You are on page 1of 40

Plat aktif

Drg Ariyani Faizah, MDSc

Keuntungan alat orthodonsi lepasan

1. Maloklusi dan malposisi yang membutuhkan
tiping sederhanaa
2. Reduksi overbite
3. Hanya dapat menggerakkan beberapa gigi
dalam satu kali perawatan
4. Maloklusi sederhana
5. Pekerjaan laboratorium lebih simple
6. Murah
7. Kebersihan mulut lebih terjaga
8. Kalau ada keluhan rasa sakit alat dapat dilepas

Keterbatasan alat orthodonsi
lepasan
1. Hanya dapat menggerakkan secara tipping
2. Hanya dapt merotasi 2 gigi anterior atas
3. Perawatan relatif lama, karena hanya dapt
menggerakkan 1 atau 2 gigi dlm satu kali perawatan
4. Paling memuaskan untuk kasus gigi berjejal dengan
pencabutan gigi premolar
5. Sulit diperoleh kontak sempurna pada pencabutan
antar gigi tetangga
6. Perawatan bawah sulit karean adanya lidah dan faktor
retensi
7. Membutuhkan koopersi penuh dari pasien

Masa optimal perawatan orthodonsi

1. Optimal pada umur 6-16 tahun
2. Pada akhir periode gigi bercampur
3. Pada awal periode gigi permanen

Seleksi kasus  Pasien kooperatif  Kondisi OH baik  Kondisi dental baik .

Kontra indikasi  Maloklusi klas II dan III yang berat  Bila dibutuhkan perawatan ekstensif lengkung gigi bawah  Gigi harus digerakkan bodily  Gigi digerakkan rotasi multipel  Keadaan jaringan lunak tidak mendukung .

Plat aktif Definisi :  Alat orthodonsi lepasan yang dilengkapi dengan komponen aktif yang digunakan untuk menggerakkan gigi  Komponen aktif dapat berupa :  Pir-pir pembantu (auxiliarry spring)  Sekrup ekspansi (expantion screw)  Kares elastik .

Alat dapat dipasang dan dilepas oleh pasien 2. Korektif . Bertujuan untuk melakukan terhadap malposisi gigi dan malrelasi hubungan gigi . Alat memiliki komponen aktif yang berfungsi untuk menggerakkan gigi 3. Sifat plat aktif 1. Aktif . Removable . Kekuatan yang dihasilkan memberikan tekanan atau tarikan secara mekanis pada gigi 4. Mekanik .

Busur lingual/ lingual arch 5. Pir-pir pembantu / auxiliarry spring . Komponen plat aktif 1. Busur labial/ Labial arch 4. Base plate 2. Cangkolan /klamer/ claps 3.

.

Maloklusi klas 1 Angle dengan gigi berjejal 2. Maloklusi klas 1 Angle dengan dengan gigi naterior maju . Maloklusi klas 3 Angle tipe dental . Indikasi  Maloklusi tipe dental dengan tipe: 1. Maloklusi klas 1 Angle dengan gigi renggan 3. maloklusi klas 2 Angle tipe dental .

Fungsi dan mekanisme kerja • Untuk mengoreksi maloklusi dengan mengaktifkan pir-pir pembantu dengan menggeser letak gigi pada lengkung gigi yang benar • Pir jari dengan menggeser gigi kearah mesial atau distal • Pir simple untuk menggeser gigi kearah labio lingual • Pir refraktor bukal untuk menarik gigi caninus atau premolar ke arah distal .

Bite riser (peninggi gigitan)  Alat orthodonsi lepasan yang dilengkapi dengan peninggi gigitan berupa penebalam akrilik disebelah palatal atau lingual gigi anterior dan disebelah oklusal gigi posterior .

Sifat bite riser  Pasif : untuk membebaskan gigi-gigi diregio lain  Fungsional : untuk menyalurkan kekuatan gigitan pada saat mulut melakukan fungsi pengunyahan .

Bagian-bagian bite riser 1. Untuk meretraksi gigi kearah palatal atau lingual dan menambah retensi dan stabilitas alat . Berupa plat akrilik yang berfungsi mendukung komponen lain dengan penebalan plat pada tempat-tempat tertentu 2. Plate dasar . Untuk melekatkan alat pada gigi berupa klamer pada gigi anchorage gigi m1 kiri dan kanan 3. Busur labial . Bagian retensi .

Plat dengan peninggi gigitan anterior .

TMJ yang sakit akibat gangguan vertikal dimesi 3. Deep over bite / over bite berlebihan 2. Gigitan terbalik pada gigi anterior 4. Indikasi 1. Menghilangkan kebiasaan jelek seperti kerot .

Edge to edge 3. Gigitan terbuka / open bite . Kontra indikasi 1. Over bite kecil/ gigitan dangkal 2.

Mekanisme kerja bite plane  Memberikan kesempatan rahang bawah tumbuh ke anterior  Memberikan kemungkinan perkembangan lengkung mandibula pada regio intercanina  Memberikan kesempatan gigi pada regio posterior untuk elongasi  Intrusi gigi anterior bawah saat mengunyah  Membebaskan gigi anterior yang terkunci akibat cross bite .

Bite plane posterior  Berupa plat dengan penebalam pada bagian oklusal gigi posterior kanan dan kiri  Mencegah kontal gigi anterior sehingga gigi dengan posisi cros bite dapat dikoreksi menggunakan spring  Tidak dapat untuk intrusi gigi posterior .

.

Peninggi gigitan berongga ( hollow bite plane) . Peninggi gigitan dataran miring RB (mandibulair inclined bite plane) 4. Bite plane posterior menurut fungsinya 1. Peninggi gigitan dataran miring RA (maxillary inclined bite plane) 3. Peninggi gigitan sved ( sved bite plane) 5. Peninggi gigitan datar RA ( maxillary flate bite plane ) 2.

.

Peninggi gigitan datar RA (maxillary flat bite plane)  Peninggi gigitan pada RA  Bidang gigitan merupakan bidang datar yang sejajar dengan bidang oklusal di regio anterior  Terletak di sebelah palatal pada intercaninus .

Merawat maloklusi klas II Angle dengan deep over bite 3. Fungsi untuk memberikan kesempatan elongasi gigi posterior RA dan RB . Indikasi 1. Dilengkapi labial bow untuk meretraksi gigi anterior 4. Merawat maloklusi klas I Angle dengan deep over bite 2. Fungsi untuk memgintrusikan gigi anterior RB 5.

.

Peninggi gigitan dataran miring RA (maxillary inclined bite plane) .

 Berbentuk bidang miring pada permukaan palatinal gigi anterior RA  Membentuk sudut dengan bidang oklusal. Sudut yang dibentuk biasanya 45˚  Memberikan efek proklinasi gigi anterior RB dan mendorong mandibula ke anterior .

Pada kasus maloklusi klas I Angle dengan linguoversi gigi anterior bawah agar gigi tersebut proklinasi . Kasus maloklusi klas II Angle agar kedudukan mendibula lebih ke anterior 2. Indikasi pemakaian 1.

Peninggi gigitan dataran miring mandibula RB (Mandibulair inclined bite plane)  Penebalan plat pada bagian anterior  Membentuk dataran miring pada permukaan lingual pada gigi anterior RB .

.

Indikasi 1. Maloklusi Angle klass II devisi 2 untuk proklinasi gigi anterior RA diikuti pemakaian maxillary inclined bite plane untuk mendorong mandibula ke anterior . Maloklusi Angle klas I dengan cross bite atau palatoversi gigi anterior RA . Maloklusi Angle klas III dengan cross bite gigi anterior untuk mendorong mandibula ke posterior dan proklinasi gigi anterior RA 3. agar cross bite terkoreksi dan gigi anterior RA proklinasi 2.

Peninggi gigitan sved  Terdiri dari dataran gigitan pada RA  Perluasan plat menutupi tepi incisal sampai permukaan labial gigi anterior  Setinggi ± 2mm dari tepi incisal .

.

Fungsi penutup akrilik  Sebagai retensi jika gigi posterior sudah tidak ada  Pada gigi bercampur dan gigi molar permanen blm erupsi sempurna sebagai gigi anchorage  Pengganti busur labial Sebagai alat retentif .

Indikasi 1. Kelebihannya alat ini dapat dipakai pada mixed dentition 3. Untuk koreksi deep overbite untuk intrusi gigi anterior RA dan RB 2. Kerugian dapat terjadi perubahan warna pada incisal gigi anterior karena terlalu lama tertutup akrilik .

Peninggi gigitan berongga (Hollow bite plane) • Plat akrilik dengan penebalan anterior membentuk dataran gigitan yang berongga • Terletak pada permukaan palatinal gigi anterior RA • Berfungsi untuk menempatkan spring agar tetap bebas dibawah plat .

.

Deep over bite dengan labioversi gigi anterior. Indikasi 1. gigi incisivus central dapat dirapatkan sambil mengintrusi gigi anterior bawah 2. dapat dilakukan retraksi gigi anterior atas bersama dengan intrusi gigi anterior bawah . Deep over bite dengan sentral diastema .

Terima Kasih .