Tonsilitis

Kronis

Oleh:
dr. Titis Dwina Putri A

Pendamping:
dr. Wiwik Widiastuti, MM
IDENTITAS SUBJECTIVE OBJECTIVE ASSESMENT PLAN

Nama • Nn. F

Umur • 16 tahun

Alamat • Jetis, Ponorogo

Pekerjaan • Pelajar

Pendidikan • SMA

Layanan • BPJS

Register • 3246XX
IDENTITAS SUBJECTIVE OBJECTIVE ASSESMENT PLAN

UMUM THT

Keluhan utama:
• Nyeri untuk menelan

Riwayat Penyakit Sekarang
• Pasien datang ke poli THT RSUD Harjono mengeluhkan nyeri
untuk menelan sejak 1 minggu sebelumnya.
• Pasien juga merasakan sulit menelan karena merasa ada yang
mengganjal ketika menelan dan tenggorok terasa kering.
• Keluhan disertai badan panas (nggreges).
• Keluhan tersebut sering dirasakan sejak 2 tahun yang lalu dan
sering kumat-kumatan.
• Pasien dikeluhan oleh ibunya sering mendengkur saat tidur. Batuk
(-) suara serak (-).
IDENTITAS SUBJECTIVE OBJECTIVE ASSESMENT PLAN

UMUM THT

Riwayat penyakit dulu
• Keluhan serupa diraskan sejak 2 tahun yang lalu dan kumat-kumatan
Riwayat pengobatan
• Dari awal mengalami keluhan nyeri telan pasien berobat ke Puskesmas Jetis
dan baru beberapa bulan ini ke poli THT RSUD Harjono, didiagnosa amandel.
• Saat ini pasien hanya mengkonsumsi tablet hisap yang di beli sendiri di apotik
Riwayat alergi
• Obat(-), makanan (-), alergi pada orang tua pasien disangkal.

Riwayat Sosial
• Pasien merupakan pelajar SMA, dan sering mengantuk di sekolah, meskipun
sudah tidur cukup. Tiap semester ijin 2-3 kali tidak masuk karena sakit
amandelnya.
Riwayat Keluarga
• Tidak ada anggota keluarga yang sakit serupa pasien
IDENTITAS SUBJECTIVE OBJECTIVE ASSESMENT PLAN

UMUM THT

TELINGA HIDUNG
Gatal -/- Rinore -/-
Korek Telinga -/- Hidung buntu -/-
Nyeri Telinga -/- Bersin -
Bengkak -/- Dingin/ lembab -
Otore: -/- Berbau -/-
Tuli -/- Mimisen -/-
Tinitus -/- Nyeri hidung -
Vertigo - Suara sengau -
Mual -
Muntah -
Mau jatuh -
Muka menceng -
IDENTITAS SUBJECTIVE OBJECTIVE ASSESMENT PLAN

UMUM THT

TENGGOROK LARING
Sukar menelan + Suara parau -
Sakit menelan + Afonia -
Badan panas + Sesak nafas -
Trismus - Rasa sakit -
Ptialismus - Rasa mengganjal -
Rasa mengganjal +
Rasa berlendir -
Rasa kering +
IDENTITAS SUBJECTIVE OBJECTIVE ASSESMENT PLAN

Compos mentis Status gizi: overweight

TD=110/70 mmHg N =82 x/m, regular RR = 20 x/m regular Tax :390C

Kepala Conjunctiva Anemis (-) Pupil isokor 3/3mm
Sklera Ikterik (-)
Leher JVP R+0 cm H20 Pembesaran KGB (-)
Pembesaran tiroid (-)
Thoraks Ictus invisible & palpable at ICS V MCL
Cor RHM ~ SL D, LHM ~ ictus
S1 S2 ireguler murmur (-), gallop (-)

Pulmo Simetris Stem fremitus D=S Sonor + + v v Rh - - Wh - -
+ + v v - - - -

+ + v v - - - -

Abdomen Flat, soefl, bising usus +, liver span 8 cm, traube’s space timpani,

Ekstremitas Edema - - Akral hangat + +
++
IDENTITAS SUBJECTIVE OBJECTIVE ASSESMENT PLAN

GENERAL LOKAL

Pembengkakan: -/-
T
Nyeri tekan: -/- E
L
MAE:
I
• Hiperemi: -/-
• Edema: -/- N
• Serumen: -/- G
• Penyempitan: -/-
• Sekret: -/-
A
Membran Timpani:
• Perforasi: -/-
• Pulsasi: -/-
• RC: +/+
IDENTITAS SUBJECTIVE OBJECTIVE ASSESMENT PLAN

GENERAL LOKAL

H Deformitas : - T Palatum molle : N/N
I E Uvula : di tengah
Hematoma : -
D N Tonsil : T3/T3
Krepitasi : - • Hiperemi : +
U G • Kripte melebar : + / +
N Nyeri : - G • Mobilitas tonsil : + / +
G Konka edema : - O • Detritus :+/+
• Pseudomembran :-/-
Konka hiperemi : - R
O Faring :
Sekret : - • Edema (-). Hiperemi (-), Lendir (-),
K Granula (-)

Regio Colli: massa (-)
Regio Axilla & Inguinal:
massa (-)
IDENTITAS SUBJECTIVE OBJECTIVE ASSESMENT PLAN

Nyeri telan,
Sulit menelan,
Terasa kening,
Demam

2 tahun
kumat-
TONSILITIS
kumatan KRONIS
Ngorok,
sering
ngantuk
IDENTITAS SUBJECTIVE OBJECTIVE ASSESMENT PLAN

Rencana
• Foto thorax PA
Diagnosis • Pemeriksaan Lab (DL, FH, Ureum/Creatinin,
(persiapan SGOTSG/PT, GDS)
tonsilektomi)

• PO. Co Amoxiclav 2x625 mg
• PO. Paracetamol 3x500 mg
• PO. Metilprednisolone 3x4 mg
RencanaTerapi • Kontrol 5 hari setelah kunjungan poli
• MRS pro tonsilektomi setelah fase eksaserbasi
selesai dan persiapan operasi sudah dilakukan
IDENTITAS SUBJECTIVE OBJECTIVE ASSESMENT PLAN

Rencana Monitoring
• Subjektif, Tanda Vital, Tanda infeksi, Tanda obstruksi jalan nafas,
hasil pemeriksaan untuk persiapan tonsilektomi
Rencana KIE
• Mengedukasi kepada pasien tentang penyakit yang diderita
pasien, komplikasi yang mungkin terjadi, rencana tatalaksana
pada pasien (pengobatan per oral sampai fase eksaserbasi
mengalami remisi dan tonsilektomi dan prognosis dari penyakit
yang diderita
• Menjaga kebersihan mulut dan kumur-kumur dengan obat
betadine kumur
• Menjelaskan indikasi tonsilektomi pada pasien, prosedur secara
singkat, dan komplikasi
MONITORING
15/2/2017 (5 hari post Result Normal Value
medikamentosa)
Leucocyte 4390 /µl 3.500 – 10.000
TENGGOROK
Hemoglobine 16,3 gr/dl 11.0 – 16.5
Sukar menelan ++ PCV 45,7 % 35 – 50

Sakit menelan +- Trombocyte 150.000 –
341.000 /µL
390.000
Badan panas +-
MCV 75,2 fL 80 – 93
Trismus - MCH 26,8 Pg 27 - 31
Ptialismus - RBS 84 mg/dl < 200
Rasa mengganjal ++ Ureum mg/d
18,2 10-50
L
Rasa berlendir - mg/d
Creatinine
0,7 0.7 – 1.5
L
Rasa kering +-
SGOT 32 U/L 11 – 41
Ngorok ++
SGPT 19 U/L 10 – 41
Albumine 3,33 g/dl 3.5 – 5.5
PPT 9,7 s K: 11,1 s

Foto
APTT
thoraks PA: Cor dan pulmo
15,9 s
normal
K: 26,9 s
MONITORING
22/2/2017 ( 7 hari post tonsilektomi)
TENGGOROK
Sukar menelan ++-

Sakit menelan +-+
Badan panas +--
Trismus -
Ptialismus -
Rasa mengganjal ++
-
Rasa berlendir -
Rasa kering +--
Ngorok ++-
TONSILITIS
KRONIS
DEFINISI
• Peradangan tonsil palatina yang merupakan
Tonsilitis
bagian dari cincin Waldeyer
Penyebaran • Melalui udara (air borne droplets) dan
infeksi foodborne
• Bakteri atau virus, termasuk strain bakteri
streptokokus, adenovirus, virus influenza,
Etiologi
virus Epstein-Barr, enterovirus, dan virus
herpes simplex
• Peradangan pada tonsil yang persisten yang
berpotensi membentuk formasi batu tonsil.
• Nyeri tenggorokan yang memiliki durasi 3
bulan
Tonsilitis
• Infeksi berulang dan obstruksi saluran
kronik
napas bagian atas karena peningkatan
volume tonsil.
• Tonsilitis Akut, remisi tidak sempurna
kronik
ANATOMI
IMUNOLOGI
• Jaringan limfoepitel yang berperan penting
sebagai system pertahanan tubuh
Tonsila terutama terhadap protein asing yang
palatina masuk ke saluran makanan atau masuk ke
saluran nafas (virus, bakteri, dan antigen
makanan)

• Menangkap dan mengumpulkan protein
asing dengan efektif melalui
• Respon imun tahap 1
• Respon imun tahap 2
Fungsi utama
• Migrasi limfosit
• Sebagai organ limfatik untuk diferensiasi
dan proliferasi limfosit yang sudah
disensitisasi
EPIDEMIOLOGI

Tonsillitis kronik Tonsilitis yang Penderita
sebesar 3,8% disebabkan oleh Tonsilitis Kronis
tertinggi kedua spesies adalah kelompok
setelah Streptococcus umur 14-29
nasofaringitis biasanya terjadi tahun, yakni
akut (4,6%) pada anak usia sebesar 50 %
5-15 tahun,
sedangkan
Preval

gi

Usia
Etiolo
tonsilitis virus
ensi

lebih sering
terjadi pada
remaja
ETIOLOGI

Droplet Streptokokus Adenovirus, Candida
maupun beta hemolitikus influenza A, dan pada bayi
secara grup A, herpes simpleks atau anak

Jamur
terbanyak
Entri point

Bakteri

foodborn. Staphylococcus (pada remaja), immunocom

Virus
aureus, coxackievirus A promised
Staphylococcus (menyebabkan
epidermidis dan timbulnya
kuman gram vesikel dan
negatif berupa ulserasi),
Enterobakter, Epstein-Barr
Pseudomonas (menyebabkan
aeruginosa, pembesaran
Klebsiella dan E. tonsil secara
coli. cepat)
FAKTOR PREDISPOSISI

Rangsangan
menahun (kronik)
Higiene mulut
rokok dan Pengaruh cuaca
yang buruk
beberapa jenis
makanan

Pengobatan
Kelelahan fisik tonsillitis akut
yang tidak adekuat
PATOMEKANISME
Kuman Bersarang di tonsil
menginfiltrasi Tidak dapat (fokal infeksi), hingga
Infeksi tonsil
lapisan epitel membunuh kuman dan toksin
berulang
secara doplet semua kuman dapat menyebar ke
atau foodborn seluruh tubuh

pembendungan
limfoid Infeksiepitel
Berulang radang dengan
bereaksi terkikis
infiltrasi PMN

Epitel mukosa dan Secara klinik
jaringan limfoid Mengalami kripti ini
Kripti melebar
diganti oleh jaringan pengerutan tampak diisi
parut oleh detritus

Menimbulkan Terus
perlekatan dengan sehingga
jaringan di sekitar menembus
fossa tonsilaris. kapsul tonsil
GEJALA KLINIK
Keluhan

Nyeri Obstruksi
tenggorokan pada saluran Pembesaran
Halitosis
yang berulang cerna dan nodul servikal
atau menetap saluran napas
PEMERIKSAAN FISIK
DIAGNOSIS BANDING
PENATALAKSANAAN
TONSILEKTOMI
Medikamentosa • INDIKASI ABSOLUT:
a.Gangguan tidur (sleep apneu) yang terkait
• Terapi ini ditujukan pada dengan cor pulmonal.
hygiene mulut dengan cara b.Curiga keganasan (hipertropi tonsil yang
berkumur atau obat isap unilateral).
• Pemberian antibiotika c.Menimbulkan kejang demam
d.Perdarahan tonsil yang persisten dan rekuren.
sesuai kultur.
•. INDIKASI RELATIF:
• Pilihan antibiotik: a.Tonsillitis akut yang berulang (Terjadi 3
Cephaleksin ditambah episode atau lebih infeksi tonsil / tahun)
Metronidazole, klindamisin b.Abses peritonsilar.
(terutama jika disebabkan c.Sakit tenggorkan yang persisten, halitosis,
mononucleosis atau atau adenitis cervical.
absees), amoksisilin dengan d.Sulit menelan.
asam clavulanat (jika bukan e.Tonsillolithiasis.
disebabkan f. Gangguan pada orofacial atau gigi
mononucleosis). (mengakibatkan saluran bagian atas sempit).
g.Carrier streptococcus tidak berespon terhadap
terapi).
h.Otitis media recuren atau kronik
TONSILEKTOMI
Teknik IMMEDIATE COMPLICATION:

tonsilektomi K perdarahan primer dan efek
anastesi

Diseksia
O
M INTERMEDIATE COMPLICATION

P perdarahan sekunder, hematom
Guillotine dan edem uvula, infeksi, komplikasi
paru dan otalgia Elektrokauter

Elektrokauter
LI
K LATE COMPLICATION :
jaringan parut di palatum mole

A
gerakan palatum terbatas
Laser rinolalia, adanya sisa jaringan
tonsilektomi
tonsil
SI
KOMPLIKASI TONSILITIS
KRONIS

Abses peritonsil. Abses parafaring.

Tonsilolith
Abses intratonsilar.
(kalkulus tonsil).

Fokal infeksi dari
demam rematik
Kista tonsilar. dan
glomerulonephritis
.
PROGNOSIS

Tonsilitis biasanya sembuh dalam beberapa hari dengan
beristrahat dan pengobatan suportif.

Gejala-gejala yang tetap ada dapat menjadi indikasi bahwa
penderita mengalami infeksi saluran nafas lainnya, infeksi
yang sering terjadi yaitu infeksi pada telinga dan sinus

Pada kasus yang jarang, Tonsilitis dapat menjadi sumber dari
infeksi serius seperti demam rematik atau pneumonia
DAFTAR PUSTAKA
• Rusmarjono, Kartoesoediro S. Tonsilitis kronik. In: Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung
Tenggorok Kepala & Leher ed Keenam. FKUI Jakarta: 2007. p212-25.
• Udayan KS. Tonsillitis and peritonsillar Abscess. [online]. 2011 .[cited, 2012 Jan 18). Available from
URL: http://emedicine.medscape.com/
• Medical Disbility Advisor. Tonsillitis and Adenoiditis. [online]. 2011 .[cited, 2012 Jan 18). Available from
URL: http://www.mdguidelines.com/tonsillitis-and-adenoiditis/
• John PC, William CS. Tonsillitis and Adenoid Infection. [online].2011 .[cited, 2012 Jan 17). Available
from: URL: http://www.medicinenet.com
• Christopher MD, David HD, Peter JK. Infectious Indications for Tonsillectomy. In: The Pediatric Clinics
Of North America. 2003. p445-58
• Adnan D, Ionita E. Contributions To The Clinical, Histological, Histochimical and Microbiological Study
Of Chronic Tonsillitis. Pdf.
• Richard SS. Pharinx. In: Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Edisi 6. Jakarta: ECG, 2006.
p795-801.
• Boies AH. Rongga Mulut dan Faring. In: Boies Buku Ajar Penyakit THT. Jakarta: ECG, 1997. p263-
340
• Amalia, Nina. Karakteristik Penderita Tonsilitis Kronis D RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2009.
2011.pdf
• Bailey BJ, Johnson JT, Newlands SD. Tonsillitis, Tonsillectomy, and Adenoidectomy. In: Head&Neck
Surgery-Otolaryngology, 4th edition. 2006.
• Indo Sakka, Raden Sedjawidada, Linda Kodrat, Sutji Pratiwi Rahardjo. Lapran Penelitian : Kadar
Imunoglobulin A Sekretori Pada Penderita Tonsilitis Kronik Sebelum Dan Setelah Tonsilektomi. Pdf.
• Empowering Otolaryngologist. Tonsillitis. In: American Academy of Otolaryngology- Head & Neck
Surgery. Pdf.
• Mandavia, Rishi. Tonsillitis. [online] .[cited, 2012 Jan 20). Available from: URL:
http://www.entfastbleep.com