PROSES KEPERAWATAN

KELUARGA

ISTIKOMAH, S.Kep.Ns.M.Kes

Pengertian
 Keperawatan keluarga
Suatu rangkaian kegiatan yang diberikan melalui praktek
keperawatan kepada keluarga, untuk membantu
menyelesaikan masalah keluarga dengan menggunakan
proses keperawatan.

Suatu rangkaian kegiatan yang dinamis, yang
memerlukan dasar pengetahuan dan ketrampilan untuk
pemecahan masalah yang sistematis yang digunakan
ketika bekerja pada keluarga

Prinsip Hubungan Perawat - Keluarga

 Fokus intervensi: keluarga dengan
kebutuhan kesehatan dalam tiga level
pencegahan
 Keluarga memiliki otonomi untuk
mengambil keputusan terhadap
kesehatannya.
 Perawat adalah tamu di rumah keluarga

Tahap Hubungan Perawat .Klien Fase Preinisiasi/persiapan  Mencari data keluarga yang akan dikunjungi dari Puskesmas/kader.  Pembuatan catatan Fase Inisiasi/perkenalan  Mengenal dan mengetahui keluarga & bagaimana keluarga berespon terhadap masalah kesehatan .

 Berikan pendidikan kesehatan dan informasi tertulis.Klien Fase implementasi  Pengkajian & perencanaan dg keluarga  Eksplorasi nilai & persepsi keluarga terhadap kebutuhan kesehatan  Lakukan intervensi sesuai perencanaan. .Tahap Hubungan Perawat .

Klien Fase Terminasi  Membuat kesimpulan hasil kunjungan berdasarkan pencapaian tujuan  Menyusun rencana tindak lanjut terhadap masalah kesehatan Fase pasca kunjungan  Membuat dokumentasi lengkap tentang hasil kunjungan .Tahap Hubungan Perawat .

Perencanaan Implementasi rencana & pengerahan sumber Evaluasi .Tahap Proses Keperawatan Identifikasi masalah Pengkajian Pengkajian keluarga & individu keluarga anggota Diagnosa Kep.

Pengkajian  Tindakan yang digunakan perawat untuk mengukur keadaan keluarga dengan menggunakan norma kesehatan keluarga/ sosial serta kesanggupan keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan keluarga.  Tujuan  Mengetahui keadaan sehat-sakit anggota keluarga  Mengetahui kualitas fungsi keluarga: kelemahan. kekuatan dalam melaksanakan tugas keluarga .

.

Pengkajian  Syarat pengkajian:  Keyakinan tentang falsafah keperawatan  Pengetahuan tentang asuhan keperawatan  Ketrampilan teknik keperawatan  Ketrampilan hubungan antar manusia  Kegiatan: Pengumpulan data:  Wawancara  Observasi rumah dan fasilitasnya  Pemeriksaan fisik setiap anggota keluarga  Studi dokumentasi .

.

mental. sosial dan spiritual . emosi.Pengkajian  Hal-hal yang perlu dikaji:  Data demografi dan sosio kultural  Perkembangan keluarga  Struktur keluarga  Fungsi keluarga  Data lingkungan  Stress dan strategi koping keluarga  Pengkajian individu: fisik.

dgn Umur Pendi KET KK dikan . Data Demografi  Nama kepala keluarga (KK)  Alamat dan telefon  Pekerjaan  Pendidikan  Komposisi keluarga No Nama JK Hub. FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA A.

Genogram (dibuat minimal 3 generasi) .

 Tipe keluarga  Suku bangsa  Agama B. Tahap Perkembangan Keluarga  Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini Tahap perkembangan keluarga ditentukan oleh anak tertua dari keluarga inti  Tugas Perkembangan keluarga Bagaimana keluarga melaksanakan tugas perkembanganya & kendala yang terjadi .

peletakan perabotan. jumlah ruangan dan jendela. pemanfaatan ruangan. . jenis jamban. aturan dan budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan. tipe rumah. lingkungan fisik. jarak septic tank dengan sumber air. sumber air. & denah rumah  Karakteristik tetangga & komunitas Kebiasaan.C. Pengkajian Lingkungan  Karakteristik rumah Luas.

.

.

. psikologis. Mobilitas geografis keluarga Berapa lama keluarga tinggal di daerah ini dan kebiasaan berpindah rumah  Interaksi keluarga dg masyarakat Penggunaan waktu untuk berkumpul dan berinteraksi dengan masyarakat  Sistem pendukung keluarga Fasilitas penunjang kesehatan (fisik. social) .

.

D. Struktur Keluarga  Pola komunikasi keluarga Cara berkomunikasi antar anggota keluarga  Struktur kekuatan keluarga Kemampuan mengendalikan & mempengaruhi anggota keluarga lain  Struktur peran Pelaksanaan peran formal & informal anggota keluarga  Nilai atau norma keluarga Nilai dan norma keluarga berhubungan dengan kesehatan .

E.  Fungsi reproduksi Pengaturan jumlah anak dan metode untuk mengendalikan jumlah keluarga. disiplin.  Fungsi sosialisasi Interaksi keluarga. norma. dukungan. budaya dan perilaku. dan sikap saling menghargai. Fungsi Keluarga  Fungsi afektif Pemeliharaan rasa memiliki dan dimiliki.  Fungsi ekonomi Pendapatan keluarga. kebutuhan yang dikeluarkan serta tabungan yang dimiliki .

gejala dan faktor penyebab dari penyakit yg diidentifikasi Sumber informasi keluarga. Kemampuan mengenal masalah kesh. 2. Kemampuan mengambil tindakan tepat Masalah kesehatan dirasakan keluarga/tidak Pengetahuan tentang sifat dan luasnya masalah kesehatan Persepsi keluarga terhadap masalah yang dihadapi Tindakan yang telah dilakukan keluarga terhadap masalah . Mengenal tanda.Fungsi perawatan kesehatan 1.

olah raga dan rekreasi. kecukupan tidur dan gangguan tidur seluruh anggota keluarga.  Pola tidur dan istirahat  Waktu tidur. Fungsi perawatan kesehatan 3. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit  Pola pemberian nutrisi  Pengetahuan makanan yg bergizi & makanan bagi anggota yg sakit. .  Cara penyediaan makanan yg sakit.  Jenis makanan dan jadual makan keluarga setiap hari.  Pola aktivitas/ latihan dan rekreasi  Pengetahuan & kebiasaan aktivitas.

Fungsi perawatan kesehatan  Pola/Kebiasaan penggunaan obat  Penggunaan alkohol. tembakau dan kopi.  Penyimpanan obat dlm waktu yg lama.  PMO bagi anggota yg sakit kronis. obat tanpa resep atau dg resep.  Kemampuan merawat anggota yang sakit  Pengetahuan.penanganan kondisi darurat & cara perawatan dari penyakit yang diidentifikasi  Kemampuan perawatan luka atau perawatan yang lain .

Fungsi perawatan kesehatan

4. Kemampuan memelihara lingkungan yang menunjang
kesehatan & mencegah terjadinya sakit
 Pola kebersihan diri dan lingkungan.
 Kebiasaan menggunakan pestisida, cairan pembersih
dan zat kimia lain.
 Upaya mencegah penyakit dan memperbaiki status
kesehatan
 Status imunisasi terutama bayi, balita dan bumil

5. Kemampuan memanfaatkan fasilitas
kesehatan

 Pengetahuan keluarga tentang tempat pelayanan
kesehatan darurat.
 Jenis pelayanan kesehatan yang dimanfatkan.
 Pengalaman masa lalu tentang pelayanan kesehatan
 Harapan keluarga terhadap pelayanan kesehatan.
 Pola pembayaran kesehatan keluarga

F. Riwayat Kesehatan keluarga

 Riwayat kesehatan keluarga
Riwayat kesehatan & penyakit yang pernah/sedang
diderita anggota keluarga yang tinggal serumah
 Riwayat keluarga sebelumnya
Riwayat kesh. keluarga suami & istri
 Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik semua anggota keluarga yang tinggal
serumah

fisik dan psikis). . Stress dan Koping Keluarga  Stres jangka panjang ( > 6 bulan ) dan jangka pendek ( < 6 bulan ) yang terjadi pada keluarga  Strategi koping yang digunakan baik fungsional maupun disfungsional (penanggungjawab. keuangan.G.

keluarga/ masyarakat yang diperoleh melalui proses pengumpulan data dan analisis yang cermat dan sistematis. 1984)  Keputusan klinis mengenai seseorang. 1990) . memberikan dasar pembuatan ketentuan untuk terapi yang pasti dimana perawat bertanggung jawab (Shoemaker.Diagnosa Keperawatan  Keputusan klinis tentang seseorang. keluarga/masyarakat sebagai akibat dari masalah kesehatan/ proses kehidupan yang aktual / potensial (NANDA.

Diagnosa keperawatan  Merupakan:  Identifikasi Masalah  Petunjuk penyelesaian masalah  Pedoman intervensi  Mengevaluasi hasil .

Diagnosa keperawatan  Penulisan  Bailon-Maglaya: 5 tugas keluarga: Freeman  NANDA: Keluarga sebagai sistem & individu  NANDA (Problem) + Tugas keluarga (etiologi)  NANDA sesuai dengan redaksi NANDA. .

 Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit…  Ketidakmampuan keluarga menciptakan lingkungan rumah yang menunjuang kesehatan….  Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan….  Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan pelayanan kesehatan masyarakat … .Diagnosa Keperawatan Bailon Maglaya  Ketidakmampuan keluarga mengenal ….

Diagnosa Keperawatan NANDA Pengkajian Diagnosa Keperawatan Lingkungan Gangguan pemeliharaan rumah Komunikasi Kerusakan komunikasi verbal Komunikasi keluarga dysfungsional Struktur Kekuatan Konflik pengambilan keputusan Struktur Peran Konflik peran orangtua Perubahan penampilan peran Kegagalan peran Nilai Keluarga Konflik nilai .

Diagnosa Keperawatan NANDA Pengkajian Diagnosa Keperawatan Afektif Gangguan proses keluarga Gangguan/ resiko menjadi orang tua Berkabung dysfungsional Sosialisasi. peran Perubahan proses keluarga Perubahan menjadi orang tua Isolasi sosial Perawatan Perubahan pemeliharaan kesehatan Kesehatan Perilaku mencari kesehatan Strategi koping Koping keluarga tak efektif Resiko kekerasan .

fasilitas.ETIOLOGI  Ketidaktahuan (kurang pengetahuan. sumber daya: financial. kesalahan persepsi)  Ketidakmauan (Sikap & motivasi)  Ketidakmampuan (Kurangnya ketrampilan. pemahaman. lingkungan fisik & psikologis) .

Ketidakefektifan kontrol impuls persepsi/ kognisi Kognisi Kelas 5: 00157 .Kesiapan meningkatkan ASI Hubungan Peran Peran 00061 .2014 Sasaran Domain Kelas Kode Rumusan Diagnosis Keluarga Domain 1: Kelas 2: 00080 -Ketidakefektifan managemen regimen promosi Manajemen terapeutik keluarga Kesehatan Kesehatan 00099 -Ketidakefektifan pemeliharaan 00188 kesehatan -Perilaku kesehatan cenderung beresiko Domain 4: Kelas 5: 00098 . Daftar diagnosis keperawatan keluarga berdasarkan identifikasi IPKKI dari NANDA 2012 .Ketidakmampuan menjadi orang tua 00164 .Kesiapan meningkatkan menjadi orang tua 00057 .kesiapan meningkatkan komunikasi Komunikasi Domain7: Kelas 1: 00106 .Risiko ketidakmampuan menjadi orang tua .Ketegangan peran pemberi asuhan Caregiver 00062 .Hambatan Pemeliharaan rumah Aktifitas/istirahat Perawatan Diri Domain 5: Kelas 4: 00222 .Risiko ketegangan menjadi orang tua 00056 .

Risiko hambatan religiositas aksi kongruen 00184 .Konflik peran orang tua 00055 .Disfungsi proses keluarga keluarga 00060 .Kesiapan meningkatkan penyesuaian Domain 10: Kelas 3: 00083 .Kesiapan meningkatkan pengambilan keputusan Domain 11 Kelas 4: Hazard 00181 .Penurunan koping keluarga Koping/Toleran koping 00073 .Ketidakmampuan koping keluarga si stres 00075 .Risiko kontaminasi proteksi .Ketidakefektifan performa peran 00052 .Hambatan interaksi sosial Domain 9: Kelas 2: Respon 00074 .Sasaran Domain Kelas Kode Rumusan Diagnosis Keluarga Kelas 2: 00058 .Kesiapan meningkatakan proses keluarga Kelas 3: Performa 00223 .Kontaminasi Keamanan/ lingkungan 001810 .Risiko ketidakefektifan perencanaan 00212 aktifitas .Ketidakefektifan hubungan peran 00207 .Konflik pengambilan keputusan Prinsip hidup Nilai/keyakinan/ 00170 .Risiko gangguan perlekatan Hubungan 00063 .Kesiapan meningkatkan hubungan 00229 .Kesiapan meningkatkan koping 00226 keluarga .Gangguan proses keluarga 00159 .Risiko ketidakefektifan hubungan 00064 .

Kemampuan untuk mempertahankan Kesehatan kesehatan 10000918 .Risiko bahaya lingkungan .Gangguan mempertahankan kesehatan 10032386 .Risiko stres pada pemberi asuhan 10032270 .Kurangnya dukungan keluarga .Gangguan proses keluarga .Gangguan komunikasi psikologikal 10038411 .Gangguan status psikologis Perawatan 10029841 .Risiko gangguan kemampuan untuk melakukan perawatan Emosional/isu 10023370 .Stres pada pemberi asuhan 10027787 .Gangguan kemampuan untuk melakukan perawatan 10027787 .Risiko pertumbuhan tidak proposional Pertumbuhan/ Pertumbuhan perkembangan Kelas 2: 00112 .Masalah dukungan sosial .Risiko keterlambatan perkembangan perkembangan ICNP Carers Carers 10027773 .Risiko gangguan koping keluarga Promosi Health promotion 10023452 .Sasaran Domain Kelas Kode Rumusan Diagnosis Keluarga Domain 13: Kelas 1: 00113 .Risiko stres pada pemberi asuhan 10029621 .Masalah ketenagakerjaan keluarga .Masalah hubungan .

Pendapatan yang tidak memadai 10022753 .Sasaran Domain Kelas Kode Rumusan Diagnosis Keluarga Manajemen 10021994 .Risiko terinfeksi 10033436 .Kurangnya pengetahuan tentang perawatan penyakit jangka panjang Medikasi 10021994 .Masalah finansial 10029887 .Keselamatan lingkungan yang efektif 10029856 .Risiko terjadi penyalahgunaan 10032301 .Kurangnya dukungan sosial .Masalah perumahan 10022563 .Risiko untuk jatuh 10015133 .Risiko terjadinya pelecehan lansia 10033489 .Gangguan kerumahtanggaan Manajemen 10029792 .Kurangnya pengetahuan tentang penyakit Perawatan diri 10000925 .Risiko terjadinya pelecehan anak 10033470 .Tinggal di rumah 10029904 .Kekerasan rumah tangga risiko 10030233 .Risiko terjadinya pengabaian Keadaan sosial 10029860 .Risiko terjadinya pengabaian lansia 10015122 .

keluarga..  Promosi kesehatan termasuk sejahtera/wellness: penilaian klinis dari motivasi seseorang... Label Diagnosa Keperawatan  Aktual : menggambarkan respon manusia terhadap kondisi kesehatan/proses kehidupan yang benar nyata pada individu. dan komunitas. misalnya melalui nutrisi dan olah raga.  Risiko: menggambarkan respon manusia terhadap kondisi kesehatan/ proses kehidupan yang mungkin berkembangan dalam kerentanan individu. keluarga dan komunitas. Label diagnosis risiko diawali dengan frase “Risiko . Label diagnosis promosi kesehatan diawali dengan frase “ Kesiapan meningkatkan.”.. Hal ini didukung oleh batasan karakteristik (manifestasi tanda dan gejala) yang saling mengelompok dan saling berhubungan.. keluraga atau komuynitas dan keninginan meningkatkan kesejahteraan mewujudkan potensi kesehatan manusia dan menguatkan perilaku sehat secara khusus. . Ha ini didukung oleh faktor – faktor risiko yang berkontribusi pada peningkatan kerentanan.”..

Contoh : Disfungsi proses keluarga Kesiapan meningkatkan perawatan diri Risiko ketidakmampuan menjadi orang tua . tanpa menuliskan etiologi atau diagnosis tunggal (single diagnosis).Formulasi diagnosis keperawatan keluarga  Formulasi diagnosis keperawatan keluarga menggunakan ketentuan diagnosis keperawatan NANDA (2015 – 2017).

PERENCANAAN…1) Pengertian Pengembangan desain untuk mencegah/ mengurangi masalah yang telah diidentifikasi Kumpulan tindakan yang ditentukan oleh perawat untuk menyelesaikan masalah kesehatan dan masalah perawatan yang telah diidentifikasi. .

Perencanaan…2)  Proses  Penentuan diagnosa keperawatan dan prioritas  Penentuan tujuan japan/japen atau umum dan khusus  Penentuan rencana tindakan  Penentuan rencana evaluasi : kriteria dan standar .

Prioritas diagnosa Keperawatan…1) No Kriteria Skore Bobot 1 Sifat masalah 1  Tidak / kurang sehat 3  Ancaman kesehatan 2  Keadaan sejahtera 1 2 Kemungkinan masalah dapat 2 diubah 2 Mudah 1 Sebagian 0 Tidak dapat .

hrs segera 2 ditangani  Ada msl.Prioritas diagnosa Keperawatan…2) No Kriteria Skore Bobot 3 Potensi masalah u/ dicegah 1  Tinggi 3  Cukup 2  Rendah 1 4 Menonjolnya masalah 1  Msl berat. tidak perlu ditangani 1  Masalah tidak dirasakan 0 .

Prioritas diagnosa Keperawatan…3) Penentuan Skoring  Tentukan skore untuk setiap kriteria  Tentukan nilai masing-masing kriterian dengan cara: Skore X bobot Angka tertinggi  Jumlahkan nilai untuk semua kriteria  Skore tertinggi 5 ….. Prioritas I .

keuangan dan tenaga  Sumber daya perawat: pengeth. teknologi dan tindakan penyelesaian masalah  Sumber daya keluarga: fisik. bobot tinggi: Aktual  Kemungkinan masalah dapat diubah:  Pengetahuan. .Faktor penentuan prioritas…1)  Sifat masalah. organisasi dan sokongan masyarakat . waktu  Sumber daya masyarakat : fasilitas. ketrampilan.

Faktor penentuan prioritas…2)  Potensi masalah dapat dicegah:  Kerumitan masalah b.  Tindakan yang sedang dilakukan.d jangka waktu masalah.  Menonjolnya masalah  Bagaimana keluarga melihat masalah .d penyakit  Lamanya masalah b.  Kelompok “ high risk ” potensi meningkat.

> ex. melakukan pencegahan penyakit.  Merubah gaya hidup. Dalam 6 bulan .Tujuan…1)  Pernyataan terinci tentang hasil perawatan  Penentuan kriteria yang dapat dicapai untuk menilai keberhasilan perawatan  Syarat tujuan : SMART  Tujuan umum/ jangka panjang:  Tujuan yang membutuhkan waktu lebih lama dan umum. pearwatan madiri …….

Tujuan…2)  Tujuan jangka pendek:  Tujuan khusus meliputi perubahan dalam waktu dekat dan lebih khusus  Contoh:  Resiko kurang nutrisi pada balita b.  Tujuan umum: Setelah dilakukan tindakan dalam 6 bulan status nutrisi balita sesuai usia. .  Tujuan khusus: keluarga dapat menyebutkan tentang nutrisi balita setelah diberikan 2 kali penyuluhan.d kurang pengetahuan keluarga tentang nutrisi balita.

Menyebutkan pengertian nutrisi. Menyebutkan tanda kurang nutrisi 4. Menyebutkan dampak kurang nutrisi 5. komposisi dan cara menyiapkan makanan untuk balita . Menyebutkan status nutrisi balita sesuai usia 3. jumlah. 2. Menyebutkan jenis.Kriteria hasil : 1.

Rencana Tindakan…1) Syarat: Berdasar penentuan masalah Harus realistis Sesuai dengan tujuan Dibuat bersama keluarga Tertulis .

Contoh: masalah kesehatan keluarga : Stroke Data Diagnosis keperawatan NOC NIC Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi -Dukungan 00074 Kurang efektifnya Setelah Setelah dilakukan keluarga yang koping keluarga dilakukanintervensi intervensi diberikan tidak keperawatan keperawatan. menunjukkan keluarga mampu keluarga mampu hasil yang mengenal masalah: mengenal masalah: memuaskan -Klien mengeluh 1862 Pengeloaan stres 5606 Teaching individual tentang 1863 Pengelolaan stroke 5604 Teaching group dukungan yang 1864 Pencegahan stroke diberikan 1813 Regimen keluarga pengobatan -Komunikasi klien dan Keluarga mampu Keluarga mampu keluarga terbatas memutuskan untuk memutuskan: .Dukungan yang meningkatkan atau diberikan memperbaiki 5250 Dukungan keluarga tidak kesehatan: membuat sesuai dengan 5310 keputusan kemampuan 1606 Berpartisipasi dalam Membangun keluarga memutuskan harapan perawatan kesehatan .

Kelelahan Keluarga mampu Keluarga mampu keluarga akibat memodifikasi memodifikasi lamanya klien lingkungan: lingkungan sakit -Perubahan 0902 Komunikasi 4920 Mendengar aktif peran keluarga 0906 Pengambilan 5020 Mediasi konflik .Dukungan yang Keluarga mampu Keluarga mampu diberikan merawat: merawat: keluarga tidak sesuai dengan 2600 Koping keluarga 5230 Peningkatan koping kebutuhan 2602 Fungsi keluarga 5240 Konseling otonomi klien 2606 Status kesehatan 6160 Krisis Intervensi .Keluarga keluarga mengatakan 2601 Suasana lingkungan terbebani oleh keluarga kebutuhan klien .Krisis keputusan situasional dalam 0907 Proses informasi keluarga . Contoh: masalah kesehatan keluarga : Stroke Data Diagnosis keperawatan NOC NIC Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi .Kurangnya pemahaman keluarga tentang kebutuhan kesehatan .

Contoh: masalah kesehatan keluarga : Stroke Data Diagnosis keperawatan NOC NIC Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi .Keluarga Keluarga mampu Keluarga mampu mendapat memanfaatkan memanfaatkan informasi yang fasilitas pelayanan fasilitas pelayanan salah kesehatan kesehatan: .Keluarga belum memanfaatkan 1806 Pengetahuan Konsultasi fasilitas tentang sumber – Rujukan kesehatan yang sumber kesehatan ada 1603 Perilaku mencari pelayanan kesehatan 2605 Partisipasi keluarga dalam perawatan keluarga .

.  Memberikan konseling untuk membuat keputusan tentang perawatan kesehatannya.  Berkoordinasi dengan profesi kesehatan lain.Rencana Tindakan…3)  Melakukan tindakan spesifik untuk mengurangi/ menyelesaikan masalah kesehatan.

Tipologi intervensi (Freedman)  Suplemental (Pelayanan langsung)  Fasiliatif  Perkembangan (sesuai sistem pendukung keluarga)  Kognitif  Afektif  Perilaku Tipologi intervensi (Wright &Leahey) .

L Klg (W & L)  Perubahan tergantung pada konteks. persepsi klien terhdp masalah. tujuan-2 yg realistis  Pemahaman itu sendiri tidak menyebabkan perubahan  Perubahan tidak perlu merata pada semua anggota klg  Perubahan banyak penyebabnya .Konsep Perubahan P.

Klg disfungsional  Klg fungsional tindakan bersifat promotif & preventif  Klg disfungsional tindakan bersifat supportif . Intervensi kep.Klg fungsional . khusus  Mempertimbangkan tingkat fungsi klg: .

. keputusaan & kegagalan .Perawat---.Tanya kenapa hrs diperhatikan .cari alternatif pemecahan masalah.Klg tidak melihat untung rugi tindakan .Akibat ketakutan tidak terpecahkan .Masalah terlalu berat & tak tahu bgm . intervensi  Klg bersikap apatis & ada perbedaan nilai .Tidak menunjukkan tindakan . nilai beda  Apatis.Latar belakang klg beda.Dpt diatasi dg mengatasi masalah satu persatu  Ketidaktegasan .Rintangan pelaks.

respon verbal  Standar: Tingkat pelaksanaan yang diinginkan  Cara merawat luka. Rencana Evaluasi  Terdiri dari:  Penentuan kriteria  Penentuan standar  Kriteria: Cara mengetahui pencapaian tujuan. TBC adalah……….  Observasi. .

 Mendorong sikap dan emosi yang sehat thd masalah .Pelaksanaan…1)  Adalah realita rencana tindakan yang telah disusun  Tipe tindakan keperawatan keluarga:  Stimulasi kesadaran keluarga tentang masalah kesehatan dengan cara :  Berikan informasi tentang kesehatan  Identifikasi kebutuhan dan harapan tentang kesh.

Pelaksanaan…2)  Stimulasi keluarga utk memutuskan cara perawatan yg tepat  Identifikasi konsekuensi jika tidak melakukan tindakan  Identifikasi sumber yang dimiliki keluarga  Diskusikan tentang konsekuensi tiap tindakan .

Pelaksanaan…3)  Menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara perawatan yg tepat:  Identifikasi konsekuensi jika tidak melakukan tindakan  Identifikasi sumber yang dimiliki keluarga  Diskusikan tentang konsekuensi tiap tindakan .

Pelaksanaan…4)  Memberi percaya diri dalam merawat keluarga yg sakit:  Mendemonstrasikan cara perawatan  Menggunakan alat dan fasilitas yang ada  Mengawasi keluarga melakukan perawatan .

Pelaksanaan…5)  Membantu keluarga untuk menciptakan lingkungan yang sehat:  Menemukan sumber yang dapat digunakan keluarga  Merubah lingkungan menjadi sehat  Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada:  Mengenalkan fasilitas kesehatan di lingkungan keluarga  Membantu keluarga menggunakan fasilitas kesehatan .

.  Tidak dapat mengaitkan informasi dg kondisinya  Tak mau menghadapi situasi  Tidak mau melawan tekanan keluarga dan sosial.Penyebab gagalnya pelaksanaan  Informasi yang diterima keluarga salah/ tidak lengkap.

 Perawat kurang ahli dalam memecahkan masalah .Penyebab gagalnya pelaksanaan  Mempertahankan suatu pola tingkah laku  Kurang percaya terhadap tindakan yang diusulkan  Perawat kurang luwes  Perawat kurang perhatian terhadap faktor sosial budaya.

.EVALUASI  Proses yang dipergunakan untuk menentukan apakah tujuan telah tercapai dan belum  Alasan evaluasi :  Menghentikan tindakan yang kurang efektif.  Menambah tindakan lain yang efektif.

EVALUASI  Macam evaluasi  Formatif/ jangka pendek  Sumatif/ jangka panjang  Komponen evaluasi:  Pengetahuan  Sikap  Fisik  Perilaku .

Evaluasi  Metode evaluasi :  Observasi langsung  Wawancara  Memeriksa laporan  Latihan/ simulasi .

Thank You .