You are on page 1of 101

SISTEM RANGKA

PEMIKUL MOMEN (SRPM)

1

PENDAHULUAN
 Dalam Bab ini di sajikan disain tipikal SRPM 8
lantai yang terkena beban gempa sesuai SNI-
1726 (Ps)
 Proses penulangannya dilakukan sesuai SNI-2847
 Dianggap semua dimensi potongan melintang
balok, kolom dan lantai dari lantai pertama
sampai atap adalah sama
 Diasumsikan SRPM ini berada di lokasi WG 6 dan
berada diatas lapisan tanah yang tergolong
lunak. SRPM yang berada di WG 6 menurut SNI
2847 Pasal 23.2(4)

2

Data desain
 Mutu bahan :
fc’ = 30 Mpa
fy = 400 MPa
 Kategori gedung sebagai perkantoran.
 Beban hidup : lantai : 2,50 kN/m2.
atap : 1,00 KN/m2.
 Beban mati : beton : 24,00 kN/m3.
Partisi : 1,00 kN/ m2 l Tegel + spesi : 0,45
kN/ m2
Plafon dan M dan E : 0,18 kN/ m2
 Dimensi komponen SRPMK ini adalah (untuk seluruh
lantai):
- Tebal pelat lantai = 120 mm
- Dimensi balok = 500 x 700 mm
- Dimensi kolom = 750 x 750 mm

3

5 m 7 3.5 m 6 3.5 m 1 3.5 m 4 3.5 m 3 3.5 m 6m 6m 6m 6m 6m 1 2 3 4 5 6 4 .5 m 2 3.5 m 5 3. 1 2 3 4 5 6 6m 6m 6m 6m 6m A 6m B U 6m C B T Y 6m X S D 6m E 6m F 8 3.

END • ANALISA BEBAN GEMPA • ANALISA BEBAN GRAVITASI • KOMBINASI BEBAN • DESAIN BALOK DAN LANTAI • DESAIN KOLOM • DESAIN HUBUNGAN BALOK K OLOM 5 .

ANALISA BEBAN GEMPA 6 .

 Analisis terhadap T Rayleigh  Hasil Analisa Struktur  Kinerja Batas Layan (s) dan Kinerja Batas Ultimit (m). secara Empiris  Perhitungan V  Distribusi Fi. 7 .BEBAN GEMPA  Perhitungan beban mati (W)  Taksiran Waktu Getar Alami T.

ANALISA BEBAN GEMPA  Beban geser dasar nominal statik ekivalen V yang terjadi di tingkat dasar di hitung sesuai Ps 6.2.1.1 : V ini harus di bagikan sepanjang tinggi struktur gedung ke masing-masing lantai sesuai Ps 6. 8 .

Perhitungan Beban Mati  Beban gravitasi berupa beban mati dan beban hidup yang bekerja di tiap lantai/atap disimpulkan di Tabel 8-1  Beban hidup untuk perhitungan W ini. pakai koefisien reduksi 0.3 9 . sesuai SNI-03-1727-1987.

8 Lantai 4 3.024.8 Lantai 2 3.0 675.8 9.0 2.592.0 270.0 675.8 Lantai 5 3.8 9.0 675.0 675.024.292.0 2.8 Jumlah berat bangunan = 71.024.0 675.4 7.024.010.118.0 1.0 2.8 9.8 Lantai 1 3.0 2.0 2.827.592.0 10 .0 2.024.0 675.0 2.0 2.8 9.4 Lantai 7 3.827.0 2.592.592.8 Lantai 6 3.0 2.0 2.178.0 2.827.8 9.8 Lantai 3 3.592.592.0 2.827.8 9.0 675.024.118. *) Balok Pelat 30% reduksi Elemen Jumlah **) beban hidup vertikal (kN) (kN) (kN) (kN) (kN) Lantai 8 3.024.024.592.827.8 9.118.118.827.0 2.827.0 2.592.118.118.118.

88 --.  = 0. Tinggi gedung hn = 28 m Ct = 0.2 det > T empiris = 0.OK n=8 11 .6.88  Kontrol pembatasan T sesuai Ps 5.0731 (28)3/4 = 0. secara Empiris  Rumus empiris pakai Methol A dari UBC Section 1630.15 x 8 = 1.2.Taksiran Waktu Getar Alami T.0731 T = Ct (hn)3/4 = 0.15 T =  .2. n = 0.

Distribusi Fi. Fi  Wi.zi i 1 12 .zi V n Wi. Distribusi ini dilakukan sesuai rumus (27) yang berada di SNI 1726 Ps 6.3 .1.

80 159.663.4).936.465.20 925.27 1.19 7.00 1.00 1.80 223.40 200. Lantai hi Wi Wi x hi Fi x-y Vi ke- (m) (kN) (kNm) (kN) (kN) 8 28.156.494.457.118.457.5 9.118. gedung 28   0.094.01 1 3.622.118.5 9.010.118.44 5 17.0 7.178.80 191.831.59 6.118.60 1.43 4 14.548.80 63.410.1.80 95.99 5.05 6 21.637.80 1.077.619.747.915.22 2 7.93 panjang denah gedung 30 13 .0 9.41  71.80 127.118.80 7.388.579.60  dipuncak gedung tidak ada beban horizontal gempa terpusat karena ratio < 3 (Ps tinggi total 6.40 694.80 31.20 1.5 9.60 462.80 231.79 3.5 9.02 3 10.705.0 9.242.40 7.39 4.995.0 9.118.27 7 24.

harus dibandingkan dengan TRayleigh. dengan Wi.2 tidak boleh menyimpang lebih dari 20% hasil T Rayleigh 14 .3 i 1 n g  Fi. sesuai Ps 6.di rumus n 2 T1  6.2.Analisis terhadap T  Besarnya T yang dihitung Rayleigh sebelumnya memakai cara-cara empiris.di i 1  Besarnya T yang dihitung sebelumnya.

MENGHITUNG T RAYLEIGH
Untuk menghitung besarnya T rayleigh, mula-mula
dilakukan analisis struktur dilakukan secara 3
Dimensi menggunakan bantuan program SAP 2000
dengan asumsi yang digunakan sebagai berikut:
1. Tiap balok didefinisikan sebagai balok T
2. Pertimbangan adanya retak sepanjang bentang
komponen, maka komponen struktur direduksi
Momen Inersia sbb.:
3. - untuk balok T = 2 x I balok = 2 x 0,35 Ig
= 0,7 Ig
4. - untuk kolom persegi = 0,7 Ig
5. Hasil analisis disimpulkan di Tabel

15

Analisa T Rayleigh akibat gempa arah
sumbu Y

2
Lantai hx Wi F di Wi di F di
ke-
2
m kN kN mm kN mm kN mm
8 28,0 7.178,40 1.457,27 42,83 13.166.411,5 62.410,8
7 24,5 9.118,80 1.619,79 40,86 15.226.515,3 66.189,5
6 21,0 9.118,80 1.388,39 37,44 12.780.132,6 51.976,8
5 17,5 9.118,80 1.156,99 32,58 9.678.572,9 37.693,5
4 14,0 9.118,80 925,59 26,50 6.405.538,1 24.531,8
3 10,5 9.118,80 694,19 19,48 3.460.272,1 13.522,8
2 7,0 9.118,80 462,80 11,87 1.284.797,7 5.493,4
1 3,5 9.118,80 231,40 4,45 180.606,6 1.029,8
Jumlah 62.182.846,7 262.848,3

16

62.182.846,7
Trayleigh  6,3 = 0.98
9.800 x 262.848,3

 Nilai T yang diijinkan = 0,98 - 20% x 0,98 = 0,783dt

 Karena T1 = 0,88 > TRayleigh = 0,783, maka T1 hasil
empiris yang dihitung di atas memenuhi ketentuan Ps
6.2.

17

yaitu : Balok T: 0. •Ec pakai ketentuan Pasal 10. •Hasil gaya di ujung balok dibuat untuk nilai di muka kolom.7 Ig kolom.5 (1). Hasil Analisa Struktur HASIL ANALISA STRUKTUR DAPAT DILIHAT PADA TABEL SEBELUMNYA Syarat pemodelan untuk efektifitas momen Inersia (penampang retak).35 x 2 Ig balok biasa •Kolom 0.3.4. 18 . •Berat masa tiap lantai di kenai eksentrisitas ed sesuai Ps 5.

02 1 355.86 376.45 8.53 -8.83 -360.90 643.89 -157. Axial kolom (kN) 19 .09 343.93 -340.30 2 -177.3 383.54 380.82 1 791.83 -361.00 -340.93 360.36 -322.86 -375.80 407.73 182.01 0.93 -383.09 342.95 -360.85 -355.20 -336.93 -153.00 244.85 321.83 322.84 -360.83 -322.82 -0.56 -153.73 -361.92 641.55 -404.78 -791.93 -388.95 -659.00 -509.64 -360.80 402.40 -331. Moment Balok (kN m) 3 -202.94 -360.74 360.78 244.77 2 659.56 -157.20 -177.91 342.36 331.27 1.53 643.33 1 -388.02 -380.90 b.95 -1.53 641.00 -1.78 402.78 -0.06 375.64 2 404.84 360.94 -202. Momen Kolom (kN m) 3 509.77 5.30 343.22 -321.45 0.93 -336.91 182.22 322.33 407.55 375.01 1.53 c.74 -360.06 -376.27 -5.89 578.92 578.40 a.54 -375.95 360.

2. untuk memenuhi syarat kinerja batas layan.Kinerja Batas Layan (s) dan Kinerja Batas Ultimit (m). yaitu M =  R S. jika drift S antar tingkat tidak boleh lebih besar dari atau 30 mm. Selain itu drift antar tingkat dari S dan M juga di sajikan di Tabel 8-5.3.  Tabel 8-4 memberikan nilai M dan nilai S tiap lantai yang diperoleh dengan asumsi ketentuan- ketentuan tersebut di butir 8.2. 20 . dimana M tiap lantai di hitung sesuai Ps 8.  Menurut Ps 8.2 di atas.1.

02 hi / R.02 x tinggi tingkat yang bersangkutan. SNI 1726 menetapkan ini untuk membatasi terjadinya pelelehan baja dan peretakan beton yang berlebihan. = 0. Tapi mensyaratkan dilakukan perhitungan efek P- (untuk zone 3 dan 4 yang setara WG 5 dan 6) bila drift antar tingkat melebihi 0.02 x 3.500 = 70 mm.2. di samping untuk mencegah kerusakan non struktural dan ketidaknyamanan penghuni.1 membatasi kemungkinan terjadinya keruntuhan struktur yang akan membawa korban jiwa manusia dengan membatasi nilai drift M antar tingkat tidak boleh melampui 0.  Selanjutnya Ps 8.  Ternyata pembatasan S dan M antar tingkat untuk SRPM yang di hitung di penuhi. 21 . Perlu di ketahui bahwa UBC 1997 tidak mengadakan pembatasan ini.

61 7.35 OK 6 21.08 12.14 7.88 12.35 OK 3 10.35 OK 7 24.63 12.73 12.74 5.45 2.08 12. antar tingkat drift s m mm mm mm 8 28. Analisa s akibat gempa arah U-S Lantai hx s drift s Syarat Keterangan ke.35 OK 5 17.35 OK 4 14.5 4.0 12.45 12.37 3.35 OK 22 .59 6.69 8.15 12.35 OK 1 3.35 OK 2 7.0 45.5 43.0 39.73 4.0 28.5 34.5 20.45 12.

5 4.07 70.5 3.88 70.35 70.88 46.08 48. antar tingkat antar tingkat drift m m mm mm mm 8 28.35 70.00 OK Catatan:  Bila efek P- sesuai ketentuan UBC-1997 diterapkan di sini.0 5. ternyata semua  drift s antar tingkat < 0.5 = 8.15 30.00 OK 7 24.45 44. BACK 23 .02 x 3.00 OK 5 17.00 OK 4 14.500 / 8.61 70.24 mm.37 70.00 OK 6 21.08 12.5 8.00 OK 3 10.66 70.0 7.02 hi / R = 0.0 7.00 OK 2 7.14 70.00 OK 1 3. Analisa s akibat gempa arah U-S Lantai hx drift s drift m Syarat Keterangan ke.5 6.63 21.0 2.73 28.  jadi tidak perlu perhitungan efek P-.45 38.

ANALISA BEBAN GRAVITASI 24 .

25 .Analisa Beban Gravitasi  Beban di lantai dan balok  Beban kerja aksial di kolom.

yang memenuhi semua syarat geometris dan batasan beban tersebut di Pasal 10. Untuk balok-balok rangka ini.3 sebagai mana dicantumkan di Tabel 8-6 berikut ini : 26 . Beban di lantai dan balok  Momen-momen di lantai dan balok akibat beban gravitasi di taksir dengan menggunakan nilai momen pendekatan. akan dipakai momen pendekatan di Pasal 10.3 (3).

956 17.118 25.236 19.227 16 Bentang Positif w ln2 Ujung 58.227 16 27 .956 17.Bentang Lokasi Besar MD ML momen (kN m) (kN m) 1 2 3 4 5 Negative w ln2 terluar 50.688 14 Negatif w ln2 interio 10 81.530 27.057 11 Dalam Positif w ln2 50.563 r Bentang Negatif w ln2 74.

51 kN/ m2 q ekuivalen = 4 x 3.75 = 5.12 x 24 = 2.18 = 0.88 kN/ m2 Plafon = 1.40 kN/ m Berat dinding= 0.15 x 1.0 – 0.5 x 0.7 x 24 = 8.5 = 10 kN/ m 28 .8 = 7.00 x 0.7 x 2.00 x 0.04 kN/ m Berat balok = 0.45 = 0.25 m  w beban mati terdiri dari: pelat lantai = 1 x 0.14 kN/ m ------------------------------------------------- w beban mati = 29. Catatan:  ln = 6.18 kN/ m2 Spesi + tegel = 1.50 kN/ m2 q ekuivalen (w) = 4 x 2.58 kN/ m  w beban hidup: beban hidup (q) = 2.45 kN/ m2 ---------------------------------------------- Jumlah q = 3.51 = 14.

 Di Tabel 8-7 dan 8-8 berturut-turut disajikan beban kerja aksial di kolom luar dan kolom dalam.  Perhitungan beban kerja aksial di kolom meliputi beban mati. yang berupa berat sendiri struktur dan beban tetap lain- lainnya berupa berat M & E. tegel dll. tembok.Beban kerja aksial di kolom. dan beban hidup yang harus memperhitungkan reduksi beban dan tributary area yang diatur oleh SNI 03-1727-1989. 29 . plafon.

50 108.80 Lantai 1 3.00 1418.51 2.50 90.51 2.50 27.80 Lantai 2 3.00 1.41 145.00 505.00 1236.13 10.51 2.80 Lantai 3 3.51 2.50 27.51 2.00 870.60 10.00 1.50 36.80 Lantai 4 3.50 144.00 1.44 64.00 18.00 1.50 27.06 172.50 27.51 2.50 126.50 27.80 Lantai 7 3.80 140.72 199.80 Lantai 5 3.00 1.51 2.00 688.75 118.79 37.50 27.80 Lantai 6 3.50 27.00 1.10 91.00 322.06 1. Beban Kerja Aksial di Kolom Luar Rangka Baris 5 Beban Beban Luas daerah 40% reduksi Beban   *) mati Hidup kolom beban hidup Hidup b mati b hidup 2 2 2 2 2 (kN/m ) (kN/m ) (m ) (kN/m ) (kN/m ) (kN) (kN) Lantai 8 3.00 1053.50 54.50 72.00 0.00 1.80 *) = termasuk berat balok. kolom dan dinding 30 .

51 2.51 2.60 21.50 54.60 Lantai 6 3.00 892.00 1.50 288.51 2. kolom dan dinding BACK 31 .50 108.00 2210.00 1221.51 2.00 1880.60 Lantai 2 3.22 345.50 54.60 233.51 2.51 2.00 1.62 183.15 237.60 Lantai 7 3. Beban Kerja Aksial di Kolom Dalam Rangka Baris 5 Beban Beban Luas daerah 40% reduksi Beban   *) mati Hidup kolom beban hidup Hidup b mati b hidup 2 2 2 2 (kN/ m ) (kN/ m ) (m ) (kN/ m ) (kN) (kN) (kN) Lantai 8 3.00 36.50 252.50 216.01 21.60 Lantai 5 3.69 291.50 144.51 2.60 Lantai 1 3.00 1.60 Lantai 4 3.55 75.00 1.00 1.50 54.00 1.50 54.50 54.08 129.00 562.50 54.60 Lantai 3 3.06 1.00 0.00 1.50 72.00 2539.50 54.50 180.76 399.00 1551.60 *) = termasuk berat balok.

KOMBINASI BEBAN 32 .

• 0.2 sebagai berikut (hanya di tulis yang relevan untuk contoh ini) : • 1.0 L  1.2 + 1.9  1.4 D • 1.0 E • 1. KOMBINASI BEBAN Kombinasi beban disain telah di tetapkan di Pasal 11.6 L.0 E BACK 33 .2 + 1.

DESAIN BALOK DAN LANTAI 34 .

 Penulangan Lantai  Penulangan balok akibat momen lentur  Disain Tulangan Geser Balok  Pemutusan Tulangan Balok 35 .Disain Balok dan Lantai.

85.93/ 2) = 9.93 mm 0.000  Mn =  As fy (d – ½ a) = 0.1 diambil  10 mm jarak 250 mm (As = 314 mm2 per m’) baik untuk di lapangan maupun di jepitan keempat sisinya.8 x 314 x 400 (95 – 4.298 kN m > M pelat = 8. fy  314 x 400 = 4.b 0. fc.4.Penulangan Lantai  Penulangan lantai untuk momen tersebut di butir 8.148 kN m (OK) 36 .85 x30 x1.  Kuat momen terpasang (Mn) palat dapat dihitung sebagai berikut:  a = As.

06 Balok Rangka Negatif terluar 404.9 D + 1.0 E Positif 89.00 1 1.00 Mati (D) Positif 58.17 309.15 261.92 37 -442.57 78.00 baris no 5 lantai Gempa (E) Positif 0.69 17.00 -482.39 0.14 -103.23 Disain Di Negatif interior -27.4 D Positif 81.86 Negatif interior -453.95 -489. Penulangan balok akibat momen Beban lentur Lokasi Bentang Ujung (kN m) Dalam (kN m) Negatif terluar -50.00 -449.38 88.41 45.24 50.71 Negatif interior -141.88 0.2 D + 1.00 3 1.56 -25.71 0.77 Negatif terluar -88.00 2 1.00 Hidup (L) Positif 19.02 0.00 Negatif interior -380.00 0.55 -375.56 307.86 2 No Kombinasi Negatif terluar -71.86 255.Resume Momen Negatif terluar -17.2 D + 1.00 4 0.94 -129.0 L + 1.86 Negatif terluar 358.12 .53 -74.96 0.03 Negatif terluar 325.34 Negatif interior -114.64 0.53 71.15 .34 0.23 0.15 0.0 E Positif 52.96 Negatif interior -81.6 L Positif 101.37 Negatif interior -505.

7. • Ratio > 0.56 m. disamping pasal 3-19. khususnya untuk WG 5 dan 6 berlaku syarat-syarat tersebut di Pasal 23.3 (1) berikut ini : • Beban aksial tekan terfaktor memang kecil sekali.2-23. 38 . • bw = 500 < lebar kolom + 1.6405 = 2.2 (1(4)).3 • bw = 500 > 250 min. Untuk komponen balok berlaku Pasal 23. • Bentang bersih min 5. Sebelum dilakukan penulangan baiknya dilakukan kontrol syarat-syarat komponen beton bertulang yang merupakan bagian dari SPBL tersebut di Pasal 23.25 m > 4 d = 4 x 0.5 d.

0 End Positive 101.1 • Catatan: As D19 = 283.507. Lokasi (kN m) (mm2) (mm2) (kN m) .2 9 D19 = 2.95 2.0 6 D19 = 1.86 2.7 balok persegi 255.15 1. Neg -482.418 345.134 248.5 mm2 As min = 1.64 1.3 5 D19 = 1. Neg -505.656.71 1.1 10 D19 = 2.1 bal.3 Positive 88. T Span Int.3 mm2 39 .120.549.701 362.34 2.9 mm2 As max = 8.552 553.552 492.3 4 D19 = 1.096. Penulangan Balok Rangka Tingkat 2 basis 5.3 balok persegi 325.320.9 balok Interior persegi Span 261. T Negatif -489.835 576.3 4 D19 = 1.285. 1 2 3 4 5 6 7 Ext.134 248. Mu As perlu As terpasang  Mn Ket.6 9 D19 = 2.701 334.639.006.096.1 bal.86 1.38 1.3 6 D19 = 1.

134.375 1. be = 1.500 m 500 Penulangan Tipikal Lantai 40 .1 mm2 dp10-250 dp10-250 1.4bw d  1. dengan As = 1.Balok berukuran b = 500 mm. ini dipenuhi oleh tulangan 4 D19. Tiap potong balok harus ada tulangan min 1.120.375 mm.9mm 2 fy . h = 700 mm.375 120 700 700 dp10-250 500 5.

baris 5 41 .0 m Penulangan Balok Rangka Tingkat 2. 750 mm 750 mm 9 D19 4 D19 10 D19 700 mm 4 D19 6 D19 6 D19 5.25 m 6.

= 288.3 > 0. Tiap potongan terpasang 4  19 = 1134. 42 .  Pasal 23.2 KNm  OK.5 mm > 20 db = 380 mm  OK.2.3 (2(2)) : Di tiap potongan sepanjang balok tidak boleh ada kuat momen positif maupun negatif yang kurang dari ¼ kuat momen max = ¼ x 576. maka h atau d = 640.35.1 mm2.  Pasal 23. Di ujung bentang tengah syarat ini juga di penuhi  OK.  Pasal 23. ini di penuhi karena M+ = 362.5 (1(4)) : Bila tulangan longitudinal menembus HBK.3 (2(1)) : Tiap potongan baik di sisi bawah maupun atas harus ada 2 batang tulangan.3 (2(2)) : Kuat momen positif terpasang di muka kolom > 50 % kuat negatif. Selanjutnya perlu di kontrol pula pemenuhan ketentuan-ketentuan berikut ini : Pasal 23.5xM.7 = 144. Ini di penuhi pula oleh tulangan min tersebut di atas. ini ekivalen dengan kuat momen sebesar 226 KNm > 144.

43 .3 (4).Disain Tulangan Geser Balok  Pasal 23. gaya geser rencana Ve harus ditentukan dari peninjauan gaya statik pada bagian komponen struktur antara dua muka tumpuan  Momen Mpr dengan tanda berlawanan dianggap bekerja pada muka-muka kolom tadi dan komponen struktur tersebut di bebani penuh beban gravitasi terfaktor  Ve harus di cari dari nilai terbesar akibat beban gempa arah ke kanan dan ke kiri.

2 mm 0.2/2) = 829. Rumus berikut boleh dipakai untuk menghitung Mpr.85 x30 x500  Mpr = As (1.25 fy dan faktor reduksi  = 1.85.835 (1.= 2.1 kNm 44 .25 x 400) (640.25 x 400) = 111.b Untuk kasus balok di bentang ujung oleh arah gempa ke kanan akan dihasilkan momen Neg (Mpr-) sebagai berikut: Tulangan terpasang = As =10 19 = 2. Mpr harus di hitung dari tulangan terpasang dengan tegangan tarik 1.835 x(1.835 mm2  a = As(1.  Mpr = As (1.25 fy)(d .25 fy) (d-) As (1.5 – 111.85 fc ' b 0.0.25 fy )  a = 0.25 fy )  2. fc'.

4 kNm.  Gambar 8-5 memberi ilustrasi perhitungan Ve untuk balok di bentang ujung rangka baris no 5 pada tingkat 2. sebesar 516. Selain ditunjukkan pengaruh beban gravitasi. 45 . ditunjukkan pula besar Mpr negatip dan positip dari gempa arah kanan dan kiri. Dengan cara yang sama. dihasilkan momen positif (Mpr+) berdasarkan tulang terpasang 6 D 19 =1. Dapat diamati bahwa Ve maximum hasil kombinasi gaya geser desain selalu lebih besar dari Ve hasil analisa struktur.701 mm. untuk bentang ujung ini.

0 375.3 256.6 753.4 Gempa Kiri 241.3 lantai 2 Gempa Kanan + b Gravitasi -137.8 -241.29 Disain gaya geser 516.1 -122.3 516. 750 mm 750 mm 9 D19 4 D19 10 D19 700 mm 4 D19 6 D19 6 D19 525 cm 600 cm 1.4 829.8 Gempa Kiri + B Gravitasi 46 361.1 untuk balok ujung Gempa Kanan di rangka baris 5 -256.496 Beban Gravitasi 119.5 .2 D + L = 45.29 119.

(4(2)) yang menyatakan Vc = 0 apabila 1. Gaya geser akibat gempa saja (yaitu akibat Mpr) > 0. Namun pada komponen struktur penahan SPBL berlaku ketentuan Pasal 23. Biasanya kuat geser ditahan oleh beton (Vc) dan tulangan dalam bentuk tulangan transversal. Gaya aksial tekan < 20 47 .3.5 total geser (akibat Mpr + beban gravitasi) dan Ag fc ' 2.

3 > 0.3(2(3)) 48 .8 kN Sehingga   0.8 kN  gaya aksial yang kecil sekali maka Vc = 0 Vn 375.75  Koefisien reduksi diambil 0.75 karena Vn diperoleh dari Mpr balok (Pasal 11.5 x 375.6 = 500.Dalam Kasus ini  karena gaya geser akibat gempa = 256.6 = 187.

4 > 488.5(6(8)) Vs max = 2/3 bw d = 2/3 x 500 x 640.5 x =1. Dengan memakai tulangan geser 3 kaki  12 mm (Av = 339 mm2) diperoleh s sebesar  s= = 135.31 kN Juga Vs < 1/3 bw d = 1/3 x 500 x 640.169.4 mm A v f y b 339 x 400 x 500  Vs 500.5 x = 584.7 > 488.31 kN 49 .8 x 10 3  kontrol kuat geser nominal tak boleh lebih besar dari Vs max (Pasal 13.

400 mm tidak boleh lebih besar dari (Pasal 23.3(3(3))  smax sepanjang sendi plastis diujung balok 2h = 2x 700 = 1. Catatan bahwa 3 kaki  10 juga memenuhi kebutuhan tulangan transversal untuk penahan tekuk tulangan longitudinal (Pasal 23.3 (3(2)) s max = = 160 mm d = 8 db tul. hoop pertama  12 mm dipasang 50 mm dari muka kolom di kedua ujung balok. 50 .3 (3(1)) dipakai jarak s = 120 mm. Longtdinal = 152 mm = 24 db hoop 4 = 240 mm = 300 mm dengan hasil ini sesuai ketentuan pasal 23.

12 mm Av = 226 mm2.f y .42 kN Vs    0.07 kN (pada jarak 1.07 = 265.d 226 x 400 x 640.400 mm) Vu = 199.42 x 103 51 .400 mm) Vu 199.75 Jika dipakai begel 2 kaki dengan dia.5 s  Vs 265. Pemasangan begel di luar sendi plastis (di luar 2h = 2 x 700 = 1. maka = 218 mm A v .

s 200 52 .450 di 1  1 bagian tengah balok.4 dan 13.3(1(11)) :  ½d = ½ x 640.3. Syarat pemasangan begel di luar sendi plastis (Pasal 23.5 = 320 mm  Jadi dipasang begel 2 dp12 – 200 sebanyak = 13 buah ln  4h 2.3.

Kuat momen nominal (Mn) dari 4 19 adalah 226 kNm.9D + kemungkinan kuat momen Mpr diujung komponen.(2(1))  Agar diperoleh panjang penghentian terbesar. karena itu 6 19 boleh dihentikan bila kuat momen perlu sudah menurun menjadi 226 kNm (lihat Gambar 8-6) 53 . harus dipakai kombinasi beban 0.3.Pemutusan Tulangan Balok  contoh perhitungan lokasi penghentian tulangan negatif di atas perletakan interior balok bentang ujung  Tulangan diatas perletakan ini ada 10  19 dan misalkan akan dihentikan sekaligus 6 19 setelah memenuhi Pasal 23.

01 m 54 .62 .1 kN m q = 26.5 x + 45. Diketahui Mpr = 829.Jarak penampang dengan Mn = 208. ½ x2 .x + 829.2.92 kNm dihitung sebagai berikut .62 kN/ m 26.1 = 226 x2 .326.24.3 = 0 diperoleh x = 2.

0.33 x = 2.1 Gambar 8-6 Diagram momen untuk penghentian tulangan negatif pada perletakan interior 55 .25 m -186.62 kN/ m a 516.2 516.1 5.9 D =26.4 a 829.4 1.42 326.01 226 829.

01 + 12 x 0. 56 .01 + 0.65  2.db = 2. Sesuai Pasal 14.10(3) Tulangan 6  19 akan dihentikan sejauh = (pilih yang lebih besar) = l = x + d = 2.24 m dari muka kolom.6405 = 2.7 m (menentukan) atau l = x + 12.019 = 2.

10.(4)) yang dihitung dengan rumus tersebut di pasal 14. . Panjang = 2.2(3) d 9 fy  ..  d b 10 fc ' (c  K tr ) db 57 .7 m ini harus lebih panjang dari yaitu panjang penyaluran (Pasal 14.

3 c = 40 + 10 +19/2 = 59.0 c  K tr 27.43  Ktr = 0 db 19 58 .0 = 27. dimana   = 1.2 500  2(40  10)  19   = 0.2 mm   = 1.5 pakai c = 27.2  0   1.8 c 7 x2   = 1.

91 m jadi panjang 6 19 dipasang sepanjang 2.2 db ld = 47.3x1.8 x47.7 m dari muka kolom. . .8 1   db 10 fc' (c  K tr ) 10 x 30 27.8 x 19 = 908 mm = 0.91 m ternyata = 2.7 >  d= 0.0 x0=. 59 .Jadi ld 9 fy  . 9 x 400 1.

60 . Ada 2 pilihan pengamanan sebagaimana tersebut di Pasal 14. titik balik momen kira-kira berada 3.10(5) dipenuhi.10 (5(1)) atau 14. Dicoba dulu solusi kemungkinan Vn dari tulangan geser terpasang lebih besar dari gaya geser berfaktor Vu.7 mm.34 m dari muka kolom > = 2. Perlu diamankan pula bahwa penghentian tulangan ini tidak boleh dilakukan didaerah tarik kecuali kondisi Pasal 14. Karena tempat penghentian berada di daerah tarik. Dalam kasus ini.10 (5(2)). perlu ada pengamanan.

640.8 dari muka kolom.8 kN (pada jarak 2. maka tulangan 10 D19 hanya diputus 1 D19.5 30    500 . Prosedur pemutusan tulangan dari tumpuan kiri yang berjumlah 9 D19 lalu dihentikan sebanyak 5 D19.5  = 2/3 x 0.65.03 kN > Vu = 52. diperoleh sebesar 2.5 m Mengingat bentang bersih balok 5.2 2  Vn  x0.640.75  190 6  = 305. selanjutnya diteruskan 9 D19. dapat dilakukan sama seperti di atas.400.03 kN   = 305. 61 .75(Vs  Vc) 3 3  235.8 m) karena 2/3  Vn > Vu maka penghentian 6  19 Boleh dilakukan pada = 2.25 m sehingga tidak ada sisa untuk pemutusan tulangan dari kiri maupun kanan.

sesuai pertimbangan praktis. Momen positif di kedua ujung balok menggunakan tulangan 6 D19 yang menurut Pasal 23. 62 . Pemutusan sebagian 6 D19 dapat dilakukan seperti contoh di atas sesuai kebutuhan. namun jumlah pemutusan tulangan dapat dilakukan lain.3.(2(2)) hanya perlu diteruskan 4 D19. Catatan Contoh ini memberi ilustrasi pemutusan tulangan 10 D19 menjadi 4 D19.

1.(4(1)) ldh diambil yang lebih besar dari = 8 db = 8 x 19 = 152 mm = 150 mm. Tulangan longitudinal yang masuk dan berhenti dalam kolom tepi yang terkekang (Pasal 23.5.= 257 mm 5. Sesuai Pasal 23.5 (1.(3)) dan harus berupa panjang penyaluran dengan kait 900. atau fy db = --------.4 fc’  Jadi = 260 mm masuk dalam kolom dengan panjang kait 12 db = 228 mm (Pasal 9.(2) seperti dapat dilihat pada Gambar 8-7 63 .

750 mm 750 mm 2.120 1.200 3 dp12 .000 mm Gambar 8-7 Detail Penulangan Balok Bentang Ujung Rangka baris 5 tingkat 2 BACK 64 .400 2.450 1.400 6.120 2 dp12 .700 mm 260 mm 9 D19 10 D19 6 D19 50 mm 50 mm 3 dp12 .

DESAIN KOLOM 65 .

66 . B2) dan Tabel 8-13 dan 8-14 untuk kolom tepi (eksterior.Di bawah ini diberikan garis besar disain kolom tepi dan tengah di rangka baris 5 di bawah lantai 2. A2). Tabel 8-11 dan 8-12 memberikan beban-beban desain untuk kolom interior (tengah.

1 yang berbunyi: efek orthogonal tidak diperhitungkan bila beban aksial oleh salah satu arah beban gempa < 20% beban aksial maximal kolom yang bersangkutan.Pengaruh beban gempa orthogonal Menurut Ps 5. akan dimanfaatkan pengecualian efek orthogonal ini sesuai UBC Section 1633.8. Tapi untuk menggunakan ketentuan ini. 67 . Pengaruh gempa dalam arah utama harus dianggap terjadi bersamaan dengan 30 % dalam arah tegal lurus pada arah utama pembebanan tadi .2 .

Bila diasumsikan kolom-kolom berukuran 750 x 750 mm memakai 1.926.925.846.34% x 7502] = 8.34% tulangan.8. maka kapasitas beban aksial adalah (Pasal 12.53 arah gempa U-S (lihat Gambar 8-2) jadi efek orthogonal Ps 5.3 (5(2)) : Pn max = 0.85 x 30 x 7502(1.785 kN > 791.65 [0. 68 .85fc’ (Ag-Ast)+(fy x Ast)] = 0.1.80 x 0.0 N  8.0 kN 20%  Pn = 1.80  [0.34%)+ 400 x 1.2 tidak diterapkan dalam desain ini.

5 kN  karena 1.Penulangan memanjang kolom Syarat dimensi kolom menurut Pasal 23.5 kN ini lebih kecil dari beban aksial terfaktor yang tercantum di Tabel 8-11 s/d 8-14 maka berlaku  ukuran penampang terkecil 750 mm > 300 mmOK  rasio b > 750 0.4  OK  1 h 750 69 .687.687.4(1) harus dipenuhi bila:  kolom sebagai bagian SPBL  menerima beban aksial berfaktor lebih besar dari Ag.fc’/10  = 7502 x 30/10 = 1.

Kesimpulan beban Pu dan Mu pada kolom tengah antara lantai 1 dengan 2 Jenis Beban Axial (kN) Momen (kN m) Mati (D) 2.80 3 1.297.056.0E 3.2D + 1.90 *) Hidup (L) 403.0L + 1.6(9(2)) 70 .20 *) Gempa (E) 0.38 -19.094.0E 1.054.4 D 3.51 -423.99 *) pakai rumus (92) pasal 13.9D + 1.22 -6.988.15 401.20 -7.990.26 4 0.30 3.66 2 1.2 D + 1.25 -413.210.78 No Kombinasi beban 1 1.57 1.6 L 3.41 392.95 407.31 -9.

632.6(9(2)) 71 .20 *) Gempa (E) -5.60 -7.62 -368.69 -6.60 3 1.2D + 1.43 -377.251.73 1.687.0E 1.00 361.83 353.15 *) pakai rumus (92) pasal 13.2 D + 1.4 D 2.42 4 0.9D + 1.94 No Kombinasi beban 1 1.0L + E 2.97 -9.697.880.431.90 *) Hidup (L) 291.Tabel 8-12 Kesimpulan beban Pu & Mu pada kolom tengah antara lantai 2 dengan 3 J enis Beban Axial (kN) Momen (kN m) Mati (D) 1.66 2.79 -12.62 355.66 2 1.553.6 L 2.

10 213.06 -25.25 -283.82 244.75 3 1.772.63 -267.33 No Kombinasi beban 1 1.52 4 0.40 452.26 + ) Momen neg.Tabel 8-13 Kesimpulan beban Pu dan Mu pada kolom tepi antara lantai 1 dengan 2 J enis Beban Axial (kN) Momen (kN m) +) Mati (D) 1.586.95 -35.9D + 1.2 D + 1.6 L 1.48 +) Hidup (L) 172.0L + E 2.4 D 1.2D + 1.48 -35.62 Gempa (E) 659.80 -8.28 221.143.730. terluar/ 2 (lihat Tabel 8-6) 72 .236.67 2 1.75 996.0E 1.

431.0L + E 2.0E 2.182.880. terluar/ 2 (lihat Tabel 8-6) 73 .79 -36.97 -36.038.632.202.18 3 1.85 -225.39 179.60 171.766.72 2.73 No Kombinasi beban 1 1.36 4 0.99 + ) Momen neg.77 202.69 -25.Tabel 8-14 Kesimpulan beban Pu dan Mu pada kolom tepi antara lantai 2 dengan 3 J enis Beban Axial (kN) Momen (kN m) +) Mati (D) 1.9D + 1.4 D 2.2 D + 1.47 1.60 -8.62 Gempa (E) 509.2D + 1.66 -242.18 2 1.6 L 2.84 +) Hidup (L) 291.

34 % untuk kolom tepi dibawah lantai 2 (A2). sebuah diagram interaction yang dibuat dengan program PCACOL. Berdasarkan kombinasi beban di Tabel 8-11. kolom tengah (B2) cukup diberi tulangan sebanyak 1. Prosentase tulangan kedua kolom ini sesuai syarat Pasal 23.4(3(1)) yaitu harus diantara 1% . 74 . Seperti terlihat di Gambar 8- 8. inter action diagram kolom ini disajikan di Gambar 8-10. telah dipenuhi. Dengan cara sama diperoleh tulangan 24  20 atau 1.34 % atau 24  20.6%.

1. 8-8 Kuat rencana diagram Interaksi Kolom Tengah antara Lantai 1 & 2 75 .988.3 1.087 Gbr.

042 Gbr 8-9.6 1. 1. Diagram Interaksi Kuat Rencana Kolom tengah antara lantai 2 & 3 76 .687.

konsisten dengan arah gempa yang ditinjau.”  Sesuai filosofi “Capacity Design”. 77 . maka Pasal 23. Dalam hal ini hanya kombinasi beban dengan beban gempa yang dipakai untuk memeriksa syarat strong column-weak beam ini.Persyaratan “Strong Columns Weak Beams.4(2) mensyaratkan Me>Perlu dipahami bahwa Me harus dicari dari gaya aksial terfaktor yang menghasilkan kuat lentur terendah.

452. Diagram Interaksi kuat rencana kolom tepi antara Lantai 1 & 2 78 .6 873 Gbr 8-10.

182.9 993 Gbr 8-11 Diagram Interaksi kuat rencana kolom tepi antara Lantai 2 dan 3 79 . 1.

6 kN m  Me untuk kolom tengah diatas lantai 2 diperoleh.129 > 1.129 kN m 6/5 Mg = 6/5 x 1.3 = 1. sebesar 1. Hasilnya adalah sbb: Me = 1.310 kN m 2.310 (OK) 80 .089 kN m.687.042 kN yang dihasilkan dari Pu terkecil = 1. Untuk kolom tengah B5.042 + 1.3 + 362. diperoleh Mg = 729.091. kuat momen nominal balok-balok yang bertemu di HBK dengan memperhitungkan tulangan pelat lantai selebar be yang menyatu pada balok.087 = 2. Dengan cara yang sama Me untuk kolom tengah di bawah lantai 2 didapat.988. dengan bantuan Gambar 8-8.6 = 1. hasil kombinasi dengan Pu = 1.091.25 kN (lihat Tabel 8-11).62 kN (lihat Tabel 8-12). dengan bantuan Gambar 8-9. sebesar 1.

4(4(2)) oleh tulangan tranversal(Ash)  lo  h = 750 mm  1/6 ln = 467 mm  450 mm  dengan s memenuhi ketentuan berikut: ¼ x 750 mm = 187 mm 6 x D = 6 x 20 = 120 mm 100 mm sehingga s diambil = 100 mm. ujung-ujung kolom sepanjang o harus dikekang dengan spasi sesuai Pasal 23.Pengekangan Kolom Memenuhi Pasal 28. 81 .4(4(4)).

 Ash min sesuai Pasal 23.09 (s hc fc’/ fyh)  Dengan asumsi s = 100 mm.4 (4(1)) diperoleh dari nilai lebih besar dari hasil 2 rumus berikut ini: Ash = 0. fyh = 400 MPa.3 [100 x (750 – 2 x 40 – 20) x 30/ 400] [(7502/ (750 – 2 x40)2 –1] = 370.3 (s hc fc’/ fyh) (Ag/ Ach –1) Ash = 0.75 mm2  Untuk memenuhi pasal 23.75 mm2 82 .4 mm2 > 438.09 [100 x (750 – 2 x 40 – 20) x 30/ 400) = 438.1 mm2 atau Ash = 0.4(4(3)) dipasang Ash 4 12 =452. dan selimut beton 40 mm dan s = 12 mm Ash = 0.

Ve.4(5(1)) harus ditentukan dari kuat momen max.25fy  Dengan bantuan Gambar 8-12.Penulangan Transversal untuk beban geser  Gaya geser rencana.065 kN m 83 . dari setiap ujung komponen struktur yang bertemu di HBK ybs  Mpr ini ditentukan berdasarkan rentang beban aksial terfaktor yang mungkin terjadi dengan =1. Mpr.0. untuk menentukan kebutuhan tulangan geser kolom menurut Pasal 23. Mpr ini diambil sama dengan momen balance diagram interaksi dari kolom ybs namun pakai fs = 1. Mpr = Mb = 2.

= 480.475 kN l1 2.43  Vu = ---------------------.8 84 .: Mpr (.= -----------------------.1 + 516. Bila dianggap Mpr untuk kolom tengah diatas dan dibawah lantai 2 sama besar maka Ve = (2 x Mpr)/hin = (2 x 2.5 < 1.8 = 1.)+ Mpr( +) 829.065)/ 2.475 Kn  Dengan anggapan momen lentur di atas dan di bawah kolom penyangga lantai 2 sama. maka gaya geser desain berdasarkan Mpr positif dan negatip dari balok-balok yang bertemu di HBK didapat dari Gambar 8-8 sbb.

 Disini 1 = tinggi bersih kolom tengah. Ternyata Ve
> Vu = 480,5 kN
 mengingat beban aksial terfaktor kolom tengah ini
(min 1.687,62 kN) lebih besar (lihat Table 8-12) dari
Ag.fc’/20 = 7502 x 30/20 = 843,75 kN
maka Vc diambil sesuai Pasal 13.3 (1(2))
Nu fc '  1.687,62  30
Vc = 14 Ag 6 bw.d   1  14 x750  6 750.688 = 471,16 kN
(1  ) 2

 Berdasarkan Av 4 dp 12 = 452,4 dan s terpasang =
100 mm (lihat tulangan pengekangan)
A f d
Vs = s y  452,4.400.688 = 1.245 kN
s 100
85

Maka :
  (Vs + Vc)= 0,75 x (1.245 + 471,16) = 1.287,10 >
Vu = 480,5 kN (OK)

 Ini berarti Ash terpasang berdasarkan persyaratan
(Pasal 23.4(4(1)) di sudah cukup untuk menahan
geser.
 Sisa panjang kolom tetap harus tulangan transversal
dengan

s  6 db tulangan memanjang = 120 mm atau
 150 mm

 Kebutuhan penulangan kolom tepi dapat diperiksa
dengan cara yang sama.

86

Gambar 8-12 Diagram interaksi Kuat Disain
Kolom Tengah Dengan fs=1,25fy dan  =1

87

5 0.3 x 20 = 526 mm 88 .5  (max) K tr 522.0 c = 40 + 12 + 20/2 = 62 mm c = 52.2(3) panjang sambungan lewatan tulangan  20 dari kolom tengah harus dihitung dengan rumus d 9 fy   d b 10 fc' c  K tc ) ( ) db dimana :  = 1.3  2.0 Atr f yt 4 x113 x 400 K  tr   0.500 x100 x 4 λ = 1.500.2 mm 6 x2 γ = 1.n 1.0 c diambil  .s.62  Jadi db 20 ld = 26.30 1.Sambungan Lewatan Tulangan Vertikal Kolom  Sesuai Pasal 14.2 mm 750  2(40  12)  20 c  = 1.0 = 52.

Ditail penulangan kolom tengah dapat dilihat di Gambar 8-13. jadi sambungan lewatan ini termasuk kelas B (Pasal 14.5fy. Sesuai Pasal 23. Dari Gambar 8-9 dapat diperkirakan bahwa akibat kombinasi beban berfaktor dengan beban gempa tegangan tulangan yang terjadi fs > 0.4(3(2)) sambungan lewatan harus diletakan ditengah panjang kolom dan harus dihitung sebagai sambungan tarik.8 mm  684 mm.17(2(3)) yang panjangnya harus 1. 89 .3= 683.

800 mm 700 mm 750 mm 450 450 684 4 dp12-120 4 dp12-120 4 dp12-100 4 dp12-100 4 dp12-100 750 750 dp 12 24 D20 Gambar 8-13 Detail Penulangan Kolom Tengah 90 . BACK 700 mm 2.

DESAIN HUBUNGAN BALOK KOLOM 91 .

Disain Hubungan balok kolom  Pasal 23.4.4 harus dipasang dalam HBK.5 menentukan Tulangan Transversal berbentuk hoop seperti diatur Pasal 23. kecuali bila HBK tersebut dikekang oleh komponen struktur sesuai Pasal 23.5(2(2)) 92 .

Maka sesuai Pasal 23.25. pakai saja Ash ujung kolom untuk tulangan transversal HBK ini.5(2(11)) untuk kesederhanaan penditailing. Di HBK yang keempat mukanya terdapat balok- balok dengan lebar setidak-tidaknya selebar ¾ lebar kolom. 93 . Namun contoh SRPM ini memiliki lebar balok 50 cm < ¾ h kolom = 56.4(4(1)) dan s  0.25 h atau 150 mm. harus dipasang tulangan transversal sedikitnya separoh yang disyaratkan oleh Pasal 23.

417.1 kN m C1 = T 1 T2 = 850.75 kN m Gambar 8-8 Analisa Geser dari HBK Kolom Tengah di baris 5 94 .54 kN Mu = 672.4 kN m x x Mpr.54 kN 10 D19 C2 = T2 T1 = 1. Mu = 672.= 829.6 kN Mpr+ = 516.6 kN 6 D19 Vh = 480.75 kN m Vh = 480.

417.25 x 400 = 850.25 x 400 = 1.6 kN  T2 (6 D19) = As2 . fy = 2. 1.835.2 x 1. Kuat geser nominal yang diperiksa adalah di arah U-S pada baris ke-5.3 x 1. 1.  T1 dan T2 diperoleh dari tulangan tarik balok-balok yang menyatu di HBK diarah U-S.25.  Gaya geser yang mungkin terjadi di potongan x-x adalah T1 + T2 – Vh.6 kN  Dimana As1 dan As2 diambil dari Tabel 8-10 95 .25.  T1 (10 D19) = As1 .701. fy = 1.

54 kN hin /2 2.4  Mu = -------------------.8 96 . = 480. Mpr+ + Mpr. = 672.1 + 516.= --------------.75  Vh = --------.75 kN m 2 2 sehingga Mu 2 x 672.= --------------------. 829.

6 + 850.Vh  Vx-x = 1.54 = 1. Dimana hin adalah panjang bersih kolom tingkat 2 dan Mpr+ diambil dari Gambar 8-5.75 x 1.  Dengan hasil perhitungan diatas dan Mpr– dihitung untuk tul.66 kN  Untuk HBK yang terkekang pada keempat sisinya balokan kuat geser nominal Vc= 0.618.8 kN > (Vx-x)  OK 97 .7 x Aj x fc= ' = 0.417.7 x (500 x 750) x 30 = 2.6 – 480.787. 6 D19  Gaya geser di x-x = T1 + T2 .75 x 1.

 Gambar 8-15 menunjukkan analisis momen kolom Mn dari gaya geser diujung kolom Vh.Vh = 1.04 =1. baris ke-5 lantai 2.006. kuat tarik tulangan atas balok T1 dan kuat tekan C1 yang = T1.8 Geser di potongan x-x Vx-x= T1 .2.71 kN 98 .275. Dengan cara yang sama seperti di HBK tengah diperoleh M Mu = pr  753 .5.Hubungan Balok Kolom Tepi  Kuat Geser HBK tepi yang diperiksa adalah arah U-S di kolom luar.65 kN m 2 2 Mu 2 x 376. HBK ini hanya dikekang oleh 3 balok sehingga sesuai Pasal 23.29 = 376.04 kN h in / 2 2.2. tulangan transversal di ujung kolom perlu dipasang dalam HBK.75 – 269.65 Vh =  = 269.

25 Aj = fc' 0.75 x 1.6 kN> Vx-x  OK 99 .5(3(1))  Vc = 0.75 x 1.25 x (500 x 750) x 30 = 1. Kuat geser nominal sesuai Pasal 23.925.

75 kN x x Mpr. Mu = 376.04 kN Mu = 376.04 kN 9 D19 T1 = 1275.65 kN m Gambar 8-15 Analisa Geser dari HBK Kolom tepi di baris BACK 100 .3 kN m C 1 = T1 6 D19 Vh = 269.= 753.65 kN m Vh = 269.

TERIMA KASIH 101 .