You are on page 1of 26

Clinical Sains CSession

Ranty Femilya Utami- G1A215051

TERAPI NUTRISI

Pembimbing
dr. Panal Hendrik Dolok Saribu, Sp.AN

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
BAGIAN ANESTESI
RUMAH SAKIT UMUM PENDIDIKAN RADEN MATTAHER
FKIK UNJA
2017

LATAR BELAKANG

 Nutrisi, oksigen, cairan dibutuhkan tubuh pokok sumber kehidupan.

 Sakitkebutuhan nutrisi penting (terlupakan)pemakaian
obatpenderita kekurangan nutrisipenyembuhan
terhambatmeningkatnya resiko infeksi pasca bedah, lama rawat inap
dan mortalitas.
 Resiko terjadinya malnutrisi pada pasien rawat inap berkisar antara 6-
55%
 Pemberian nutrisi oral dan enteral tidak memungkinkanterapi nutrisi
parenteral mutlak diberikan sebagai pilihan utama.

2

trauma berat (20 –50%). sepsis (20 – 60%). 3 . luka bakar berat (100%). PENILAIAN KEBUTUHAN ENERGI Rumus “Harris Benedict” BMR : pengukuran jumlah energy yang dikeluarkan pada kondisi istirahat dan 12-18 jam setelah makan. Peningkatan BMR penderita operasi elektif (10 – 20%).

4 .

5 . •Keseimbangan nitrogenpemecahan protein. •Asupan nitrogen konstan peningkatan asupan energi meningkatkan keseimbangan nitrogennitrogen itu sendiri membatasi energi yang dapat dikonsumsi dan peningkatan lebih lanjut tidak akan memberikan efek yang positif pada keseimbangan nitrogen. KESEIMBANGAN NITROGEN •Tujuan utama pemberian nutrisimenurunkan pemecahan protein tubuh. Fase awal cedera berat tidak mungkin keseimbangan nitrogen (N) menjadi nol memperkecil negatifitas keseimbangan nitrogen. energi dan besarnya asupan nitrogenkeefektifan terapi nutrisi.

ZAT GIZI 6 .

dan laktat. dekstrin. •Glukosa disimpan di hati dan otot skeletal. Tidak dapat dicerna seperti serat. KARBOHIDRAT •Setiap gram karbohidart menghasilakn 4 kalori. daibsorpsi dan digunakan oleh tubuh : monosakrida (glukosa dan fruktosa).glikogen) 2. •Asupan karbohidrat dalam diet 50% . 7 . •Karbohidart tersedia dalam 2 bentuk: 1. disakarida (sukrosa. dan maltose) polisakarida (tepung. gliserol. Cadangan hati terbatas habis dalam 24-36 jam melakukan puasaglukosa diproduksi lewat glukoneogenesis dari asam amino (terutama alanin). laktosa.60% dari kebutuhan kalori. Dapat dicerna.

diperoleh dari pemecahan protein otot. • Pemberian kalori dalam bentuk lemak akan memberikan keseimbangan energy dan menurunkan insiden dan beratnya efek samping akibat pemberian glukosa dalam jumlah besar. menyediakan asam lemak esensial. Satu gram lemak mengandung 9 kalori. • Lemak memiliki fungsi : sumber energy. membantu regulasi suhu tubuh.5 kali dibandingkan pada orang normal. yang dapat 8 meningkat dalam laju 2. membantu absorpsi vitamin yang larut dalam lemak. Pemberian lemak dapat mencapai 30%-50% dari total kebutuhan. LEMAK • Komponen lemak diberikan dalam bentuk nutrisi enteral atau parenteral sebagai emulsi lemak. • Dalam keadaan hipermetabolik terjadi oksidasi lemak yang jauh lebih tinggi. membantu dan melindungi organ-organ internal. .

dan 3 kali lipat pada sepsis berat apabila dibandingkan dengan individu normal. PROTEIN • Recommended Dietary Allowance (RDA) protein 0. 9 .25 gram protein setara dengan 1 gram nitrogen).8 g/kgbb/ hari atau ±10% dari total kebutuhan kalori. • Para ahli merekomendasikan pemberian 150 kkal untuk setiap gram nitrogen (6. • Keseimbangan nitrogen negatif lebih tinggi 8 kali pada pasien dengan luka bakar.

VITAMIN DAN MINERAL 1 0 .

infeksi. Terdiri dari : •Diet Oral  •Nutrisi Enteral •Nutrisi Parenteral 1 1 . atau sepsis karena malntrisi) •Memenuhi kecukupan mikronutrien. MODALITAS TERAPI NUTRISI Terapi nutrisi bertujuan : •Mempertahankan/memperbaiki status gizi •Mengurangi gejala sindrom kakesia kanker •Mencegah komplikasi lebih lanjut (deplesi sistem imun.

CARA PEMBERIAN NUTRISI PADA PENDERITA SAKIT KRITIS 1 2 .

NUTRISI ENTERAL • Nutrisi enteralmakanan cair yang dimasukkan kedalam tubuh lewat saluran cerna. pada pasien yang tidak bisa makan-makanan yang tidak adekuat. selang melalui lubang stoma gaster (gastrotomi) atau lubang stoma jejunum (jejunostomi). • Indikasi pemberian nutrisi melalui enteral : suplementasi (tambahan). perdarahan gastrointestinal. pengobatan. . untuk mencukupi kebutuhan zat gizi bila pasien tidak dapat makan sama sekali. peritonitis. • Kontraindikasi pemberian nutrisi melalui enteral : penderita yang potensi mengalami pneumonia aspirasi. baik melalui mulut (oral). ileus 3 paralitik. 1 obstruksi saluran cerna-kelainan anatomi saluran cerna. selang nasogastrik. intractable vomiting.

dan polietilen. Beberapa cara yang dipakai untuk memberikan nutrisi enteral : •Pipa nasogastrik. •Selang dan set untuk gastrostomi atau jejunostomi. 1 4 . dapat memelihara keutuhan epitel saluran cerna. Ukuran bermacam-macam sesuai kebutuhan. menghindari komplikasi akibat pemasangan kateter vena sentral. silicon (6 minggu). Tahan dipakai maksimal 7 hari. lebih panjang dari selang nasogastrik. Polivinil (14 hari). dapat dibuat dengan cara operasi atau paren-doskopi. NUTRISI ENTERAL Keuntungan nutrisi enteral : harga lebih murah. poliuretan (6 bulan) •Nasoduodenal-nasojejunal. terbuat dari plastik karet. ukuran bermacam-macam.

•Biasanya sekitar 1500 sampai 3000 mL 1 5 . KOMPOSISI NUTRISI ENTERAL Makanan / nutrisis enteral formula Rumah Sakit (blenderized) •dibuat dari beberapa bahan makanan yang diracik dan dibuat sendiri dengan menggunakan blender.

1 6 . konsistensi dan osmolaritas tetap. Nilai gizi bermacam-macam sesuai kebuuhan. praktis menyiapkannya. dan tidak mudah terkontaminasi. KOMPOSISI NUTRISI ENTERAL Makanan/ nutrisi enteral formula komersial : berupa bubuk yang siap dicairkan atau berupa cairan yang dapat segera diberikan.

KOMPLIKASI NUTRISI ENTERAL 1 7 .

1 8 . NUTRISI PARENTERAL Nutrisi parenteral : Semua upaya pemberian zat nutrien melalui infus (langsung memalui pembuluh darah) tanpa melalui saluran cerna.mencukupi kebutuhan energi basal dan pemeliharaan kerja organ 2.untuk perkembangan dan pertumbuhan. seperti stress (sakit berat. trauma) 3. Tujuannya 1.menambah konsumsi nutrisi untuk kondisi tertentu.

Terapi nutrisi parenteral total :jika batasan jumlah kalori atau waktu tidak terpenuhi.Terapi nutrisi parenteral parsial (suportif-suplemen) : diberikan bila dalam waktu 5-7 hari pasien diharapkan mampu menerima nutrisi enteral kembali atau masih ada nutrisi enteral yang dapat diterima pasien dan NPE ini diberikan dengan indikasi relatif. 2. : 1. 1 9 . NUTRISI PARENTERAL Kategori terapi nutrisi parenteral. NPE diberikan atas indikasi absolut.

tubuh memenuhi kebutuhan energi basal rata-rata 25 kkal/kgBB/hari. habis 2 dalam waktu kira-kira 60 hari. NUTRISI PARENTERAL • Tanpa bantuan nutrisi. • Jika cadangan habis. Sedangkan energi lainnya lemak 12. cadangan glikogen dihati 70 g dan otot 400 g. kebutuhan glukosa selanjutnya dipenuhi melalui proses glukoneogenesis (lipolisis dan proteolisis 125-150 g/ hari). 0 .000 g dan protein 6000 g. • Puasa lebih dari 24 jam menghabiskan glukosa darah 20 g.

pasien tidak mau makan (pemberian kemoterapi) 2 1 . pasien tidak boleh makan (fistula intestinal dan pankreatitis) 3. INDIKASI PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL Keadaan yang memerlukan NPE diantaranya : 1. pasien tidak dapat makan (obstruksi saluran pencernaan atau gangguan absorbsi makanan) 2.

hiperglikemia. hiperosmolaritas. Mekanik : karena pemasangan kateter vena sentral (pneumotoraks. Infeksi : jarang terjadi pada 72 jam pertama. Harus dilakukan kultur mikroorganisme ujung kateter. hipoglikemia. 3. hidrotoraks. EFEK SAMPING NUTRISI PARENTERAL 1.   2 2 . defisiensi asam lemak esensial. ketidakseimbangan elektrolit. Metabolik : gagal jantung karena kelebihan cairan. tromboplebitis dan emboli udara) 2.

diabetes. Menentukan problem nutrisi Menetukan sifat dukungan NPE yang akan diberikan. 3. NPE dimulai pada hari ketiga. 24- 2 48 jam. Menghubungkan tujuan NPE dengan penyakit primernya Pasien dengan masalah khusus (gizi kurang. setelah fase Ebb dilewati. 3 . setelah 24-48 jam. 2.  Identifikasi status gizi Pada pasien dengan status gizi cukup. apakah suportif dan berapa lama.CARA PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL 1. Bila gizi kurang NPE bisa dimulai lebih awal. atau total. gangguan ginjal dan hati) NPE dapat diberikan lebih dini.

10%. KA-EN 1B. 2 . aminofusin 1000. Menghitung kebutuhan nutrien perhari Kebutuhan cairan pasien dewasa 1-2. Jika demam ditambahkan 150 ml/peningkatan 1’C 5. pan amin G 2 Lemak : intralipid 10%. 3A.CARA PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL 4.2 ml/kkal atau 20-50 ml/kgBB/hari atau rata-rata 35 ml/kgBB. Menyusun kebutuhan nutrien dengan preparat cairan yang tersedia Karbohidrat : Dekstros 5%. 3B Asam amino : aminovel 600. 20% 4   .40% Karbohidrat dan elektrolit : triparen 1.

karena larutan bersipat hipertonis dengan osmolaritas >900 mOsm. Menetukan cara pemasangan infus • Vena perifer : untuk jangka pendek. larutan bersifat isotonis (osmolaritas <800 mOsm/kgBB) • Vena central line : untuk jangka panjang.   2 5 .CARA PEMBERIAN NUTRISI PARENTERAL 6.

TERIMA KASIH .