Jurnal

Pengaruh
Adenotonsilektomi
Terhadap Kualitas Hidup
Anak
By : Monalisa
406151041
UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Pengaruh
Adenotonsilektomi Terhadap
Kualitas Hidup Anak

Iranian Journal of Otorhinolaryngology,
Vol.26(4), Serial No.77, Oct 2014

*Ramin Zojaji1, Morteza Mirzadeh2,
Morteza Mazloum Farsi Baf3, Mostafa
Khorashadizadeh4, Hamid Reza Sabeti3

Abstrak
• Pendahuluan :
Hipertrofi adenoid  obstruksi saluran nafas
kronis pada anak. Tujuan  mengevaluasi efek
adenotonsilektomi - kualitas tidur dan gangguan
prilaku

• Populasi dan Metode :
anak dengan indikasi adenotonsilektomi
berdasarkan kriteria American Academy of
Otolaryngology - Head and Neck Surgery dan
gangguan tidur
Rutter Children’s Behavior Questionnairs (RCBQ)
dan

. .44 anak (25 laki-laki dan 19 perempuan) .rata-rata (SD) indeks massa tubuh (BMI) dari 16. Abstrak • Hasil : .kualitas tidur dan gangguan perilaku membaik secara signifikan (P <0.05).terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan kualitas tidur dan usia serta BMI (P <0.Obervasional Prospektif .86 ± 2.rata-rata (standar deviasi [SD]) usia 7.35 kg / m2 .37 ± 1.05).26 tahun .

Abstrak • Kesimpulan: Adenotonsilektomi menyebabkan perbaikan signifikan terhadap kualitas hidup anak (termasuk kualitas tidur dan perilaku)  dianjurkan pada anak dengan hipertrofi adenotonsillar. .

• Umumnya  anak-anak dari usia 3 hingga 6 tahun • operasi  obstruksi dan infeksi berulang saluran pernapasan atas • Manifestasi klinis : pernafasan mulut. Pengenalan • Penyebab tersering obstruksi jalan napas kronis pada anak  hipertrofi adenoid. • Dapat terjadi karena infeksi berulang. dan obstructive sleep apnea (OSA). atau penyebab lain yang tidak diketahui  obstruksi parsial / total dari nasofaring. mendengkur. alergi. Tuba eustachius juga dapat tersumbat karena hipertrofi adenoid  otitis media berulang atau .

.

.

• Tanda-tanda obstruksi jalan napas pada anak saat tidur  OSA Syndrome (OSAS). komplikasi  lebih buruk  gangguan pada perilaku. • komplikasi : kardiovaskular. • Pada anak yang lebih dewasa. dan masalah kardiovaskular . • disebabkan oleh hipertrofi adenotonsillar. pembelajaran. Pengenalan • Apnea  kegagalan pernafasan  k/ berkurangnya fungsi pernapasan (apnea sentral) atau sumbatan saluran napas lengkap (apnea obstruktif). neurobehavioral. dan gangguan pertumbuhan.

• Gejala-gejala OSAS : letargi pagi hari – kelelahan setiap hari – mengantuk sepanjang hari – gangguan memori. • Tujuan dari penelitian  pengaruh adenotonsilektomi terhadap kualitas tidur dan gangguan perilaku pada anak dengan hipertrofi adenotonsillar. – berat badan yang berlebihan – mendengkur keras yang tak beraturan – periode apnea pada malam hari – gangguan perilaku. .

Iran selama tahun 2011 • Anak usia sekolah dengan hipertorfi adenoid serta hipertrofi tonsil dengan indikasi adenotonsillectomy berdasarkan kriteria American Academy of Otolaryngology . Populasi dan Metode • Studi observasional prospektif • dilakukan pada anak-anak dengan hipertrofi adenoid dan hipertrofi tonsil yang dirujuk ke klinik (THT) Rumah Sakit Bahman 22. Mashhad.Head and Neck Surgery (AAO-HNS) (11) • gangguan tidur .

tumor pada mulut. .usia 6-10 tahun. dan riwayat adenotonsillectomy sebelumnya dikeluarkan dari penelitian ini. • Protokol penelitian ini disetujui oleh komite etik di . • Kriteria eksklusi : Anak dengan obesitas (indeks massa tubuh [BMI] ≥30). Populasi dan Metode • Kriteria inklusi : .normal intelligence quotient(IQ) . deviasi septum. polip hidung.gangguan tidur serta gangguan perilaku.hipertrofi adenotonsillar + indikasi untuk adenotonsilektomi menurut kriteria AAO-HNS .

Kuesioner • The Rutter Children’s Behavior Questionnaire (RCBQ)  gangguan perilaku pada anak • Child Sleep Habit Questionairs (CSHQ)  kebiasaan tidur dan gangguannya pada anak .

.

• RCBQ telah digunakan dalam berbagai penelitian di Iran dan validitas dan reliabilitasnya (Cronba- ch ini alpha: 85%) (15).64] dan tes ulang kehandalan [r = 0. "gangguan sedang" 80-95. dan "gangguan berat" > 95 • Inter-rater dan reliabilitas  relatif baik meskipun lebih rendah dari kuesioner lain (inter-rater kehandalan [r = 0. .74]) (14). The Rutter Children’s Behavior Questionnaire (RCBQ) • Hasil RCBQ dianggap "normal" < 80.

dan kantuk di siang hari. durasi tidur. • Penilaian tidur : bedtime resistance. terbangun di malam hari. Child Sleep Habit Questionairs (CSHQ) • CSHQ  33-item retrospektif kuesioner  penilaian kualitas tidur anak usia sekolah. gangguan napas saat tidur. parasomnia. • Orang tua mengingat perilaku tidur anak mereka selama seminggu sebelumnya. onset tidur tertunda. . kecemasan sebelum tidur.

.

.

.

• CSHQ telah digunakan sebelumnya di Iran dan validitas dan reliabilitasnya telah dibuktikan (Cronbach alpha: 97%) (18). • RCBQ dan CSHQ diberikan kepada orang tua pasien dengan hipertrofi adenotonsillar dan diselesaikan sebelum dan 3 bulan setelah operasi. . Child Sleep Habit Questionairs (CSHQ) • > 41 dianggap sebagai gangguan tidur (13).

. Analisis Data • Analisis data  SPSS versi 18.00 untuk Windows • Hasil untuk variabel kategori disajikan sebagai jumlah dan persentase • variabel numerik lanjutan sebagai mean ± standar deviasi (SD).uji korelasi Pearson diterapkan. T-test. uji Mann-Whitney U dan Wilcoxon . Uji Chi- Square. Tingkat signifikansi yang ditetapkan sebesar P ≤ 0. • Dilakukan uji Kolmogorov-Smirnov. Uji Wilcoxon signed-rank.05. .

37 ± 1.2%). 4-12 tahun) • rata-rata (SD) BMI 16.8%) dan 19 perempuan (43. • rata-rata (SD) usia 7.86 ± 2.  25 laki-laki (56. • masuk dalam studi antara tahun 2010 dan 2011.26 tahun (rentang.Hasil • 44 anak. 14-20 tahun).35 kg / m2 (rentang. .

Setelah 3 bulan adenotonsilektomi .

.

. Diskusi • Studi ini menemukan adanya peningkatan yang signifikan kualitas tidur dan perilaku 3 bulan setelah tindakan adenotonsilektomi pada anak dengan hipertrofi adenotonsillar. • penelitian oleh Li et al yang dilakukan pada 40 anak dengan gangguan pernapasan tidur (SDB) dan hipertrofi adenotonsillar  tidak ada perbaikan yang signifikan terhadap apnea saat tidur dan tidak ada peningkatan yang bermakna terhadap kualitas hidup.

meningkatkan kualitas tidur dan secara nyata meningkatkan kualitas hidup pada anak dengan hipertrofi adenoid dan adenotonsillar (P <0. • Selain itu.0001) . berhasil dalam menterapi gangguan pernapasan tidur. sebagai pengobatan utama. banyak penelitian telah menunjukkan bahwa adenotonsilektomi. Diskusi • Penelitian dengan hasil yang sama  Broekman et al  75% dan 68% perbaikan gangguan tidur dan perilaku berdasarkan hasil kuesioner setelah operasi.

• Kuesioner Pediatric Sleep Kuesioner (PSQ) dan Conners 'Parent Rating Scale-Revisi Short Form (CPRS-RS)  skrining dan memantau post ATE • Diisi sebelum dan 6 bulan setelah operasi • Gangguan tidur dan perilaku (keduanya) mengalami perbaikan selama 6 bulan setelah adenotonsilektomi • Penelitan ke 2  Evaluasi efek jangka panjang dari adenotonsilektomi  orangtua fan kuesioner yang sama (PSQ dan CPRS-RS) 2 tahun setelah operasi • Hasil penelitian  tidak terdapat peningkatan lebih lanjut . Penelitian oleh Wei et al • 117 anak dengan SDB yang menjalani adenotonsilektomi.

• menyimpulkan bahwa subtotal adenotonsilektomi dapat dianggap sebagai alternatif untuk menurunkan resiko dilakukannya total adenotonsilektomi . Penelitian oleh Wood et al • menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan kualitas hidup setelah dilakukan total adenotonsilektomi maupun subtotal adenotonsilektomi • tidak ditemukan perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup antara pasien yang menjalani total adenotonsilektomi dan subtotal adenotonsilektomi.

kualitas hidup. dan obesitas merupakan salah satu faktor penentu hasil operasi. Diskusi • Penelitian oleh Tauman et al  penyembuhan total kelainan pernapasan hanya  25% pasien. • Beberapa penelitian menunjukkan keunggulan adenotonsilektomi awal dengan strategi watchful waiting terjadi peningkatan yang lebih signifikan terhadap perilaku. Penelitian ini sama seperti penelitian yang kami lakukan. dan berkurangnya gejala-gejala secara signifikan. . yaitu menegaskan efek menguntungkan dari adenotonsilektomi awal pada anak.

orang tua sering dibiaskan dengan melebih-lebihkan hasil untuk membenarkan kebutuhan untuk operasi. . • Usaha meminimalisir  memberikan instruksi dan pemberitahuan kepada keluarga. Diskusi • Pada hasil penelitian ini bias dapat terjadi karena : – kekeliruan orangtua dalam mengingat kebiasaan tidur anak – setelah anak dioperasi.

Diskusi • Keterbatasan utama dan kekurangan dari penelitian ini: – meliputi kurangnya kelompok kontrol – mengeklusi anak obesitas – penggunaan kuesioner subjektif untuk menilai penentuan keberhasilan utama – meskipun hasil yang diperoleh signifikan secara statistik. • Kelebihan utama : penggunaan alat ukur lain yang belum diteliti dalam penelitian sebelumnya . perbedaan klinis tidak diperiksa.

adanya peneliti yang menggunakan alat ukur & durasi pemantauan yang berbeda  peningkatan kualitas tidur dan perbaikan perilaku yang signifikan setelah adenotonsilektomi. memasukkan kelompok kontrol dan menggunakan ukuran sampel yang lebih besar. dijamin menyamai dan menyetujui hasil penelitian ini. • Melanjutkan penggunaan Kohort . . sebuah temuan yang konsisten dengan hasil penelitian ini. Diskusi • Namun.

adenotonsilektomi dianjurkan sebagai . Kesimpulan • menyetujui bahwa adenotonsilektomi dapat meningkatkan kualitas hidup. jenis kelamin. secara signifikan pada anak dengan hipertrofi adenotonsillar • Laju peningkatan kualitas tidur setelah operasi sangat berkaitan secara signifikan terhadap usia dan BMI namun tidak dipengaruhi jenis kelamin. atau BMI. • Adenotonsilektomi menyebabkan peningkatan yang signifikan terhadap kualitas hidup anak. termasuk kualitas tidur dan perilaku. • Laju perbaikan perilaku tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan usia.