You are on page 1of 32

GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR

EPISODE KINI DEPRESIF
DENGAN GEJALA PSIKOSIS

1. Beni Wulandari (Universitas prima Indonesia)
2. Gusti Elisa (Universitas Malahayati)
3. Indri Puspitasari (Universitas Malahayati)
4. Nanang Cahyana (Universitas Malahayati)
5. Nindi Dwi Lestari (Universitas prima Indonesia)
6. Reza Feriansyah (Universitas Malahayati)
7. Riris Purba (Universitas prima Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

 Seks Mania Laki-laki Depresi Perempuan  Usia Rata-rata 30 tahun EPIDEMIOLOGI Status Pernikahan GB lazim pada orang lajang dan orang bercerai daripada menikah  Faktor Sosioekonomi dan Kebudayaan .

ETIOLOGI Faktor Faktor Biologi Faktor Genetik Psikososial  Studi Keluarga  Peristiwa Hidup dan  Norepinefrin Stres Lingkungan  Studi Adopsi  Serotonin  Faktor Kepribadian Studi Anak Kembar Dopamin  Faktor Psikodinamik Depresi  Studi Keterkaitan .

• Gangguan afektif bipolar. • Gangguan afektif bipolar. • Gangguan afektif bipolar. • Ganguan afektif bipolar. . episode kini manik tanpa gejala psikotik. episode kini depresif berat dengan gejala psikotik. episode kini campuran. episode kini dengan depresif berat tanpa gejala psikotik. • Gangguan afektif bipolar. kini dalam remisi. episode kini manik dengan gejala psikotik. • Gangguan afektif bipolar lainnya. • Tanpa gejala somatik • Dengan gejala somatik • Gangguan afektif bipolar. episode kini hipomanik. • Gangguan afektif bipolar.Klasifikasi Gangguan Bipolar menurut International Statistical Classification of Diseases (ICD)-10 • Gangguan afektif bipolar. episode kini depresif ringan atau sedang. • Gangguan afektif bipolar YTT.

 Mood Depresi  Hilangnya Minat atau Kesenangan  Menarik Diri  Berkurangnya Energi GEJALA  Bunuh Diri  Nafsu Makan Menurun  Berat Badan Menurun  Hendaya dalam Berfikir dan Berkonsentrasi  Ansietas  Menstruasi Abnormal .

DIAGNOSIS Gangguan Afektif Bipolar Menurut Pedoman Penggolongan da .

5 Gangguan Afektif Bipolar. Episode Kini Depresi Berat deng .F31.

DIAGNOSIS BANDING .

resiko bunuh diri atau membunuh. . dan kemampuan pasien yang menurun drastis untuk mendapatkan makan dan tempat tinggal. . Indikasi rawat inap adalah kebutuhan prosedur diagnosis.PENATALAKSANAAN A. Riwayat gejala berkembang cepat serta rusaknya sistem dukungan pasien juga merupakan indikasi pasien rawat inap. Rawat Inap .

olanzapin + SSRI. Farmakoterapi Tabel Rekomendasi Terapi biologik pada Episode Depresi Akut. litium atau divalproat atau karbamazepin + SSRI + lamotrigin penambahan topiramat Tidak gabapentin monoterpi. litium + karbamazepin. litium +divalproat. litum atau divalproat + SSRI. divaplroat. lamotrigin. quetiapin. GB I Lini I litium. B. litium atau divalproat + lamotrigin Lini III karbamazepin. litium + MAOI. aripiprazol monoterapi direkomendas ikan . litium atau divalproat + venlafaksin. olanzapin. litium atau divalproat atau AA + TCA. quetiapin XR. TKL. Lini II quetiapin + SSRI.

Lamotrigin. GB II Lini I Quetiapin Lini II Litium. divalproat. litium + divalproat. antidepresan. . Tabel Rekomendasi Terapi Depresi Akut. litium atau divalproat +. Dokter juga harus menekankan bahwa pasien tidak akan mengalami ketergantungan obat antidepresan. antipsikotika atipik + antidepresan Lini III Antidepresan monoterapi (terutama untuk pasien yang jarang mengalami hipomania) C. karena obat ini tidak memberikan kepuasan dengan segera. Edukasi Pasien Edukasi pasien dengan adekuat mengenai pengguanaan antidepresan adalah hal yang sama pentingnya dengan memiliki obat serta dosis yang paling tepat untuk keberhasilan terapi.

75% dalam 5 tahun. Dan sekitar 50.PROGNOSIS Kekambuhan pada episode depresi berat lazim terjadi. Sekitar 25% mengalami kekambuhan pada 6 bulan pertama setelah keluar dari rumah sakit sekitar 30-50% menggalami gangguan dalam 2 tahun. .

alamat Jl. kesan terhadap keterangan kurang dapat dipercaya. .VII Kec. pendidikan terakhir SMA. Wiraswasta. R.LAPORAN KASUS Identitas Pasien Perempuan. 36 tahun. Lk. Letnan Umar Bakri. Djoelham Kota Binjai pada tanggal 06 Januari 2016 diantar oleh Bidan. Binjai Barat .M. Sukaramai. sudah menikah. Islam. datang ke Poliklinik Psikiatri RSUD Dr.

OS sering merasa bersalah. Suami OS sering tidak berada dirumah dalam waktu yang lama. OS juga mengeluhkan suami yang kurang terbuka. OS sulit tidur. namun OS merasa suaminya tidak sesuai dengan yang OS Inginkan. . terutama makciknya OS merasa hubungannya dengan makcik menjadi tidak dekat lagi akibat dari suaminya berhutang dengan makciknya. nafsu makan tidak ada sehingga berat badan terus menurun. OS juga terlilit hutang dengan saudara. Keluhan Utama OS mengeluhkan hubungan dengan suami yang kurang harmonis. OS juga mengeluhkan penyakit asam lambung yang di derita sejak remaja. OS juga mudah lelah. OS merasa sering mendapat tuntutan dari suaminya dalam berbagai hal.Sebab utama (diperoleh autoanamnesis) OS mengeluhkan hubungan dengan suami yang kurang harmonis. OS mudah sedih dan mudah menangis. dan OS takut mati. OS sering mendengar suara-suara bisikan. OS juga terlilit hutang dengan saudara-saudaranya. OS merasa sering dibohongi oleh suami. OS sudah berobat ke penyakit dalam.

OS merasa keadaannya saat ini kurang diperdulikan oleh keluarga. OS bercerita bahwa banyak laki-laki yang tertarik pada dirinya. OS merasa dirinya dapat menyembuhkan penyakit. OS kurang bergaul dengan lingkungan sekitar karena merasa orang lain sering membicarakan dirinya. OS juga mengeluh sulit tidur. Sebelum sakit OS adalah orang yang periang. saat masa SMA OS juga merokok lebih kurang 3 bungkus sehari. OS sering merasa ada bisikan yang terkesan memberikan perintah. dan mempunyai banyak teman. namun semakin memberat semenjak terlilit hutang dan sering ditinggal suami pergi. dan OS menurutinya. mudah bergaul.Riwayat Penyakit Sekarang Hal ini sudah dialami OS sejak 1 bulan setelah menikah. Riwayat Penyakit Sebelumnya OS menderita dispepsia. . karena takut ketika bangun OS sudah mati.

Riwayat Kehidupan Pribadi • Riwayat sewaktu di dalam kandungan dan dilahirkan : Sulit dinilai • Kesehatan fisik dan mental ibu sewaktu mengandung : Sulit dinilai • Riwayat masa bayi dan anak-anak – Pertumbuhan fisik : Baik – Menyusui : Sulit dinilai – Usia mulai jalan : Sulit dinilai – Usia mulai berbicara : Sulit dinilai • Simtom-simtom sehubungan dengan masalah perilaku yang dijumpai pada masa kanak-kanak: Tidak ada • Kepribadian serta temperamen sewaktu anak-anak: Baik. Suka bergaul. .

Riwayat berhubungan dengan polisi atau penegak hukum • Tidak ada . Riwayat Pendidikan • Prestasi sewaktu sekolah dari SD sampai SMA sedang dan aktivitas sekolah baik • Sikap terhadap teman dan guru baik.

Armayawikana Winarsih Usia 63 tahun 66 tahun Pekerjaan Wiraswasta IRT Pendidikan S1 SD Agama Islam Islam Suku Melayu Melayu Hubungan OS Biasa Akrab Kepribadian Pemarah Penyabar .Riwayat Keluarga a. Identitas Orang Tua Identitas Ayah Ibu Nama Alm.

hubungan dengan OS akrab 5. hubungan dengan OS akrab 7. Laki-laki 48 tahun. 1. hubungan dengan OS akrab 2. Laki-laki 39 tahun. hubungan dengan OS akrab 9. hubungan dengan OS akrab .Perempuan 24 tahun. Saudara-saudara OS • OS anak ketujuh dari sepuluh bersaudara. Laki-laki 43 tahun. Perempuan 38 tahun. OS 8. hubungan dengan OS akrab 6. Laki-laki 45 tahun.b. Perempuan 30 tahun. hubungan dengan OS akrab 10. hubungan dengan OS akrab 3. Laki-laki 41 tahun. Laki-laki 34 tahun. hubungan dengan OS akrab 4.

Abang kandung kedua dan Bibi kandung (adik kandung dari bapak OS) Stressor psikososial • Masalah dengan primary support group (OS mempunyai hubungan yang kurang harmonis dengan suami dan keluarga OS. • Masalah ekonomi ( OS terlilit hutang). . OS merasa kurang di perdulikan dengan saudara-saudaranya). Bapak kandung. Riwayat anggota keluarga yang menderita gangguan mental emosional Ibu kandung.

Riwayat penyakit fisik yang pernah diderita OS yang ada kaitannya dengan kejiwaan Tidak ada Riwayat bunuh diri Ada. dilakukan saat OS duduk di bangku SMA. kurang lebih tiga tahun yang lalu Riwayat penyalahgunaan zat Merokok. OS dapat menghabiskan 3 bungkus rokok dalam sehari .

• Sikap terhadap pemeriksa : Kooperatif .PEMERIKSAAN PSIKIATRI KHUSUS  Gambaran Umum • Penampilan : Seorang perempuan. sesuai umur. cara berjalan biasa. kesan dapat mengurus diri. • Tingkah laku dan aktivitas psikomotor : Normoaktif. cara berpakaian biasa. sikap tubuh biasa.

• Mood : Labil. Tangentiality . • Produktivitas : Banyak. psikosis (+) • Spesifik : Circumstantiality. Pembicaraan • Isi Pembicaraan : Relevan. • Perbendaharaan bahasa : Banyak. • Arus pembicaraan : Cepat. • Emosi lain : Tidak ada. Depresif. mood dan emosi lainnya • Afek : Appropriate.  Afek.  Pikiran • Umum : RTA (-).

OS mendengar suara bisikan. • Depersonalisasi : Tidak Ada . Mimpi dan Fantasi • Mimpi : Buruk • Fantasi : Tidak Ada  Persepsi • Halusinasi : Auditorik (+). bisikan berupa perintah.

. Sensorium • Alertness : Compos mentis. • Orientasi Orientasi waktu :Baik (OS tahu hari apa saat diwawancarai). Kalkulasi :Baik (OS tahu perkalian 3 x 1). • Konsentrasi dan Kalkulasi Konsentrasi :Baik (OS mampu mengurangi bilangan 7 dari 100 sebanyak 4x). Orientasi tempat :Baik (OS tahu sedang berada di RS). Orientasi personal :Baik(OS kenal dengan yang menemaninya).

. Daya ingat segera :Baik (OS bisa mengulangi angka 135786). • Pikiran abstrak :Baik (OS tahu beberapa peribahasa). • Pengetahuan Umum :Baik (OS tahu nama Presiden RI sekarang). Daya ingat agak lama :Baik (OS ingat kapan Hari Kemerdekaan).• Daya Ingat Daya ingat jauh :Baik (OS ingat nama sekolah waktu SD). Daya ingat baru saja Baik (OS ingat sarapan apa tadi pagi).

Judgment • Sosial : Baik (OS membantu jika ada gotong royong di lingkungan). Kemampuan mengendalikan rangsangan diri dalam diri sendiri: Terganggu . • Tes : Baik (OS akan mengembalikan dompet sesuai identitas dalam dompet jika menemukan dompet yang terjatuh).Insight : III (OS sadar akan penyakitnya tapi melemparkan kesalahan pada orang lain.

PEMERIKSAAN MEDIS • Pemeriksaan Interna Status Presents  Vital sign  Sensorium : Compos mentis  Tekanan darah : 130/90 mmHg  Berat badan : 67 kg • Pemeriksaan fisik  Kepala : Dalam Batas Normal  Leher : Dalam Batas Normal  Dada : Dalam Batas Normal  Abdomen : Dalam Batas Normal  Ekstremitas : Dalam Batas Normal • Pemeriksaan neurologis : Tidak dilakukan pemeriksaan • Pemeriksaan lain : Tidak dilakukan pemeriksaan .

DIAGNOSIS MULTIAKSIAL • Aksis I : Gangguan afektif bipolar episode kini depresi Berat dengan gejala psikotik. • Aksis V :GAF 60 .DIAGNOSIS BANDING • Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Depresi Berat dengan Gejala Psikotik. • Aksis II : Tidak ada diagnosa. • Aksis III : Dispepsia. • Skizofrenia. Masalah ekonomi.51 gejala sedang (moderate). disabilitas berat. • Aksis IV :Masalah dengan primary support group (keluarga). .

.PENATALAKSANAAN • Farmakologi Olandoz 5 mg 2 x 1/2 tab/hari/oral Trihexyphenidyl 2 mg 2 x 1 tab/hari/oral Kalxetin 20 mg 1 x 1 tab/hari/oral (pagi) Lansoprazole 2 x 1 tab/hari/oral (sebelum makan) • Nonfarmakologi Terapi suportif: Edukasi keluarga. PROGNOSIS Ragu-ragu menuju buruk.