MAKALAH DASAR – DASAR K3

TENTANG CONTOH
KECELAKAAN DI BIDANG
FOOD MANUFACTURING

Andani Adi Pratama (0516040062)

Nur Hafida Siskasari (0516040066)

Nabila Salsabila (0516040073)

PEKERJA PABRIK GULA MERAH TEWAS TERGILAS MESIN .

Tim Identifikasi Polres Kediri dan Polsek Ngadiluwih langsung melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengetahui secara pasti tergilasnya tubuh korban. Seketika warga desa rembang kecamatan ngadiluwih kabupaten kediri digemparkan dengan tewasnya kusmani 60 tahun warga setempat.KEDIRI pojokpitu. teman korban baru mengetahui saat ada teriakan korban hingga berusaha mematikan mesin penggiling. Seorang pekerja pabrik gula merah di kediri jawatimur tewas tergilas mesin produksi. . Menurut sejumlah saksi mata korban Kusmani sebelumnya bekerja dengan empat rekannya di tempat penggilingan. Tubuh korban menyangkut dimesin produksi saat berusaha mengambil sebatang rokok yang jatuh dekat mesin. akibat tergilas mesin produksi gula merah. Tubuh Kusmani remuk disejumlah bagian akibat lamanya tergilas dimesin produksi gulah merah di tempat Komari alias Bandot. Para saksi menduga tubuh korban tergilas saat korban berusaha memungut rokok yang tak jauh dari mesin penggilingan. Namun saat peristiwa berlangsung sejumlah temannya tidak mengetahui secara pasti kejadian tersebut.com.

Guna proses otopsi dan penyidikan lebih lanjut.Kepala Polisi Sektor Ngadiluwih Ajun Komisaris Polisi Ridwan Sahara mengungkapkan. . mengingat mesin penggilan tanpa dilengkapi pengaman. Sedangkan sejumlah saksi dan pemilik gilingan masih dilakukan pemeriksaan untuk proses hukum lebih lanjut Sementara itu. Usai tubuhnya dibawa warga kedalam bangunan diareal pabrik gula merah tersebut. Diduga tewasnya korban akibat tergilas mesin pemeras tebu yang saat itu dioperasionalkan. peristiwa itu terjadi Rabu sekitar pukul 10 siang dan langsung melakukan identifikasi. jenasah korban dikirim ke Kamar Jenasah Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri. pemilik pabrik akan diperiksa perihal indikasi unsur kelalaian.

Kurangnya pengendalian Tidak terpenuhinya standar K3. Terbukti dengan Ahli K3 tidak mengawasi dengan benar keadaan mesin yang tidak dilengkapai dengan pengaman. IDENTIFIASI EFEK DOMINO 1. . tidak adanya ahli K3 di dalam proses produksi tersebut.

2. Faktor Pekerjaan : Kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) dan pengaman yang tidak ada. Kurangnya pengetahuan terbukti dengan adanya laporan warga bahwa tubuh korban menyangkut dimesin produksi saat korban berusaha mengambil sebatang rokok yang jatuh dekat mesin. . Adanya penyebab Dasar Faktor manusia : Kurangnya pengetahuan. Kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) dan pengaman yang tidak ada terbukti dengan adanya korban yang tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat proses produksi dan laporan warga pada mesin penggilan tidak dilengkapi dengan pengaman.

dan keamanan pada perusahaan tersebut. Melihat mesin penggilingan yang digunakan ini merupakan mesin otomatis yang jika ditekan saja tombol power. ini menjadikan faktor resiko bahaya yang amat besar dapat terjadi pada pekerja apabila tidak dilakukan sebuah sistem pengawasan terhadap pelaksanaannya. Ditambah lagi mengingat lemahnya pengawasan dan penerapan SMK3 ini menyebabkan faktor potensial bahaya semakin besar. Untuk itu. Sistem manajemen yang baik seharusnya lebih ketat pengawasannya terhadap alat ini menyadari alat ini memiliki risiko yang besar untuk menghasilkan loss atau kerugian . keselamatan. maka mesin akan otomatis beroperasional.3. Selain dari faktor kurangnya pengawasan manajemen dalam bidang kesehatan. tindakan tidak aman dan berbahaya adalah dikarenakan pekerja berusaha mengambil sebatang rokok yang jatuh dekat mesin pemeras tebu yang saat itu dioperasionalkan. Adanya penyebab tak langsung Adanya Kondisi Tidak Aman : Berdasarkan kasus tersebut.

diantaranya adalah kerugian dari pekerja itu sendiri yang menjadi korban kelalaian dalam melakukan pekerjaan yang berujung hilangnya nyawa. pekerja merupakan aset berharga yang harus dijaga kesehatan dan keselamatannya. Sedangkan bagi setiap perusahaan. Insiden atau kontak Kecelakaan yang terjadi tentu tidak terlepas dari kelalaian si pekerja dan mesin yang tidak dilengkapi dengan pengaman. 5. . perusahaan juga akan mengalami penurunan produktifitas hasil produksi yang akan berdampak pada benefit perusahaan yang tentunya akan merugikan perusahaan itu sendiri. selain kehilangan karyawan yang dapat diandalkan. Kerugian Dari kecelakaan yang terjadi.4. namun dari kejadian tersebut perusahaan juga mengalami banyak kerugian. banyak kerugian yang ditimbulkan.

Penyakit akibat kerja bidang Telinga. dan Tenggorok. Penyakit paru-paru. Penyakit otot dan Kerangka. PAK PADA BIDANG FOOD MANUFACTURING Dalam bidang produksi makanan dapat ditemukan banyak penyakit akibat kerja contohnya : Penyakit kulit. . Hidung.

Hal ini dapat dilakukan dengan dilakukannya pemeriksaan bagi para pekerja yang ingin melamar kerja. sesuai dengan risiko-risiko yang ada pada pekerjaan tersebut. umur. . agar proses produksi makanan tidak terganggu dengan kesehatan para pekerja. terlampir dalam kewajiban umum bahwa pekerja wajib memberikan pekerjaan sesuai dengan keahlian. pemeriksaan kesehatan sangat diperlukan. Tenaga kerja harus diperiksa kesehatannya sebelum atau setelah beberapa saat setelah memasuki masa kerja pertama kali ( pemeriksaan sebelum masuk kerja ditekankan pada kesehatan fisik dan kesehatan individu). jenis kelamin. PEMERIKSAAN KESEHATAN PADA BIDANG FOOD MANUFACTURING Dalam dunia produksi makanan. Dalam bidang produksi. dan kondisi fisik / kesehatannya. Tenaga keja juga harus diperiksa secara berkala.

dll. karbohidrat. makanan pemelihara jarngan tubuh ( protein. Kegiatan pelaksaan gizi di perusahaan dapat dilakukan dengan cara :  Penyelenggaraan kantin dan uang makan serta sanitasi. ex : vitamin. Makanan yang diberikan oleh para pekerja pun harus sesuai dengan kebtuhan gizinya.  Penyediaan preparat gizi. • Pemberian makan di tempat kerja. dan makanan mengatur proses tubuh ( seperti protein. mineral dan air ). mineral. . Contoh nya pegawai produksi makanan. GIZI KERJA PADA BIDANG FOOD MANUFACTURING Mengingat bidang produksi makanan sebagian besar memiliki pekejaan dengan bidang yang berat. mineral. ar dan vitamin). oralit. emak dan protein). penyelenggaraan makanan secara menyeluruh. • Penyuluhan gizi kerja. Antara makanan pemberi energy (seperti. 25% digunakan untuk duduk atau berdiri 75% digunakan untuk berdiri atau bergerak.

VIDEO .

youtube. REFERENSI • http:// beritajatim.com/berita_kediri/283098/pekerja_pabrik_gul a_merah_tewas_tergilas_mesin_giling_tebu.html • https://www.com/watch?v=3rchFdB46Do .