You are on page 1of 17

DIREKTORAT

KEUANGAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
Ketentuan Perpajakan
Universitas Airlangga
NPWP

• 00.005.564.0-
606.000
• APBN
• BPPTN Badan • 73.773.758.5-619.000
• Dana Masyarakat
Hukum
Jenis dan Tarif Pajak : APBN/BPPTN-BH
No Jenis Uraian Tarif
Pajak
1 PPN • Pembelian Barang Kena Pajak 10%
(BKP)/Jasa Kena Pajak (JKP) di atas
Rp. 1 juta
• Kode seri Faktur Pajak 020.---.--.--------
(Nomor seri Faktur Pajak sesuai
dengan ketentuan DJP Per-24/PJ/2012)
• Surat Setoran Pajak / Bukti
Penerimaan Negara atas nama
Rekanan/Supplier
2 PPh Pasal Pembelian barang di atas Rp. 2juta
22 a. Jika memiliki NPWP a. 1,5%
b. Jika tidak memiliki NPWP b. 3%
(Permenkeu No. 154/PMK.03/2010)
3 PPh Pasal Atas penghasilan selain gaji:
21 a. PNS golongan 2 ke bawah (Tarif a. 0%
Final) b. 5%
b. PNS golongan 3/setara golongan
(Tarif Final) c. 15%
c. PNS golongan 4/ setara golongan 4
(Tarif Final) d. Dikenakan
d. Jika tidak memiliki NPWP kenaikan tarif
Jenis dan Tarif Pajak
N Jenis Uraian Tarif
o Pajak
4 PPh a. Hadiah, Penghargaan, a. 15%
Pasal 23 Dividen dan Royalti
b. Sewa dan Jasa Lainnya
b.1. Dasar Pemotongan dari b.1. 2%
jumlah bruto tidak
termasuk PPN b.2. 4%
b.2. Jika rekanan tidak
memiliki NPWP
(Ditambah Kenaikan
100% dari tarif 2%)
*UU No 36 Tahun 2008 Pasal 23
*PMK 141/PMK.03/2015
5 PPh 1. Sewa atas ruangan (Tarif Final) 1. 10%
2. Hadiah Undian 2. 25%
Pasal 4 3. Jasa Konstruksi
ayat 2 1. Pelaksana Konstruksi
 
(Final) a. Mempunyai Kualifikasi Usaha
a.1. Kecil a.1. 2%
a.2. Selain Kecil a.2. 3%
b. Tidak mempunyai Kualifikasi b. 4%
Usaha  
3.2. Perencana/Pengawas a. 4%
Pengisian Surat Setoran Elektronik

N Pajak Belanja NPWP Nama Kode Kod Uraian
o Wajib Akun e
Pajak Pajak Jeni
s
Set
ora
n
1 PPN BKP/JKP Rekanan Rekanan 41121 900
lebih dari 1
Rp. 1 juta
2 PPh Pasal 22 Barang Rekanan Rekanan 41112 900
diatas Rp. 2
2juta
3 PPh Pasal 23 Jasa/Royalty 00.005.56 Universita 41112 103/ Royalty/
4.0- s 4 104 jasa
606.000 Airlangga lainnya

4 PPH Pasal 4 Jasa 00.005.56 Universita 41112 409 konstruk
ayat 2 4.0- s 8 si
606.000 Airlangga

5 PPH Pasal 21 Penghasilan 00.005.56 Universita 41112 402 Final
selain Gaji 4.0- s 1
pokok 606.000 Airlangga
Batas Waktu Pembayaran/Penyetoran dan
Batas Waktu Penyampaian/Pelaporan SPT

No Jenis SPT Masa Batas Waktu Batas Waktu
Pembayaran/Penyetoran Penyampaian/Pelapor
an SPT
1 PPh Pasal 4 ayat 2 Tanggaal 10 (sepuluh) bulan Paling lama 20 (dua
yang dipotong oleh berikutnya puluh) hari setelah
pemotong masa pajak berakhir
2 PPh Pasal 21 yang Tanggal 10 (sepuluh) bulan Paling lama 20 (dua
dipotong oleh berikutnya puluh) hari setelah
pemotong masa pajak berakhir
3 PPh Pasal 23/26 yang Tanggal 10 (sepuluh) bulan Paling lama 20 (dua
dipotong oleh berikutnya puluh) hari setelah
pemotong masa pajak berakhir

4 PPh Pasal 22 yang Disetor pada 7 hari setelah Paling lama 14 (empat
dipungut pelaksanaan pembayaran atas belas) hari setelah
Bendaharawan penyerahan barang yang masa pajak berakhir
dibiayai APBN/APBD
5 Dasar
PPN,hukum :
PPnBM yang 7 (tujuh) hari setelah tanggal Paling lama akhir bulan
Peraturan Menteri Keuangan
dipungut bendahara Nomor
pelaksanaan pembayaran berikutnya setelah
242/PMK.03/2014
pengeluaran sebagai melalui KPPN masa pajak berakhir
pemungut PPN
Dokumen yang harus dilaporkan ke
Direktorat Keuangan
No Pajak Surat Setoran Pajak Tanggal Maksimal
1 PPN Copy 1 & 3, Asli Lembar Paling lama 10
(sepuluh) hari setelah
5, BPN, Faktur pajak masa pajak berakhir
2 PPh Pasal 22 Copy 1 & 3, Asli Lembar Paling lama 10
(sepuluh) hari setelah
5, BPN masa pajak berakhir
3 PPh Pasal 23/26 Asli 1 & 3 Paling lama 10
(sepuluh) hari setelah
masa pajak berakhir

4 PPh Pasal 4 ayat 2 Asli 1 & 3 Paling lama 10
(sepuluh) hari setelah
masa pajak berakhir
5 PPh 21 Asli 1 & 3 Paling lama 10
(sepuluh) hari setelah
masa pajak berakhir
Jenis dan Tarif Pajak : Dana Masyarakat
No Jenis Uraian Tarif
Pajak
1 PPN PPN Masukan dari transaksi pembelian: 10% Tidak
- Pembelian Barang Kena Pajak (BKP) / Jasa dipungut
Kena Pajak (JKP) di atas Rp 1 juta
- Kode seri Faktur Pajak 010.---.--.--------
(Nomor seri Faktur Pajak sesuai dengan
ketentuan DJP Per-24/PJ/2012 yang
diberlakukan mulai 1 April 2013)
- Faktur Pajak NPWP dan Nama WP atas
Rekanan/supplier
- Dalam Faktur Pajak, NPWP dan Nama WP atas
nama Universitas Airlangga, NPWP
73.773.758-5-619.000
PPN Keluaran dari transaksi penjualan:
- Pemberian layanan jasa kepada mitra kerja
(dalam rangka
penelitian/pengabdian/pendidikan/penyewaan
gedung)
- Kode seri Faktur Pajak 010.---.--.--------
(Nomor seri Faktur Pajak sesuai dengan
ketentuan DJP Per-24/PJ/2012 yang
diberlakukan mulai 1 April 2013)
- Faktur Pajak NPWP dan nama WP atas nama
Universitas Airlangga
Dalam Faktur Pajak, NPWP dan Nama WP atas
nama Universitas Airlangga, No. 73.773.758-5-
619.000

2 PPh Pasal Pembelian barang di atas Rp. 2juta
a. Jika memiliki NPWP a. Tidak dipungut
22 b. Jika tidak memiliki NPWP untuk dana
(Permenkeu No. 154/PMK.03/2010) masyarakat
Jenis dan Tarif Pajak
N Jenis Uraian Tarif
o Pajak
4 PPh a. Hadiah, Penghargaan, a. 15%
Pasal 23 Dividen dan Royalti
b. Sewa dan Jasa Lainnya
b.1. Dasar Pemotongan dari b.1. 2%
jumlah bruto tidak
termasuk PPN b.2. 4%
b.2. Jika rekanan tidak
memiliki NPWP
(Ditambah Kenaikan
100% dari tarif 2%)
*UU No 36 Tahun 2008 Pasal 23
*PMK 141/PMK.03/2015
5 PPh 1. Sewa atas ruangan (Tarif Final) 1. 10%
2. Hadiah Undian 2. 25%
Pasal 4 3. Jasa Konstruksi
ayat 2 1. Pelaksana Konstruksi
 
(Final) a. Mempunyai Kualifikasi Usaha
a.1. Kecil a.1. 2%
a.2. Selain Kecil a.2. 3%
b. Tidak mempunyai Kualifikasi b. 4%
Usaha  
2. Perencana/Pengawas a. 4%
Pengisian Surat Setoran Elektronik

N Pajak Belanja NPWP Nama Kode Kod Uraian
o Wajib Akun e
Pajak Pajak Jeni
s
Set
ora
n
1 PPN - - - - -

2 PPh Pasal 22 - - - - -

3 PPh Pasal 23 Jasa/Royalty 73.773.75 Universita 41112 103/ Royalty/
8.5- s 4 104 jasa
619.000 Airlangga lainnya

4 PPH Pasal 4 Jasa 73.773.75 Universita 41112 409 konstruk
ayat 2 8.5- s 8 si
619.000 Airlangga

5 PPH Pasal 21 Penghasilan 73.773.75 Universita 41112 402 Final
selain Gaji 8.5- s 1
pokokPPh Pasal 619.000
Khusus pengisian E-BILLING 21 DAMAS Airlangga
LOGIN
menggunakan NPWP 00.005.564.0-606.000 dan NPWP di ganti secara
manual menjadi 73.773.758.5-619.000
Batas Waktu Pembayaran/Penyetoran dan
Batas Waktu Penyampaian/Pelaporan SPT

No Jenis SPT Masa Batas Waktu Batas Waktu
Pembayaran/Penyetoran Penyampaian/Pelapor
an SPT
1 PPh Pasal 4 ayat 2 Tanggaal 10 (sepuluh) bulan Paling lama 20 (dua
yang dipotong oleh berikutnya puluh) hari setelah
pemotong masa pajak berakhir
2 PPh Pasal 21 yang Tanggal 10 (sepuluh) bulan Paling lama 20 (dua
dipotong oleh berikutnya puluh) hari setelah
pemotong masa pajak berakhir
3 PPh Pasal 23/26 yang Tanggal 10 (sepuluh) bulan Paling lama 20 (dua
dipotong oleh berikutnya puluh) hari setelah
pemotong masa pajak berakhir

4 PPh Pasal 22 yang - -
dipungut
Bendaharawan
5 PPN,
Dasar PPnBM
hukum : yang - -
dipungut bendahara
Peraturan Menteri Keuangan Nomor
242/PMK.03/2014
pengeluaran sebagai
pemungut PPN
Dokumen yang harus dilaporkan ke
Direktorat Keuangan
No Pajak Surat Setoran Pajak Tanggal Maksimal
1 PPN - -

2 PPh Pasal 22 - -

3 PPh Pasal 23/26 Asli 1 & 3 Paling lama 10
(sepuluh) hari setelah
masa pajak berakhir

4 PPh Pasal 4 ayat 2 Asli 1 & 3 Paling lama 10
(sepuluh) hari setelah
masa pajak berakhir
5 PPh 21 Asli 1 & 3 Paling lama 10
(sepuluh) hari setelah
masa pajak berakhir
Denda Keterlambatan
NO Uraian TUP
1 Keterlambatan 2% sebulan untuk
Pembayaran Pajak seluruh masa, dihitung
sejak batas waktu
penyetoran dan menjadi
tanggung jawab masing-
masing unit kerja yang
melakukan
keterlambatan.
2 Keterlambatan Denda administrasi
Pelaporan Pajak sebesar Rp. 500.000.-
(lima ratus ribu rupiah)
untuk keterlambatan
lapor SPT masa PPN dan
Rp. 100.000.- (seratus
ribu rupiah) untuk SPT
Masa lainnya (sesuai
Undang-undang No. 28
tahun 2007 tentang
Ketentuan pembayaran
pajak
NO GU TUP
1 Pembayaran pajak Pembayaran pajak
dibayar melalui ebilling dibayar melalui Modul
Penerimaan Negara
Generasi 2 (MPN G2)
2 Dilakukan oleh masing- Dilakukan oleh masing-
masing unit atau masing unit atau
Fakultas Fakultas
Mekanisme Pembayaran
Pajak Transaksi GU
• Fakultas / unit dapat menginput pembayaran pajak
melalui website https://sse.pajak.go.id/
• Hasil cetak ebilling dapat dibawa ke bank persepsi untuk
dilakukan transaski pembayaran pajak.
• Bank akan mengeluarkan Bukti Penerimaan Negara
(BPN).
• BPN tersebut dijadikan dasar untuk bukti penyetoran
pajak yang dicantumkan pada SPJ.
• Setiap menyerahkan SPJ baik berasal dari dana RKAT
maupun BOPTN ke Subdit Akuntansi, Fakultas/unit
diharuskan menyerahkan Rekap SPJ 4 beserta lampiran
BPN ke Subdit. Perbendaharaan.
Terima Kasih