL : 34.0 (< 50) mg/dL Creatinin : 1.0 mg/dl (>35) Trigliserida : 116 mg/dl (70-140) Gula Darah Sewaktu : 118 mg/dl (70-150) .3) g/dL Leukosit : 22.00 – 70.60 – 1.31 (0.00) % Nterofil : 74.00) % Monosit : 3. LABORATORIUM Hemoglobin : 12.2 – 17.40 – 5.00) % Basofil : 0.

DIAGNOSIS UTAMA • CELLULITIS PEDIS DEXTRA .

PENATALAKSANAAN DEBRIDEMEN FARMAKOTERAPI PCT inf 2x 1 amv FARMAKOTERAPI Ciprofloxasin 2x2 mg Rehidrasi : Inf RL III/24 jam Metronidazol 3x5 mg .

TANGGAL 24/09/2016 .

FOLLOW UP 25 SEPTEMBER 2016 Cellulitis pedis dextra post debridement H+1 .

POST DEBRIDEMENT H+1 .

26 SEPTEMBER 2016 KU : tampak sakit sedang RR : 18x/mnt TD : 110/70 mmhg Nadi : 68x/mnt Suhu : 36. arteri dorsalis pedis teraba .7 Status Lokalis : Regio Pedis Dextra Luka tertutup elastic bandage. . drain darah terpasang 2 200 cc dan 200cc . (+) nyeri .

POST DEBRIDEMENT H+1 & NEKROTOMI .

27 SEPTEMBER 2016 Pasien mengeluh nyeri pada kaki kanan mulai berkurang post debridemen H+3 dan nekrotomi .

PEMBAHASAN CELLULITIS PEDIS .

DEFINISI Selulitis adalah infeksi bakteri akut pada kulit dan jaringan subkutan. eritema dan edema Daerah predileksi yang sering terkena yaitu wajah. badan.panas. 2011 & Hercline. Infeksi biasanya didahului luka atau trauma sebelumnya dan memliki 4 gejala utama nyeri.genitalia. Dermatologi FK UI. dan ekstremitas atas dan ekstremitas bawah.2015 .

aureus Oxford Journal.2016 .Cellulitis Hasil penelitian menunjukan prevalensi terbanyak penyebab sellulitis berdasarkan hasil kultur bakteri pada kaki pasien selulitis yaitu β-hemolytic streptococci and S.ETIOLOGI Pada individu dengan sistem imun yang normal penyebab selulitis terbanyak adalah Grup A Streptococcus dan Staphylococcus Aureus Medscape.Risk Factors for Acute Cellulitis of the Lower Limb: A Prospective Case-Control Study.

Insidensi terbanyak penyakit selulitis terjadi pada pria dibandingkan dengan perempuan.6 per 1000 pasien per tahun. Ellis et al. Epidemiol Infect” 2006. Terutama pada pria dengan usia 45-64 tahun. ‘Cellulitis incidence in a defined population.. . EPIDEMIOLOGI Insidensi penyakit sellulitis sebesar 24.

PATOGENESIS .

.

.

MANIFESTASI KLINIS Jurnal Profil Pasien Erisipelas dan Selulitis.webmd. http://www.comyski et.al. 2015 .

.

Pada pemeriksaan darah Didapatkan lekositosis . Led meningkat .

TATALAKSANA SELULITIS Guidline management cellulitis in adults.2005 .

nlm. • Blood poisoning (septicemia): Bacteria entering the bloodstream may cause life- threatening blood poisoning. Pus is mostly made up of dead germs. • Meningitis: A deeper bacterial skin infection in the face can sometimes develop into meningitis (inflammation of brain and spinal cord membrane https://www. causing it to build up in some parts of the body. and immune system cells. This blocks the flow of lymph. pus-filled cavity that can develop as a complication of cellulitis.g ov/pubmedhealt . KOMPLIKASI • Abscess: An abscess is a sealed.ncbi.nih. tissue cells. • Lymphedema: Parts of the lymphatic system may be destroyed following an erysipelas infection.

com/cellulitis/prognosi s . IV antibiotik biasanya efektif. Selulitis dapat berkembang menjadi penyakit serius oleh terkendali menyebar berdekatan. kondisi yang berhubungan atau komplikasi termasuk lymphangitis. selulitis gangren atau necrotizing fasciitis. menghasilkan racun yang dapat memediasi infeksi sistemik yang lebih parah. menyebabkan syok septik dan kematian http://www. dan. Selain itu hygiene pasien selulitis itu sendiri. Banyak infeksi selulitis dan jaringan lunak dapat diobati secara rawat jalan dengan antibiotik oral dan tidak mengakibatkan gejala sisa abadi. teraoi antibiotik yang tepat dapat memberikan penyembuhan yang baik. PROGNOSIS Umumnya prognosis baik apabila pasien. pembentukan abses.mdguideline s. jarang. Ketika terapi rawat jalan tidak berhasil. termasuk melalui getah bening atau sistem peredaran darah. kondisi yang paling pasien merespon dengan baik untuk antibiotik oral.

aureus. luka terbuka di kulit atau gangguan pada pembuluh balik (vena) maupun pembuluh getah bening. dan ekstremitas atas dan ekstremitas bawah. edema. Faktor resiko untuk terjadinya infeksi ini adalah trauma lokal (robekan kulit). Diagnosis penyakit ini dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan gambaran klinis. Pada pemeriksaan klinis selulitis: adanya makula erimatous. tepi tidak meninggi. badan. yang menyerang jaringan subkutis dan daerah superfisial. genitalia. Penanganan perlu memperhatikan faktor predisposisi dan komplikasi yang ada. Daerah predileksi yang sering terkena yaitu wajah. batas tidak jelas. infiltrat dan teraba panas. . KESIMPULAN Selulitis merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Streptoccocus dan S.

2015 5. http://www. [Medline] 3. MD.com .nlm. Cellulitis Complications. Clinical review: Diagnosis and management of cellulitis. 8. et al.webmd. Djuanda. Guidline management cellulitis in adult (CREST) 6. Das S. BMJ 2012.2011 2.14 4. Adhi.nih. Epidemiol Infect. Cellulitis incidence in a defined population. Jakarta:Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Thomas E Herchline. Novaryna Risky. Apr 2006. Edisi ketujuh.1. https://www.gov/pubmedhealth.ncbi.345:1-8. Available : medscape. Hatch BE. Sawitri Jurnal Profil Pasien Erisipelas dan Selulitis. Phoenix G. Ellis Simonsen SM. Joshi M. 134(2):293-9. 7. van Orman ER. Cellulitis.