You are on page 1of 35

PRESENTASI KASUS

CONGESTIVE HEART FAILURE E.C.
PENYAKIT JANTUNG HIPERTIROID


Disusun oleh:
Dwijayanti Titie Anggraeni
G4A015006

SMF ILMU PENYAKIT DALAM
RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
2016

Identitas Pasien

 Nama: Ny. H
 Umur :45 tahun
 Jenis kelamin : Perempuan
 Alamat : Brebes
 Agama : Islam
 Status : Menikah
 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
 Tanggal masuk RSMS : 4 Januari 2016
 Tanggal keluar RSMS: 10 Januari 2016
 No.CM : 00981713

RPS

Perut & Kaki
• 2 minggu bengkak
• Mual dan
• Terus menerus muntah
• Semakin • 2 minggu
• Berdebar-debar
memberat • Semakin lama
• Berkeringat
• Tidur dengan semakin membesar banyak
bantal tinggi • Mengganggu • Mudah lelah
membaik Sesak aktivitas
Penyerta
napas

RPD   Riwayat keluhan yang sama : disangkal  Riwayat hipertensi : diakui  Riwayat DM : disangkal  Riwayat alergi : disangkal  Riwayat penyakit ginjal : disangkal  Riwayat Pengobatan : disangkal  Riwayat operasi : disangkal .

RPK   Riwayat keluhan yang sama : disangkal  Riwayat hipertensi : disangkal  Riwayat DM : disangkal  Riwayat penyakit jantung : disangkal  Riwayat penyakit ginjal : disangkal .

RSE  Occupation Home al Personal Community Habit .

Pemeriksaan Fisik   Keadaan umum : sedang  Kesadaran : compos mentis  Vital sign Tekanan Darah : 190/100 mmHg Nadi : 104 x/menit Respiration Rate : 36 x/menit Suhu : 36.8 0C  Berat badan : 58 kg  Tinggi badan : 155 cm .

Status Generalis  • Mesocephal Kepal a • VT +/+ • Konjungtiva anemis -/- Mata • Eksoftalmus +/+ • Pembesaran kelenjar tiroid - Leher • JVP meningkat .

retraksi intercostalis (-) u Palpasi: Vokal fremitus lobus superior kanan = kiri. retraksi suprasternal(-). tidak tampak Par ketertinggalan gerak hemithoraks kanan dan kiri. Status Lokalis  Inspeksi: Dinding dada simetris. Vokal fremitus lobus inferior kanan = kiri Perkusi: Perkusi orientasi seluruh lapang paru sonor. kelainan bentuk dada (-). Batas paru-hepar SIC V LMCD Auskultasi: Suara dasar vesikuler +/+. Ronki basah halus -/-. Ronki basah kasar -/-. Wheezing-/- .

T1>T2 ireguler Gallop (-). P1>P2. Murmur (-) . pulsasi parasternal (-). pulsasi epigastrium g (-) Palpasi: Ictus Cordis teraba pada SIC V 2 jari lateral LMCS dan kuat angkat (+) Batas atas kanan : SIC II LPSD Batas atas kiri : SIC II LPSS Batas bawah kanan : SIC IV LPSD Batas bawah kiri : SIC V 2 jari lateral LMCS Auskultasi: A1>A2. Inspeksi: Ictus Cordis tampak di SIC V 2 jari lateral Jantun LMCS. M1>M2.

n pulsasi epigastrik (-) Auskultasi: Bising usus (+) normal Perkusi: Timpani.Abdome Inspeksi: Cembung. pekak alih (+) Palpasi: Nyeri tekan (-). pekak sisi (+). Supel. undulasi (+). hepar&lien tidak teraba .

. + + Sianosis . . - Akral dingin . . - patologis . . . - Reflek fisiologis + + + + Reflek .Pemeriksaan Ekstremitas Ekstremitas Ekstremitas superior inferior Dextra Sinistra Dextra Sinistra Edema . . .

8 – 5.7 – 15.0 Limfosit : 19 25.2 (3.0 – 5.7 2.5 g/dl) Hematokrit : 37 % (35 – 47%) Leukosit : 7670 (3600 – 11000 U/L) Eritrosit : 4.000 /uL) MCV : 87 (80 – 100 fL) MCH : 26 (26 – 34 pg/cell) MCHC : 29 (32 – 36 %)  Hitung Jenis Leukosit : Basofil : 0.4 0.000-440.0 – 40.0 % Eosinofil : 1.0 % Batang : 0.0 – 1.0 .2 10^6/uL) Trombosit : 377000 (150. Pemeriksaan Penunjang (5 Januari 2016)  Darah Lengkap  Hemoglobin : 10.7 g/dl (11.0 % Segmen : 66.0 Monosit : 11.0 – 8.3 3.0 – 4.0 – 70.8 50.8 2.

98 – 38.Kimia klinik SGOT : 28 (15 – 37 U/L) SGPT : 11 (30 – 65 U/L) GDS : 98 (≤ 200 mg/dL) Natrium : 140 (136 – 145 mmol/L) Kalium : 4.1 (14.60 – 1.1 mmol /L) Klorida : 99 (98 – 107 mmol/L) Ureum darah : 38.5 – 5.57 (0.5 (3.00 mg/dL) .52 mg/dL) Kreatinin darah : 0.

.

Krisis Hipertensi Diagnosis Banding • Hypertension Heart Disease • Hyperthyroid Heart Disease . Dyspneu ec. CHF. Atrial Fibrilation.Diagnosis Kerja • Obs.

5 tab  Irbesartan 1 x 150 mg  Bed rest . Penatalaksanaan   IVFD RL 10 tpm  O2 3 lpm NK  Inj. Furosemide 3 x 2 ampul  Spironolakton 1 x 100 mg  Digoxin 2 x 0.

Follow Up Tanggal S O A P Sesak napas KU/ Kes: sedang/ CHF  IVFD RL 10 tpm sudah compos mentis HHD  O2 3 lpm NK berkurang. 0. TD: 170/80 mmHg AF  Inj. 150 mg C/ S1>S2.SI -/. mg I: datar  Cek T3. Abd. reg. ST –  Amlodipin 1 x 5 Status Lok.5 tab 05/01/2016 Thoraks:  PO Irbesartan 1 x P/ SD ves +/+. Furosemide 3 deg – degan. TSH A : BU (+) normal Per: timpani Pal: supel . ST -/. T4.3 C 1 x 100 mg Status Generalis  PO Digoxin 2 x Mata: CA -/. N: 114 x/mnt   x 2 amp perut dan RR: 40 x/mnt  PO Spironolakton kaki bengkak S: 37.

reg. TD: 140/80 mmHg    O2 3 lpm NK berdebar. ST  PO Digoxin 2 -/.06/01/201 Sudah KU/ Kes: sedang/ CHF. 1 x 150 mg I: datar  Amlodipin 1 x A : BU (+) sedang 5 mg Per: timpani  Cek T3. Spironolakton Thoraks: 1 x 100 mg P/ SD ves +/+. debar. Pal: supel TSH  Balance . N: 104 x/mnt  Inj.SI -/. RR: 20 x/mnt Furosemide 3 perut dan S: 36. ST –  PO Irbesartan Status Lok. x 0. HHD. Abd.  IVFD RL 10 6 tidak compos mentis AF tpm sesak. T4.5 tab C/ S1>S2.7 C x 2 amp kaki Status Generalis  PO bengkak Mata: CA -/.

SI -/.07/01/201 Berdebar – KU/ Kes: sedang / CHF. T4. HHD.  IVFD RL 10 6 debar. 5 mg I: datar  Cek T3. 1 x 150 mg ST –  Amlodipin 1 x Status Lok. ST x 0.7C  PO Status Generalis Spironolakton Mata: CA -/. reg. Abd. A : BU (+) normal TSH Per: timpani  Balance . berkurang N: 114x/mnt Furosemide 3 RR: 20 x/mnt x 2 amp S: 36. compos mentis AF tpm bengkak TD: 160/70  O2 3 lpm NK sudah mmHg  Inj.5 tab -/.  PO Irbesartan C/ S1>S2. 1 x 100 mg Thoraks:  PO Digoxin 2 P/ SD ves +/+.

PD FT4 2. Abd.  PO Irbesartan 1 C/ S1>S2.  IVFD RL 10 tpm keluhan compos mentis Hipertiroid  O2 3 lpm NK TD: 150/80 mmHg Heart  Inj.0015 .  PO Digoxin 2 x Thoraks: 0.5 tab P/ SD ves +/+.0 TSH <0.  Amlodipin 1 x 5 I: datar mg A : BU (+) normal  Balance cairan Per: timpani 24 jam (BC – Pal: supel 3200) Hasil lab :  Konsul Sp.08/01/2016 Tidak ada KU/ Kes: sedang / CHF. ST -/.SI -/. reg. Furosemide N: 92x/mnt Disease 3 x 2 amp RR: 20 x/mnt    PO S: 36. ST – x 150 mg Status Lok.7C Spironolakton 1 Status Generalis x 100 mg Mata: CA -/.62 FT3 3.

ST  PO Irbesartan – 1 x 150 mg Status Lok.  IVFD RL 10 6 keluhan compos mentis Hipertiroid tpm TD: 140/80 Heart  O2 3 lpm NK mmHg Disease  Inj.5 tab C/ S1>S2.  Amlodipin 1 x I: datar 5 mg A : BU (+) normal  PTU 3 x 1 Per: timpani  Balance Pal: supel cairan 24 jam (BC –3200) .SI -/.7C  PO Status Generalis Spironolakton Mata: CA -/.09/01/201 Tidak ada KU/ Kes: sedang / CHF. reg. Abd. ST -/. N: 88x/mnt   Furosemide 3 RR: 20 x/mnt x 1 amp S: 36. 1 x 100 mg Thoraks:  PO Digoxin 2 P/ SD ves +/+. x 0.

0. reg.SI -/.7C 1 x 100 mg Status Generalis  Digoxin 2 x Mata: CA -/. Abd. ST 150 mg -/.10/01/201 Tidak ada KU/ Kes: sedang / CHF.  Pulang I: datar A : BU (+) normal Per: timpani Pal: supel . ST 5 mg –  PTU 3 x 1 Status Lok.  Aff RL 10 tpm 6 keluhan compos mentis Hipertiroid  Aff O2 3 lpm TD: 140/80 Heart NK mmHg Disease  Furosemide 2 N: 88x/mnt   x 1 tab RR: 20 x/mnt  Spironolakton S: 36.  Amlodipin 1 x C/ S1>S2.5 tab Thoraks:  Irbesartan 1 x P/ SD ves +/+.

Etiologi • Penyebab penyakit jantung hipertiroid yang paling sering adalah penyakit Grave. dan metastase karsinoma tiroid folikular . struma nodosa soliter. struma multinoduler. Penyakit Jantung Hipertiroid  Definisi • Penyakit jantung hipertiroid merupakan suatu penyakit jantung yang disebabkan oleh peningkatan kadar hormon tiroksin bebas dalam sirkulasi darah.

Regulasi Hormon Tiroid .

Hormon Tiroid dan Jantung .

.

Hipertiroid .

Penegakan Diagnosis Indeks Wayne N Gejala Yang Baru Timbul Dan Atau Nilai o Bertambah Berat 1 Sesak saat kerja +1 2 Berdebar +2 3 Kelelahan +2 4 Suka udara panas -5 5 Suka udara dingin +5 6 Keringat berlebihan +3 7 Gugup +2 8 Nafsu makan naik +3 9 Nafsu makan turun -3 10 Berat badan naik -3 11 Berat badan turun +3 .

- 10 +3 - 80 – 90x per menit > 90x per menit Hipertiroid jika indeks > 20 .No Tanda Ada Tidak Ada 1 Tyroid teraba +3 -3 2 Bising tyroid +2 -2 3 Exoptalmus +2 - Kelopak mata tertinggal gerak bola 4 +1 - mata 5 Hiperkinetik +4 -2 6 Tremor jari +1 - 7 Tangan panas +2 -2 8 Tangan basah +1 -1 9 Fibrilasi atrial +4 - Nadi teratur . -3 < 80x per menit .

FT4 dan TSH  Ekskresi Iodium urin  Kadar Tiroglobulin  Antibodi tiroid  TSI  EKG . Pemeriksaan Penunjang   Kadar FT3.

5 tab maupun psikis yang  Antikoagulan dapat memperberat  Antitiroid kerja jantungnya.Tatalaksana Nonmedikamentos a Medikamentosa  istirahat tirah baring  Betablocker:  Propanolol 40-160 mg/hari (bed rest)  Diuretik  diet jantung (rendah  Furosemide garam. rendah kalori)  Spironolakton 1 x 100 mg  Mengurangi segala  Digitalis bentuk stress baik fisik  Digoksin 2 x 0.  PTU 250 mg /8 jam .

Kesimpulan   Pengaruh Hormon Tiroid Terhadap Sistem Kardiovaskular :  T3 mengatur gen spesifik jantung  Hormon tiroid meningkatkan kontraktilitas otot jantung  Hormon tiroid menyebabkan penurunan resistensi pembuluh darah perifer  Hormon tiroid meningkatkan aktivitas sistem simpatoadrenal  Hipertrofi otot jantung akibat kerja jantung yang meningkat. .  Penurunan resistensi pembuluh darah perifer dan peningkatan volume darah.

. dan TSH.  Penegakan diagnosis hipertiroid didasarkan pada pemeriksaan laboratorium kadar FT3.  Tujuan penatalaksanaan penyakit jantung hipertiroid adalah untuk meningkatkan fungsional jantung akibat gangguan kardiovaskuler dan mengatasi penyebab keadaan hipertiroid. FT4. Penyakit jantung hipertiroid merupakan suatu penyakit jantung yang disebabkan oleh peningkatan kadar hormon tiroksin bebas dalam sirkulasi darah.

Terima Kasih  .