BLOK 4 MODUL 2 (SALIVA, CAIRAN DAN JARINGAN

LUNAK RONGGA MULUT)
DAIVY PUTRI ANZELINA MARBUN (1310015112)

LEARNING OBJECTIVES :

• Macam- macam cairan rongga mulut
• Pertumbuhan dan perkembangan kelenjar saliva
• Persyarafan dan regulasi kelenjar saliva
• Kelainan yang terjadi pada kelenjar saliva
• Komposisi dan fungsi saliva serta cairan rongga mulut
lainnya
• Hubungan antara saliva dengan penyakit rongga mulut
(karies, periodontal, radioterapi)

5% air dan 0. endotoksin bakteri. MACAM-MACAM CAIRAN RONGGA MULUT • Saliva adalah cairan yang tidak berwarna dengan konsistensi seperti lendair yang di produksi oleh kelenjar saliva dan dialirkan ke rongga mulut melalui saluran. Komposisi dari CSG materi darah. Pada manusia sekresi saliva 1-1. Komponen saliva terdiri dari 99. . elektrolit. urea. • Cairan Sulkus Gingiva adalah suatu produk filtrasi fisiologis dari pembuluh darah yang termodifikasi.5 liter/hari. protein.5% elektrolit dan protein.

berasal dari ectoderm. diikuti oleh munculnya kelenjar submandibula yang berasal dari lapisan endoderm • kemudian di minggu ke 7-8 kelenjar sublingual primordial terbentuk dari lapisan endoderm. • Kelenjar parotid primordial muncul pada minggu ke 5-6. Proses ini mulai berkembang saat minggu ke 5-6 dalam fase embrional.PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KELENJAR SALIVA Secara embriologi. . • Sedangkan kelenjar minor berkembang pada bulan ke 3 (minggu 12) berasal dari lapisan endoderm. kelenjar air liur berasal dari mukosa oral.

Jalur sel ini bercabang banyak dan awalnya tidak bercabang. Tanda pertama suatu kelenjar adalah munculnya epithelial bud dengan berproliferasi sebagai suatu jalur sel yang padat kedalam ectomesenchyme dibawahnya. Diujung cabang dari jalur menunjukkan perkembangan yang membengkak seperti berry dibeberapa kelenjar dan merupakan bakal asini sekretori. . Jalur sel ini segera bercabang berdekatan dengan ujung-ujung sekretorinya sehingga berbntuk suatu sistem duktus.

Letak kelenjar berpasangan ini tepat di bagian bawah telinga terletak antara prosessus mastoideus dan ramus mandibula. •. vena retromandibular dan nervus fasialis yang menembus dan melalui kelenjar ini. . STRUKTUR KELENJAR SALIVA MAKRO DAN MINOR 1. Kelenjar ini terbungkus oleh suatu kapsul yang sangat fibrous dan memiliki beberapa bagian seperti arteri temporal superfisialis. Kelenjar ini meluas ke lengkung zygomatikum di depan telinga dan mencapai dasar dari muskulus masseter. Kelenjar parotis memiliki suatu duktus utama yang dikenal dengan duktus Stensen. •. •. Kelenjar ini merupakan kelenjar terbesar dibandingkan kelenjar saliva lainnya. Parotis : Anatomi : •. Duktus ini berjalan menembus pipi dan bermuara pada vestibulus oris pada lipatan antara mukosa pipi dan gusi dihadapkan molar dua atas.

• Saluran keluar yang utama yaitu duktus parotidikius steensen terdiri dari epitel berlapis semu. fosfatase asam. lisozim. yang pada manusia adalah serosa murni. aldolase. bermuara kedalam vestibulum rongga mulut berhadapan dengan gigi molar kedua atas. • Kelenjar parotis adalah kelenjar tubuloasinosa kompleks. dari sini ada septa jaringan ikat termasuk kelenjar dan membagi kelenjar menjadi lobulus yang kecil.Histologi : • Kelenjar ini dibungkus oleh jaringan ikat padat dan mengandung sejumlah besar enzim antara lain amylase. dan kolinesterase. Kelenjar parotis mempunyai sistem saluran keluar yang rumit sekali dan hampir semua duktus ontralobularis adalah duktus striata. . Kelenjar ini dikelilingi oleh kapsula jaringan ikat yang tebal.

. • Di dalam kelenjar ini terdapat arteri fasialis yang melekat erat dengan kelenjar ini.2. • Pada proses sekresi kelenjar ini memiliki duktus Wharton yang bermuara di ujung lidah. • Kelenjar ini teletak di dasar mulut di bawah ramus mandibula dan meluas ke sisi leher melalui bagian tepi bawah mandibula dan terletak di permukaan muskulus mylohyoid. Submandibularis Anatomi : • Kelenjar ini merupakan kelenjar yang berbentuk seperti kacang dan memiliki kapsul dengan batas yang jelas.

yang pada manusia terutama pada kelenjar campur dengan sel-sel serosa yang dominan.Histologi : • Kelenjar ini terdiri dari jaringan ikat yang padat. . • Kelenjar submandibularis adalah kelenjar tubuloasinosa kompleks. • Saluran keluar utama yaitu duktus submandibularis wharton bermuara pada ujung papila sublingualis pada dasar rongga mulut dekat sekali dengan frenulum lidah. karena itu disebut mukoserosa. Baik kapsula maupun jaringan ikat stroma berkembang baik pada kelenjar submandibularis. dibelakang gigi seri bawah.

Sublingualis Anatomi : • Kelenjar ini terletak antara dasar mulut dan muskulus mylohyoid merupakan suatu kelenjar kecil diantara kelenjar–kelenjar mayor lainnya.3. . • Kelenjar ini tidak memiliki kapsul yang dapat melindunginya. • Duktus utama yang membantu sekresi disebut duktus Bhartolin yang terletak berdekatan dengan duktus mandibular dan duktus Rivinus yang berjumlah 8-20 buah.

Duktus interkalaris dan duktus striata jaringan terlihat. . Sel-sel serosa yang sedikit hampir seluruhnya ikut membentuk demilune.Histologi : • Kelenjar sublingualis adalah kelenjar tubuloasinosa dan kelenjar tubulosa kompleks. Pada manusia kelenjar ini adalah kelenjar campur meskipun terutama kelenjar mukosa karena itu disebut seromukosa.

Kelenjar Glossopalatinal Lokasi dari kelenjar ini berada dalam isthimus dari lipatan glossopalatinal dan dapat meluas ke bagian posterior dari kelenjar sublingual ke kelenjar yang ada di palatum molle. B. C. Kelenjar Labial Kelenjar ini terletak di submukosa bibir. kelenjar ini serupa dengan kelenjar labial.Kelenjar Bukal Kelenjar ini terdapat pada mukosa pipi. Kelenjar Palatinal Kelenjar ini ditemui di sepetiga posterior palatal dan di palatum molle.Kelenjar saliva minor A. . Kelenjar ini dapat dilihat secara visual dan dilindungi oleh jaringan fibrous yang padat. D. Banyak ditemui pada midline dan memiliki banyak duktus.

Pusat liur selanjutnya mengirim impuls melaalui saraf otonom ekstrinsik ke kelenjar liur untuk meningkatkan sekresi liur. seperti semua pusat otak yang mengontrol aktivitas pencernaan. .Reflex liur sederhana Terjadi ketika kemoreseptor dan reseptor tekan didalam rongga mulut berespon terhadap keberadaan makanan. yang terletak di medulla batak otak. reseptor-reseptor ini menghasilkan impuls serat-serat saraf aferen yang membawa informasi ke pusat liur. PERSARAFAN DAN REGULASI SALIVA a. Pada pengaktifan.

pengeluaran virus-virus dan produk metabolisme organisme sendiri dan mikro- organisme. pengaturan kandungan air.Fungsi saliva perlindungan pada permukaan mulut. . pencernaan makanan dan pengecapan serta diferensiasi dan pertumbuhan sel-sel kulit. epitel dan saraf.

leukosit. kotoran lainnya seperti protein plasma sehingga dapat memperbaiki perlekatan epitelial ke gigi juga mengandung agen anti mikrobial misalnya lisosom dan mengandung leukosit polimorfonuklear dan makrofag yang dapat membunuh bakteri. IgM dan fakto- faktor lain dari sistem imun.• Cairan Sulkus Gingiva Mengandung immunoglobulin IgG. bakteri. IgA. Fungsi cairan sulkus gingiva adalah membasahi daerah leher gingiva. mengeluarkan sel-sel epitelial yang terlepas. .

b. Kita semua pernah mengalami liur menetes. Ini adalah respon yang dipelajari berdasarkan pengalaman sebelumnya. Hanya berpikir. melihat. . Sinyal yang berasal dari luar mulut dan secara mental dikaitkan dengan kenikmatan makan bekerja melalui korteks serebri untuk merangsang pusat liur di medula oblongata.Reflex liur terkondisi Saliva terjadi tanpa stimulasi oral. mencium atau mendengar pembuatan makanan yang lezat memicu salivasi melalui reflex ini.

.

Infeksi bakteri: • Acute suppurative Sialedenitis • Suppurative parotitis • Sialodochitis 2. Infeksi kronis : • Mycobacteria • Actinomycosis 4. KELAINAN PADA KELENJAR SALIVA 1. Inflamasi : • Sialolithiasis . Infeksi virus : • Viral parotitis (Mumps) 3.

KOMPOSISI DAN FUNGSI SALIVA SERTA CAIRAN RONGGA MULUT LAINNYA • Saliva : Komponen saliva dapat dibedakan menjadi komponen anorganik dan bioorganik. sulfat dan iodine yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mulut. sedangkan amnion mayor aktif adalah klorida dan bikarbonat. Komponen bioorganik saliva yang utama adalah protein. Elektrolit lain yang terdapat dalam saliva. klorida. Komponen anorganik terbagi atas sodium dan potasium yang merupakan kation yang paling penting yang terdapat dalam saliva. tiosinat. magnesium. . yaitu kalsium. posfat.

.HUBUNGAN ANTARA SALIVA DENGAN PERIODONTAL Saliva dapat menyebabkan penyakit periodontal seperti gingivitis dan periodontitis. sedangkan transudat serum yang disebut cairan sulkus gingiva melengkapi mineralisasi untuk kalkulus subgingiva. Saliva adalah sumber mineralisasi untuk kalkulus supragingiva. Konsentrasi kalsium dalam plak adalah 2 sampai 20 kali yang ditemukan dalam saliva.

Hal ini ditunjukkan dengan berkurangnya voulme saliva. . Jumlah dan keparahan kerusakan jaringan kelenjar saliva tergantung pada dosis dan lamanya penyinaran. HUBUNGAN ANTARA SALIVA DENGAN RADIOTERAPI Terapi radiasi pada daerah leher dan kepala untuk perawatan kanker telah terbukti dapat mengakibatkan rusaknya struktur kelenjar saliva dengan berbagai derajat kerusakan pada kelenjar saliva yang terkena terapi radiasi.

dan lactoferin mempunyai daya anti bakteri yang langsung terhadap mikroflora tersebut sehingga derajat aksidogenik berkurang.1.7 ketika saliva tidak terangsang.4 pada saat tingkat produksi sedang tinggi. Peningkatan nilai pH seperti di atas bagi kelenjar submandibular adalah dari 6.4 ke 7. • Protein saliva dapat meningkatkan ketebalan acquired pellicle sehingga dapat membantu menghambat pengeluaran ion fosfat dan kalsium dari email .fosfat. Menjadi 7. • Molekul immunoglobulin A ( IgA) diskresi oleh sel-sel plasma yang terdapat di dalam kelenjar liur sedangkan komponen protein lainnnya diproduksi di lapisan epitel luar yang menutup kelenjar Kadar keseluruhan igA di saliva berbanding terbalik dengan timbulnya karies. ion OH dan F ke dalam plak dapat menurunkan kelarutan email dan meningkatkan remineralisasi karies dini. Peningkatan tingkat kecepatan saliva juga mengakibatkan naiknya kapasitas buffernya. Kapasitas penyanggahan dan pH saliva erat hubungannya dengan kecepatan sekresinya. • Sistem buffer asam karbonat-bikarbonat. • Beberapa komponen saliva yang termasuk dalam komponen non immunologi seperti lysozyme. serta kandungan ammonia dan urea dalam saliva dapat menyangga dan menetralkan penurunan pH yang terjadi saat bakteri plak sedang memetabolisme gula. Pada kedua kasus ini penyebabnya adalah meningkatnya kadar Natrium dan Bikarbonat. Nilai pH kelenjar parotis meningkat dari 5. lactoperoxydase. HUBUNGAN ANTARA SALIVA DENGAN KARIES Secara teori saliva dapat mempengaruhi proses karies dalam berbagai cara yaitu: • Aliran saliva dapat menurunkan akumulasi plak pada permukaan gigi dan juga menaikkan tingkat pembersihan karbohidrat dari rongga mulut • Difusi komponen saliva seperti kalsium.

terimakasih .