You are on page 1of 27

Penilaian kinerja

perawat

By :
Siti Munawaroh, S.Kep, Ns.

Pengertian
Penilaian kinerja perawat meprupakan alat yang
paling dapat dipercaya oleh manager perawat
dalam mengontrol sumber daya manusia dan
produktivitas (Swanburg, 1987).

 Perawat sebaknya diberi salinan deskripsi kerjanya.  Didalam menuliskan penilaian pelaksanaan kerja pegawai. manager sebaiknya menunjukkan segi-segi dimana pelaksanaan kerja itu bisa memuaskan dan perbaikan apa yang diperlukan.  Sampel tinglah laku perawat yang cukup representatif sebaiknya diamati dalam rangka evaluasi pelaksanaan kerjanya. Prinsip-prinsip penilaian Menurut Gilies (1996)  Evaluasi pekerja sebaiknya didasarkan pada standart pelaksanaa n kerja dan orientasi tingkah laku untuk posisi yang ditempati. dan bentuk evaluasi untuk peninjauan ulang sebelum pertemuan evaluasi. standart pelaksanaan kerja.  . .

 Pertemuan evaluasi sebaiknya dilakukan pada waktu yang cocock bagi perawat dan manager.  Baik laporan evaluasi maupun pertemuan sebaiknya disususn dengan terencana. Jika diperlukan sebaiknya manager sebaiknya menjelaskan area mana yang akan diprioritaskan. sehingga perawat tidak merasa kalau pelaksanaan kerjanya sedang dianalisis . seiring dengan usaha perawat untuk meningkatkan pelaksanaan kerja.

peningkatan yang terjadi pada prestasi staf secara perorangan pada gilirannya akan mempengaruhi atau mendorong SDM secara keseluruhan. . baik secara individu atau kelompok . 2. Meningkatkan prestasi kerja staf . dengan memberikan kesempatan pada mereka untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri dalam kerangka pencapaian tujuan pelayanan RS. Manfaat Manfaat Yang DapatDicapai Yang Dapat Dicapai 1.

. dengan cara memberikan umpan balik kepada mereka tentang prestasinya. 4. membantu rumah sakit untuk dapat menyusun program pengembangan dan palatihan staf yang lebih tepat berguna. Merangsang minat dalam pengembangan pribadi dengan tujuan meningkatkan hasil karya dan prestasi.3.

Memberikan kesempatan pada pegawai atau staf untuk mengeluarkan perasaannya tentang pekerjaannya atau hal lain yang ada kaitannya melalui jalur komunikasi dan dialog.5. . Menyediakan alat dan prasarana untuk membandingkan prestasi kerja dengan meningkatkan prestasi kerja dengan meningkatkan gaji atau sistem imbalan yang baik. 6. sehingga dapat mempercepat hubungan antara atasan dan bawahan.

Beach. Proses kegiatan penilaian kerja Penilaian prestasi kerja merupakan suatu pemikiran sistematis atau individu kariyawan mengenai prestasinyadalam pekerjaan dan potensialnya untuk pengembangan (Dale S.1970). .

Proses kegiatannya 1. Merumuskan tanggung jawab dan tugas yang harus dicapai oleh staf keperawatan. .dengan penempatan standart prestasidan tolak ukur yang telah ditetapkan. Rumusan tersebut telah disepakati oleh atasannya sehingga langkah perumusan tersebut dapat memberikan kontribusi berupa hasil 2. Menyepakati sasaran kerja dalam bentuk hasil yang harus dicapi oleh kariyawan untuk kurun waktu tertentu.

5. 4.3. dan memberikan kesempatan serta bantuan yang diperlukan oleh stafnya. koreksi. Menilai prestasi kerja staf. dengan cara membandingkan prestasi yang dicapai dengan standart atau tolak ukur yang telah ditetapkan. Memberikan umpan balik pada staf/karyawan yang dinilai. . Melakukan monitoring.

serta menjamin keabsahan dan ketahanan. alat evaluasi sebaiknya dirancang untuk meningkatkan objektifitas. . Agar efektif. Alat ukur Berbagai alat ukur telah digunakan dalam penelitian pelaksanaan kerja karyawan keperawatan.

Objektivitas Yaitu kemempuan untuk mengalihkan diri sendiri secara emosional dari suatu keadaan untuk mempertimbangkan fakta. . tanpa adanya penyimpangan oleh perasaan pribadi. serta apa yang harus di ukur. Keabsahan diartikan sebagai tingkatan alat mengukur pokok isi.

1984) : 1. Jenis alat evaluasi pelaksanaan kerja perawat yang digunakan (Henderson. Pengurutan yang sederhana 3. Checklist pelaksanaan kerja 4. Laporan bebas 2. Perbandingan pilihan yang dibuat-buat . Penilaian grafik 5.

Diagnosa keperawatan 3. Perencanaan keperawatan 4. Pengkajian keperawatan 2. Implementasi 5.2000) 1. Evaluasi keperawatan . Standart instrumen penilaian kerja perawat dalam melaksanakan askep pada klien (PPNI.

serta dari pemeriksaan penunjang. dan catatan lain. atau orang yang terkait. Standart pengkajian keperawatan Kriteria proses : a. keluarga. . observasi. b. Sumber data adalah klien. tim kesehatan. rekam medis. pemeriksaan fisik. Pengumpulan data dilakukan dengan cara anamnesis. 1.

psikologi . Harapan terhadap tingkat kesehatan yang optimal 6. Status kesehatan klien saat ini 3.sosial . Status kesehatan klien masa lalu 2. difokuskan untuk mengidentifikasi : 1.releven. Data yang dikumpulkan. Respons terhadap terapi 5.c. Status biologi .spiritual 4.akurat. dan baru) . Resiko-resiko tinggi masalah d. Kelengkapan data dasar mengandung unsur LARB (lengkap.

2. Diagnosis keperawatan terdiri atas : 1. Gejala (S) 4. Proses diagnosis terdiri dari analisis. identifikasi masalah klien. interpretasi data. dan perumusan diagnosis keperawatan b. Terdiri atas masalah dan penyebab (PE) . Masalah (P) 2. Penyebab (E) 3. Standart diagnosa keperawatan Kriteria proses : a.

c. diagnosis berdasarkan data terbaru. . dan petugas kesehatan lain untuk memvalidasi diagnosis keperawatan. d. merevisi. Melakukan pengkajian ulang. Bekerjasama dengan klien.

Bekerjasama dengan klien dalam menyususn rencana tindakan keperawatan c. dan rencana tindakan keperawatan b. Standart perencanaan keperawatan Kriteria proses : a. tujuan. Mendokumentasi rencana keperawatan . Perencanan bersifat individual swsuai dengan kondisi kebutuhan klien d. 3. Perencanaan terdiri atas penetapan prioritas masalah.

Kolaborasi dengan tim kesehatan lain c. Bekerjasama dengan klien dalam pelaksanaan tindakan keperawatan b. Melakukan tindakan keperawatan untuk mengatasi kesehatan klien . 4. Standart Implementasi Kriteria proses : a.

d. Memberikan pendidikan pada klien dan keluarga mengenai konsep. ketrampilan asuhan diri serta membantu klien memodifikasi lingkungan yang digunakan e. Mengkaji ulang dan merevisi pelaksanaan tindakan keperawatan berdasarkan respons klien .

5. Menyusun perencanaan evaluasi hasil dari intervensi secara komprehensif. tepat waktu. dan terus-menerus. Menggunakan data dasar dan respon klien dalam mengukur perkembangan ke arah pencapaian tujuan. . Standart Evaluasi Keperawatan Kriteria proses : a. b.

c. . d. e. Bekerjasama dengan klien keluarga untuk memodofikasi rencana asuhan keperawatan. Memvalidasi dan menganalisis data baru dengan data sejawat. Mendokumentasi hasil evaluasi dan memodifikasi perencanaan.

Pengaruh halo effect 2. Pengaruh horn . 1996 Dalam penilaian pelaksanaan kerja perawat sering ditemukan berbagai permasalahan. antara lain 1. Masalah dalam penilaian pelaksanaan kerja Menurut Gillies.

Misalnya : pegawai yang dekat dengan penilai dan keluarga dekat akan mendapat nilai yang tinggi. Pengaruh halo effect Adalah tendensi untuk menilai pelaksanaan kerja bawahannya terlalu tinggi karena salah satu alasan.1. dan sebaliknya pegawai yang sering menyatakan pendapat yang tidak sesuai dengan pendapt penilai akan mendapat nilai yang rendah. .

Pengaruh Horn adalah kecenderungan untuk menilai pegawai lebih rendah dari pelaksanaan kerja yang sebenarnya karena alasan-alasan tertentu. . Misalnya : seorang pegawai yang pelaksanaan kerjanya diatas tingkat rata-rata sepanjang tahun sebelumnya. namun pada beberapa hari pelaksanaan kerja tahun tersebut telah melakukan kesalahan terhadap perawatan pasien atau supervisi pegawai.2. ia cenderung menerima penilaian rendah dari pada penilaian sebenarnya.

Terima kasih .