You are on page 1of 34

Case Report Session

“Post Histerektomi Totalis
a.i Mioma Uteri”
Iqbal Hakkiki
1102012132

Preseptor
Dr. H. Rizki Safaat Nurahim, Sp.OG, M.Kes

Identifikasi Kasus
Identitas Pasien

Nama : Ny. Y
Usia : 52 Th Nama Suami : Tn. A
Alamat : Garut Kota Usia : 52 Th
Pendidikan : S1 Alamat : Garut Kota
Agama : Islam Pendidikan : D3
Status : Menikah Agama : Islam
Pekerjaan : Kader Status : Menikah
Ruang Rawat : kalimaya Pekerjaan : PNS
No CM : 78-00-xx
Tgl Masuk : 03-01-2017
Tgl Keluar : 08-01-2017

Keluhan utama

Perdarahan dari jalan
lahir

Anamnesa Khusus • P3A0 pasien mengeluh perdarahan dari jalan lahir sejak 2 hari SMRS perdarahan yang dirasakan diluar siklus haid disertai dengan adanya rasa sakit perut bagian bawah dan terasa adanya benjolan besar. Darah yang keluar berupa flek-flek berwarna merah. .

OG dan dilakukan pemeriksaan penunjang USG.Riwayat Pemeriksaan Sebelumnya • 1 tahun SMRS pasien mengeluhkan keluhan yang sama. didapatkan diagnosa Mioma Uteri. tetapi perdarahan yang dirasakan lebih banyak disertai nyeri hebat pada perut bagian bawah. Pasien memeriksakan diri ke dokter Sp. • Pasien menolak untuk dilakukan .

Riwayat Obstetri Usia Tempa Cara BB Keadaa No Penolong Kehamila JK Usia t Persalinan lahir n n 1 2500 RS Bidan Aterm Spontan L 27 Th Hidup gr 3900 2 Rumah Bidan Aterm Spontan L 24 Th Hidup gr 4100 3 Rumah Bidan Aterm Spontan L 13 Th Hidup gr .

Keterangan Tambahan Riwayat Perkawinan • Menikah pertama kali • Istri : 24 tahun. PNS Haid • HPHT : 22-12-2016 • Siklus : teratur • Frek : 10 hari • Jml darah : banyak • Dismenorhea : tidak ada • Menarche : 12 tahun Riwayat Kontrasepsi • IUD sejak tahun 2004-2010 Riwayat Penyakit dahulu : tidak ada riwayat penyakit . Kader • suami : 24 tahun. D3. S1.

k Thoraks Cor : S1 S2 murni reguler m (-) g(-) Pulmo : VBS ki = ka. Rh (-/-) Wh (-/-) Abdomen : Cembung lembut.a. Teraba benjolan.a. NT – Hepar : t. Reguler.k • KGB : t.k Ekstremitas : Edema -/. STATUS PRAESENS Keadaan Umum : Composmentis Tanda Tanda Vital • Tekanan Darah : 140/90 mmHg • Nadi : 92 Kali/menit • Respirasi : 22 Kali/menit • Suhu : 36.a.a.k Lien : t.50 C BB = 49 kg Kepala TB = 150 cm • Conjunctiva : Anemis (-/-) IMT = 21 → normal • Sklera : Ikterik (-/-) Leher • Tiroid : t.Varices -/- . Mobile.

a. Status Ginekologi Pemeriksaan Luar Inspeksi • Tampak adanya benjolan Palpasi • Fundus Uteri : 2 jari dibawah pusat • Massa tumor : Teraba • Permukaan : Licin rata • Ukuran : ± 12x10x10 cm permukaan halus • Mobilitas : Mobile • Posisi : Sentral • Konsistensi : Mixed • Perkusi/auskultasi : t.k .

a. Inspekulo Fluxus : (+) Flour : (-) .a.k Portio : Tebal Lunak OUE : Tertutup Corpus Uteri: t.a.k Cavum Douglas : tidak menonjol. tidak teraba masa dan tidak ada nyeri tekan.k Parametrium: t.k Vagina : t.a.Status Ginekologi Pemeriksaan Dalam Vulva : t.

52 juta/mm3 Kesan : Mioma (3.0) Hematokrit : 33% (40 – 52 %) k Leukosit : 8.3) uteri .000/mm3 (150.000 .3 – 6.0 – 18.350/mm3 (3.440.000) Eritrosit : 4. Pemeriksaan Penunjang Labolatorium ( 04-01-2017) USG Hematologi Hemoglobin : 9.600) Trombosit : 577.5 mg/dl (13.800-10.

Diagnosa Awal MIOMA UTERI .

Rencana operasi Infus RL 500 cc 20 gtt/menit Cek hematologi Rencana rutin Observasi KU Pengelolaan dan TTV Konsultasi Anastesi Puasakan Informed Concent Cross Match : Sedia darah Pemeriksaan PA .

30-11.Histerektomi Total Terencana. 5 Januari 2017 Jam Operasi : 10.30 Durasi Operasi: 60 Menit Indikasi: Mioma Uteri Insicion: Mediana Inferior ± 10 cm Bleeding: ± 300 cc Diuresis: ± 100 cc Instruction after procedure Ceftriaxone 2x1gr IV Metronidazole 3x500 mg Kaltrofen 2x1 supp .

• Peritonieum dibuka  tampak uterus membesar sesuai gravida 14-16 minggu permukaan rata • Kesan mioma uteri • Eksplorasi kedua tuba dan ovarium baik • Diputuskan dilakukan histerektomi totalis .

Hasil PA .

Diagnosis Pasca Bedah Post Histerektomi Totalis a.i Mioma Uteri .

Follow Up Post HT .

Analisis Kasus Bagaimanakah penegakkan diagnosis pada kasus ? Apakah penatalaksanaan pada kasus sudah tepat? Bagaimanakah prognosis pada kasus? .

jaringan pengikat fibroid dan kolagen. Mioma Uteri Mioma uteri adalah tumor jinak otot polos yang terdiri dari sel-sel jaringan otot polos. .

Epidemiologi • Terjadi pada 20-25% wanita usia Reproduktif. • 40% pada wanita usia > 35 tahun. . • Setelah menopause hanya kira-kira 10% mioma yang masih tumbuh. • Penampang berbentuk “Whorl like trabeculation” yang khas (seperti konde).

Usia Paritas Fakto Riwayat keluarga r resik o Obesita Kehamilan s .

Etiologi Mioma Uteri Belum diketahui Herediter dengan pasti Korelasi Peningkatan Faktor hormon preseptor estrogen. pertumbuhan- progesteron pada estrogen jaringan mioma uteri .

misalnya ke Intraligament ligamentum dan kemudian er membebaskan diri dari uterus sehingga disebut modering/ parasitic fibroid . Mioma • Terdapat di dinding uterus diantara Intramural serabut miometrium • Dapat tumbuh diantara Mioma kedua lapisan ligamentum latum Subserosa menjadi mioma intraligamenter • Mioma subserosa yang tumbuh menempel Mioma pada jaringan lain.Klasifikasi Mioma Uteri • Berada di bawah Mioma endometrium dan menonjol ke dalam submukosa rongga uterus.

.

.

dan usus dapat terganggu. . Mioma uteri sebagai penyebab infertilitas hanya dijumpai pada 2-10% kasus. dimana peneliti melaporkan keluhan disuri (14%). sekitar 65% wanita dengan mioma mengeluh dismenore. nyeri perut bagian bawah. ureter. keluhan obstipasi (13%). Gejala 44% gejala perdarahan. serta nyeri pinggang. maka kandung kemih. Tergantung dari lokasi dan arah pertumbuhan mioma. yang paling sering adalah jenis mioma submukosa.

Perdarahan Abnormal Masa di Nyeri perut perut bawah Gejal a Penurunan Pressurre kesuburan Effect dan abortus .

faktor resiko Anamnesis serta kemungkinan komplikasi yang terjadi Pemeriksaa • Mioma uteri mudah ditemukan melalui pemeriksaan bimanual n fisik uterus Pemeriksaa • USG n • Histeroskopi • MRI penunjang . Diagnosis • Dicari keluhan utama serta gejala klinis mioma lainnya.

Degener asi komplika keganasa si n Torsi .

Management Konservatif Medikamento sa tatalaksana Miomektomi Operatif Histerektomi radioterapi .

Pada kasus dilakukan Histerektomi Totalis .

Quo Ad Vitam Ad Bonam Reproduksi : Prognosis Ad Malam pada Kasus Quo Ad Seksual : Functionam Ad Bonam Menstruasi : Ad Malam .

-----Thank You----- .