You are on page 1of 22

KLAS MPKT A B.301 (HOME GROUP 6) ANGGOTA: ADI MAULANA DHANIA DWI A.

HENNY LASTYANI PRASTITI ARVIANTI RAHMA MAULIDA WIDY MARFI WILLIEM YONATAN

Pada tanggal 22 Des 08, Mahkamah Konstitusi mengeluarkan keputusan yang menetapkan calon anggota legislatif terpilih berdasarkan suara terbanyak. Semenjak saat itu beberapa dampak negatif tampil ke permukaan, antara lain kecendrungan saling hadang antarcaleg. Tindakan saling hadang tidak hanya terjadi antarcaleg yang berbeda partai politik, tetapi juga antar caleg yang berasal dari satu parpol. Fenomena ini mengkhawatikan karena mulai menunjukkan kecendrungan yang tidak sehat dan meninggalkan kaidah etika. Untuk mengatasi kompetisi yang tidak sehat antarcaleg, parpol menyiapkan kode etik yang membatasi upaya para caleg dalam berkampanye

KOMPETISI CALEG

y Pasal 56 (1) UU Nomor 32 tahun 2004

mengatakan bahwa ¶¶Kepala daerah dipilih dalam satu pasangan calon yang dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. y Pasal 59 UU Nomor 32 tahun 2004 ayat (1) pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah pasangan calon yang diusulkan secara berpasangan oleh partai politik atau gabungan partai politik

Menyebabkan berkembangnya kompetisi karena semua rakyat mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi calon legislatif

MONEY POLITIK TIDAK ADA ETIKA KAMPANYE TIDAK SPORTIF

YANG KALAH STRES

PERPECAHAN MASYARAKAT

MENTAL UANG MERUSAK KEINDAHAN

Banyak caleg yang bermental tidak siap menerima kekalahan, karena: ~ Harta benda habis terkuras ~ Hutang yang banyak

Terjadi perpecahan dalam masyarakat karena fanatiame dan politik uang

Banyak caleg demi mendapatkan suara rela untuk membayar orang agar memilihnya

Banyak para caleg yang merusak keindahan, seperti: ~ Seusai kampanye tidak mencabut stiker dan spanduk yang dipasang oleh tim sukses masingmasing ~ Melakukan kemacetan disaat kampanye ~ Meninggalkan sampah yang berserakan usai kampanye

TIDAK LOGIS TIDAK KRITIS TIDAK BERETIKA AJANG COBA-COBA TIDAK MENGERTI PANCASILA MOTIVASI KOTOR

Para caleg tidak mengikuti kaidah-kaidah / batasan-batasan cara yang digunakan untuk memperoleh jabatan

Tidak mengikuti aturan etika yang berlaku dalam masyarakat terutama etika berkampanye

Banyak caleg yang tidak mempunayai kemampuan dalam berpolitik tapi ingin mencoba peruntungan dalam mendapatkan jabatan

Caleg yang ada tidak tanggap dengan masalahmasalah yang dialami oleh masyarakat saat ini

Motivasi tidak bersih dikarenakan paradigma caleg tersebut bukan lagi mementingkan pembangunan nasional melainkan, mementingkan kepentingan pribadi

Para caleg pada umumnya tidak mengerti Pancasila sehingga, berperilaku menyimpang dari nilai-nilai Pancasila

AMANDEMEN UUD ETIKA PROFESI

Perlu ada aturan yang jelas dalam UUD yang jelas mengenai tata cara/aturan dalam kompetisi caleg dan sanksi bila melanggar

Setiap caleg seharusnya mengerti dan memahami etika profesi agar dalam menjalankan tugas dapat melakukan yang sesuai dengan aturan yang bberlaku