HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI DENGAN

KEPATUHAN DIET DIABETES MELITUS
DI RUANG TULIP IIIB DAN IIIC
DI RUMAH SAKIT ULIN
BANJARMASIN
2017

Dony Prasatyo
113063C113049

Latar
Belakang

Keaslian Rumusan

BA
penelitian Masalah

BI
Manfaat Tujuan
Penelitian Penelitian

(Soegondo. 2009) . BAB I LATAR BELAKANG Menurut American Diabetes Association (ADA) 2006. kerja insulin atau kedua-duanya. Diabetes Melitus merupakan sekelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin.

• memperkirakan bahwa pada tahun 2025 jumlah penderita diabetes mellitus kurang lebih 300 WHO juta orang • Proporsi diabetes di Indonesia pada tahun 2013 Riskesdas meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan 2013 tahun 2007 (PERKENI 2015) • Menurut American Diabetes Association (ADA). .. 2011). Indonesia menempati urutan ke-7 terbesar ADA dengan jumlah penderita diabetes ± 8.5 juta orang. (Wild et al.

2013 • Data dari Medical Record penderita Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin Rekam Medik RS Ulin • 2014 343 orang • 2015 sebanyak 632 orang Rekam Medik • 2016 3 bulan terakhir 90 orang RS Ulin . Depkes 2013). Diabetes Mellitus di Kalimantan Selatan yang terdiagnosis oleh dokter 1.0 % (Depkes RI. • Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013.4% dan dengan gejala 2.

Berdasarkan data American Diabetes Association (ADA) 2012.. .7% dari total pengeluaran kesehatan.27 milyar. Hasil studi Finkelstein et al. (2014) memperkirakan ditahun 2020 Diabetes Mellitus akan meningkatkan beban ekonomi Indonesia mencapai lebih dari $ 1. secara global pengeluaran kesehatan untuk diabetes mencapai $ 471 milyar atau setara dengan 11. Terapi penyakit Diabetes Mellitus dilakukan terus menerus seumur hidup sehingga memerlukan biaya yang sangat besar.

2009). Selain itu peneliti dari Lating. Temuan ini dari peneliti Sowattangoon. Latar belakang budaya mempengaruhi perilaku diet diabetes (Misra & Lager. Mereka menemukan bahwa mengurangi konsumsi beras sulit bagi pasien diabetes mellitus karena beras telah menjadi makanan pokok mereka sejak masih muda. (Primanda Y Et Al : 2011) . et al (2008) menemukan bahwa makanan yang ditawarkan dianggap tidak sopan jika di tolak. et al (2009) antara penderita diabetes di Thailand.

000 IDR (sama dengan 114-342 USD) . Penelitian Primanda Y et al : 2011.000 – 3.000.6%) memiliki pendapatan perbulan 1.000. Faktor kedua yang mungkin berkontribusi terhadap tingkat moderat perilaku diet adalah pendapatan perbulan. menemukan bahwa sebagian besar pasien (68.

2 (20%) orang bekerja sebagai buruh n serabutan dan 1 (10%) orang bekerja sebagai wiraswasta (tatarias pengantin). Sosial • rata-rata 7 (70%) orang penghasilan di bawah UMP dan 3 ekonomi (30%) orang diatas UMP keluarga • 2 (2%) orang yang rutin (1 bulan) memeriksa glukosanya • sedang 8 (80%) orang penderita diabetes mellitus suka mengkonsumsi makanan goreng-gorengan dan berlemak • dan 9 (90%) orang mengatakan cuman bila perlu saja memeriksakan kadar Kepatuhan glukosanya sedangkan 8 (80%) orang tidak dapat mengatur pola makan ketika sakit dan 6 (60%) orang yang kurang melakukan aktifitas fisik (olah raga) .50 Tahun dan 8 orang berumur > 50 tahun Responde • 7 (70%) orang tidak berkerja. Hasil Studi Pendahuluan • 2 orang berumur 31.

RUMUSAN MASALAH Apakah ada hubungan sosial ekonomi dengan kepatuhan diet diabetes mellitus di Ruang Tulip IIIB dan IIIC di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin 2017 .

Tujuan Peneliti an Tujuan Tujuan Umum Khusus .

MANFAAT PENELITIAN Manfaat Bagi Perawat Teoritis Bagi Peneliti Manfaat Bagi Praktis penderita/kel uarga Bagi institusi pendidikan Bagi Peneliti lain .

Keaslian Penelitian • hubungan antara status sosial ekonomi dan pola Dion Anugerah asuhan keluarga dengan status gizi balita di desa (2015) jaar kabupaten barito timur tahun 2015 • Hubungan Karakteristik Ibu Dan Sosial Ekonomi Keluarga Trisna Bayanti Dengan Status Gizi Balita Di Posyandu Wilayah Kerja (2016) Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin Tahun 2016 • Hubungan kepatuhan diet dengan kualitas hidup Dedy Hartanto pada penderita diabetes melitus di Rumah Sakit PKU (2016) Muhammadiyah gombong .

BAB II Telaah Pustaka Landasan teori Kerangka konsep Teori Penelitian Hipotesis .

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Jenis dan • Jenis penelitian ini deskritif korelasi dengan rancangan Rancangan Cross sectional Penelitian Tempat dan • Penelitian ini dilakukan di ruang Tulip IIIB dan IIIC Rumah Sakit Waktu Ulin Banjarmasin. diambil 3 bulan terakhir jumlah populasi sebanyak 45 pasien . Penelitian • Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat inap yang mengalami sakit diabetes mellitus di Ruang Tulip IIIB dan IIIC di Populasi Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin. pada bulan Februari 2017 sampai dengan selesai.

Tehnik • Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Total Sampling Sampling Variabel • Variabel indepeden dalam penelitian ini adalah Sosial Ekonomi Keluarga. Penelitian • Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Kepatuhan Diet Diabetes Melitus Definisi Operasional . Sampel • Sampel dari penelitian ini berjumlah 45 pasien yang menderita diabetes melitis yang dirawat inap di Ruangan Tulip IIIB dan IIIC Rumah Sakit Ulin Banjarmasin.

yang di uji Reliabilitas validasi oleh Trisna Bayanti (2016) dan Dedy Hartanto (2016). . peneliti tidak Uji Validasi mengunakan uji validasi dan reliabilitasi karena instrumen yang dan digunakan sudah baku.INSTRUMEN • Menggunakan kuesioner PENELITIAN • Dalam penelitian ini.

Tehnik pengumpulan data Tahap persiapan Tahap pengumpulan data pengumpulan data Rencana Jalannya Penelitian Tehnik pengolahan Tahap data pelaksanaan .

Analisis Univariat 2. Seleksi data (editing) 1. Tabulating 5. Analisis Bivariat 3. ANALISA DATA Pengolah menganalisa an Data Data 1. Pemberian kode (coding) 2. Scoring 4. Cleaning .

Anomity (Tanpa nama) 3. Informed consent (lembar persetujuan) 2. Beneficence (manfaat) . Confidentiality (kerahasiaan) 4. Etika Penelitian 1.

TERIMA KASIH .