You are on page 1of 26

GEOMETRI JALAN

REL

MUSTIKA RAHMADINI
1315011086

JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMPUNG

Perencanaan geometri
jalan rel merujuk pada
standar PT KA: Peraturan
Dinas No 10 (PD 10)

Geometri jalan rel
direncanakan berdasar
pada kecepatan rencana
serta ukuran-ukuran
kereta yang melewatinya
dengan memperhatikan
faktor keamanan,
kenyamanan, ekonomi
dan kesertaan dengan
lingkungan sekitarnya.

Peninggian Rel . LENGKUNG HORIZONTAL . Lengkung Peralihan . Lengkung S . diukur pada daerah 0-14 mm di bawah permukaan teratas kepala rel. Pelebaran Sepur . Lengkung Lingkaran .ALINYEMEN HORIZONTAL LEBAR SEPUR Untuk seluruh kelas jalan rel lebar sepur adalah 1067 mm yang merupakan jarak terkecil antara kedua sisi kepala rel.

Untuk berbagai kecepatan rencana. LENGKUNG LINGKARAN Dua bagian lurus. dengan atau tanpa lengkung-lengkung peralihan. besar jari-jari minimum yang diijinkan adalah seperti yang tercantum dalam Tabel . yang perpanjangnya saling membentuk sudut harus dihubungkan dengan lengkung yang berbentuk lingkaran.

Tabel Persyaratan Perencanaan Lengkungan .

Lengkung peralihan dipakai sebagai peralihan antara bagian yang lurus dan bagian lingkaran dan sebagai peralihan antara dua jari-jari lingkaran yang berbeda. LENGKUNG PERALIHAN Lengkung peralihan adalah suatu lengkung dengan jari-jari yang berubah beraturan. Lh = 0.01 x h x v Lh : panjang minimal lengkung perlihan h : pertinggian relative anatara dua bagian yg dihubungkan (mm) v : kecepatan rencana utk lengkungan peralihan (km/jam) .

Antara kedua lengkung yang berbeda arah ini harus ada bagian lurus sepanjang paling sedikit 20 meter di luar lengkung peralihan. LENGKUNG S Lengkung S terjadi bila dua lengkung dari suatu lintas yang berbeda arah lengkungnya terletak bersambungan. .

. PELEBARAN SEPUR Perlebaran sepur dilakukan agar roda kendaraan rel dapat melewati lengkung tanpa mengalami hambatan. Perlebaran sepur dicapai dan dihilangkan secara berangsur sepanjang lengkung peralihan. Perlebaran sepur dicapai dengan menggeser rel dalam kearah dalam. Perlebaran sepur maksimum yang diijinkan adalah 20 mm.

Tabel Pelebaran Sepur .

95 . Peninggian rel dicapai dengan menepatkan rel dalam pada tinggi semestinya dan rel luar lebih tinggi. PENINGGIAN REL Pada lengkungan. elevasi rel luar dibuat lebih tinggi dari pada rel dalam untuk mengimbangi gaya sentrifugal yang dialami oleh rangkaian kereta. Menentukan   peninggian rel menggunakan rumus h normal : = 5.

.

maka kelandaian dilengkung atau terowongan itu harus dikurangi sehingga jumlah tahanannya tetap. Landai Penentu .ALINYEMEN VERTIKAL KELANDAIAN . LENGKUNG VERTIKAL . Landai Curam LANDAI PADA LENGKUNG / TEROWONGAN Apabila di suatu kelandaian terdapat lengkung atau terowongan. Pengelompokan Lintas .

PENGELOMPOKAN LINTAS Berdasar pada kelandaian dari sumbu jalan rel dapat dibedakan atas 4 (Empat) kelompok seperti yang tercantum dalam Tabel .

besar landai penentu adalah seperti yang tercantum dalam Tabel . LANDAI PENENTU Landai penentu adalah suatu kelandaian (Pendakian) yang terbesar yang ada pada suatu lintas lurus. Besar landai penentu terutama berpengaruh pada kombinasi daya tarik lok dan rangkaian yang dioperasikan. Untuk masing-masing kelas jalan rel.

LANDAI CURAM Dalam keadaan yang memaksa kelandaian (Pendakian) dari lintas lurus dapat melebihi landai penentu. Kelandaian ini disebut landai curam. panjang maksimum landai curam dapat ditentukan melalui rumus pendekatan sebagai berikut :   l = .

Ket : l : panjang max landai curam (m) Va : kecepatan min yg diijinkan dikaki landai curam m/detik Vb : kecepatan min dipuncak landai curam (m/detik) g : percepatan gravitasi Sk : besar landai curam Sm : Besar landai penentu .

LENGKUNG VERTIKAL Alinemen vertikal adalah proyeksi sumbu jalan rel pada bidang vertikal yang melalui sumbu jalan rel tersebut. . dengan atau tanpa kelandaian. dan lengkung vertikal yang berupa busur lingkaran. Letak lengkung vertikal diusahakan tidak berimpit atau bertumpangan denganlengkung horizontal. alinemen vertikal terdiri dari garis lurus.

PENAMPANG MELINTANG JALAN REL .

dengan arah tegak lurus sumbu jalan rel.Penampang melintang jalan rel adalah potongan pada jalan rel. . dimana terlihat bagian-bagian dan ukuran- ukuran jalan rel dalam arah melintang.

PENAMPANG MELINTANG JALAN REL PADA BAGIAN LURUS .

PENINGGIAN ELEVASI (h) REL PADA LENGKUNGAN JALUR TUNGGAL .

PENAMPANG MELINTANG JALAN REL PADA LENGKUNG JALUR TUNGGAL .

PENAMPANG MELINTANG JALAN REL PADA BAGIAN LURUS JALUR GANDA .

PENINGGIAN ELEVASI REL (h) PADA LENGKUNG JALUR GANDA .

PENAMPANG MELINTANG JALAN REL PADA LENGKUNG JALUR GANDA .

2015.60 Tahun 2012. Indah dan Widi Kumara. Jakarta • Sulistyawati. (15 Maret 2017) • Widhi. Indah dan Widi Kumara.com/2012/04/kuliah-8-geometri-jalan-rel. 2012. Nursyamsu. DAFTAR PUSTAKA • Hidayat.com/document/165402048/Prasarana-Transportasi-Jalan-Rel . Menteri Perhubungan RI. Jalan Rel. Diambil dari : http://blog. (27 Maret 2017) • Republik Indonesia. Aji.files. (15 Maret 2017) • Sulistyawati. Marsinggih.html .scribd. Geometri Jalan Rel.wordpress.pdf ..co.ac.Diambil dari : https://www.blogspot. 2013. (15 Maret 2017) • Suraji. Diambil dari : http://jalanrelka.trisakti.pdf . Geometri Jalan Rel. 2013.id/2015/05/geometri-jalan-rel. Penampang Jalan Rel.. 2008.dir/174/files/2013/09/Perencanaan- Jalan-Kereta-Api-blog-Indah-S.id/ wp-content/blogs. Diambil dari : https://nursyamsu05. 2012.id/ wp-content/blogs. Geometri Jalan Rel. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM. Diambil dari : http://blog.trisakti.ac. (27 Maret 2017) .dir/174/files/2013/09/Perencanaan- Jalan-Kereta-Api-blog-Indah-S.pdf.