OLEH

:
AWALUDDIN SIBE, SKM, M. Kes
(Kepala Bidang P2)
.

kucing : 6%. toilwer infeksi akut susunan saraf pusat Menyerang semua jenis binatang berdarah panas & manusia Ditandai disfungsi hebat susunan saraf pusat. dll : 4% .Lyssa. hampir selalu berakhir dgn kematian Anjing : 90%. rege. hydrophobia.

100 x 140 nm Inti : asam nukleat RNA saja Nukleopsida (kombinasi inti & kapsomer) yg terlindungi envelope Envelope lipid larut eter berperan penting dalam virulensi . bersifat neutrotop. ETIOLOGI Rhabdo virus.

serotipe 2 : prototipe strain lagos .serotipe 4 : prototipe strain yg belum diklasifikasikan & diisolasi . STRUKTURAL SUB-UNIT  Kandungan partikel virus rabies 1. Ribonukleoprotein  4 group virus rabies . Glikoprotein melekat pd sel yg rentan serum neutralizing antibody spesifikasi antigenik virus 2.serotipe 1 : prototipe strain cvs .serotipe 3 : prototipe strain mokola .

CARA INFEKSI  Akibat gigitan hewan yg mengandung virus dalam salivanya  Pada kulit yg terluka/tidak utuh  Selaput mukosa yg utuh  Infeksi vaksin rabies masih mengandung virus yg belum mati .

lokasi inokulasi terhadap otak . MASA TUNAS  Masa inkubasi pd manusia : 3 – 8 minggu  Jangka waktu muncul gejala bergantung : .jenis kelamin .jenis spesies .umur .

banyaknya saraf sekitar luka .dalam & parahnya .jumlah luka gigitan . Masa tunas bergantung : .lokasi gigitan .patogenitas & jumlah virus yg masuk melalui gigitan .

PATOGENESIS  Inokulasi ujung-ujung serabut saraf posterior otak perifer : serabut saraf eferen. saraf volunter & autonom organ & jaringan  Akibat pengaruh infeksi terhadap sistem limbik menggigit mangsa manusia .

demam tinggi. berdenyut pada tempat gigitan  Takut dengan air. sakit kepala. mual dan muntah-muntah  Adanya rasa panas. GEJALA-GEJALA  Nafsu makan hilang. cahaya dan angin  Air liur & air mata keluar berlebihan . suara keras. nyeri. tidak bisa tidur.

urine  Fluorescent antibodies test (FAT) antigen virus di jaringan otak. sedimen cairan serbrospinal. urin. cairan serebrospinal. DIAGNOSIS LABORATORIUM  Virus diisolasi dari air liur. kulit & hapusan kornea .

Neutralizing antibody dalam serum setelah virus masuk tubuh 2. Neutralizing antibody dr imunisasi pasif serum antirabies/imunisasi aktif dalam kadar cukup tinggi & IgG spesifik . Neutralizing antibody dalam titer cukup tinggi selama setahun 3. PENGOBATAN PASCA GIGITAN Ada 3 Postutat : 1.

vaksin anti rabies misalnya : NTV. TCV . Mencuci luka gigitan dengan sabun/deterjen di bawah air mengalir 2. DEV.Pemberian serum anti rabies.Tindakan : 1.

dari otak hewan dewasa b. tissue culture vaccine (TCV) . dari otak hewan bayi 2. berupa avian vaccine atau duct embryo vaccine (DEV) b.Ada 2 tipe VAR : 1. Non Nerve Vaccine a. Nerve Tissue Vaccine (NTV) : a.

tapi lebih mahal & efek samping yang berat . virus bebas  Serum anti rabies & vaksinasi lebih efektif. SERUM ANTI RABIES  Serum anti rabies potensial lisis pada sel yg terinfeksi  Antibody litik diabsorpsi antigen litik dalam jika dalam membran virus  Antigen rabies membentuk antibody litik jika ada kompelmen sel yang terinfeksi akan mengadakan lisis.

KOMPLIKASI PENGOBATAN ANTI RABIES  NTV insidensi yang rata-ratanya berbeda-beda  Hanya HDCV belum ditemukan menimbulkan komplikasi  DEV reaksi alergi terhadap protein telur .

.

TERIMA KASIH .