You are on page 1of 22

Diagnosis dan Tatalaksana

pada Penyakit Parkinson

Kelompok E2

Anggota Kelompok

• Ruth Putri Thauladan – 102009263
• Albertha Febryani Meta – 102010331
• Beatrice Elian Thongantoro – 102012160
• Francisca Noveliani – 102013016
• Teofanus Delphine Halim – 102013082
• Fernanda Kristy Oriza – 102013358
• Samdaniel Sutanto – 102013382
• Nur Afiqah Binti Abdul Rahman –
102013509
• Aditya Wahyu Pramudita - 102014251

Gambaran Kasus • Seorang laki-laki 57 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sulit untuk memulai untuk berjalan dan badan terasa kaku serta tangan kiri gemetar terutama bila istirahat sejak 2 tahun terakhir. . Pasien masih bisa berjalan dan belum pernah terjatuh. Aktifitas sehari-hari masih bisa dilakukan.

Identifikasi Istilah yang Tidak Diketahui • Tidak ada .

Rumusan Masalah • Laki-laki usia 57 mengeluh sulit untuk memulai untuk berjalan dan badan terasa kaku serta tangan kiri gemetar terutama bila istirahat sejak 2 tahun terakhir. .

PP si anamne prognosis sis .Analisis Masalah patofisiolog epidemiolog i i etiologi Gejala klinis WD. DD Rumusan tatalaksana Masalah komplika PF.

Hipotesis • Laki-laki tersebut diduga menderita penyakit Parkinson .

Anamnesis • Identitas • Keluhan utama : sulit untuk memulai untuk berjalan dan badan terasa kaku serta tangan kiri gemetar terutama bila istirahat • Riwayat penyakit sekarang : • Riwayat penyakit dahulu • Riwayat penyakit keluarga • Riwayat social • Riwayat pemakaian obat .

Pemeriksaan Fisik • Keadaan: sakit sedang • Kesadaran: CM  PF saraf: • RR: 20x/ menit  Motorik: normal • HR: 78x/ menit  Cog wheel • Suhu: 37˚C phenomenon (+) • TD: 120/80 mmHg  Resting tremor (+) • Pemeriksaan anggota jari tangan kiri tubuh (mata. leher. paru. ektremitas):  Tonus tangan kaki dex normal sin rigiditas (+) .

Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium • Hb: 12.000 u/L • Trombosit: 242.000u/L • Positron Emission Tomography (PET) • Mendiagnosa fungsi metabolisme otak berupa penurunan dopamine .8 g/dl • Ht: 38 % • Leukosit: 7.

menyebabkan hubungan dengan sel saraf dan otot lainnya menjadi lebih sedikit. Working Diagnosis • Penyakit Parkinson Grade 1 • Gangguan degeneratif saraf yang berlangsung perlahan. James Parkinson. • Penyebab: berkurangnya jumlah neurotransmitter dopamin di dalam susunan saraf sebagai akibat dari sel-sel saraf pada ganglia basalis mengalami kemunduran. . • Pertama kali ditemukan pada tahun  1817 oleh Dr.

butirofenon. fenotiazin. dan parkinsonisme dopamin • dosis antipsikotik. distonia merupakan antagonis reseptor akut. diberikan • Simetris pada 1 onset antihistamin dan • Tremor tidak terlalu menonjol antikolinergik • Membaik jika faktor penyebab • Bisa terjadi kematian di hilangkan . trauma. • Gol. • neuroleptik (haloperidol). tioxanten antiemetik (mis: prokloperazin) • Gejala: akatisia. golongan tipikal pemakaian obat-obat tertentu.Differential Diagnosis Gangguan Parkinsonism ekstrapiramidal obat • diakibatkan oleh tumor otak. • penggunaan obat antipsikotik radang otak.

gerak dan Kekakuan dan ekspresi wajah Tidak lagi mampu berdiri   sendiri Derajat 2 Gejala bilateral Tremor mungkin kurang kecacatan minimal dari tahap awal Postur dan gaya berjalan   terpengaruh Derajat 5   Derajat 3 tahap kurus Perlambatan signifikan dari gerakan Gejala parah tubuh Tidak dapat berdiri atau Penurunan awal keseimbangan pada berjalan atau berdiri berjalan Disfungsi umum yang cukup parah Membutuhkan perawatan konstan .Derajat 1 Tanda dan gejala pada satu sisi saja Derajat 4 gejala ringan gejala mulai berat Biasanya disertai dengan tremor Masih bisa berjalan dari satu anggota tubuh sampai batas tertentu Teman telah memperhatikan perubahan postur .

2. methanol. Mg.6- Xenobiotik. (alpha-synuclein. etanol .Etiologi Usia Ras Genetik bahwa mutasi pada Jarang pada Orang kulit tiga gen terpisah usia <30 putih > asia. CO. diet. trihidroxypyridine trauma kepala (MPTP). tahun afrika Parkin. UCHL1 Toksin 1-methyl-4-phenyl- Lingkungan 1. Mn.3. CS2.

baik di luar negeri maupun di dalam negeri. lelaki lebih banyak terkena dibanding perempuan (3:2) dengan alasan yang belum diketahui .000 penderita. Statistik menunjukkan. Rata-rata usia penderita di atas 50 tahun dengan rentang usia-sesuai dengan penelitian yang dilakukan di beberapa rumah sakit di Sumatera dan Jawa.18 hingga 85 tahun.000- 400.Epidemiologi • Di Indonesia diperkirakan ada sekitar 200.

D2 dopaminergik adanya inklusi kegiatan neuron rusak dan sitoplasmik nukleus dopamin eosinofilik (Lewy subtalamikus berkurang 80% bodies) meningkat .Patofisiologi pelepasan kerusakan ke globus palidus dopamin dari substansia nigra segmen ujung saraf pars kompakta interna/substansia nigrostriatum dan saraf nigra pars rangsang D1 dan dopaminergik retikularis D2 nigrostriatum Reseptor D1 Gejala muncul dopamin (GABA) tidak setelah sel saraf sebesar 40 – 50% teraktivasi.

Gejala Klinis • Tremor saat istirahat • Kedipan mata berkurang • Hipofonia ( suara kecil ) • Kegelisahan motorik ( sulit duduk atau berdiri ) • Rasa kaku • Sulit memulai gerak .

memori • thrihexyphenidyl (artane) dan benzotropin (congentin) 3. efektif untuk akinesia dan rigiditas • amantadine. Bekerja pada dopaminergik • L-dopa: masa kerja singkat • MOA dan COMT inhibitor: melindungi dopamin dari degenerasi • Dopamine agonis: bekerja langsung pada dopamin 2. gejala tremor. remacemide . Bekerja pada sistem kolinergik • Mengoreksi kegiatan kolinergik berlebih. memantine. Penatalaksaan Medikamentosa 1. Bekerja pada sistem glutamatergik • Menyeimbangkan jalur indirek dan direk. pelepasan dopamin.

Penatalaksanaan Non Medikamentosa 1. Latihan Fisik 3. Rujuk bedah saraf . Deep Brain Stimulation (DBS) 2.

Komplikasi • Disabilitas permanen • Pneumonia • Demensia • Depresi • Kematian .

Prognosis • Obat-obatan hanya menekan gejala- gejala parkinson. sedangkan perjalanan penyakit parkinson belum bisa dihentikan. Sekali terkena parkinson. maka penyakit ini akan berlangsung sepanjang hidup .

Kesimpulan • Hipotesis diterima .