Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil

 

2007. persalinan dan nifas. •Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak. hal: 213). Tujuan Umum Menyiapkan secara optimal mungkin fisik dan mental ibu dan bayi selama dalam keehamilan. •Mengenali dan menangani penyakit-penyakitbyang mungkin diderita sedini mungkin. 2. . nifas dan laktasi. Tujuan Khusus •Mengenal dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan.1 Definisi Kehamilan ( Graviditas ) mulai dengan konsepsi ( pembuahan ) dan berakhir dengan permulaan persalinan (FK Universitas Padjajaran Bandung. 2. persalinan. hal:100). Kehamilan adalah  fertilisasi atau penyatuan dari spemartozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi ( Sarwono. persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat. b.2 Tujuan Perawatan Kehamilan a. kehamilan. 2009. •Memberikan nasihat-nasihat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana.

Waktu ovulasi sel telur masih diliputi oleh corona radiata tetapi rupa-rupanya Spermatozoa mempunyai enzim Hyaluronidase yang dapat mencairkan Corona radiata tersebut . Sel telur dapat dibuahi hanya berapa jam setelah ovulasi.3 Etiologi      Pada coitus ( persetubuhan ) air mani terpancar kedalam ujung atas dari vagina sebanyak ± 3 cc. jika kebetulan pada saat ini terjadi ovulasi. 2. maka jelaslah bahwa hanya coitus sekitar ovulasi yang dapat menghasilkan kehamilan. Bentuk sel mani seperti kecebong dengan kepala yang lonjong dan ekor yang panjang seperti cambuk. Inti sel terdapat pada kepala sedangkan ekor berguna untuk bergerak maju. maka kemungkinan fertilisasi berlangsung. Karena pergerakan ini maka dalam satu jam saja Spermatozoa melalui Canalis Servikalis dan Cavum Uteri kemudian berada dalam Tuba. Disini sel mani menunggu kedatangan sel telur. Jika tidak terjadi ovulasi maka penghamilan tidak mungkin. Didalam air mani terdapat Spermatozoa ( Sel – sel mani ) sebanyak ±100-120 juta tiap cc. sedangkan sel mani dalam badan pria masih kuat membuahi selama 1-3 hari. Penghamilan terjadi kalau ada pertemuan dan persenyawaan antara sel telur ( Ovum ) dan sel mani ( Sperma ).

. maka dapat dipahami bahwa Zygote yang kelak akan menjadi anak untuk sebagian mempunyai sifat-sifat dari ayah dan sebagian mempunyai sifat-sifat dari ibu. Karena Cromosom yang menentukan sifat-sifat makhluk. setelah fertilisasi maka zygote mempunyai 46 buah cromosom lagi. yang biasanya terjadi dalam Ampula tubae maka sel telur disebut Zygote. yang menghasilkan sebuah sel telur dan 3 buah benda poler yang hanya mempunyai separuh chromosom dari sel yang biasa. Induk sel mani ialah Spermatogonium. Setelah persenyawaan antara sel telur dan sel mani.sehingga salah satu Spermatozoa dapat menembus dinding sel telur. Induk dari sel telur disebut Oogonium. Sebelum terjadinya fertilisasi sel telur maupun sel mani telah mengalami proses pematangan yang tidak hanya berwujud dalam perubahan bentuk tetapi juga perubahan dari jumlah Chromosom. Jadi Zygote adalah ovum yang telah dibuahi oleh Spermatozoa. 23 buah dari sel mani dan 23 buah dari sel telur.

Didengar dengan stetoskop monoral laennec •.Dicatat dengan foto-elektro kardiogram 3.Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen .4 Tanda-tanda Kehamilan a Tanda-tanda pasti •Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa atau diraba.Dicatat dan didengar dengan alat doppler 2.2.Dilihat dengan ultrasonografi 4. juga bagian-bagian janin •Denyut jantung janin : 1.

•Tanda piscaseck. terjadi perubahan dalam bentuk. b Tanda-tanda kemungkinan hamil •Perut membesar.besar dan konsistensi rahim. •Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang = braxton hicks •Tanda ballotement •Reaksi kehamilan positif . •Uterus membesar . •Tanda hegar. •Tanda chadwik.

•Tidak ada selera makan •Lelah ( fatique ) .c Tanda-tanda persumtif •Amenorea ( tidak dapat haid )      Wanita harus mengetahui tanggal hari pertama haid terakhir ( HPHT ) supaya dapat ditaksir              umur kehamilan dan taksiran tanggal persalinan •Mual dan muntah ( nausing and vomiting ) Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga ahir triwulan pertama. •Mengidam ( ingin makan khusus )  Ibu hamil sering meminta makanan atau minuman tertentu terutama pada TM ITidak tahan suatu bau-bauan •Pingsan Bila berada pada tempat-tempat normal yang sesak dan padat.

hipertrofi dari papil gusi •Pemekaran vena-vena ( varises ) •Pigmentasi kulit oleh pengaruh hormon Kortikosteroid plasenta Guisi. hipertrofi dari papil gusi Pemekaran vena-vena ( varises ) . tegang dan sedikt nyeri. disebabkan pengaruh estrogen  yang merangsang diktus alveoli payudara •Miksi sering karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar.•Payudara membesar. Gejala ini akan hilan pada TM II kehamilan •Konstipasi/obstipasi karena tonus otot-otot usus menurun oleh pengaruh hormon steroid •Guisi.

.5 Perubahan-perubahan Fisiologis Pada Ibu Hamil a.2. Umumnya kehamilan yang diinginkan akan disambut dengan sikap gembira selain itu biasanya ibu yang sedang hamil ingin lebih diperhatikan baik oleh suami maupun oleh keluarganya. Maka dari itu keluarga ibu hamil harus senantiasa memberi dukungan moril terhadap ibu hamil agar ibu hamil dapat menjalani masa kahamilan tanpa rasa cemas. Perubahan Psikologis pada ibu hamil Sikap/penerima ibu terhadap keadaan hamilnya. sangat mempengaruhi juga kesehatan/keadaan umum ibu serta keadaan janin dalam kehamilnnya.

Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan yaitu Estrogen. Progesteron. somatomammotropin.b. Perubahan Pada sistem reproduksi •Payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Penampakan payudara pada ibu hamil adalah sebagai berikut : • Payudara menjadi lebih besar • Areola payudara makin hiperpigmentasi- hitam • Garndula montgomery makin tampak • Puting susu makin menonjol • Pengeluaran ASI belum berlangsung karena Prolaktin belum berfungsi karena hambatan dari PIH ( prolaktine inhibiting hormone) untuk mengeluarkan ASI .

• Berat Berat uterus naik secara luar biasa dari 30 gr menjadi 1000 gr pada akhir kehamilan ( 40 pekan ) . Endometrium menjadi desidua. hambatan prolaktin tidak ada sehinnga pembuatan ASI dapat berlangsung. Ukuran pada kehamilan cukup bulan : 30x25x20 cm. Uterus • Ukurani higroskopik.• Setelah persalinan. Ukuran akomodasi pertumbuhan janin. dengan kapasitas lebih dari 4000 cc. serabut-serabut kolagennya menjadi higroskopik. rahim membesar akibat hipertrofi dan hiperplasi otot polos rahim.

Pada permulaan kehamilan. rahim tetap berada dalam rongga perut . bentuk rahim seperti buah alpukat. lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri . • Posisi rahim dalam kehamilan . pada kehamilan 4 bulan berbentuk bulat.Pada 4 bulan kehamilan . pada kehamilan 2 bulan sebesar telur bebek dan kehamilan 3 bulan sebesar telur angsa. Rahim yang tidak hamil kira-kira  sebesar telur ayam. • Bentuk dan konsistensi Pada bulan-bulan pertama kahamilan. dalam letak Antefleksi atau Retrofleksi . dan akhir kehamilan seperti bujur telur.Rahim yang hamil biasanya mobil.

•Vagina dan Vulva Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva. Akibat hipervaskularisasi. masih terdapat Corpus luteum graviditas sampai terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran Estrogen dan progesteron.•Indung telur ( ovum) Ovulasi terhenti. vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan .

. sehingga timbul Strie gravidarum. Kulit perut pada Linea alba bertambah pigmentasinya dan disebut linea nigra.•Dinding perut ( Abdominal wall) Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastik dibawah kulit.

Konsetrasi Hb terlihat menurun. •Sistem sirkulasi darah • Volume darah Volume darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir TM I. Volume darah akan bertambah banyak. yakni leukosit meningkat sampai 10. kira-kira 25%. Anemia fisiologis ini disebabkan oleh volume plasma yang meningkat. . walaupun sebenarnya lebih besar dibandingkan Hb pada orang yang tidak hamil. Beta globulin dan fibrinogen terus meningkat. • Protein darah Jumlah protein. Kenaikan plasma darah dapat mencapai 40% saat mendekati cukup bulan. albumin dan Gama globulin menurun dalam TMI  dan meningkat secara bertahap pada akhir kehamilan. • Hitung jenis dan Hemoglobin Hematokrit cendrung menurun karena kenaikan relatif volume plasma darah. Perubahan pada organ dan sistem lainnya.000/cc. dan diikuti dengan curah jantung yang meningkat sebanyak ± 30 %.c.

• Nadi dan Tekanan darah Tekanan darah arteri cendrung menurun terutama selama TM II. Hal ini desebabkan oleh usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim. . • Jantung Pompa jantung mulai naik kira-kira 30% setelah kehamilan 3 bulan dan menurun lagi pada minggu- minggu terakhir kehamilan. dan kemudian akan naik lagi seperti pra- hamil. •Sistem pernafasan Wanita hamil kadang-kadang mengeluh sesak dan pendek nafas. Yang lebih menonjol adalah pernafasan dada ( Therocic breathing). Seorang wanita hamil selalu bernafas  lebih dalam.

misalnya Hygine yang buruk  disekitar mulut •Kulit Pada daerah kulit tertentu akan terjadi hiperpigmentasi misalnya pada daerah muka. tonus otot-otot saluran pencernaan melemah.•Saluran pencernaan ( Traktus digestivus) Salivasi meningkat. Reabsorbsi makanan naik. Apa yang disebut dengan Gingivitas kehamilan adalah gangguan yang disebabkan oleh faktor lain. . namin akan menimbulkan obstipasi. payudara. •Tulang dan gigi Persendian panggul akan terasa lebih longgar. karena ligamen-ligamen melunak. perut dan vulva. pada TM I mengeluh mual dan muntah. Juga terjadi sedikit pelebaran pada ruang persedian.