You are on page 1of 5

10.

ANALISIS DAN
PERENCANAAN

10.1 Perencanaan
Perencanaan komponen struktur beton bertulang mengikuti
ketentuan sebagai berikut:
1) Semua komponen struktur harus direncanakan cukup kuat sesuai
dengan ketentuan yang dipersyaratkan dalam tata cara ini,
dengan menggunakan faktor beban dan faktor reduksi kekuatan
 yang ditentukan dalam pasal 11.2 dan 11.3
2) Komponen struktur beton bertulang non-prategang boleh
direncanakan dengan menggunakan metode beban kerja dan
tegangan izin sesuai dengan ketentuan dalam pasal 24

10.2 Pembebanan
Prosedur dan asumsi dalam perencanaan serta besarnya beban
rencana mengikuti ketentuan berikut ini:
1) Ketentuan mengenai perencanaan dalam tata cara ini
didasarkan pada asumsi bahwa struktur direncanakan untuk
memikul semua beban kerjanya.
2) Beban kerja diambil berdasarkan SNI 03-1727-1989-F, Tata Cara
Perencanaan Untuk Rumah Dan Gedung, atau penggantinya.
3) Dalam perencanaan terhadap beban angin dan gempa, seluruh
bagian struktur yang membentuk kesatuan harus direncanakan
berdasarkan tata cara ini dan juga harus memenuhi SNI 03-
1726-1989, Tata Cara perencanaan Ketahanan Gempa Untu
Rumah dan Gedung atau penggantinya.
4) Harus pula diperhatikan pengaruh dari gaya prategang, beban
kran, vibrasi, kejut, susut, perubahan suhu, rangkak, perbedaan
penurunan pondasi dan beban khusus lainnya yang mungkin
bekerja.

. metode pendekatan untuk analisis rangka portal boleh digunakan untuk bangunan dengan tipe konstruksi. selama: (1) Jumlah minimum bentang yang ada haruslah minimum dua.6 hingga 10. (4) Beban hidup per satuan panjang tidak melebihi tiga kali beban mati per satuan panjang.9 2) Kecuali untuk beton prategang. yaitu pelat beton bertulang dimana tulangannya hanya direncanakan untuk memikul gaya-gaya dalam satu arah. dengan ratio panjang bentang terbesar terhadap panjang bentang terpendek dari dua bentang yang bersebelahan tidak lebih dari 1. (3) Beban yang bekerja merupakan bentang terbagi rata. (5) Komponen struktur adalah prismatis.4. dan tinggi tingkat yang umum. metode pendekatan berikut ini dapat digunakan untuk menentukan momen lentur dan gaya geser dalam perencanaan balok menerus dan pelat satu arah. bentang.10. (2) Memiliki panjang-panjang bentang yang tidak terlalu berbeda.2.3 Metode Analisis Analisis komponen struktur harus mengikuti ketentuan sebagai berikut: 1) Semua komponen struktur rangka atau struktur menerus direncanakan terhadap pengaruh maksimum dari beban terfaktor yang dihitung sesuai dengan metode elastis. 3) Sebagai alternatif. atau mengikuti pengaturan khusus menurut ketentuan pasal 10. Perencanaan juga dapat dilakukan berdasarkan metode yang lebih sederhana menurut pasal 10.

Momen positif pada bentang-bentang ujung 2 Tumpuan ujung terletak bebas Wun 11 2 Tumpuan ujung menyatu dengan struktur Wun pendukung 14 2 Wun Momen positif pada bentang-bentang dalam 16 Momen negatif pada sisi luar dari tumpuan dalam pertama 2 Wun Dua bentang 9 2 Wun Lebih dari dua bentang 10 2 Momen negatif pada sisi-sisi lain dari Wun tumpuan-tumpuan dalam 11 .

Momen negatif pada sisi semua tumpuan untuk: Pelat dengan bentang tidak lebih dari 3 mdan 2 balok dengan ratio dari jumlah kekakuan Wun kolom terhadap kekakuan balok melebihi 12 delapan pada masing-masing tumpuan Momen negatif pada sisi dalam dari tumpuan yang untuk komponen struktur yang dibuat menyatu (monolit) dengan struktur pendukung: 2 Wun Struktur pendukung adalah balok spandrel 24 2 Wun Struktur pendukung adalah kolom 16 2 Gaya geser pada sisi dari tumpuan dalam 1.15Wun pertama 2 2 Gaya geser pada sisi dari semua tumpuan. Wun tumpuan lainnya 2 .

Terminologi balok/pelat satu arah diatas banyak tumpuan Bentang ujung Bentang dalam Tumpuan ujung Tumpuan dalam Tumpuan dalam Sisi dalam Sisi luar dari tumpuan Sisi lainnya dari tumpuan ujung dalam pertama tumpuan dalam .