You are on page 1of 23

Osteomielitis

Pembimbing: dr. Guntur Peranginangin Sp.B
Nama: Iin Tifanni Situmorang
NPM: 211210057

Osteomielitis

Definisi
Suatu proses inflamasi akut ataupun kronis dari
tulang dan struktur-struktur disekitarnya akibat
infeksi dari kuman-kuman piogenik.

Anatomi .

.

pada tulang jari kaki dan tangan. . fibula. mandibula. humerus radius.Epidemiologi  Banyak di daerah negara berkembang  ♂>♀ = 4:1  Akut  anak-anak (hematogen)  Kontak  remaja dan dewasa (trauma)  Lokasi tersering: daerah Metafisis tulang panjang femur bagian distal (50%). tibia bagian proksimal (50%). vertebra  Pada tulang lain antara lain adalah tengkorak. pelvis. ulna.

Etiologi .

subakut. penyebaran secara kontinyu dan kronis  Cierny dan Mader .Membagi infeksi tulang berdasarkan durasi gejala: akut. Stadium 1 – medular. dan kronis  Sistem Waldyogel . . Klasifikasi  Sistem tradisional . Berdasarkan etiologi dan kronisitas: hematogen. . dan stadium 4 – medular dan kortikal difus. Berdasarkan penyebaran anatomis dari infeksi dan status fisiologis dari penderitanya. stadium 3 – medular dan kortikal yang terlokalisasi. stadium 2 – korteks superfisial.

Tulang tidak dapat meregang => Tekanan intraoseus Menghalangi aliran darah Iskemik => NEKROSIS Bila terapi tidak Menyebar Infeksi memadai => Terbentuk ke dalam medulla OSTEOLISIS terus fistel Medulla dan abses berlangsung SEKUESTER Kuman menyebar keluar Sistemik SEPSIS sendi .Fokus inflamasi Patogenesis kecil Jar.

telinga. Osteomielitis primer: infeksi lokal di daerah orofaring. gigi. akibat fraktur terbuka yang mengalami infeksi berkepanjangan. atau kulit secara hematogen 2.Jenis  Osteomyelitis hematogen akut : 1. Osteomielitis sekunder: infeksi kronik jaringan yang lebih superfisial seperti ulkus diabetikum. infeksi akibat pemasangan protesis sendi  Osteomyelitis kronis .

Manifestasi Klinis .

Status Lokalisata : Look : bengkak (+).Diagnosis  Anamnesis :  Nyeri? Berdenyut?  Susah digerakkan?  Riwayat trauma? Riwayat luka/penyakit sebelumnya? Riwayat operasi Sebelumnya?  Demam?  Pemeriksaan Fisik . merah (+) Feel : Nyeri tekan (+) Move : Pergerakan terbatas karena nyeri .

Diagnosis banding  Osteomielitis hematogen akut : 1. Selulitis biasa . Demam reumatik 2.

stafilokokus  Aspirasi dengan jarum khusus untuk membor dilakukan untuk memperoleh pus dari subkutan.Pemeriksaan penunjang  Pemeriksaan Laboratorium darah dijumpai  Leukositosis dengan predominasi sel-sel PMN  Peningkatan LED  Peningkatan CRP  peningkatan titer antibodi anti. atau fokus infeksi di metafisis => Kultur . subperiosteum.

Pencitraan  Radiologi Osteomielitis pada tulang metacarpal digiti 2 Gambaran tulang yang sudah lisis .

Diabetik osteomielitis Abses Brodie pada Tibia Proksimal .

Kelainan tulang baru tampak pada foto roentgen akan tampak 2-3 minggu. Gambaran radiolusen baru akan tampak setelah tulang kehilangan 40-50% massa tulang Osteomielitis kronik pada tulang femur . Pada awalnya tampak reaksi periosteum yang diikuti dengan gambaran radiolusen pada korteks dan medulla.

 CT Scan Peran utama teknik ini dalam osteomielitis adalah mendeteksi sequestra pada osteomielitis kronik. berupa nekrosis tulang yang pada foto polos bisa tertutupi osseous abnormal disekitarnya. Gambaran CT Scan Osteomielitis kronik pada tulang tibia .

 MRI  Dapat memperlihatkan luas dan lokasi osteomielitis sekaligus perubahan patologi sumsum tulang dan jaringan lunak. MRI memungkinkan deteksi dini osteomielitis dan menilai perluasan dari keterlibatan dan aktivitas penyakit pada kasus kronik. MRI showed advanced osteomyelitis of the distal femur Gambaran MRI pada osteomielitis with a central bone sequestrum and septic arthritis of kronik tibia distal dextra the knee joint . Sensitivitas 90-100%.

yang menggambarkan terjadinya tumor. atau infeksi  . fraktur. Skintigrafi tulang  Prosedur pemeriksaan yang menggunakan bahan radioaktif Teknisium99 dan dapat juga menggunakan leukosit yang diberi label Galium67 atau indium111 untuk memperlihatkan dan mengidentifikasi abnormalitas yang terjadi pada tulang – tulang didalam tubuh  • Daerah tulang yang menyerap sedikit perunut atau bahkan tidak menyerap sama sekali disebut “Cold Spot”. yang menggambarkan bahwa suplai darah ke tulang tersebut kurang (infarksi tulang) atau memperlihatkan adanya kanker  • Daerah yang menyerap perunut banyak atau terlihat terang disebut “Hot Spot”.

 Berikan obat simptomatik  Perhatikan kelurusan (alignment) tungkai yang sakit dengan mengenakan bidai atau traksi guna mengurangi nyeri. dilakukan pengeboran tulang yang sakit di beberapa tempat untuk mengurangi tekanan intraoseus. serta penyebaran kuman lebih lanjut  Bila setelah terapi intensif 24 jam tidak ada perbaikan.Penatalaksanaan  Osteomielitis akut  Harus diterapi secara agresif agar tidak menjadi osteomielitis kronik  Tirah baring  Diberikan antibiotik parenteral berspektrum luas dosis tinggi selama 4-6 minggu. mencegah kontraktur.  Cairan yang keluar dapat dibiak: antibiotik yang lebih tepat .

baik jaringan lunak maupun jaringan tulang(sekuestrum) sampai ke jaringan sehat sekitarnya. Osteomielitis kronik  Tindakan operatif: debridemen dan sekuesterektomi Operasi yang dilakukan bertujuan :  Mengeluarkan seluruh jaringan nekrotik. Adakalanya diperlukan penanaman rantai antibiotik di dalam bagian tulang yang infeksi  Sebagai dekompresi pada tulang dan memudahkan antibiotik mencapai sasaran dan mencegah penyebaran osteomielitis lebih lanjut  Diberi antibiotik yang sesuai hasil kultur . Selanjutnya dilakukan drainase dan irigasi secara kontinu selama beberapa hari.

Komplikasi .

Prognosis  Beragam tergantung dari berbagai macam faktor seperti : . imunitas host . . penatalaksanaan yang diberikan kepada pasien. virulensi bakteri .