ASSESSMENT EXPERIENCE

QUESTIONNAIRE (AEQ) /
KESIONER PENILAIAN
PENGALAMAN BELAJAR

 Seperti yang terdapat di teori “Learning by assessment / assessment for learning” .  AEQ dapat mencerminkan keberhasilan dari assessment dalam mempengaruhi kualitas belajar mahasiswa. feedback. kualitas ‘engagement’ mereka dengan belajar.Untuk apa kuisioner AEQ?  AEQ dapat digunakan untuk mengatahui apa yang menjadi fokus perhatian mahasiswa. dan pembelajaran selanjutnya. tugas. berapa banyak mereka belajar.

Tugas dan pebelajaran  Tugas-tugas yang ada mampu mengikat mahasiswa dalam aktivitas belajar yang produktif  Ujian mengkomunikasikan harapan yang jelas dan tinggi kepada mahasiswa . Jumlah dan distribusi usaha belajar mahasiswa  Dinilai dari tugas yang mampu mempengaruhi waktu belajar yang cukup.Interpretasi AEQ 1.  Tugas ini mendistribusikan upaya mahasiswa secara merata untuk mempelajair topik-topik (tidak hanya satu topik) perminggunya 2.

Kualitas feedback  Feedback berfokus pada pembelajaran. Kuantitas dan waktu umpan balik  Feedback diutarakan lengkap dan jelas termasuk apa yang sudah cukup. dan yang masih kurang  Feedback harus berguna bagi mahasiswa 4. .3. bukan pada nilai akhir  Feedback menghubungkan maksud dari tugas dan kriteria kelulusan  Feedback harus dimengerti oleh mahasiswa.

5. Respon mahasiswa terhadap feedback  Feedback diterima degan baik olh mahasiswa  Feedback mampu mengimprove kemampuan mahasiswa .

tetapi pemahaman yang lebih baik juga.  Melibatkan aktivitas penilaian formal dan informal sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi mahasiswa  Menjelaskan rencana pembelajaran berikutnya beserta tujuan yang jelas  Memberikan feedback yang efektif dan memotivasi  Feedback mampu membangun kepercayaan bahwa semua mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan dirinya . bukan hanya membantu mahasiswa mendapat nilai yang bagus.Assessment for learning  Mencerminkan proses pembelajaran dimana ujian membantu mahasiswa belajar lebih baik.

Terpercaya dalam sistem penilaian.  Kriteria yang akan dinilai harus jelas dan diinformasikan secara jelas kepada mahasiswa.Principle of assessments  Assessments should be valid and be based on syllabus outcomes (blueprint)  Asesmen harus terpercaya dan konsisten. dan transparan. terhindar dari bias dan memberikan bukti jelas tentang bagaimana pengetahuan dan skills mahasiswa.  Asesmen dapat menjadi bagian dari proses yang berkelanjutan dimana kemajuan dipantau dari waktu ke waktu  Asesmen formatif dan sumatif harus dimasukkan dalam setiap program .  Mempersilakan mahasiswa dan dosen untuk menerima dan memberi feedback secara efektif dan merefleksikan proses pembelajaran.  Asesmen harus reliable. Informasi ttg asesmen harus terlampir. dan sistem ujian. mudah diakses.

and membentuk nila-nilai / norma  Assessment summative : menilai prestasi kognitif individual atau clinical performance. .Maksud / tujuan dari asesmen  Assessment formative : mengembangkan refleksi diri. mebimbing pembelajaran selanjutnya.

Int J Health Sci (Qassim). Assessment in Medical Education. 2(2): 3-7. .  Eipstein. The New England Journal of Medicine.R M. 2007. 356:387-396. Online journal. 2007.Daftar pustaka  Anna. R.  Tabish. Assessment Methods in Medical Education. 2008. S A. Assessment in Medical Education : A Primer on Methodology.