LAPORAN KASUS HSP

Renoir victor
11-2015-220

Identitas
 Nama lengkap : An. A.S
 Tanggal Lahir (Umur) : 4-7-2007 ( 9 tahun 5
bln)
 Jenis kelamin : Laki-laki
 Alamat : Jl. Kali baru
 Suku Bangsa : Jawa
 Agama : Islam
 Pendidikan :-
 Tanggal Masuk RS : 6 Desember 2016

IDENTITAS ORANG TUA
Ayah
 Nama lengkap : Tn. S
 Agama : Islam
 Umur : 43 Tahun
 Pendidikan : SMA
 Suku Bangsa : Jawa
 Pekerjaan : Wiraswasta
 Alamat : Jalan Kali baru
 Penghasilan : Rp 3.000.000/ bulan

Anamnesis
Keluhan utama
 Muncul bintik-bintik merah di kedua kaki
Keluhan tambahan
 Nyeri sendi

 Awalnya muncul bintik-bintik merah kecil di jari kaki. Bercak merah itu tidak hilang pada penekanan. Lututnya tidak bengkak dan tidak tampak kemerahan.  Keluhan demam. . perubahan warna air kencing dan penggunaan obat-obatan tertentu tidak ada. kemudian setelah beberapa hari bintik merah meluas dan membesar. RPS  Pasien datang bersama ayahnya dengan keluhan muncul bintik-bintik merah di kedua kaki sejak 11 hari sebelum masuk rumah sakit. nyeri perut.  Pasien juga mengeluhkan sendi lutut kirinya yang terasa nyeri dan bila dipakai untuk berjalan terasa nyeri.

Keluhan nyeri sendi masih dirasakan pasien. nyeri perut. bercak-bercak merah bertambah banyak dan membesar. Keluhan demam. terasa gatal. Satu hari SMRS. perubahan warna air kencing tidak dirasakan oleh pasien. gusi berdarah. BAB berdarah. mimisan. .

Riwayat penyakit dahulu (-) Riwayat penyakit keluarga (-) .

Penyakit Kehamilan Tidak ada KEHAMILAN Perawatan antenatal Kontrol teratur Tempat persalinan RS Penolong persalinan Dokter Normal. spontan Cara Persalinan Penyulit: - Masa Gestasi Cukup bulan (37 minggu) BBL: 2900 gr KELAHIRAN PB: 46 cm LK: ortu pasien tidak ingat Langsung menangis kuat. kulit kemerahan APGAR Score: ibu pasien tidak tahu (7/8) . gerak Keadaan Bayi aktif.

mama) : bulan Kesan: pertumbuhan sesuai umur . RIWAYAT PERKEMBANGAN  Pertumbuhan gigi pertama: 5 bulan  Psikomotor: Tengkurap : bulan Duduk : 7 bulan Berdiri (dengan pegangan) : 10 bulan Berjalan (dengan baik) : bulan Berbicara (papa.

6 bulan MMR Pasien diimunisasi di Puskesmas KESAN: Imunisasi dasar lengkap . 4bln 6 bulan Campak 9 bulan Hepatitis B 0 bulan 1 bulan. RIWAYAT IMUNISASI VAKSIN DASAR ULANGAN (Umur) (Umur) BCG 1 bulan DPT/DT 2 bulan 4bulan 6 bulan Polio 0bulan 2bln.

.

 Tekanan darah : -  Pernapasan : 22 kali/menit.2 °C . reguler  Suhu tubuh : 37.Pemeriksaan fisik  Keadaan umum: Tampak sakit ringan  Kesadaran: Compos mentis Tanda vital :  Frekuensi nadi : 110 kali/menit. reguler.

Antopometri Data Antropometri  Berat Badan : 31.0 kg  Tinggi Badan : 129 cm  Status gizi menurut CDC. 100 = 97%  BB/TB : 31/27 . 100 = 110%  PB/ U : 129/132 . 100 = 114%  Kesan : Gizi baik .  BB/ U : 31/28 .

septum deviasi (-). faring hiperemis (-)  Leher : KGB dan tiroid tidak membesar . rambut hitam dan tidak mudah tercabut  Mata : Konjungtiva anemis -/-. sekret (-).sianosis (-)  Gigi geligi : Tidak ada karies dentis  Mulut : Gusi berdarah (-) . nyeri (-)  Hidung : Cavum nasi lapang. epistaksis (-)  Bibir : Mukosa berwarna merah muda. napas cuping hidung (-).Pemeriksaan sistem  Kepala: Normosefali. membran timpani utuh. sekret (-).sariawan (-)  Lidah : Lidah tidak kotor  Tenggorokan : T1-T1. sklera ikterik -/-. hipertrofi konka inferior (-).  Telinga : Normotia.

murmur (-) . 2cm medial dari linea axilla anterior kiri Batas atas : sela iga II linea sternal kiri  Auskultasi : BJ I-II murni regular. wheezing -/- Jantung :  Inspeksi : Pulsasi ictus cordis tidak terlihat  Palpasi : Ictus Cordis di midclavicularis sinistra ICS IV.  Perkusi : Batas kanan : sela iga V linea sternalis kanan Batas kiri : sela iga V. batas paru-hati sela iga IV linea midclavikula kanan  Auskultasi : Suara napas vesikuler +/+. nyeri tekan (-)  Perkusi : Bunyi sonor.retraksi suprasternal (-). retraksi sela iga (-).Barrel chest (-)  Palpasi : Pergerakan dada simetris saat statis dan dinamis. gallop (-). rhonki -/-.Thorax  Inspeksi : Gerakan dada simetris.

bentuk datar  Palpasi : Dinding Perut : Supel. nyeri tekan (-) Turgor Kulit : Normal Hati: Tidak teraba Limpa: Tidak teraba Ginjal : Tidak teraba  Perkusi : Timpani  Auskultasi : Bising usus (+) normal Anus dan Rectum : tidak dilakukan Genitalia : tidak dilakukan .Abdomen :  Inspeksi : Tidak ada lesi kulit dan luka bekas operasi.

purpura (+) dikedua kaki yang teraba Rambut : Rambut hitam.distribusi merata Kelenjar Getah bening : Tidak membesar Pemeriksaan Neurologis: tidak dilakukan .Anggota gerak  Tonus : normotonus  Sendi : nyeri gerak dan nyeri tekan lutut kiri Tulang belakang  Tulang belakang normal dan lurus. tidak terdapat benjolan Kulit : Tidak pucat.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM Tanggal 6-12-2016  Hemoglobin: 11.6 %  Trombosit: 350 . 103/ uL .02 . 103/ uL  Hematokrit: 34.5 g/ dL  Leukosit : 12.

nyeri perut (-).5 g/dl.  Satu hari smrs keluhan purpura (+). hematuri (-). atralgia (+).  Pada pemeriksaan fisik didapat: tampak purpura di kedua kaki yang teraba. T: 350.RESUME  Anak laki-laki 9 tahun dengan keluhan purpura (+) sejak 11 hari smrs.02. Ht: 34. . hematuri (-).6%.nyeri perut (-). L: 12. melena (-). atralgia (+). terdapat nyeri gerak dan nyeri tekan sendi. melena (-).  Pada pemeriksaan laboratorium Hb:11. perdarahan spontan (-). demam (-).

tertama sendi besar. Pada laboratorium tidak ada trombositopenia. DIAGNOSIS BANDING  ITP.DIAGNOSIS KERJA  Henoch Schonlein Purpura  Dasar diagnosis: umur masih dibawah 20 tahun. terdapat purpura yang teraba pada perabaan. Terdapat nyeri gerak dan nyeri tekan pada sendi. leukimia .

ANJURAN PEMERIKSAAN PENUNJANG  Pemeriksaan darah lengkap  Pemeriksaan darah tepi  Urinalisis  Biopsi spesimen kulit PENATALAKSANAAN Medikamentosa :  Metilprednisolon  ranitidin PROGNOSIS  Ad vitam : Bonam  Ad fungsionam : Bonam  Ad sanationam : Bonam .

 HSP Metil prednisolon S: 36.6 C ranitidin BB: 31 kg KU: sakit ringan Mata: CA -/-. SI -/- Nyeri sendi(+) . S O A P Bintik merah (+) berkurang HR: 98x/mnt. RR: 22x/mnt.

Tinjauan Pustaka Henoch schonlein purpura .

Definisi  suatu bentuk vaskulitis yang melibatkan pembuluh darah kecil .

Etiologi  Infeksi  Vaksin  Alergen .

Patofisiologi .

Manifestasi klinis  Purpura  Artritis/artralgila  Nyeri perut  Sakit ginjal .

Kriteria American College of Rheumatology 1990:  Bila memenuhi minimal 2 dari 4 gejala.Diagnosis A. Onset gejala pertama < 20 tahun  3. Palpable purpura non trombositopenia  2. Pada biopsi ditemukan granulosit pada dinding arteriol atau venula . Bowel angina  4. yaitu:  1.

deposisi IgA yang predominan (pada biopsi kulit). artritis akut dan kelainan ginjal (hematuria dan atau proteinuria) .B. Kriteria European League Against Rheumatism (EULAR) 2006 dan Pediatric Rheumatology Society (PreS) 2006 :  Palpable purpura harus ada  Diikuti minimal satu gejala berikut: nyeri perut difus.

blood urea nitrogen. kreatinin  Complete blood count  IgA levels  Biopsi kulit .Pemeriksaan penunjang  Antistreptolysin-O titers  electrolif.

transplantasi ginjal Mengatur konsultasi subspesialisasi . atau keterlibatan ginjal kortikosteroid * awal) Pertimbangkan konsultasi subspesialisasi (Penyakit ginjal yang progresif dan berat Kortikosteroid * plus ajuvan immunosuppressant (misalnya. nyeri perut. Penatalaksanaan  NSAID  Kortikosteroid: prednison. imunoglobulin intravena) atau plasmapheresis. prednisolon. azathioprine [Imuran]. metilprednisolon GEJALA TATALAKSANA Minimal Perawatan suportif Ringan (arthralgia ringan atau nyeri perut) Acetaminophen atau obat antiinflamasi non steroid Moderat (arthritis signifikan. siklofosfamid [Cytoxan].

Diagnosis banding  ITP  Leukemia .

ITP  Penyakit perdarahan didapat sebagai akibat dari penghancuran trombosit yang berlebihan.  Tidak terdapat perbedaan insiden pada laki- laki dan perempuan .

Etiologi  Autoimun  Infeksi virus  Imunisasi  Obat-obatan .

Patofisiologi  Respon imun meningkat  Reaksi imun bereaksi terhadap antigen dari trombosit  Autoantibodi terhadap glikoprotein pada membran trombosit  Penghancuran terhadap trombosit  Mediator lain yang meningkat juga menekan pembentukan trombosit .

mukosa. traktus urogenital)  Pembesaran hati dan limfa (10%)  Darah tepi: 1. 4. anemia bisa terjadi bila perdarahan spontan banyak 3. leukosit dan retikulosit biasanya normal 2. Morfologi eritrosit. Trombositopenia dan masa perdarahan memanjang. saluran cerna.Diagnosis  Perdarahan (kulit. Megatrombosit .

. mieloid dan limfoid.Leukimia  Keganasan pada jaringan hematopoietik yang ditandai dengan penggantian elemen sumsum tulang normal oleh sel darah abnormal.  Klasifikasi akut dan kronik.

Kelainan hemostasis pada leukimia  Trombositopenia  Koagulasi intravaskular diseminata  Defek protein koagulasi  Fibrinolisis primer .

Komplikasi HSP  Kerusakan ginjal  Perdarahan saluran cerna  Intususepsi  Infark miokardium  Perdarahan SSP .

Prognosis  Pada sebagian besar anak-anak prognosisnya baik  HSP berulang terjadi pada sepertiga dari pasien  Morbiditas jangka panjang HSP berkaitan dengan tingkat HSP nefritis .

Kesimpulan  HSP adalah vaskulitis pada pembuluh darah kecil  Diagnosis sesuai kriteria  Kortikosteroid mencegah perburukan .