You are on page 1of 24

PSIKOFARMAKA

Antipsikotik
Antipsikotik
Antipsikosis Tipikal
-Golongan Fenotiazin (low
potency)

Antipsikosis Tipikal
Golongan Lain (high Antipsikosis Atipikal
potency)
Absorbsi
Puncak konsentrasi plasma:
PO: 1-4 jam
IM: 30-60 menit
Antasid, kopi, rokok, & makanan
absorbsi
Cara Kerja Antipsikosis Tipikal

bekerja pada reseptor dopamine D2


antagonist dopamine D2
mempengaruhi sistem limbik dan
ekstrapiramidal
Antipsikosis Tipikal Golongan
Fenotiazin

Rantai aliphatic : Chlorpromazin


(CPZ), Triflupromazine
Rantai Piperazine : Flufenazin ,
Perfenazine, Trifluoperazine
Rantai piperidine: Thioridazine
Cara Kerja Antipsikosis
Atipikal

bekerja pada reseptor dopamine D2


dan serotonin 5HT2
serotonin-dopamine antagonist (SDA)
mempengaruhi sistem limbik, namun
minimal pada ekstrapiramidal
Antipsikosis Atipikal

Sulpiride (dogmatil) Gol. Benzamide


Clozapine (Clozaril) & Zotepine (ludopin) Gol.
Dibenzodiazepin
Olanzapine (zyprexa) Gol.
Thienobenzodiazepine
Quetiapine (seroquel) Gol. Dibenzothiazepine
Risperidone (risperidal) Gol. Benzioxazole
Aripiprazole (abilify) Gol. Dihydrocarbostyril
Golongan Obat Sediaan Dosis Anjuran

Fenotiazin CPZ Tab 25mg, 100mg 150-600mg/ hari


Inj 25mg/mL
Thioridazin Tab 50mg,100mg 150-600mg/ hari

Trifluoperazin Tab 1mg, 5mg 10-15mg/ hari

Perfenazin Tab 2mg, 4mg, 8mg 12-24mg/ hari

Flufenazin Tab 2,5mg, 5mg 10-15mg/ hari

Butirofenon Haloperidol Tab 0,5mg, 1,5mg, 5-15 mg/ hari


5mg
Inj 5mg/mL
Droperidol Amp 2,5mg/mL 7,5-15mg/ haro

Difenil butil Pimozide Tab 1mg, 4mg 1-4mg/ hari


piperidin
Atypical Risperidon Tab 1mg, 2mg, 3mg 2-6mg/ hari
Indikasi
Psikiatri: Non Psikiatri:
Mengatasi gaduh Sebagai anastesi
gelisah (golongan
butirofenon
Skizofrenia UTAMA
droperidol +
Skizoafektif opioid fentanil)
Pasien depresi dengan Menghilangkan
gejala psikosis cegukan (CPZ)
Episode manik
gangguan bipolar
Mengontrol gangguan
perilaku pasien
Kontraindikasi
Penyakit hati, penyakit kardiovaskular,
gangguan kesadaran, ketergantungan
alkohol, penyakit SSP
Efek Samping
Sedasi& inhibisi psikomotor

Gangguan hematologik

Tardive dyskinesia

Gangguan otonom

Gangguan ekstrapiramidal

Gangguan endokrin

Gangguan metabolik

Sindrom Maligna Neuroleptik


Efek samping
mengantuk
Sedasi dan kewaspadaan
inhibisi psikomotor

psikomotor kognitif
Hipotensi
Efek samping antikolinergik/ parasimpatolitik

mulut kering
Gangguan
sulit miksi &
otonomik defekasi
hidung tersumbat
mata kabur
tek IO
aritmia
Efek samping distonia akut
Gangguan akathisia
sindrom Parkinson
ekstrapiramidal
tremor
bradikinesia
rigiditas
Efek samping
Gangguan Ginekomastia

endokrin
Amenorhea
Efek samping
Gangguan Jaundice
metabolik
Efek samping agranulosito
Gangguan sis
hematologik
Efek samping gerakan involunter
Tardive berulang pada lidah,
dyskinesia wajah, mulut/rahang,
dan anggota gerak
gejala menghilang ketika
tidur
tangani dengan
Reserpine 2,5 mg/h
Anti parkinson (L-Dopa)
paling aman d/
CLOZAPINE
Efek samping Rigiditas otot berat
Sindrom Sistem otonom yang tdk
Neuroleptik stabil (Hipertermia,
Maligna HR, TD, RR, &
diaforesis)
kesadaran
kreatin fofokinase
transminase liver,
leukositosis,
mioglobinuria
Gagal ginjal akut
Interaksi Obat

Dapat terjadi ketika


dikombinasikan dengan Berbagai
obat lain yang memiliki: interaksi
farmakokinetik
efek sedatif telah dilaporkan
adrenoreseptor-blocking namun tidak ada
yang
action
menyebabkan
efek antikolinergik gejala klinis yang
untuk thioridazine dan signifikan.
ziprasidone-quinidine
like action.
Pengaturan Dosis

Waktu paruh: 12 24 jam 1 2x/hari


Onset efek terapi/klinis 2 4 minggu

Dosis awal (Terapi inisial) Dosis efektif


Dosis optimal Dipertahankan selama
terapi (Terapi pengawasan) Terapi
pemeliharaan = Diturunkan secara bertahap
sampai diperoleh dosis minimal yang masih
dapat dipertahankan tanpa menimbulkan
kekambuhan.
TERIMA KASIH