You are on page 1of 40

STERILISASI

13102016

Pertumbuhan
Diartikan sebagai penambahan jumlah sel.

Penambahan jumlah sel pada bakteri
dilakukan secara biner (membelah diri) yaitu
dari 1 sel membelah menjadi 2 sel yang
identik dengan sel induk.

2

Pembelahan Biner

3

Pertumbuhan Populasi
Didefinisikan sebagai pertumbuhan sel-sel
mikroba dalam populasi yang dapat dihitung
berdasarkan peningkatan massa sel.

GROWTH RATE, adalah perubahan
jumlah/massa sel persatuan waktu.

4

Waktu saat kejadian tersebut berlangsung disebut GENERATION TIME atau sering disebut juga DOUBLING TIME. Generation Adalah interval saat formasi 2 sel dari 1 sel. 5 .

Kurva Pertumbuhan Mikroba 6 .

melihat sel secara langsung dengan bantuan mikroskop dan haemositometer. dengan 2 metode yaitu pour plate dan spread plate 3. plate count atau colony count. 2. menghitung hanya sel yang hidup. baik sel hidup atau sel mati terhitung semua. Total cell count. Berat kering b. Turbidity. kekeruhan (spectrofotometer) Dengan satuan unit nya adalah ABSORBANSI 7 . Cell mass Sel mikroba disentrifugasi dan endapannya diukur : a.Perhitungan Pertumbuhan Sel Mikroba 1. Viable count.

Pour Plate Methode 8 .

Spread Plate Method 9 .

fungi. Oksigen c. Mesophyl 4. terdiri dari b. thiobacillus b. prokaryot. microaerophilic 10 . Faktor Lingkungan Penghambat Pertumbuhan Sel 1. Aerotoleran 2. Suhu 3. Alkaliphilic. Acidophiles. Air a. Hyperthermophyl dari A1. obligat aerob spesies bacillus. pH= Keasaman atau anaerob kebasaan A2. Anaerob. Psycrophyl b. fakultatif aerob halophilic B3. aerob. Thermophyl a. B1. terdiri d. juga B2. Obligat anaerob a.

filter 11 . Autoklaf d. 5. Sterilisasi Dilakukan untuk membunuh semua mikroba yang ada. Sterilisasi panas b. Spora dan sterilisasi panas c. a. Pasteurisasi e.

dan ruang. Semua mikroorganisme baik yang patogen ataupun non patogen ditiadakan 12 .Sterilisasi Pada prinsipnya adalah meniadakan semua mikroorganisme yang ada di suatu media. alat.

kadang2 pada bakteri berspora yang tahan suhu tinggi. Sterilisasi panas. membunuh mikroba menggunakan suhu tinggi dengan suhu di atas 100oC. 13 .Macam sterilisasi 1. Cara ini hanya dapat dilakukan pada peralatan yang tahan terhadap suhu tinggi. Sterilisasi panas memerlukan waktu semakin sebentar seiring dengan semakin tinggi suhu. sistem ini tidak berlaku.

Sistem kerja sterilisasi autoklaf adalah panas lembab. sehingga waktu yang dibutuhkan hanya 10-15 menit.2. Sterilisasi ini dapat digunakan utk semua media dan alat. adalah cara sterilisasi panas yang digabungkan dalam keadaan lembab dan tekanan yang tinggi. Cara ini dapat membunuh semua mikroorganisme karena suhu sekitar 121oC. Autoklaf. dan tekanan 1 atm. 14 .

3. Pasteurisasi. 15 . Pada dasarnya cara pasteurisasi tidak membunuh semua mikroorganisme dalam satu waktu. tuberculosis. Setelah proses tersebut bahan disimpan dan esoknya diulang dengan cara yang sama. tetapi lebih ditujukan untuk membunuh dulu mikroba patogen seperti M. Cara kerja metode ini memanaskan bahan antara 63-66oC selama 30 menit. adalah suatu metode sterilisasi untuk media atau bahan yang tidak tahan terhadap panas tinggi.

dalam waktu yang sangat singkat kurang dari 1 menit. Cara ini biasa digunakan untuk bahan atau media yang sangat tidak tahan pemanasan dengan suhu tinggi. Ultra High Temperature (UHT). adalah suatu cara sterilisasi dengan menggunakan suhu yang sangat tinggi di atas 100oC. karena mengandung kandungan gula yang tinggi seperti misal sari buah. 16 .4.

sehingga mikroorganisme tertahan di permukaan saringan. adalah sterilisasi yang dilakukan dengan menyaring suatu bahan melewati pori-pori saringan yang sangat kecil atau sering disebut dengan membran filter. dan lain-lain. Cara ini dilakukan terutama untuk bahan yang tidak boleh dipanaskan seperti misal vaksin. Sterilisasi filter. darah. 17 .5.

Pengendalian Pertumbuhan Mikroorganisme dengan Penggunaan Bahan Kimia Bahan kimia yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme disebut ANTIMIKROBIAL AGEN. 18 . Antimikrobial agen dapat berasal dari bahan sintetik ataupun bahan alami.

yang didefisisikan sebagai perubahan penampakan. rasa dan bau makanan yang tidak disukai konsumen.Fungsi pengendalian pertumbuhan mikroorganisme 1. yaitu pembusukan makanan akibat kontaminasi mikroorganisme. Mencegah kerusakan pangan. 19 . Caranya dengan memperpanjang fase lag mikroorganisme pada kurva pertumbuhan.

dikeringkan). pH. mencegah makanan agar tidak terkontaminasi mikroorganisme atau mencegah mikroorganisme agar tidak tumbuh pada makanan. perubahan kadar air (penambahan garam dan gula.2. fermentasi. Dilakukan dengan cara perlakuan suhu. dan penambahan bahan kimia. pengalengan. 20 . Pengawetan makanan.

Berdasarkan hal ini. Setiap sidal agen hanya ditujukan pada mikroorganisme tertentu. jarang ada agen sidal yang efektif membunuh semua mikroorganisme. 21 . kita mengenal bakterisidal. fungisidal dan algisidal. Cidal Agent/ Sidal Agen Adalah bahan yang membunuh mikroorganisme.

fungistatic dan algistatic. 22 . Static Agent/ Statik Agen Adalah substansi yang tidak membunuh mikroorganisme tapi hanya menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Pemberian statik agen dapat tidak berfungsi bila media menjadi medium yang disukai oleh mikroorganisme. Berdasarkan hal ini kita mengenal bakteriostatic.

Perbedaan antara Sidal dan Static Seringkali dapat terjadi bila konsentrasi yang harusnya sidal dikurangi sehingga mikroorganisme mengalami statik atau agen yang seharusnya statik mengalami konsentrasi yang tinggi sehingga mikroorganisme mengalami sidal. 23 .

tetapi kurang berbahaya bagi sel hewan atau tumbuhan lain. Contoh pada obat-obatan chemotherapetic yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme tanpa merusak inangnya. 24 . Selective Toxicity Adalah agen antimikrobial yang hanya lebih toksik bagi mikroorganisme.

bakteriolitik 25 . Bakteriostatik 2.Efek Antimikrobial Agen terhadap Pertumbuhan Tiga garis besar efek tersebut biasa diterapkan pada fase eksponensial pada kurva pertumbuhan mikroorganisme adalah : 1. Bakterisidal 3.

Fungsi bakteriostatik menghambat sintesa protein dan berikatan dengan ribosom. Fungsi tersebut akan hilang bila konsentrasi agen tersebut semakin rendah. 26 . Bakteriostatik Efeknya dapat dilihat dengan tidak ada pertumbuhan bakteri tetapi bakteri yang diberi agen ini tidak mati. 1.

2. 27 . Fungsinya menghambat binding sel bakteri tetapi tidak akan kehilangan fungsi oleh pengenceran. Bakterisidal Agen ini akan membunuh bakteri tetapi tanpa terjadi kerusakan pada sel atau tidak menyebabkan sel menjadi lisis.

Bakteriolisis Adalah suatu agen yang menyebabkan sel bakteri lisis atau pecah. Contoh antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel atau merusak membran sitoplasma bakteri seperti misal penisilin 28 . 3. Dapat diamati dengan menurunnya jumlah sel atau turbiditas sel setelah agen ini ditambahkan.

Metode ini mencari konsentrasi mikrobial agen terkecil yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba. 29 .MIC (minimum inhibitory concentration) Salah satu cara untuk mengetahui kemampuan antimikrobial agen dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

Tube dillution technique 2.Teknik mic 1. Agar diffusion method Kedua teknik ini akan menghasilkan zona hambat yang ditandai dengan cairan bening atau lingkaran bening pada permukaan agar 30 .

Antiseptik adalah antimikrobial agen/bahan kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada jaringan hidup dan bersifat nontoksik pada jaringan tersebut 31 .disinfektan dan antiseptik Keduanya adalah antimikrobial agen yang digunakan pada situasi yang berbeda. Desinfektan adalah antimikrobial agen/bahan kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda tidak hidup.

32 . sterilisasi dingin dengan penyemprotan bahan kimia. dimana mikroorganisme tidak boleh ada pada bahan. dls. Caranya dengan sterilisasi panas. ruang dan alat tersebut.germisida Adalah antimikrobial agen yang digunakan pada spektrum luas.

33 .Chemotherapetic agent Adalah penggunaan bahan kimia yang diharapkan dapat membunuh mikroorganisme sasaran tetapi tidak toksik terhadap jaringan hidup. Kemoterapetik agen merupakan bahan kimia yang merupakan cara pengobatan yang banyak dipakai saat ini.

antibiotik Adalah bahan kimia yang dihasilkan oleh berbagai mikroorganisme yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan mikroorganisme lain. 34 . Sensitivitas mikroorganisme terhadap antibiotik sangat bervariasi. bakteri gram positif lebih sensitif terhadap antibiotik daripada bakteri gram negatif.

Beberapa jenis antibiotik dapat memiliki spektrum ekstrim terbatas hanya pada satu atau beberapa strain bakteri saja. 35 . Narrow spectrum antibiotik adalah antibiotik yang hanya dapat membunuh bakteri gram negatif atau gram positif saja. 2.Spektrum antibiotik 1. Broad spectrum antibiotik adalah antibiotik yang dapat membunuh bakteri gram negatif dan gram positif.

membran sitoplasma.Pengelompokkan antibiotik dan antimikrobial agen lainnya Dilakukan berdasarkan struktur kimia atau ‘mode of action’. target utama antibiotik adalah dinding sel. Pada bakteri. Contoh pada obat golongan sulfa 36 . proses biosintetik protein dan sintesis asam nukleat.

Resistensi antibiotik Adalah suatu kejadian dimana suatu antibiotik tidak dapat lagi membunuh mikroorganisme. Hal ini dapat terjadi karena : . contoh pada mycoplasma yang dinding selnya resisten terhadap penisilin. 37 .Organisme mempunyai struktur yang menghambat masuknya antibiotik.

. cotoh endospora . Organisme memodifikasi target antibiotik . Organisme mampu memompa keluar antibiotik yang sudah terlanjur masuk ke dalam sel. Dengan perubahan genetik. . Organisme yang dikenai antibiotik ada dalam bentuk inaktif. organisme menghambat antibiotik pada keturunannya . 38 .Organisme impermeabel terhadap antibiotik.

Sifat resisten terhadap antibiotik dapat dikode secara genetik oleh mikroorganisme pada level kromosom atau plasmid. Tipe spesifik resisten antibiotik secara genetik dapat terletak pada satu basa dalam satu lokasi atau beberapa lokasi lainnya. 39 .

Tetrasiklin. aeruginosa Inaktivasi antibiotik. S. eritromisin.Contoh mekanisme bakteri yang resisten terhadap antibiotik Permeabilitas menurun. neisseria gonorrhoeae. p. aureus Pengembangan jalur resisten biokimia. kromosom. penisilin. plasmid dan kromosom. S. kromosom. enterik bakteri dan S. aureus dan enterik bakteri. 40 . aureus Alterasi pada target. streptomisin. plasmid dan kromosom.