BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA LAPORAN KASUS

FAKULTAS KEDOKTERAN MARET 2017
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PTERIGIUM

OLEH :
Gusnina Octavianti
11120150078
Supervisor :
dr. H. Abdul Salam, Sp.M

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN MATA FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2017

IDENTITAS PASIEN
 Nama : Ny. E
 Umur : 47 tahun
 Jenis kelamin : Perempuan
 Suku/bangsa : Bugis
 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
 Alamat : Sabamparu, Pinrang
 Status perkawinan : Kawin
 No. Reg : 12 60 82
 Tanggal pemeriksaan : 16 Maret 2017

ANAMNESIS
 Keluhan utama : Rasa mengganjal pada kedua mata
 Anamnesis terpimpin : Rasa mengganjal pada kedua mata dialami
sejak 1 tahun yang lalu baru dirasakan sejak ± 1 bulan yang lalu.
Pasien juga mengeluhkan seperti ada selaput berwarna putih yang
tumbuh di kedua mata yang semakin lama semakin membesar,
awalnya hanya di bagian pinggir, lama-kelamaan melebar sampai
di mata hitam. Awalnya mata berwarna kemerahan sejak 1 minggu
yang lalu. Keluhan disertai gatal dan mata berair muncul terutama
pada malam hari. Riwayat mata sering berair ada, mata merah
ada, rasa berpasir tidak ada, silau tidak ada, kotoran mata tidak
ada, penglihatan menurun tidak ada. Riwayat sering terpapar sinar
matahari dan debu. Pasien tinggal di daerah pantai. Riwayat
trauma tidak ada. Riwayat memakai kacamata tidak ada. Riwayat
Hipertensi tidak ada. Riwayat Diabetes Melitus tidak ada. Riwayat
dengan keluhan yang sama sebelumnya tidak ada. Pasien belum
pernah berobat sebelumnya. Riwayat keluarga dengan keluhan
yang sama tidak ada.

STATUS GENERALIS  Kesadaran : compos mentis  Keadaan Umum : baik ODS : Hiperemis (+) di nasal.8oC . tampak selaput bentuk segitiga di daerah nasal. dengan apeks melewati limbus tapi belum mencapai pupil  Tanda vital ◦ TD : 120/80 mmHg ◦ N : 88 x/m ◦ P : 20 x/m ◦ S : 36.

tampak selaput bentuk segitiga di daerah selaput bentuk segitiga di daerah Konjungtiva nasal. Sentral. tampak Hiperemis (+) di nasal. dengan apeks melewati nasal. RC (+) . dengan apeks melewati limbus limbus tapi belum mencapai tapi belum mencapai pupil pupil Bola Mata Normal Normal Mekanisme Muskular Ke segala arah Ke segala arah Kornea Ada keputihan di bagian nasal Ada keputihan di bagian nasal Bilik Mata Depan Kesan Normal Kesan Normal Iris Coklat. kripte (+) Pupil Bulat. RC(+) Bulat. Sentral. kripte (+) Coklat. PEMERIKSAAN FISIK INSPEKSI OD OS Palpebra Edema (-) Edema (-) Silia Normal Normal Apparatus Lakrimalis Lakrimasi (-) Lakrimasi (-) Hiperemis (+) di nasal.

PALPASI OD OS Tensi Okuler Tn Tn Nyeri Tekan (-) (-) Massa Tumor (-) (-) Glandula Tidak Ada Pembesaran Tidak Ada Pembesaran PreAurikuler VISUS VOD : 6/6 VOS : 6/6 .

PENYINARAN OD OS OBLIK Hiperemis (+). tampak selaput Hiperemis (+). belum mencapai pupil. RC (+) Lensa Jernih Jernih . RC (+) Bulat. kripte (+) Coklat. kripte (+) Pupil Bulat. Sentral. tampak selaput bentuk segitiga di daerah nasal bentuk segitiga di daerah nasal Konjungtiva yang telah melewati limbus tapi yang telah melewati limbus tapi belum mencapai pupil. Sentral. Ada keputihan di bagian Kornea Ada keputihan di bagian nasal nasal Bilik Mata Depan Kesan Normal Kesan Normal Iris Coklat.

 MULUT : DBN  LEHER : DBN  THORAKS : DBN  JANTUNG : DBN  ABDOMEN : DBN  EKSTREMITAS : DBN .

PEMERIKSAAN PENUNJANG  GDS : 159 mg/dl  CT : 10’00’’  BT : 2’ 15’’ DIAGNOSIS OKULI DEXTRA ET SINISTRA : PTERIGIUM STADIUM II .

.

PENATALAKSANAAN  Farmakologi : ◦ Air mata buatan  Cendo lyters ED 6 x 1 gtt ODS  Edukasi : melindungi mata dari paparan sinar matahari. debu.  Anjuran : ODS Eksisi pterigium + konjungtiva autograf. dan udara dengan kacamata pelindung. .

PROGNOSIS : Bonam .

TINJAUAN PUSTAKA PTERIGIUM Pterigium adalah poliferasi jaringan subkonjungtiva berupa granulasi fibrovaskular dari (sebelah) nasal konjungtiva bulbar yang berkembang menuju kornea hingga akhirnya menutupi permukaan kornea. lesi atrofi sampai lesi fibrovaskular besar yang tumbuh agresif dan cepat yang dapat merusak topografi kornea. Pterigium dapat bervariasi bentuknya dari yang kecil. mengaburkan bagian tengah optik kornea . dan yang selanjutnya.

EPIDEMIOLOGI DAN INSIDEN .

ANATOMI MATA .

ANATOMI KONJUNGTIVA .

ETIOLOGI .

KLASIFIKASI Berdasarkan T2 ( Stadium III T3 (fresh. opaque) Stadium Pterigium Tipe IV T1 ( Stadium I Tipe Pterigium Berdasarkan Berdasarkan Tipe Stadium II .

PATOFISIOLOGI .

GAMBARAN KLINIS Lesi .

DIAGNOSIS Anamnesis .

Diagnosa Banding  Pseudo pterigium  Pingekulum Pseudo pterigium .

dll yang kurang Sonde Tidak dapat Dapat - dimasukkan dimasukkan dibawahnya dibawahnya Kekambuhan Residif Tidak Tidak Usia Dewasa Anak-anak Dewasa dan anak-anak . Pseudopterigi Pinguekulum um Pterigium Sebab Proses Reaksi tubuh Iritasi atau degeneratif penyembuhan kualitas dari luka higienitas air bakar.

Penatalaksanaan Konservatif .

Simple closure 3. Bare sclera 2. Conjungtival graft . Rotational flap 5.Tindakan operatif 1. Sliding flap 4.

Transplantasi membran amnion 2. Mitomycin C .Terapi lain 1.

Kemerahan 3. Distorsi atau pengurangan penglihatan sentral 2. Rekurensi .Komplikasi 1. Jaringan parut / skar pada konjungtiva dan kornea 5. Diplopia 6. Iritasi 4.

Kebanyakan pasien dapat beraktivitas lagi setelah 48 jam post operasi. Pasien dengan pterigium rekuren dapat dilakukan eksisi ulang dan graft dengan konjungtiva auto graft atau transplantasi membran amnion.Prognosis Penglihatan dan kosmetik pasien setelah dieksisi adalah baik. .

Pencegahan Melindungi mata dari paparan sinar matahari. dan udara dengan kacamata pelindung . debu.

TERIMA KASIH .