You are on page 1of 22

ASPEK TEORI KONTIJENSI

DALAM AKUNTANSI
KEPERILAKUAN
KELOMPOK 3 :
1. Rika Rachma Sari (14.0102.0061)
2. Frinda Rahistiana (14.0102.0062)
3. Putra Adi Kurniawan (14.0102.0064)
4. Aprilia Anggraeni (14.0102.0065)
5. Armalita Dewandari (14.0102.0067)
6. Cahyo Dwi Anggoro (14.0102.0068)
7. Hari Satya Utama (14.0102.0070)
8. Julian Hasbi.A. (14.0102.0071)
9. Prima Dwi Hapsari (14.0102.0072)
10. Eka Pinditya Ayu Caesari (14.0102.0073)
TEORI KONTINJENSI
Pendekatan Penting
Kontinjensi dalam Teori Akuntansi
Manajemen
1. Corak utama adalah aplikasi Argumenta
sistem
pengendalian akuntansi yang diujisi
dengan mempertimbangkan
beberapasituasi
2. Isi dari teori kontinjensi akuntansi
Teori manajemen bersifat teoritis dan
Kontinj empiris
ensi 3. Perspektif ini memiliki implikasi
terhadapBeberapa
riset
penulis
Alat pertama & terkenal Kerangka kontinjensi dapat
untuk menjelaskan menjadi suatu pendekatan
berbagai variasi dalam holistik dalam perancangan
struktur organisasi. sistem akmen.
MUNCULNYA
PERUMUSAN KONTIJENSI

PENGARUH EFEK DARI


EFEK
HASIL STRUKTUR
TEKNOLOGI
EMPIRIS ORGANISASI

PENGARUH
EFEK
TEORI
LINGKUNGAN
ORGANISASI
PENGARUH EFEK
HASIL EMPIRIS TEKNOLOGI
Variabel kontijensi
Apabila diperoleh terpanjang
hasil yang tidak sederhana
memuaskan Contohnya
Maka masalah tersebut TEKNOLOGI
dapat dipecahkan dalam PRODUKSI
kerangka universal pada Penetapan
perumusan kontijensi. Penetap
Biaya an Biaya
Teknologi, lingkungan, Berdasarka Proses
dan struktur organisasi n Ukuran
Teknologi
Faktor tersebut
menggambarkan Produksi memiliki
bahwa teori pengaruh penting
kontijensi itu
EFEK DARI STRUKTUR ORGANISASI
Study hopwood menunjukan bahwa Study yang dilakukan
gaya batasan anggaran bersifat kaku. oleh otley, yaitu :
Dan di bagi menjadi 2 gaya, yaitu : ukuran yang
1. Gaya tersebut dikaitkan dengan digunakan dalam
tekanan pekerjaan yang tinggi, kedua studi dapat di
hubungan atasan dan bawahan perbandingkan, tetapi
yang lemah, dan perilaku
tidak menghasilkan
disfungsional seperti manipulasi apapun, misalnya
data akuntansi. saja, apakah terdapat
EFEK LINGKUNGAN
2. Gaya kedua, yaitu kesadaran laba, asosiasi yang
bersifat fleksibel, gaya ini tidak menyatakan bahwa
memiliki asosiasi. gaya yang kaku akan
1. Faktor lingkungan juga di libatkan untuk
lebih mendorong ke
menjelaskan perbedaan dalamarahpenggunaan
pencapaian yang
informasi akuntansi. lebih baik
2. Pengaruh persaingan yang dibandingkan
dihadapi oleh
dengan
perusahaan yang memakaigayanmanajemen
yang lebih
pengendalian baik.
menyimpulkan bahwa
PENGARUH TEORI ORGANISASI

Teori organisasi adalah suatu


pergolakan utama yang
mendorong konstruksi
terhadap seluruh kelanjutan
teori kontinjensi.

Akhir tahun 1960-an dan awal


tahun 1970-an terlihat
perwujudan lain dari akuntansi
akademis berkaitan dengan
konteks organisasi dari sistem
VARIABEL VARIABEL DASAR
KONTINJENSI DAN HUBUNGANNYA
VARIABEL
SOSIAL

ATRIBUT
SISTEM
LINGKUNGAN
PELAPORAN
KEUANGAN

KARAKTERIST ATRIBUT
IK PENGGUNA ORGANISASI
VARIABEL SOSIAL

Perdebatan para ahli dalam kerangka


teoritis yang mendasari riset komparatif
tentang akuntansi internasional berada
dalam perspektif kontinjensi. Umumnya,
studi ini lebih menggunakan bentuk
pengujian atas perbedaan-perbedaan
praktik pelaporan keuangan tertentu
Teori dalam praktik pelaporan disetiap
diantara berbagai negara atau atas
negara dipengaruhi variabel-variabel
sistem akuntansi nasional.
sosial tertentu. Variabel-variabel sosial
terdiri dari beberapa faktor yang
LINGKUNGAN
Lingkungan perusahaan merupakan konsep
dalam hubungannya dengan ketidakpastian

1.Dimensi Stabil-
Dinamis
2.Dimensi Homogen dan
Heterogen

Hal yang diperlukan dalam


suatu riset adalah
pertimbangan yang
menyatakan bahwa
ketidakpastian
lingkungantertentu
ATRIBUT ORGANISASI
Atribut organisasi tetap
merupakan konsep yang
berkaitan dengan penyediaan
dan pengorganisasian
sumberdaya perusahaan
meliputi ukuran organisasi,
teknologi dan lain sebagainya Besaran suatu
organisasi merupakan
konsep dari ukuran
yang ada didalamnya,
Riset yang substansial seperti jumlah
telah menunjukkan karyawan, tingkat
bahwa desain struktur perputaran penjualan,
organisasi dan sistem nilai aset bersih atau
akuntansi manajemen modal yang
dipengaruhi oleh digunakan, dan lain
ATRIBUT SISTEM PELAPORAN
KARAKTERISTIK KEUANGAN PERUSAHAAN
PENGGUNA YANG DIPENGARUHI
1. Analisis
Konsep Gaya keputusan VARIABEL KONTIJENSI
1.
berbeda dengan
Pengambilan
pengambilan keputusan
Pengungkapan,penggolongan,
presentasi, peniliaian,dan
Keputusan
intuitif kebutuhan
2. Frekuensi pengukuran dari
pelaporan dalam
2. Perbedaan dalam horizon negara-negara
jumlah variasi yang berbeda
pengungkapan
waktu dari informasi laporan yang
3. Bentuk pengulangan bersifat sementara, metode
yang mengacu pada pengukuran peristiwa,metode
banyak faktor dalam alokasi biaya, unsur waktu dari
pertimbangan informasi (peramalan),
pengambilan keputusan agregasi dan desentralisasi
4. Kemampuan untuk dan pengungkapan tujuan dari
3. Metode
beradaptasi laporan khusus
pelaporan,kompleksitas teori,
5. Proaktif vs Reaktif dan pengungkapan pelaporan
6. Kemampuan strategis dengan tujuan khusus
dalam hubungannya tertentu, seperti tanggung
dengan pertimbangan di jawab yang sederhana
ISI TEORI
KONTIJENSI
Terdapat studi empiris
dalam area akuntansi yang
STUDI
yang dengan tegas
mengadopsi pendekatan
EMPIRIS
1. Dibuat suatu hipotesis dari variabel
independen dan variabel independen
kontijensi sebelum hanya berdasarkan persamaan umum
Bruns dan Waterhouse
mengumpulkan data. antar studi.
membantah bahwa prilaku
manajer berkaitan dengan 2. Operasional variabel dilakukan
anggaran merupakan dengan mengukur sejumlah variabel
relevan yang potensial untuk kemudian
kontijensi atas berbagai menguranginya dengan menggunakan
aspek struktur organisasi, alat statistik, guna memungkinkan
seperti pemusatan, dilakukannya riset kumulatif.
otonomi, dan derajat
Studi empiris menjelaskan
tingkat aktivitas yang 3. Hanya asosiasi antar variabel
kekurangan dan
tersusun. kontijensi dan jenis sistem akuntansi
pertimbangan yang dilaporkan
PERUMUSAN TEORITIS

Kebijakan manajemen Dua variabel kontinjensi


dan akuntansi untuk utama yang diusulkan
mengidentifikasian adalah lingkungan dan
variabel adalah penting teknologi
bagi pencapaian Sistem perencanaan
Lingkungan, gaya
organisasi dan pengendalian
pengambilan keputusan
bergantung pada:
dan karakteristik
organisasi diusulkan 1. Sasaran khusus yang
sebagai variabel dicapai dalam konteks
Masing-masing variabel
kontinjensi yang sasaran tujuan
kontinjensi tersebut
terpenting. organisasi
dihubungkan dengan
kondisi-kondisi sesuai
2. Format tingkat dan
dengan variabel SIA
Waterhouse perbedaan
mengidentifikasikan desentralisasi yang
kebutuhan dipilih
pengendalian dari 3. Proses tunggal dan
berbagai jenis berbagai
KERANGKA EVALUASI TEORI KONTIJENSI
SIA hanya meliputi salah satu bagian dari struktur
pengendalian organisasi.
Desain organisasi,
Sistem informasi manajemen,
Sistem perencanaan dan pengendalian.
Tentu saja, hal ini mungkin terlihat sama dengan
subtitusi parsial yang ditandai oleh pernyataan perasaan
Pertana,
para apa yang
manajer mendasari
industri SIA,bahwa
tertentu sehingga
SIAberpengaruh baik
yang digunakan
dimaksudkan
terhadap apa untuk mengatasi
yang dilakukan kelemahan
oleh organisasi dalam
untuk desain
mencapai
organisasi.
tujuannya.
Kedua, terdapat jangkauan menyeluruh dari faktor yang akan
memengaruhi pencapaian organisasi, dan bahwa hal itu akan
mengendalikan strategi dan struktur, serta menyatakan
mengenai produk pasar dan pengaturan antarorganisasi.
Akhirnya, pertu ditentukan faktor apa yang mendasari
pencapaian organisasi yang efektif dengan menggunakan
IMPLIKASI UNTUK
RISET
AKUNTANSI SEBAGAI BAGIAN DARI
SISTEM PENGENDALIAN

EFEKTIVITAS ORGANISATORIS

METODOLOGI RISET
AKUNTANSI SEBAGAI BAGIAN DARI
SISTEM PENGENDALIAN
Studi efektivitas sistem informasi akuntansi
manajemen berhubungan dengan studi dari
berbagai mekanisme pengendalian yang digunakan
oleh organisasi untuk memengaruhi perilaku
anggota mereka dan hubungan mereka dengan
lingkungan eksternal.
Walaupun model mekanik kendali sederhana tidak
dapat secara langsung di berlakukan bagi organisasi,
terdapat empat karakteristik proses yang penting
bagi pengendalian organisasi efektif yaitu :
1. Spesifikasi suatu sasaran.
2. Pengukuran tingkat pencapaian sasaran.
3. Model yang bersifat prediktif terhadap
kemungkinan tindakan hasil pengendalian.
4. Kemampuan dan motivasi untuk bertindak.
EFEKTIVITAS
ORGANISATORIS
Penggunaan kerangka
pengendalian menguatkan peran
efektivitas organisasi dan
perhatian pada sasaran hasil
Sasaran hasil = bagian
organisasi.
penting dari kerangka
kontinjensi di samping
suatu variabel
kontinjensi yg
memengaruhi sistem
akuntansi dalam bentuk
pengendalian.
METODOLOGI
RISET Pendekatan kontinjensi
berhadapan dengan struktur
alat pengendalian yang saling
berhubungan dimana SIA
merupakan satu kesatuan
membentuk pengendalian agar
Campbell menyimpulkan :
organisasi teratur
1. Pro dan kontra untuk mengikuti
pendekatan multivariasi dalam
pengembangan ukuran efektivitas
2. Ukuran sasaran efektivitas organisasi
adalah tugas yg hampir pasti gagal
3. Kekeliruan dalam memusatkan perhatian
pada riset sumber daya, ex : rasio, modal
APLIKASI TEORI KONTIJENSI DALAM
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM

Dengan memilih pemimpin yang


sesuai dengan apa yang diajarkan
oleh islam.

Surat Al-Maidah ayat 55 :


Artinya sesungguhnya penolong kamu
hanyalah Allah, rasulNya, dan orang-orang
beriman, yang mendirikan sholat dan
menunaikan zakat, seraya mereka tunduk
(kepada Allah)
Sesuai dengan ayat di atas ada
beberapa kriteria seseorang bisa
dipilih menjadi pemimpin, antara
lain :
1. Beriman kepada Allah
SWT
2. Mendirikan salat
3. Membayar zakat
4. Selalu tunduk patuh
kepada Allah SWT
Dalam Islam kepemimpinan begitu penting
sehingga mendapat perhatian yang sangat
besar. Begitu pentingnya kepemimpinan
ini, mengharuskan setiap perkumpulan
untuk memiliki pemimpin, bahkan
perkumpulan dalam kecil sekalipun.
Ali Muhammad sebagaimana dikutip Mujamil Qomar, menjelaskan
macam sifat kondusif yang harus dimiliki oleh pemimpin berikut ini:
1. Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk
mengendalikan perusahaan atau organisasinya.
2. Menertibkan semua urusan dan membulatkan tekad untuk bertawakkal
kepada Allah. (QS. Ali Imran : 159).
3. Membangun kesadaran akan adanya pengawasan dari Allah
(muraqabah) sehingga terbina sikap ikhlas dimanapun kita berada,
kendati tidak ada yang mengawasi kecuali Allah.
4. Memberikan santunan sosial ( tafakul ijtima) kepada para anggota,
sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial yang menimbulkan rasa
dengki dan perbedaan strata sosial yang merusak. (QS. Al Hajj:41).
5. Mempunyai power dan pengaruh yang dapat memerintah serta
mencegah karena seorang pemimpin harus melakukan kontrol
pengawasan atas pekerjaan anggota, meluruskan kekeliruan, serta
mengajak mereka untuk berbuat kebaikan mencegah kemungkaran.
(QS. Al Hajj:41).
6. Tidak membuat kerusakan di muka bumi, serta tidak merusak ladang,
keturunan dan lingkungan (QS. Al Baqarah : 205).
7. Bersedia mendengar nasehat dan tidak sombong, karena nasehat dari
orang yang ikhlas, jarang sekali kita peroleh (QS. Al Baqarah : 205)