You are on page 1of 20

PEMERIKSAAN K-RAS

PADA

KANKER KOLOREKTAL

DIAH RINI HANDJARI
DEPARTEMEN PATOLOGI ANATOMI
FKUI, JAKARTA

Kanker kolorektal ( KKR ), di Indonesia  urutan
3

Di Jakarta usia < 40 thn 29 %, Indonesia 31,9
%

Pasien KKR umumnya datang pada stadium
lanjut.

Pengobatan kemoterapi sering menjadi masalah
KKR

terjadi perubahan ukuran dan repetitive DNA sequences. Karsinogenesis KKR Selama ini diketahui ada 2 jalur utama : 1.MIN ( Microsatellite Instability ) 15% . mutasi K- RAS. dll . hilangnya materi kromosom dan translokasi 2.gen yang abnormal lainnya.CIN ( Chromosomal Instability ) 85%  aneploidi. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya terjadi juga ketidak stabilan gen. seperti adanya metilasi DNA.

K-RAS K-RAS  gen yang mengkode protein pada EGFR signaling pathway. Signaling pathway ini penting pada perkembangan dan progesi kanker. .

metastasis dan angiogenesis. Progesi siklus sel  survival tumor meningkat. . termasuk disini TGF α dan EGF. Bagian awal dari jalur sinyal ini. Proses selanjutnya akan melibatkan kontrol progesi siklus sel.K-RAS dan EGFR pathway Jalur sinyal ( signaling pathway ) EGFR akan teraktivasi. jika ligan berikatan dengan reseptor di permukaan. protein K-RAS akan terlibat pada regulasi dibawahnya. pertumbuhan dan proliferasi.

. Status K-RAS di tumor dapat menjadi suatu indikasi prediksi prognosis dan juga respon terapi. Tipe wild akan aktif dalam waktu pendek ketika EGFR terstimulasi. Mutasi ( tipe Mutan ) maka protein K-RAS akan tetap menyala tanpa adanya triger dari EGFR  pertumbuhan tumor dan penyebarannya jadi tidak teratur.Gen K-RAS dapat normal ( tipe wild ) ataupun mutan.

Bloking EGFR dengan antibodi monoklonal akan efektif pada tumor dengan K-RAS tipe wild. K-RAS yang mutan maka secara permanen akan menyala  bloking EGFR mungkin tidak berguna. Anti EGFR antibodi Antibodi monoklonal yang dapat memblok sinyal dibawahnya . .

.

.

Ahli Patologi menentukan jaringan tumor yang ada. . Pemeriksaan K-RAS Jaringan segar. Dengan sebelumnya dipotong dengan mikrotom serta dimasukkan dalam tabung sentrifus. Jaringan dilisiskan secara sempurna dengan penambahan Proteinase. terbekukan atau blok parafin.turut dilakukan deparafinisasi jaringan dengan xylol serta pencucian jaringan dengn alkohol. Dilakukan ekstraksi DNA genomik dari blok parafin. Setelah proses pencucian. Berturut. DNA akan terikat pada membran kolum saat sentrifugasi.

dan setiap satu molekul gula dengan molekul gula yang lain berikatan melalui ikatan fosfat.basa yang komplementer.basa itu terikat dengan molekul gula. Polymerase Chain Reaction (PCR ) Merupakan tehnik perbanyakan DNA secara in vitro Dalam keadaan native DNA merupakan double helix Ikatan hidrogen terbentuk antara basa. . Basa. deoksiribosa.

TAHAPAN PCR Tiga tahapan PCR : 1.Reaksi polimerasi ( extension ) .Denaturasi 2.Annealing 3.

extension (72°C). 30 detik. waktunya tergantung pada ukuran produk . 30 detik.DASAR SIKLUS PCR Setiap 30–35 siklus akan mengalami: denaturasi (95°C). annealing (55– 60°C). 02/23/17 13 .

Reaksi apa yang terjadi? Template DNA Reaksi buffer (Tris. magnesium ions. ammonium ions (dan/atau potassium ions). bovine serum albumin) Nukleotida (dNTPs) Primers DNA polymerase (biasanya Taq) 02/23/17 14 .

Process Denature Anneal Primer Replicate DNA 1st cycle 2nd cycle 3rd cycle 02/23/17 15 . PCRanimation PCR Animation Please click here.

Temperature must be confirmed practically.Optimising the Annealing Temperature Primers have a calculated annealing temperature (e. Temperature steps of 2°C above and below. 54°C).g. Use gradient cycler. 02/23/17 16 .

02/23/17 17 .Optimising the Mg2+ Concentration  The fidelity of the PCR depends on [Mg2+].5 mM.  Sometimes a compromise between yield and specificity.  Vary [Mg2+] in steps of 0.

Type of Gene Cycler Gene cyclers available from many suppliers Gradient PCR Real-Time PCR Standard PCR Multi Block PCR 02/23/17 18 .

3. 2. .Bertanggung jawab memilih blok yang adekuat. PESAN PENTING Patolog berperan ! Pada pemeriksaan mutasi K- RAS 1.Yakinkan blok yg akan diperiksa mengandung minimal 70% sel tumor kanker invasif. jangan lupa sertakan juga slaid HE. baik slaid HE. dan hasil K-RAS nya.Melakukan dokumentasi.