SOSIALISASI HEPATITIS

PADA IBU HAMIL

PUSKESMAS GERUNGGANG
APA ITU HEPATITIS

• Hepatitis adalah proses peradangan
sel-sel hati, yang bisa disebabkan
oleh infeksi (virus,bakteri,parasit)
obat-obatan konsumsi alkohol, lemak
yang berlebihan, penyakit
autoimmune
• Virus Hepatitis merupakan penyebab
yang terbanyak
HEPATITIS VIRUS

• Dikenal banyak virus hepatitis
• Di Indonesia ditemukan adanya
hepatitis karena virus A,B,C,D, E
• Yang paling banyak dan berpengaruh
terhadap morbiditas ,mortalitas
serta ekonomi yaitu virus hepatitis
A,B dan C
• HEPATITIS B adalah suatu penyakit
yang menyerang hati disebabkan oleh
VIRUS HEPATITIS B, yang bersifat akut
dan kronik serta dapat mengakibatkan
SIROSIS (Pengerasan hati) dan kanker
hati
• Gejala penderita Hepatitis B biasanya
tanpa gejala atau hanya gejala ringan
berupa cepat lelah,demam, mual nyeri
perut, nafsu makan berkurang,sebagian
besar orang tidak mengetahui telah
tertular VIRUS HEPATITIS B oleh karena
itu sering terlambat diketahui
• Penularan : dapat ditularkan melalui
darah dan cairan tubuh penderita
seperti sperma, air liur cairan otak
• Setiap orang bisa tertular Hepatitis B
tetapi ada beberapa kelompok yang
lebih berisiko (resiko tinggi) terkena
Hepatitis B antara lain
- Bayi dari ibu penderita hepatitis B
- Pengguna jarum suntik tidak steril
- Pengguna tatto,tindik,pisau cukur jarum
perawatan wajah,menicure/pedicure
tidak streril
- Pengguna sikat gigi bergantian
dengan penderita
- Pasangan homo sex
- Sering berganti ganti pasangan

- LAKUKAN PEMERIKSAAN
HEPATITIS B BAGI IBU HAMIL
UNTUK MENCEGAH PENULARAN
TERHADAP BAYI YANG
DIKANDUNG
• PENCEGAHAN : pemberian kekebalan
melalui IMUNISASI HEPATITIS B
- IMUNISASI AKTIF : HB 0 diberikan
segera setelah bayi lahir (kurang dari 12
jam) lanjutkan 3 dosis pada usia 2,3 dan
4 bln (sesuai program imunisasi
nasional)
- IMUNISASI PASIF (imonoglobulin)
diberikan setelah terkontaminasi darah
penderita pada bayi baru lahir dari ibu
yang menderita hepatitis B
- Imunisasi pada remaja dan dewasa
dilakukan setelah tes laboratorium
• HEPATITIS B dapat dicegah dengan
menghindari faktor risiko yaitu
- Tidak menggunakan alat alat pribadi (sikat
gigi, pisau cukur, pemotong kuku secara
bergantian)
- Tidak melakukan tatto, tindik dengan alat
yang tidak steril
- Tidak menggunakan jarum suntik secara
bergantian bagi pengguna narkoba suntik
- Tidak menggunakan alat pengobatan
tradisional yang tidak steril ( akupuntur,
alat alat bekam)
DETEKSI DINI HEPATITIS B

• Deteksi dini merupakan  suatu upaya
pencegahan penularan baru dan upaya
untuk melakukan upaya – upaya lanjut
bagi yg terinfeksi
• Dapat diintegrasikan pada kegiatan lain
• Deteksi Dini Hepatitis (DDH):
– IBU HAMIL  DDHB (deteksi dini hepatitis B )
– Kelompok Berisiko Tinggi Lainnya B dan atau C
DETEKSI DINI HEPATITIS B & C

• TUJUAN JANGKA PENDEK:
– Untuk mengetahui ada tidaknya infeksi
Hepatitis B dan atau C
– Untuk mencegah terjadinya penularan
– Terlaksananya layanan lanjutan sedini
mungkin untuk peningkatan kualitas
hidup, rawatan lanjutan
DETEKSI DINI HEPATITIS B & C

• TUJUAN JANGKA PANJANG:
– Menurunnya kasus baru
– Menurunnya besaran masalah Hepatitis
– Menurunnya angka kesakitan dan
kematian; serta meningkatnya kualitas
hidup orang dgn Hepatitis
TAHAPAN PELAKSANAAN
– Pelaksanaan Deteksi dini:
• Untuk Bumil  dilakukan untuk Hepatitis B,
HIV dan Syphilis; saat bumil datang untuk
memeriksakan kandungan ke
PUSKESMAS diberikan konseling lalu
ditawarkan untuk dilakukan deteksi dini
hepatitis B, Sifilis dan HIV
TAHAPAN PELAKSANAAN

– Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan:
• Bumil  pada kunjungan berikutnya perlu
diinformasikan dg baik ttg hasil pemeriksaan tsb.
• Bayi yg dilahirkan dari ibu dg HBSAg Positif
HARUS diberikan HBIG dan HBO segera setelah
bayi lahir < 24 jam, pada saat bayi berumur 1
tahun perlu dilakukan pemeriksaan kembali status
HBSAg bayi tsb
• Bumil, nakes dan Risti pos (konfirmasi)  perlu
pemeriksaan lanjutan; perlu diidentifikasi RS yg
mampu melakukan Tatalaksana Hepatitis Virus
• negatif  dianjurkan untuk dilakukan imunisasi
PENANGANAN HASIL DDHB
• Pada Bumil
– Jika hasil Reaktif konfirmasi rujuk untuk
layanan lanjutan; bayi  HBIG
- Bayi yang dilahirkan dari ibu dengan
hepatitis B non reaktif ( negatif) maka
diberikan vitamin k dan HB 0 kurang
dari 24 jam setelah kelahiran diikuti
Vaksinasi hepatitis B berikutnya sesuai
jadwal program imunisasi Nasional
TERIMAKA
SIH