You are on page 1of 18

PESIALITE OBAT

ITAMIN

1
ANGGOTA KELOMPOK 18

Laksmi Fakhrunnisa K 11016R148

Ana Sholi Rahmawati K11016R149

Iin Ary Martaningsih K11016R150

Noviana Wulansari K11016R151

Bayu Anestya Rachmanda K11016R152


Vitamin B1 Vitamin B2
Vitamin B3
BM: 337,27 BM: 376,37
BM:122,1

Vitamin B6 Asam Folat


BM: 169,17 Vitamin B12 BM: 441,40
BM: 1355,38
4
Nama Sifat Fisikokimia
Obat
Vitamin B1 BM C12H17CIN4OS = 337, 27
Serbuk hablur kecil atau serbuk hablur, putih, bau khas lemah mirip ragi, rasa pahit.
Kelarutan mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol (95%) P; praktis tidak
larut dalam eter P dan dalam benzene P; larut dalam gliserol P.
Vitamin B2 BM 376,37
Serbuk hablur; kuning sampai kuning jingga; bau lemah; rasa agak pahit. Sangat
sukar larut dalam air, dalam etanol (95%) P dan dalam larutan NaCl; isotonis.
Praktis tidak larut dalam kloroform P dan dalam eter P; sangat mudah larut dalam
alkali encer. Titik lebur <2800C.
Vitamin B3 BM C6H6N2O = 122,1
Pemerian: Serbuk hablur, putih, tidak berbau atau hampir tidak berbau, rasa pahit.
Kelarutan: mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%), larut dalam gliserol P
Vitamin B6 BM C8H11NO3 169,17
Serbuk hablur atau tidak berwarna, atau serbuk hablur putih; tidak berbau, rasa
asin, mudah larut dalam air; sukar larut dalam etanol (95%) P; praktis tidak larut
dalam eter P. pH larutan sekitar 3. Penyimpanan pada wadah tertutup rapat,
terlindung cahaya.
Vitamin B12 BM 1355,38
Serbuk hablur berwarna merah tua, tidak berbau, bentuknya anhidrat sangat
higroskopik. pH : 4,5-5,0; Titik lebur: 3000C; Larut dalam air dan alkohol (1: 80) dan
tidak larut dalam aseton, klorofrom, dan eter
Asam Folat BM = 441,4 5
Serbuk kristal tidak berbau, warna kuning hingga kecoklatan atau orange, Sulit
INDIKA
SI

6
Nama Dosis
Obat
Vitamin Defisiensi kronik ringan 10-25 mg tiap hari selama 2 minggu, defisiensi berat 200-300
B1 mg tiap hari. Suplemen vitamin dewasa 50-100 mg 1x sehari. Pengobatan beri-beri
untuk anak-anak 10-50 mg 1x sehari selama 2 minggu atau 5-10 mg selama 1 bulan.
Suplemen vitamin bayi: 0,3-0,5 mg oral sekali sehari; anak: 0,5-1 mg oral sekali sehari.
Injeksi IM 2 x sehari hingga 7 hari 250 mg/7 mL. Injeksi IV (dilakukan perlahan) dalam
10 menit 250 mg/10 mL
Vitamin Defisiensi vit B2 Dewasa: 5-10 mg per hari. Anak : 2-10 mg/hari.
B2
Vitamin Recommended Daily Allowance (RDA): pria >19 tahun 16 mg/hari, wanita >19 tahun 14
B3 mg/hari, ibu hamil 18 mg/hari, ibu menyusui 17 mg/hari.. Suplemen diet (OTC): 50 mg
PO q12hr atau 100 mg PO sehari. Hiperlipidemia: immediate-release: 250 mg PO
1xsehari, dosis atau frekuensi biasa tiap 4-7 hari dan dosis toleransi first-level
therapeutic 1,5-2 gram PO dosis terbagi dalam 6-8 jam, selama 2-4 minggu, tidak sampai
6 gram/hari. Extended-release: 500 mg/hari PO sebelum tidur, dosis biasa tiap 4 minggu
dan toleransi dosis terapetik 1-2 gram 1xsehari. Pellagra (OFF-LABEL): 50-100 mg PO
tiap 6-8 jam, maksimal 500 mg/hari.
Acne: nicotinamide 4% 2xsehari selama 8 minggu
Vitamin Pencegahan dan managemen vitamin B6: dosis sehari maksimal 150 mg. Neuropati
B6 isoniazid: profilaksis 10 mg tiap hari; terapeutik 50 mg tiap 3x sehari. Anemia idiopatik:
100-400 mg perhari dalam dosis terbagi. Sindrom perhaid: 50-100 mg tiap hari.
Vitamin Oral: 50-150 mcg diberikan di antara makan, Anak 35-50 mcg dua kali sehari
B12 I.M.: awalnya 1 mg diulangi 10 kali dengan interval 2-3 hari, dosis pemeliharaan 1 mcg
setiap bulan
Asam Anemia Megaloblastik: Dewasa dan anak > 1 tahun = 5 mg/hari untuk 4 bulan dan 15
Folat mg untuk yang mengalami malabsorbsi, Anak < 1 tahun 0,5 mg/KgBB/hari selama 7 4
bulan, Gangguan tabung saraf : Dosis 4- 5 mg/hari dimulai dari 4 minggu kehamilan dan
8
Vit B1 Vit B3
Reaksi hipersensitifitas, Hipersensitifitas, penyakit
Vit B2
ibu hamil dan menyusui hati, peptic ulcer, hipotensi
-
berat, arterial bleeding

Vit B6
Pasien yang Asam folat
hipersensitivitas terhadap Hipersensitifitas dan
piridoksin maupun pengobatan anemia
Vit B12
piridoksin HCl, ibu hamil megaloblastik atau anemia
Hipersensitivitas terhadap
pernisiosa karena defisiensi
dan menyusui cyanocobalamin, kobalt, atau
komponen dari formulasi, tidak Vit B12.
boleh digunakan untuk anemia
megaloblastik pada wanita hamil

9
FARMAKOKINETIKA
Nama Obat Farmakokinetika
Vitamin B1 Absorpsi: Thiamin adalah vitamin yang larut dalam air. Thiamin diserap melalui mekanisme transport aktif. Pemberian
secara IM lebih cepat di absorpsi. Distribusi: Thiamin tersebar luas disemua jaringan dengan konsentrasi tertinggi di
hati, otak, ginjal, dan jantung. Metabolisme: Thiamin mengalami metabolisme yang cepat. Tiamin + ATP tiamin
pirofosfat (cocarboxylase) koenzim. Eliminasi: melalui urin.

Vitamin B2 Absorpsi: Diserap di duodenum. Distribusi: Riboflavin dan metabolitnya didistribusikan keseluruh jaringan tubuh dan
air susu. Sejumlah kecil disimpan dalam hati, limpa, ginjal, dan jantung. Ikatan dengan protein sebesar 60%.
Metabolisme: Hati. Eliminasi: Dieliminasi dalam urin (diekskresikan sebagian besar sebagai metabolit), sejumlah
kecil dalam empedu, tinja, dan keringat. T adalah 66-84 menit (oral atau IM).

Vitamin B3 Absorbsi: saluran pencernaan, Distribusi: secara luas di jaringan tubuh (hati, ginjal, jaringan adiposa). Asam nikotinat
muncul dalam ASI, Metabolisme: konversi N-methylnicotinamide dan 2-pyridone dan derivat 4-pyridone; asam
nicotinuric. Ekskresi: melalui urin (sejumlah kecil asam nikotinat dan nicotinamide diekskresikan tidak berubah dalam
urin setelah dosis terapi. Namun jumlah yang diekskresikan berubah dengan meningkatnya dosis yang lebih besar)

Vitamin B6 Pyridoxine diserap dari saluran pencernaan setelah pemberian oral dan dikonversi ke bentuk aktif fosfat piridoksal dan
pyridoxamine fosfat. Mereka disimpan terutama dalam hati di mana ada metabolisasi asam 4-pyridoxic dan metabolit
aktif lainnya yang diekskresikan dalam urin. Dengan meningkatnya dosis secara proporsional jumlah yang lebih besar
yang diekskresikan tidak berubah dalam urin. Vitamin B6 melewati plasenta dan juga muncul di ASI.

Vitamin B12 Absorpsi: Oral, variabel dari ileum terminal; membutuhkan kalsium dan lambung untuk mentransfer senyawa di
mukosa usus. Distribusi: Disimpan dalam hati, sumsum tulang, ginjal dan adrenal. Metabolisme: Dikonversi dalam
jaringan untuk koenzim aktif, Methylcobalamin dan deoxyadenosylcobalamin; mengalami beberapa daur ulang
enterohepatic. Ekskresi : empedu dan urin. Konsentrasi puncak plasma : 1-2 jam

Asam Folat Cepat diserap di saluran gastrointestinal terutama pada bagian duodenum dan jejunum. Bioavailibilitas merata ke
semua sel dan terjadi penumpukan dalam cairan serebrospinal. Onset dimulai 15-30 menit setelah pemberian per oral
dan Tmax tercapai setelah 1 jam. 2/3 terikat pada protein yang tidak difiltrasi ginjal. Ekskresi di urin dimulai setelah 6
jam dan ekskresi lengkap dalam 24 jam. Asam folat dimetabolisme di hepar dan > 90% diekskresikan lewat urin dalam
bentuk metabolit dan sejumlah kecil diekskresikan di feces serta dieksresikan melalui air susu ibu. 10
ADR

11
TOKSISITAS
Nama Obat Interaksi Obat
Vitamin B1 Makanan, penyerapan GI menurun bila diberikan dengan makanan, antibiotik makrolida
(azitromisin, klaritromisin, eritromisin) dapat menurunkan efek thiamin.

Vitamin B2 Tetrasiklin dapat menurunkan jumlah tetrasiklin yang diserap tubuh atau menurunkan
efektivitas dari tetrasiklin. Antikolinergik dapat meningkatkan jumlah riboflavin yang
diserap dalam tubuh. Antidepresan trisiklikdapat mengurangi jumlah riboflavin dalam
tubuh. Fenobarbital dapat meningkatkan pemecahan riboflavin dalam tubuh. Probenesid
dapat meningkatkan jumlah riboflavin dalam tubuh.

Vitamin B3 Statin-asam nikotinat: mungkin ada peningkatan risiko miopati atau rhabdomyolysis (>1
g/hari niacin). Colestipol/kolestiramin: mungkin mengurangi avaibilitas asam nikotinat,
penggunaan perlu dijeda 4-6 jam. Insulin: niacin menurunkan efek insulin, mengganggu
metabolisme glukosa dan mengakibatkan hiperglikemia. Eritromisin/roxithromycin: dapat
menurunkan level atau efek niacin dalam mengubah flora intestinal. Mipomersen:
meningkatkan toksisitas, potensial meningkatkan enzim hepatik.

Vitamin B6 Levodopa: piridoksin menurunkan efek dari levodopa. Fenobarbitone (fenobarbital,


fenitoin): menurunkan konsentrasi fenoberbitone. Hidralazin, isoniazid, penisilamin,
kontrasepsi oral (esterogen): meningkatkan kebutuhan vit B6.

Vitamin B12 Kloramfenikol: mengurangi efek terapeutik Cyanocobalamin. Ethanol: mengganggu


penyerapan vitamin B12. Neomycin, asam aminosalisilat dan antagonis H2-reseptor
dapat mengurangi penyerapan vitamin B12 dari usus

Asam Folat Antiepilepsi, kontrasepsi oral, antituberkulosis, alcohol, dan antagonis asam folat
seperti methotrexate, pyrimethamine, triamterene, trimethoprim,
and sulfonamides difisiensi dapat terjadi pada penggunaan. Fenitoin dan golongan
barbiturat penurunan kadar serum keduanya 13
NAMA DAGANG & JENIS SEDIAAN/KEKUATAN SEDIAAN
Vitamin B1

Vitamin B2

14
Nama Dagang Nicotinamide (Generik), Niacor, Niaspan,
nicotinic acid Vitamin B3
Jenis & Kekuatan Tablet: 50 mg, 100 mg, 250 mg, 500 mg,
Sediaan Extended release tablet: 250 mg, 500mg, 750
mg, 1g, Extended release kapsul: 500mg, 250
mg, Gel: 4%.
Informasi kepada Tes laboratorium (lipid darah, gula darah, tes
pasien fungsi hati, kadar asam urat) untuk pasien
kolesterol/ trigliserida yang tidak normal.
Pasien dengan kolesterol tinggi perlu diet
rendah lemak, berhenti merokok, dan olahraga
teratur. Bumil: kategori A

Vitamin B6
Nama Dagang Piridoksin (generik), Binam (Global Multi), Binasanit
(Otto), Dellavit B6 (Dupa), Liconam (Berlico Mulia)

Jenis & Tablet 10 mg, 25 mg, 50 mg. Kaptabs 10 mg. Tablet salut
kekuatan selaput 50 mg, 100 mg. Cairan injeksi 10 mg, 50 mg, 100
sediaan mg.

Informasi Kepatuhan minum obat dan kesesuaian dosis yang


kepada pasien digunakan, tidak digunakan untuk orang yang menyusui.
15
Nama Vitamin B12 Cap FM, Lysine B12 Egic,
Vitamin B12 Dagang Novacobalamine, Xepavit B12

Jenis & Tablet: 25 mcg, 50 mcg dan 100 mcg. Cairan


Kekuatan injeksi: 500 mcg/mL dan 1000 mcg/mL
Sediaan

Informasi Untuk pasien Anemia pernisiosa mungkin


kepada pasien memerlukan pengobatan seumur hidup, Apabila
wanita hamil sebaiknya memberitahukan
kepada dokter jika dirinya sedang hamil,
Pemakaian Vitamin B12 tidak boleh melebihi
dosis karena bisa merusak hati dan ginjal.

Asam Folat
DAFTAR PUSTAKA