You are on page 1of 86

KODE INTERNASIONAL

PEMASARAN PENGGANTI ASI
DAN RUMAH SAKIT SAYANG
BAYI

Pelatihan tentang Aturan-aturan Internasional Pemasaran Pengganti ASI/Susu Formula

Dua penelitian terkini membuktikan bahwa
perbaikan pemberian ASI dan pemberian
MP-ASI menyelamatkan anak

1. EACH YEAR NEARLY 3 MILLION
CHILDREN (56%X45% X10.8 Mill.=2.7
Mill.) OVER 6 MOS. OF AGE DIE
DUE TO MALNUTRITION
Pelletier, Frongillo et al

2. NEARLY 2 MILLION DEATHS
OF <5 YO. COULD BE
PREVENTED BY IMPROVED
BREASTFEEDING (1.3 MILLION)
AND COMPLEMENTARY
FEEDING (0.6 MILLION) ALONE
LANCET Child Survival series

Pemberian Makanan Bayi yang optimal menurunkan kematian Balita
Source: Lancet Child Survival Series 2003

Mengapa penting dukungan bagi ibu
menyusui/ Dampak penurunan ASI

dan dipenuhi oleh orang tua. keluarga.AIR SUSU IBU HAK ANAK  “Hak anak adalah bagian dari hak azasi manusia yang wajib dijamin. masyarakat. pemerintah dan negara”  “Hak anak meliputi : non diskriminasi. dilindungi. kepentingan yang terbaik bagi anak. hak untuk hidup kelangsungan hidup dan perkembangan dan penghargaan terhadap pendapat anak” (Undang Undang Perlindungan Anak Bab I Pasal 1 No 12 dan Bab II Pasal 2) .

8% menjadi32. diberi susu formula 47%.Juli 2007 :tidak mndpt penje lasan 64%. dihubungi produsen 76% .2005: Banyak Pelanggaran  Angket Milis Sehat. Juni.5% (SDKI 1997 dan SDKI 2002)  Menyusui 1 jam pertama turun: 8% menjadi 3% (idem)  Penggunaan susu botol meningkat 3x: 10. Beberapa data  Angka ASI Eksklusif 0.4% ( SDKI 1997 dan SDKI 2002)  SF di Indonesia minggu I : 27 – 52%. HKI 2002  Hasil Monitoring Pemasaran PASI 2003.6 bulan di Indonesia turun: 42.4 % menjadi 39. mulai 6-24 jam 29%.

Dukungan ibu bekerja . kesepakatan dan program  Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI.Pengaturan pemasaran PASI .Beberapa fakta. 1981  Innocenti Declaration 1990 : Agar semua ibu sukses menyusui ditetapkan 4 target operasional : .Semua SPK Sayang Bayi .KIE .Fokus koordinasi nasional  Pemberian ASI membuktikan dapat menyelamatkan bayi / menurunkan mortalitas – morbiditas bayi dan meningkatkan kualitas bayi / SDM  Meningkatkan kesehatan ibu .

 Strategi Global PMBA (IYCF) merupakan Resolusi WHA 2002 dg rekomendasi : Standard Emas makanan bayi : ASIE 6 bln . kmd ssd 6 bl bayi diberi MP- ASI yang adekwat dg ASI diteruskan smp 2 th atau lebih Dengan Target operasional .KIE .PMBA pd situasi sulit : sehubungan HIV .Semua SPK Sayang Bayi .Dukungan ibu bekerja .PMBA dalam situasi Emergency .Pengaturan pemasaran PASI .Fokus koordinasi nasional .

Lingkaran Dukungan .

.

25 Years of Protecting Breastfeeding “ atau ‘Kode Internasional. Pekan ASI Sedunia 1 . diperingati oleh > 100 negara . 25 tahun Melindungi ASI’  Betapa penting Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI (PASI) diseluruh dunia.7 Agustus 2006 : “Code Watch.

1.05. dilarang menambah lutein.  Sejak 1981 sebagai Resolusi WHA  Disempurnakan oleh Resolusi WHA Terkait  Indonesia: Permenkes No 240. Juli 2008 ( rasio AA-DHA. 1997 tentang Pemasaran PASI  PP tentang Label& Iklan Pangan No 69. HK 00. 1985 tentang PASI  Direvisi : Kepmenkes No 237.3572.52.Kode Internasional & Peraturan Nas. ) . sphygomyelin. dilarang klaim gizi dan kes.1999  KepmenKes No 450.2004  Peraturan Kepala Badan POM. gangliosida.

Isi Kode Internasional  Dilarang iklan PASI (produk yang dipasarkan atau dinyatakan untuk pengganti ASI). Atau petugas kesehatan yang digaji perusahaan untuk menghubungi dan memberi nasehat pada ibu  Label harus dalam bahasa yang dimengerti dan tidak menggunakan kata atau gambar yang mengidealkan makanan buatan pabrik . botol dan dot  Dilarang memberi sample atau pasokan gratis atau harga diskon  Dilarang promosi produk PASI di atau melalui sarana kesehatan  Dilarang kontak antara petugas promosi PASI dengan ibu.

perusahaan dan distributor harus secara mandiri mentaati Kode Intrn’l dan semua resolusi WHA berikutnya yang terkait . misal susu kental manis dilarang dipromosikan untuk bayi  Produk harus berkualitas tinggi dan memperhatikan kondisi iklim dan penyimpanan dari negara pengguna  Dg atau tanpa tindakan pemerintah. mengingatkan biaya dan bahaya bila menggunakan makanan buatan  Produk yang tidak cocok. Informasi kpd tenaga kesehatan harus ilmiah & faktual  Pemerintah harus menjamin tersedianya informasi yg objektif dan konsisten tentang makanan bayi /anak  Semua informasi tentang makanan bayi buatan pabrik tersebut harus dengan jelas menerangkan manfaat ASI.

Isi Beberapa WHA Terkait  Susu lanjutan tidak diperlukan  Dilarang memberi pasokan PASI gratis atau diskon ditiap bagian sistim pelayanan kesehatan  Pemerintah harus menjamin bahwa bantuan dana dan hadiah lain untuk petugas kesehatan yang bekerja dalam bidang kesehatan bayi/anak tidak mengakibatkan benturan kepentingan  Pemerintah harus menjamin monitoring yang benar benar bebas dari pengaruh komersial terhadap implementasi Kode Internasional dan resolusi WHA terkait  Mendorong agar tiap pelayanan kesehatan ibu dan bayi/anak untuk menerapkan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui .

 Jangka waktu 6 bulan pertama adalah pemberian ASI Eksklusif yang optimal  Riset tentang HIV dan makanan bayi harus bebas dari pengaruh komersial  MP-ASI tidak boleh dipasarkan dengan cara yg dapat merugikan menyusui eksklusif dan upaya mempertahankan ASI  Memperbaharui Komitmen melalui Strategi Global  Memberi informasi pada label tentang kemungkinan adanya kontaminasi intrinsic pada susu formula bubuk  Mengatur/ mengawasi klaim kesehatan dan gizi .

internet berhadiah 1 milyard lewat asuransi pendidikan Iklan dimedia masa ’.- .bantu anak kita kurang gizi…’ dg beli 1 produk sumbang Rp50.Monitoring 2003 dan 2005  Hanya “puncak gunung es”  Promosi pada Publik Lomba bayi sehat dimajalah..

Abbot di majalah : ‘The Smart Formula for Smart Babies’. meng klaim mengandung asam lemak yang meningkatkan intelegensi dan penglihatan .Untuk perbandingan Iklan Similac. menawarkan sampel gratis.

Vitalac.Pigeon sampel cream Nutricia 4 bln Kode melarang iklan dan atau sampel gratis serta menyamakan dengan ASI atau mengidealkan produk . Fun Wheel’utk dapat hadiah + Morinaga. Nestle Bubur bayi utk petunjuk Puskesmas Beli 3 karton dapat ‘Nutricia Lomba bayi sehat fotogenik Wyeth.Promina.

Promosi di Sarana Pelayanan Kesehatan  Bahan KIE Boks bolpoin Nestle Tutup Boks tisu Morinaga dispenser Ukuran Mead tinggi badan Johnson dan jam dinsing Wyeth .

promosi Kalender Kalender dikamar perusahaan Nutrilon dokter : promosi promosi Sari Husada dan perusahaan SGM1 Papan dokter Morinaga / KalbeFarma KMS Frisian Flag . Hadiah bolpoin Morinaga untuk dokter.

Ucapan ’Selamat” dari Wyeth . Sampel dan Pasokan PASI Sampel Lactogen 1 Papan nama dan .Bayi baru lahir keluarga dalam paket hadiah Suplai Vitalac 1 tak mampu diberi SGM1 Papan nama bayi baru lahir Nutrilon .

Papan Nama Bayi baru Lahir Mead Johnson Frisian Flag Morinaga Sampel SGM 1 untuk ibu melahirkan Kode melarang sampel gratis / harga diskon/ pasokan PASI .

Sponsor  Di India “ Say No to Sponsorship “ .

Sponsor
 Sari Husada : tour ke Singapur, Thailand, pelatihan
‘manajemen laktasi’, kongres Pediatri 2005, kongres
IBI, sponsor HUT RS dan gedung baru
 Nestle : sponsor travel , dengan IBI seminar ASI
Eksklusif, untuk pertemuan di Bali, Yogya,Batam.
Dengan IDAI ‘round table discussion’

Kode melarang sponsor yang dapat menimbulkan
conflict of interest

Label

MP-ASI berlabel untuk usia 4 bulan

SGM Sereal “ Pemula” berlabel untuk 6 bulan Tapi
SGM Sereal Lanjutan untuk usia 6 – 8 bulan dan
SGM Sereal Tumbuh untuk usia 8 – 12 bulan

‘Developmental Nutrition Plan’ : ‘Porsi Perkenalan’ untuk bayi
sebelum usia 6 bulan

Kode melarang gambar bayi dan botol

Rumah Sakit/ SPK Sayang Bayi Yaitu : RS/ SPK yang menerapkan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui .

Tujuan RSSB  Transform RS / SPK dan ruang kebidanan untuk menerapkan “ 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui “ ( 10 LMKM )  Hentikan pasokan PASI gratis/ diskon pada SPK / RS / Kebidanan .

reward tingkat pusat  Dihasilkan 340 RSSB diseluruh propinsi  1992 dikeluarkan Kriteria Global BFHI  Integrasi dalam RSSIB tahun 2000  Survey tahun 1999 RSSB terakreditasi di DKI Jakarta menurun. dimulai th 1991 berupa Lomba  A. penilaian tingkat pusat.l. updated . penilaian diri sendiri. expanded BFHI Global Criteria atau Kriteria Baru RSSB . tinggal 25 %  2006 dikeluarkan Revised. training assessor pusat dan daerah. pengembangan instrumen pedoman dan penilaian . penilaian tingkat propinsi. penilaian bersama international assesor. Progam Nasional RSSB atau implementasi 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui.

Mempunyai kebijakan PP- ASI tertulis yang secara rutin dikomunikasikan pada semua staf A JOINT WHO/UNICEF STATEMENT (1989) Slide 4.1.1 . 10 LMKM Langkah 1.

2 .Mengapa ?  Memerlukan serangkaian kegiatan dan Pedoman  Menghasilkan perawatan ibu bayi yang konsisten  Memberikan standard yang dapat dievaluasi Slide 4.1.

Isi kebijakan  Minimal harus meliputi :  10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui dan.1.3 . serta distribusi kepada ibu  Membantu ibu HIV positif untuk menentukan pilihan makanan bayinya  Dapat ditambah hal lain Slide 4. Larangan institusi menerima pasokan gratis / diskon PASI tmsk botol dan dot.

Slide 4b .

Pediatrics.Langkah 1 : Peningkatan ASIE ketika di RS setelah menerapkan RSSB Exclusive Breastfeeding Infants 40% 33.50% 5% 0% 1995 Hospital with minimal 1999 Hospital designated as lactation support Baby friendly Adapted from: Philipp BL.5 .1. 108:677-681.50% 35% 30% Percentage 25% 20% 15% 10% 5. Miller LW et al. Merewood A. 2001. Slide 4. Baby-friendly Hospital Initiative improves breastfeeding initiation rates in a US hospital setting.

2. 10 LMKM Langkah 2.1 . Melatih semua staf tentang ketrampilan untuk menerapkan kebijakan A JOINT WHO/UNICEF STATEMENT (1989) Slide 4.

Slide 4c .

Areas of knowledge  Manfaat ASI Laktas  Bagaimana menilai  Risiko SFi Risks of menyusui artificial feeding  Bagaimana mengatasi  Mechanisme of lactasi kesulitan dan mengisap  Kebijakan dan  Bagaimana membantu pelayanan RS ibu mengawali dan  Perhatikan merubah mempertahankan sikap negatif yg menyusui menyebabkan hambatan Slide 4.2.2 .

BMJ.Langkah 2: Dampak pelatihan staf RS pada ASIE ketika pulang Exclusive Breastfeeding Rates at Hospital Discharge 90% 77% 80% 70% 60% Percentage 50% 41% 40% 30% 20% 10% 0% Pre-training.2. 2001. Buzzetti R. Slide 4.4 . 1998 Adapted from: Cattaneo A. 323:1358-1362. Effect on rates of breast feeding of training for the Baby Friendly Hospital Initiative. 1996 Post-training.

10 LMKM Langkah 3.3. Berikan informasi pada semua ibu hamil tentang manfaat ASI – menyusui dan cara menyusui yang benar A JOINT WHO/UNICEF STATEMENT (1989) Slide 4.1 .

menggunakan dot /  Antenatal education should kempeng not include group education on formula preparation Slide 4. Antenatal education should include:  Manfaat ASI  Basic facts on HIV  Prevention of mother-to-  IMD /Early initiation child transmission of HIV  Pentingnya Rawat Gabung (PMTCT)  Pentingnya menyusui semau  Voluntary testing and counselling (VCT) for HIV bayi and infant feeding  Pentingnya ASIE counselling for HIV+ women  Bagaimana meyakinkan ASI cukup  Risiko SF.3.2 .

Slide 4f .

Thilsted S. Does antenatal care influence postpartum health behaviour? Evidence from a community based cross-sectional study in rural Tamil Nadu. Liljestrand J.Langkah 3: Dampak pelayanan ANC pada perilaku menyusui 70 No prenatal BF information 58 Prenatal BF information 60 50 43 Percentage 40 30 27 18 20 10 0 Colostrum BF < 2 h Adapted from: Nielsen B. Slide 4. Hedegaard M. Joseph A.3 . British Journal of Obstetrics and Gynaecology. 105:697-703.3. 1998. South India.

Bantu ibu mengawali menyusui dalam satu jam setelah persalinan A JOINT WHO/UNICEF STATEMENT (1989) Slide 4.1 .4. 10 LMKM Langkah 4.

4.2 .“Letakkan bayi kontak kulit dengan ibu segera setelah lahir selama setidaknua satu jam dan bantu ibu mengenali tanda bayi siap menyusu. bantu berikan bila perlu “ Slide 4.

Mengapa  Meningkatkan lama menyusui  Kontak kulit memberi kehangatan dan kolonisasi bakteri ibu pada bayi  Memberikan kolostrum sebagai imunisasi awal  Bayi sedang siaga dalam jam pertama  Bayi belajar mengisap dg efektif  Perkembangan bayi lebih baik Slide 4.3 .4.

Kematian1. Pediatrics 2006 .Dasar Ilmiah langkah 4 : Inisiasi Dini Penelitian baru “Delayed breastfeeding initiation increases risk of neonatal mortality”  IMD menurunkan kematian neonatal 22 %  Mengawali ASI lb dr 1 jam dalam 24 jam I. kematian 1 ½ x  Mengawali ASI hari ke 2 atau lebih kematian 3x  Atau 41 % kematian neonatal bila tidak ASIE  Bila predominant BF dg non milk fluid . kematian 4 x Edmond et al.4 x  Bila ASI + susu/ makanan padat.

4. Bagaimana ?  Pertahankan ibu bersama bayi  Letakkan bayi di dada ibu Place baby on mother’s chest  Biarkan bayi mulai menyusu bila siap  Jangan tergesa atau menghambat proses  Tunda prosedur rutin yang tidak urgent setidaknya satu jam Slide 4.4 .

Perlu ketrampilan khusus untuk manajemen laktasi yg benar- bayi belum siap untuk menyusu segera sesudah lahir .

Early contact on the delivery table .

.bayi yang sama menunjukkan kesiapan untuk menyusu sesudah 30-40 menit setelah lahir ...

5 .4. 66:145-151. Wiberg B. Long term effect on mother-infant behavior of extra contact during the first hour postpartum. Dampak IMD pada lama ASIE 70% Early contact: 15-20 min suckling and Percent still breastfeeding at 3 months 58% skin-to-skin contact 60% within first hour after 50% delivery Control: No contact within first 40% hour 30% 26% 20% 10% 0% Early contact (n=21) Control (n=19) Adapted from: DeChateau P. Acta Peadiatr. Slide 4. 1977.

Temperature. 1992. metabolic adaptation and crying in healthy full-term newborns cared for skin-to-skin or in a cot. 81:490. Acta Paediatr. Slide 4.6 . Temperatur bayi setelah lahir yang diletakkan kontak kulit dan dalam boks Adapted from: Christensson K et al.4.

Protein composition of human colostrum and mature breast milk (per litre) Constituent Measure Colostrum Mature Milk (1-5 days) (>30 days) Total protein G 23 9-10. 350.7 . Williams SR. St. Slide 4. Times Mirror/Mosby College Publishing. 1993. Nutrition in Pregnancy and Lactation. p. Louis. MO.5 Casein mg 1400 1870 -Lactalbumin mg 2180 1610 Lactoferrin mg 3300 1670 IgA mg 3640 1420 From: Worthington-Roberts B. 5th ed.4.

Slide 4h .

Slide 4j .

10 LMKM Langkah 5. Tunjukkan ibu bagaimana cara menyusui yang benar dan cara mempertahankan laktasi meski ibu harus dipisah dari bayinya A JOINT WHO/UNICEF STATEMENT (1989) Slide 4.5.1 .

Slide 4k .

Contoh posisi menyusui yang benar dan tidak benar .

001 P<0.5.01 0% 1 month 2 months 3 months 4 months 5 days exclusive breastfeeding Any breastfeeding Adapted from: Righard L.01 P<0.3 . (1992) Sucking technique and its effect on success of breastfeeding.Dampak pletakan yg benar pd lamamenyusui Correct sucking technique at discharge 100% Incorrect sucking technique at discharge Percentage 50% P<0. Slide 4. Birth 19(4):185-189.01 P<0. Alade O.

5. Supply and demand  Perngosongan ASI merangsang produksi ASI  Jumlah ASI yang dikeluarkan tiap menysui menentukan jumlah produksi ASI beberapa jam kemudian ASI  Pengosongan ASI harus dilanjutkan selama ibu dipisah dengan bayi untuk mempertahankan persediaan ASI Slide 4.6 .

Slide 4m .

Jangan berikan minuman/ makanan apapun selain ASI. 10 LMKM Langkah 6. kecuali ada indikasi medik A JOINT WHO/UNICEF STATEMENT (1989) Slide 4.6.1 .

Slide 4n .

Slide 4o .

Louis. Slide 4. Times Mirror/Mosby College Publishing. Fourth Edition. St. Pembanding yang tepat : volume kolostrum tiap kali menyusui dan kemampuan lambung bayi Adapted from: Pipes PL.6. 1989. Nutrition in Infancy and Childhood.3 .

7. memberikan kesempatan ibu dan bayi tetap bersama selama 24 jam A JOINT WHO/UNICEF STATEMENT (1989) Slide 4. Terapkan Rawat Gabung. 10 LMKM Langkah 7.1 .

2 .7. Rooming-in Peraturan RS dimana pasangan ibu- bayi berada dalam satu kamar siang dan malam. Memberikan kontak terus menerus antara ibu-bayi Slide 4.

Slide 4p .

Slide 4q .

Mengapa  Mengurangi biaya  Memerlukan peralatan minimal  Tak memerlukan tambahan staf  Mengurangi infeksi  Membantu memulai produksi dan mempertahankan ASI  Facilitasi proses bonding Slide 4.7.3 .

Pediatrica Indonesia. Slide 4. The advantages of rooming-in. Morbidity of newborn babies at Sanglah Hospital before and after rooming-in 12% n=205 6 months before rooming-in 10% 6 months after rooming-in % of newborn babies 8% 6% n=77 4% n=61 2% n=25 n=17 n=11 n=17 n=4 0% Acute otitis Diarrhoea Neonatal sepsis Meningitis media Adapted from: Soetjiningsih.7. 26:231.4 . Suraatmaja S. 1986.

10 LMKM Langkah 8. Bantu menyusui sesering semau bayi semau ibu Menyusui semau bayi semau ibu.8.1 . tanpa pembatasan lama dan frekwensi menyusui A JOINT WHO/UNICEF STATEMENT (1989) Slide 4.

Mengapa ?  Mempercepat keluarnya meconium  Kehilangan berat sedikit  Aliran ASI cepat terbentuk  Volume ASI yang diminum hari ke 3 lebih banyak  Icterus berkurang From: Yamauchi Y.8. Slide 4. Pediatrics.3 . 86(2):171-175. 1990. Breast-feeding frequency during the first 24 hours after birth in full-term neonates. Yamanouchi I.

Jangan beri dot / kempeng pada bayi yang diberi ASI A JOINT WHO/UNICEF STATEMENT (1989) Slide 4. 10 LMKM Langkah 9.1 .9.

Slide 4t .

.

Slide 4v .

10 LMKM Langkah 10.10. Bina terbentuknya KP- ASI dan rujuk ibu kepadanya waktu ibu pulang dari SPK/ RS atau klinik. A JOINT WHO/UNICEF STATEMENT (1989) Slide 4.1 .

Tindak lanjut Bantuan pada ibu  Klinik Laktasi / Early postnatal  Home visits  Telephone calls  Bina dan rujuk KP- ASI / Posyandu / Konseling  Dukungan keluarga Slide 4.3 .10.

ibu mertua dan anggauta keluarga lain serta teman sahabat . ibu.Dukungan dari Lingkungan : : Keluarga : Suami . .

terjangkau.Pemberian PMB bila ibu HIV positif  Susu Formula dengan syarat memenuhi 5 kriteria : susu formula dapat diterima. Selanjutnya ASI dihentikan  ASI dihangatkan : 56 oC selama 30 menit  ASI perah dari ibu susu dengan HIV negatif  Bila terpaksa susu binatang (lihat cara penyiapan)  Jangan beri ASI campur susu formula karena meningkatkan penularan . bersinambungan  ASI Eksklusif selama 6 bulan dengan syarat teknik menyusui yang benar.terlaksanakan. aman.

.

ada yang digabungkan dalam paket bersalin. sampel gratis/ harga diskon dan juga penjualan harga normal atau pasokan secara rutin. fakta penggunaan susu formula minggu I cukup tinggi  Penerapan SPK Sayang Bayi sejak 18 th yl ternyata menurun sampai saat ini  Untuk meningkatkan keberhasilan ASI harus dilakukan revitalisasi SPK Sayang Bayi bahkan menggunakan kriteria baru global .menggunakan bahasa asing  Pelanggaran ini menghambat keberhasilan menyusui. Kesimpulan  Telah diuraikan Kode Intrn’l dan SPK Sayang Bayi  Di Indonesia.Pelanggaran Kode masih terus terjadi dan tetap gencar terutama disarana pelayanan kesehatan. Sponsor diberikan untuk bermacam kegiatan  Promosi kepada ibu / masyarakat juga masih terjadi  Pelanggaran pada Label misalnya : mengidealkan produk. klaim kesehatan dan gizi. berupa bahan KIE.