You are on page 1of 41

MIGRASI IKAN

Bernhard Katiandagho,S.Pi.M.Si
Katiandagho_bernhard@yahoo.com (081248978910

Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya
Perairan
2015

MIGRASI IKAN

Pergerakan/perpindahan ikan dari satu
tempat ke tempat lain yang bertujuan
untuk penyesuaian terhadap kondisi
yang menguntungkan dalam rangka
mempertahankan eksistensi hidup dan
keturunannya.

 MIGRASI IKAN

Kejadian yg menakjubkan:
- ikan menempuh jarak hingga ribuan km
- kecepatan migrasinya jg mencengangkan. Mis.: migrasi
tuna sirip biru dari Florida mll samudera Atlantik menuju
pantai Norwegia (jarak bila dg garis lurus: lebih dari 10.000
km. Waktu: 2-4 bln. Sehingga rata2 tempuh: 5 km/jam.
- melalui semua rintangan, pemangsa
spesies terutama yg bermigrasi ke arah atas
memperlihatkan pola pergerakan yg memerlukan
ketahanan yg luar biasa! Mrk tdk hanya berenang
melawan arus tetapi jg menghadapi sejml rintangan mis.
air terjun (migrasi salmon)
- ketepatan wkt kembali.

MIGRASI IKAN:

Menunjukkan daya tahan yg luar biasa!
 Memerlukan perjalanan yang panjang & sukar
baik scr energi maupun fisiologi.
 Memerlukan kemampuan adaptasi yg tinggi

Makan (nursery ground) --.naluri sejak lahir Penyebab Ikan Mencari tempat untuk memijah Bermigrasi Mencari daerah yang cocok untuk kelangsungan hidupnya .

•Panjang horison •Musiman •Pendek tal migr Melakukan asi migrasi verti diurnal berdasarkan perubahan kal siang malam .

•Turun ke lapisan dalam •Naik agak ke permukaan Pelagis •Menyebar di kolom perairan Demersal •Sebagian besar berada di dasar Lebih mudah menghindar Dalam migrasi ikan membentuk dari serangan predator schooling dan menangkap mangsa .

MIGRASI Aktif Pasif Perpindahan dari suatu Perpindahan dalam suatu habitat ke habitat lain karena habitat tertentu akibat perubahan fisiologis perubahan kondisi lingkungan dan ekologis dalam habitat itu .

Jumlahnya mencapai sekitar 10 ribu ekor.Migrasi ikan pari emas (golden ray) dari Western Florida ke Yucatan Peninsula. Foto2 dari Sandra Critelli di Teluk Meksiko .

Migrasi ikan salmon .

PENTINGNYA MIGRASI .

Mengetahui batas dan waktu migrasi (spasial dan temporal) • Mengarahkan Meningkatkan armada ke arah DPI Efisiensi yang potensial penangkapan • Mengoperasikan alat (waktu. tangkap pada waktu tenaga & biaya) yang tepat • Mengoperasikan alat tangkap pada kedalaman perairan .

Bagaimana Melacak Pergerakan Migrasi Ikan? Memberi tanda pada ikan Marking Tagging .

Markin g PEMBERIAN TANDA TANPA BENDA ASING: •PEMOTONGAN SIRIP •PEMBERIAN LUBANG PADA TUTUP INSANG •PEMBERIAN TATTO .

perak. Pemberian tanda dengan menggunakan Tagging benda asing. Misal: nikel. alumunium .

TAGGING FISH ACTIVITIES .

.

Kelemahan: • Bentuk tagging sulit dikenali karena terjadi perubahan akibat pertumbuhan ikan atau terkadang taggingnya hilang • Ikan yang ditagging tidak ditemukan (tidak termonitor) • Ikan yang ditagging tertangkap nelayan & tidak dilaporkan ke pihak yang berkepentingan • Memerlukan biaya yang cukup besar .

2000) . 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 R e le a s e d p o s itio n 4 4 3 3 2 2 B itu n g 1 1 S u la w e s i U ta ra H a lm a h e ra 0 0 -1 -1 -2 -2 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 The released location of tagged fish in North Sulawesi Waters (1996.

6° 4° L A U T S U L A W E S I 2° H A LM A H E R A L a titu d e 50 m 200 m 0° T E L U K T O M IN I L A U T M A L U K U -2 ° S U LA W E S I -4 ° Daerah penangkapan (rumpon) -6 ° 118° 120° 122° 124° 126° 128° 130° L o n g itu d e LOCATION OF RUMPON (FAD) BY SAMPLING .

Released and Recaptured Total number tagged fish and recaptured Three species of tuna were tagged : skipjack. bige Total recaptured fish: 5. yellowfin.74 % .

24 % yellowfin: 78.36 % yellowfin: 68.The distance reached by tagged Duration (days) for recaptured skipjack and yellowfin.23 % . skipjack and yellowfin Distance of movement : <10 miles: skipjack : 46.27 % Duration of recaptured : < 30 days: skipjack : 94.

Sangihe Talaud 3 3 2 2 Bitung 1 1 Sulawesi Utara Halmahera 0 0 -1 -1 -2 -2 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 Pergerakan ikan cakalang (released : Jan. 98. Des. Jan. 98. 98. 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 4 4 Kep. 97. 97. Feb.97. April 98. 98. Des. Mar. : Jan. 98)data = The movement Jumlah 319 direction ikan yang of tagged skipjack (west moonson) berpindah = 215 Jumlah ekor ikan yang tetap = 104 . 97. Juli.Jan.97. Juni 98. 98. Jumlah Des. recaptured Feb.

recaptured : Nov. 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 4 4 Kep. Jan. Des. April 98. 98. Juli 98. Juni 98. 97. Mei 98. Jumlah Des 98)data = Jumlah ikan yang berpindah = 68 The 87 movement direction of tagged yellowfin (west monsoon) Jumlah ikan yang tetap = 19 ekor . Feb. 98. 97. Mar. 98. Des. Jan. 98. Sangihe Talaud 3 3 2 2 Bitung 1 1 Sulawesi Utara Halmaher a 0 0 -1 -1 -2 -2 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 Pergerakan ikan madidihang (released : Jan. 98. Mar. 97.

Bimbingan ikan yang lebih dewasa Bau perairan Suhu Eksternal Salinitas Arus dan pasang surut Intensitas Cahaya Faktor2 Yang Mempengaruhi Musim Migrasi Ikan Matahari Air Limbah Kematangan Gonad Internal Kelenjar2 Internal Insting Aktivitas Renang .

Bimbingan ikan yang lebih dewasa . ikan lebih tua cenderung tiba di tujuan lebih dulu dari pada ikan muda .Ikan mampu melakukan migrasi untuk kembali ke daerah asal karena adanya bimbingan dari ikan yang lebih tua.Contoh: migrasi ikan herring Norwegia atau ikan Cod laut Bar ents . karena Ikan Salmon hanya 1x memijah dalam siklus hidupnya .Tdk berlaku untuk Ikan salmon. .

jika suatu cabang sungai diberi larutan morpholine. maka ikan salmon akan masuk ke cabang sungai tadi. Bau perairan  Ikan anadromous mampu bermigrasi ke daerah asal dengan melalui beberapa cabang sungai. kemampuan memilih cabang sungai yang benar diduga dilakukan dengan mengenali bau-bauan bahan organik yang terdapat dalam sungai.  Hal ini menunjukkan bahwa ikan menggunakan indera pencium untuk bermigrasi ke daerah asalnya. .  Contoh: Ikan salmon mampu mengenali bau morpholine dengan konsentrasi 1 x 10-6 ppm.

  Suhu akan mempengaruhi proses metabolisme.   Contoh: suhu permukaan yang disukai ikan cakalang berkisar 160-260 C. aktifitas gerakan tubuh dan berfungsi sebagai stimulus saraf. sedangkan suhu tinggi merupakan faktor penghambat bagi ikan salmon untuk bermigrasi (pada suhu 240C tidak ada ikan salmon yang bermigrasi). . Suhu  Fluktuasi suhu dan perubahan geografis merupakan faktor penting yang merangsang dan menentukan pengkonsentrasian serta pengelompokan ikan.

sedangkan ikan tekanan osmotik tubuhnya. cakalang menyukai perairan dengan kadar salinitas 33-35 ppt. Salinitas  Ikan cenderung memilih medium  Contoh: Seriola dengan salinitas yang lebih sesuai quinqueradiata dengan tekanan osmotik tubuh mereka masing-masing.  (japanese Perubahan salinitas akan amberjack/yellowtail) merangsang ikan untuk melakukan menyukai medium migrasi ke tempat yang memiliki dengan salinitas 19 salinitas yang sesuai dengan ppt. .

 Pasang surut di perairan menyebabkan terjadinya arus di perairan yang disebut arus pasang dan arus surut.   Ikan dewasa yang baru selesai memijah juga memanfaatkan arus untuk kembali ke daerah makanan. . Arus & Pasut  Arus akan mempengaruhi migrasi ikan melalui transport pasif telur ikan dan juvenil dari daerah pemijahan menuju daerah asuhan  Arus yang berlawanan pada saat spesies dewasa bermigrasi dari daerah makanan menuju ke daerah pemijahan.

Intensitas cahaya  Perubahan intensitas cahaya sangat mempengaruhi pola penyebaran ikan. tetapi respon ikan terhadap perubahan intensitas cahaya dipengaruhi oleh jenis ikan. .  Ikan mempunyai kecenderungan membentuk kelompok kecil pada siang hari dan menyebar pada malam hari. suhu dan tingkat kekeruhan perairan.

  Ikan pelagis dan ikan demersal mengalami migrasi musiman horisontal. . Musim  Musim akan mempengaruhi migrasi vertikal dan horisontal ikan. migrasi ini kemungkinan dikontrol oleh suhu dan intensitas cahaya. mereka biasanya menuju ke perairan lebih dangkal atau dekat permukaan selama musim panas dan menuju perairan lebih dalam pada musim dingin.

tetapi hal ini mungkin tidak berlaku bagi ikan- ikan laut dalam yang melakukan migrasi akibat pengaruh musim. Matahari  Ikan-ikan pelagis yang bergerak pada lapisan permukaan yang jernih kemungkinan besar menggunakan matahari sebagai kompas mereka. .

. penambahan kualitas air limbah dapat menyebabkan perubahan pola migrasi ikan ke bagian hulu sungai.  Hal ini karena migrasi mereka terhalang oleh air limbah di hulu sungai.  Contoh: ikan white catfish pada musim pemijahan banyak terdapat di daerah muara. padahal biasanya ikan ini memijah di hulu sungai. Pencemaran Air Limbah  Pencemaran air limbah akan mempengaruhi migrasi ikan.

Maluku/L. Tomini atau L.  Mis. sidat (Anguilla sp) mis. Kematangan Gonad  Kematangan gonad diduga merupakan salah satu pendorong bagi ikan untuk melakukan migrasi. meskipun bisa terjadi ikan-ikan tersebut melakukan migrasi sebagai proses untuk melakukan pematangan gonad. Banda. .: salmon bermigrasi anadromous (ke air tawar) utk memijah. di danau Poso bermigrasi katadramous menuju laut utk memijah di Tel.

Sidat atau moa memijah di LAUT (Katadromous) Glass eels (anakan/bibit sidat) Masih berada di laut. Bila sudah mampu berenang mencari air tawar Sidat atau moa dewasa (elver) Sidat atau moa (remaja) (Di air tawar. hingga kemudian memijah di laut) .

. kelenjar tersebut aktif pada bulan September yang merupakan waktu pemijahan ikan Cod. Kelenjar2 Internal  Migrasi ikan Cod di laut Barent dikontrol oleh kelenjar tiroid yang berada di kerongkongan.

kemampuan ini diduga berasal dari faktor insting. Insting  Ikan mampu menemukan kembali daerah asal mereka meskipun sebelumnya ikan tersebut menetas dan tumbuh di daerah yang sangat jauh dari tempat asalnya dan belum pernah melewati daerah tersebut. .

Aktivitas Renang  Aktifitas renang ikan meningkat pada malam hari. kebanyakan ikan bertulang rawan (elasmobranch) dan ikan bertulang keras (teleost) lebih aktif berenang pada malam hari daripada di siang hari. .

London: Edward Arnold Ltd. Fish Migration. 1984. . Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama. Biologi Perikanan. 2002. Harden Jones FR. Sydney: Croom Helm Ltd. Fish Migration. 1968.REFERENSI Effendie MI. McKeown B.