You are on page 1of 28

URGENSI PENDIDIKAN

MORAL

Suatu Upaya Membangun
Komitmen Diri

Apakah Moral itu?

Apa tanggapanmu
mengenai berita-berita
di koran, TV, internet?

Bagaimana
tingkat moral di
Indonesia? Mengapa
bisa
terjadi
demikian
?

Tamparan Publikasi Daftar p O i Ta 12| 13 : 1 Keras Bagi Pembolos. Prabowo. Anggota DPR Tak a y uly 2 0 Kemenkumham Perlu Reaktif B J OPINI | 24 July 2013 | 11:34 Jokowi. 9 dan W a r tawan Se P |0 bagai Pe HukumanR E Mati untuk d a n ‘Pemerk laku ‘Pe o s a a mbunuh Koruptor OPINI | 2 2 May 20 13 | 10:2 n’ an’ 4 OPINI | 31 December 2013 | 02:53 . raa n e ta au Ke s i At H u man nsi pas Kisa h Em a ki ng dalam d er ? 013 | 08:16 Traffic Gen 9 May 2 Lag mei OPIN I|2 id Xia Ai Men i Duga REP imp P en  Miris Kasus Aborsi di Cilacap yang | 11 Dec a emb TKW curian I Org | 15: ndon er 2 Menghebohkan dan Membuat Galau Pasiennya s i 013 e an T ov er 06 sia ubu n t r h Ko OPINI | 08 April 2012 | 09:50  a d i a nasi Eu th e m bali Berc g ia K erai: B e l | 2 0 dem c u a t REP i ana n Me ry 2013 | 10: 0 9 k? e Penjara dan Penyimpangan Seksual a Janu Kisah Gembong i sm g Narkoba dan OPINI | 08 February 2012 | 02:41 t im bu n 4 Simpananya.

dihargai (diperlakukan secara manusiawi) butuh kedekatan dengan Allah.seks) -Rohani Membutuhkan hal-hal yg bersifat rohani: dicintai. 2.Manusia sebagai PELAKU MORAL SEGI-SEGI KELUHURAN MANUSIA: 1.diakui. diperhatikan. makan minum. Mampu mengelola & membangun dunia (co-creator) .tidur. Mempunyai Kemampuan berpikir (akal budi) Mampu membentuk kesadarannya Mampu menjadikan segala sesuatu sebagai objek dan sasaran pikirannya.istirahat. Bersifat jasmani & Rohani -Jasmani mempunyai persamaan dengan makhluk lain (berkembang biak.

berorganisasi  Menyejarah: Ada perkembangan hidup bersama . kontinuitas budaya. Dijiwai oleh imannya  Iman : mendorong.  Manusia mempunyai sifat2 keilahian 6. 5. . Berada di dunia dalam masyarakat & sejarahnya  Memasyarakat: mampu menyadari sebagai makhluk individu/sosial  Masyarakat: interaksi.Berkembang menuju kesempurnaan:  Manusia: Membangun. kerjasama.4. mengubah demi kesempurnaan. menguatkan dan memberanikan manusia mengambil dan melaksanakan putusan2 moralnya.

.  Pada tahap binatang tidak ada kesadaran tentang baik dan buruk. MORALITAS : CIRI KHAS MANUSIA  Moralitas: suatu fenomena manusiawi yang universal.  Moralitas merupakan suatu ciri khas manusia yang tidak dapat ditemukan pada mahkluk di bawah tingkat manusiawi.  Keharusan Alamiah dan keharusan moral.  Moralitas hanya terdapat pada manusia dan tidak terdapat pada mahkluk lain. tentang yang boleh dan yang dilarang dilakukan dan tidak pantas dilakukan.

 Bola yang  Karyawan harus diberi dilemparkan ke atas gaji yang adil. akan jatuh ke tanah. KEHARUSAN KEHARUSAN ALAMIAH MORAL  Bila kita memotong satu kaki meja maka meja akan jatuh/  Barang yang dipinjam miring harus dikembalikan.  Sampah dibuang pada  Tikus akan dimakan tempatnya oleh kucing Kemauan tidak berperan tetapi itu otomatis akan Kemauan manusia Berlaku seperti adanya sangatlah berperan .

didasarkan pada kenyataan bahwa manusia mengatur tingkah lakunya menurut kaidah-kaidah atau norma- norma (hukum). MORALITAS : CIRI KHAS MANUSIA  Keharusan moral: kewajiban. ilmu yang menyelidiki tingkah laku moral. .  Etika: Ilmu tentang moralitas / tentang manusia sejauh berkaitan dengan moralitas.

Etikad 6.Etika 9.Moralitas 7.Immoral 10.Amoral .Etiket 3. Istilah lain 1.Etis 4.Kode Etik 8.Etos 5.Moral 2.

* Kerja semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok. 9.Moral  *Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan. kemauan. segal.1.a sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau adat sopan santun. 3. nilai dan adat istiadat khas yang memberi watak kepada kebudayaan suatu golongan sosial di masyarakat. *Kondisi mental yang membuat orang tetap berani. bergairah. malsud yang baik. berdisiplin. 2.Immoral Kebalikan dari moral 10.Moralitas sopan santun. tidak berakhlak . susila. kebudayaan sifat.Etika ilmu terapan apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. budi pekerti.Etos * Pandangan hidup yang khas dari suatu golongan sosial.Amoral Tidak bermoral. 5.Etis  Berhubungan sesuai dengan etika. * Isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan.Etiket  Tata cara (adat sopan santun) di dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusia. bersemangat. keyakinan yang teguh. 7. akhlak. sikap. kewajiban. berkeyakinan 6. sesuai dengan asas perilaku yang disepakati secara umum 4.Kode EtikNorma dan asas yang diterima oleh kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku 8.Etikad kepercayaan.

 Moralitas: sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Seseorang tidak bermoral: perbuatan orang tersebut melanggar nilai-nilai dan norma-norma etis yang berlaku dalam masyarakat. adat mempunyai arti yang sama dengan etika. . Seorang narkotika mereka berpegang pada nilai dan norma yang tidak baik. Arti Moral (etimology)  Moral (Latin) mos (jamak: mores) kebiasaan.  Nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

Keseluruhan aturan dan norma yang berlaku yang diterima oleh suatu masyarakat tertentu sebagai arah atau pegangan dalam bertindak dan diungkapkan dalam kerangka yang baik dan yang buruk 2. MORAL  Moral menjawab apa yang harus saya lakukan?  Definisi Moral: 1. Disiplin filsafat yang merefleksikan tentang aturan-aturan dalam rangka mencari pendasaran dan tujuan atau finalitasnya .

norma. prinsip bertindak. MORAL  Emmanuel Kant (deontologis) =kewajiban. imperatif (kategoris = aturan atau norma yang berasal dari akal budi yang mengacu pada dirinya sendiri sebagai keharusan .

agama dan hukum. bergairah. bersemangat.  Norma Tolok ukur untuk menilai baik buruknya tingkah laku manusia. Prinsip moral: melakukan yang baik dan menolak yang . MORAL  Moral mempunyai hubungan yang erat dengan etika.  Baik buruknya perbuatan atau tingkah laku manusia sebagai manusia.  Moral kondisi mental yang membuat orang tetap berani. berdisiplin tentang isi hati atau perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan.

. kandang kebiasaan.  Etika (aristoteles 384-322S. perasaan.M filsafat moral. adat . watak. cara berpikir atau secara jamak: ta etha: adat kebiasaan. sikap. akhlak. padang rumput.  Etika: Pemahaman lama: ilmu tentang apa yang biasa dilakukan /ilmu tentang adat kebiasaan/ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak. Etika  Etika (Yunani kuno) Ethos: tempat tinggal yang biasa.

bila kemungkinan- kemungkinan etis (asa-asa dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat seringkali tanpa disadari- menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis= filsafat . Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (Akhlak). Etika: nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Etika baru menjadi ilmu. 2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak Kode etik 3. Etika Pemahaman baru: 1.

bagaimana hidup yang baik?  seni hidup yang mengarah kepada kebahagiaan dan memuncak pada kebijaksanaan.  refleksi filosofis tentang moral=wacana normatif. ETIKA  Salah satu cabang filsafat yang mebahas moralitas manusia.  Etika menjawab.  Dikaitkan dengan tradisi pemikiran Aristoteles (teleologis) finalitas dan tujuan  Tujuan hidup yang baik bersama dan untuk orang lain di dalam institusi yang adil (Paul Ricouer) .

Etika= filsafat moral= pegangan hidup. ETIKA  Memberikan pemikiran kritis tentang ajaran-ajaran dan pandangan –pandangan moral  Apakah ajaran dan pandangan moral tertentu dapat dipertanggungjawabkan? Bagaimana kita mengambil sikap terhadapnya?  Etika menggunakan akal budi dan pemikiran kritis bagaimana manusia harus hidup kalau ia mau menjadi baik. .

. mengatur perilaku manusia secara normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Etika dan Etiket  Etika = moral  Etiket: sopan santun  Etika dan etiket menyangkut perilaku manusia.

 Terbatas pada cara perbuatan saja. . melainkan menyangkut perbuatan itu sendiri. harus dengan tangan kanan.  Etika menyangkut  Terbatas: cara suatu masalah apakah suatu perbuatan boleh perbuatan harus dilakukan (ya atau dilakukan manusia tidak). ditentukan dalam suatu  Norma etis tidak kalangan tertentu. ETIKA ETIKET  Etika: tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan. Misal: terbatas pada cara Kita menyerahkan sesuatu perbuatan dilakukan. Contoh: norma etika:  Cara yang tepat: cara jangan mengambil barang milik yang diharapkan serta orang lain atau mencuri.

kebudayaan lain. pergaulan. jangan  Bersifat relatif. berbohong. Contoh makan dengan tangan atau  Menyangkut manusia dari bersendawa sewaktu makan. maka etiket lain. Bila tidak ada etika tidak bergantung orang lain hadir atau tidak pada hadir tidaknya orang ada saksi mata. etiket makan: makan tidak bunyi. tidak berlaku. Aturan makan/  Etika bersifat absolute. jangan mencuri. jangan kaki tidak di atas meja. yang membunuh merupakan dianggap tidak sopan dalam prinsip etika yang tidak bisa suatu kebudayaan bisa saja ditawar-tawar atau mudah dianggap sopan dalam diberi dispensasi. bersifat munafik . segi dalam (bisa saja orang  Memandang manusia dari tampil sebagai musang segi lahiriah saja berbulu domba)Orang yang Yang penting di luar baik etis sifatnya tidak mungkin tapi di dalam belum tentu. ETIKA ETIKET  Etika selalu berlaku juga  Hanya berlaku dalam kalau tidak ada saksi mata.

Moral dan Agama  Setiap agama mengandung suatu ajaran moral yang dapat dipelajari secara kritis dan sistematis dengan tetap tinggal dalam konteks agama itu.  Teologi moral: refleksi kritis dan sitematis yang dilakukan oleh penganut agama tentang agamanya sendiri. dalam moral iman diwujudkan.  Dalam agama iman diungkapkan. .  Kehidupan moral membuat agama semakin dihayati secara mendalam dan menjadi berarti.  Moral adalah jawaban manusia terhadap panggilan Tuhan untuk berbuat baik dalam kaitanya dengan apa yang menajdi kewajibanya melalui praksis hidup.

Dari sudut filsafat moral.  Moralitas tidak merupakan monopoli orang beragama.  Bagi orang beragama. karena melanggar perintahNya. Tuhan adalah dasar dan jaminan untuk berlakunya tatanan moral. Kesalahan moral: inkonsekuensi rasional.Ada etika humanistis dan sekular tidak lagi mengikutsertakan acuan keagamaan. baik dan buruk tidak mempunyai arti untuk orang beragama saja. kesalahan moral  dosa orang beragama merasa bersalah di hadapan Tuhan. kesalahan moral adalah pelanggaran prinsip etis yang seharusnya dipatuhi. . Moral dan Agama  Dalam konteks agama.

 Moral akan mengawang-awang saja kalau tidak diungkapkan dan dilembagakan dalam masyarakat.  Apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas? Hukum tidak berarti banyak. Hukum bisa meningkatkan dampak sosial dari moralitas. . hukum akan kosong.Moral dan Hukum  Kehidupan moral membutuhkan hukum dan hukum membutuhkan moral. kalau tidak dijiwai oleh moralitas. Kualitas hukum sebagian besar ditentukan oleh mutu moralnya.  Tanpa moralitas.

 Hukum tidak bertentangan dengan kebebasan dan cinta.  Hukum kodrat (Thomas Aquinas) hukum yang mengikat kewajiban manusia untuk mencintai kebaikan dan meolak kejahatan.  Hukum tidak dipakai untuk menilai baik buruknya manusia.kondisi sosial yang memungkikan setiap orang atau kelompok bisa hidup layak sebagai manusia dan berbuat baik. . melainkan untuk menjamin ketertiban dan kebaikan umum sehingga menciptakan kondisi. Moral dan Hukum  Moral dan hukum tidak sama. sebab cinta merupakan kodrat menuju kebaikan.

lahiriah memenuhi norma-norma moral berlaku secara legalistis sedangkan perbuatan- (legalisme sikap memenuhi norma. efektif sebab paksaan hanya Legalistis: orang hanya dengan akan menyentuh bagian luar. ditulis secara kurang lebih masyarakat. melibatkan diri dari dalam) . (membayar pajak karena kewajiban  Norma-norma etis tidak dapat bukan karena kesadaran) dipaksakan karena tidak akan  Hukum memenuhi peraturan. Ketidakpastiannya lebih besar karena tidak ada  Mengatur tingkah laku manusia pegangan tertulis. lahiriah dan sikap batin  Meminta legalitas (Immanuel Kant) seseorang memenuhi hukum jika tingkah laku lahiriah sesuai dengan hukum. sisteih sistematis disusun dalam  Norma moral bersifat subyektif kitab undang-undang. HUKUM MORAL  Tidak tertulis tapi berlaku di  Hukum lebih dikodifikasi daripada moralitas. (etis dan tidak etis)  Norma yuridis mempunyai kepastian lebih besar dan bersifat lebih obyektif. perbuatan etis justru berasal norma etis secara lahiriah saja tanpa dari dalam. membatasi pada tingkah laku lahiriah  Mengatur tingkah laku manusia saja.

Tapi masyarakat akhirnya atas kehendak negara. hukum akan terkena  Moral didasarkan pada hukuman.  Moral menilai hukum . Hukum karena menuduh si pelaku dapat dipaksakan karena tentang perbuatannya yang orang yang melanggar kurang baik.  Hukum tidak dapat menilai moral. HUKUM MORAL  Sanksi yang berkaitan  Satu-satunya sanksi di dengan hukum berlainan dari bidang moralitas adalah hati sanksi yang berkaitan nurani yang tidak tenang dengan moralitas. norma moral karena masalah etika tidak dapat diputuskan dengan suara terbanyak. Masyarakat dapat tidak dapat mengubah mengubah hukum. norma-norma moral yang  Hukum didasarkan atas melebihi para individu dan kehendak masyarakat dan masyarakat.

Untuk apa kita bermoral? 3. Berilah contoh konkrit perbuatan yang tidak bermoral! . Apa yang anda pahami tentang perbuatan yang “baik”? Apa tolok ukur bahwa suatu perbuatan dinyatakan baik? 2. Pertanyaan Refleksi 1.