ANATOMI DAN

FISIOLOFI MATA
Muhammad Arief Munandhar
Kepanitraan Klinik Senior Ilmu Penyakit Mata
RSUD Dr. Pirngadi Medan

ORBITA
 Merupakan dua lubang tulang cranium yang terdapat di
sebelah bawah fossa cranii anterior

Tulang orbita

7 tulang pembentuk msg2 cavum orbita:
 Os maxillaris
 Os zygomaticum
 Os frontalis
 Os ethmoidalis
 Os lacrimalis
 Os sphenoidalis
 Os palatina.
 Membentuk rongga/cavum orbita yang
berbentuk pyramid (memp. dinding med, lat,
sup, dan inf.), dengan apex pada foramen
opticum.

.

III.  Fissura orbitalis superior:  Di lateral dari foramen Opticus. nasociliaris N. frontalis. VI. N. Ophthalmica. Opticus dan A. antara atap dan dinding lateral cavum orbita. N. V1 dan V. . IV.Fissura dan foramina  Foramen opticum:  Membuka ke fossa cranii media  Terdapat pada os sphenoidalis  Tempat lewat N.  Tempat lewat cabang superior dan inferior N. Ophthalmicus superior. cabang lacrimalis.

 Foramen infraorbitalis:  Tempat lewat N. Pterigoideus. Infraorbitalis dan V. A. V2) . Infraorbitalis (cabang N.Fissura dan foramina  Fissura orbitalis inferior:  Terletak memisahkan dinding lateral dan dasar cavum orbita  Tempat lewat N. V2 dan cabang Zygomaticum N. V2.

Isi Orbita  Bola mata (bulbus oculi)  N. Opticus  Otot Extraokuler  Apparatus lacrimalis  Jaringan adiposa  Fascia  Saraf dan pembuluh darah .

Fascial sheath (bulbar sheath)

 Lapisanfascia yang menutupi sebagian besar
bola mata :
 Posterior : melekat erat pada sclera sampai mengelilingi tempat masuk N. II ke
dalam bola mata.
 Anterior : melekat erat pada sclera dekat pada tepi cornea.
 Menyelimuti tiap otot extrinsik mata yang melekat pada sklera.

 Bag. Inferiornya membentuk lig. Suspensorium
yang menyokong bola mata dan berkontribusi
pada m. oculi inferior (obliquus dan rectus), m.
oculi medial dan lateral.

BOLA MATA (ORBITA)

 Merupakan struktur yang
berbentuk spheris, dengan
diameter + 2,5 cm (1 inch).
 Hanya 1/6 bagian anterior
yang kelihatan dari luar.

Tunica sensoris (tunica interna) : 1. Choroid 4. Iris 3. Corpus Ciliaris 5. Retina .BOLA MATA Lapisan dinding terdiri dari 3 lapisan: 1. Tunica fibrosa : 1. Kornea 2. Sclera 2. Tunica vasculosa (= UVEA): 3.

II sampai ke corneoscleral junction.  Permukaan luarnya ditutupi oleh fascial sheath.  Ditembus oleh beberapa pembuluh darah dan saraf.Sclera  Lapisan putih yang dapat terlihat dari anterior.  Diselimuti oleh conjungtiva di bagian anterior. mulai dari tempat masuk N. II di posterior  Tempat lekat dari otot-otot penggerak bola mata. termasuk N.  Permukaan dalamnya melekat longgar pada choroid .

Cornea  Tempat masuk cahaya ke dalam bola mata  Lanjutan dari sclera di anterior  Transparant  Menutupi 1/6 anterior permukaan bola mata  Avascular .

Choroid  Membentuk 2/3 posterior lapisan vasculosa.  Tipis  Kaya vascular:  Pembuluh darah kecil untuk retina  Pembuluh darah besar untuk ke perifer  Lapisan pigmentasi  Melekat erat pada retina (dalam)  Melekat longgar dengan sclera (luar) .

.

 Proscessus Ciliaris:  Proyeksi longitudinal dari permukaan dalam corpus ciliaris  Keluar serabut zonular yang melekatkan lensa ke bola mata (lig. Ciliaris :  mengandung otot polos longitudinal. circular dan radial  Dikontrol saraf parasimpatis N.III  Kontraksi ukuran cincin corpus ciliaris mengecil tegangan lig suspensorium menurunlensa menjadi cembung akomodasi lensa untuk melihat dekat. Suspensorium lensa= zonula ciliaris Zinii) .  Struktur ‘Triangular shape’ antara choroid dan iris  Membentuk cincin penuh mengelilingi bola mata  Mengandung:  M. Corpus Ciliare  Perpanjangan dari tepi anterior choroid.

.

.

Iris  Struktur circular  Perpanjangan corpus ciliaris  Bagian berwarna dari mata  Membuka di tengah disebut pupil (besarnya dikontrol oleh otot polos iris): .

.

Retina  Lapisan terdalam bola mata  Terdiri dari 2 bagian :  Posterior dan lateral : bag optic ( sensitif terhadap cahaya)  Anterior : nonvisual part (menutupi permukaan dalam corpus ciliaris dan iris)  Pertemuan keduanya : ora serrata (garis irregular ) .

. Macula lutea : lateral dari ‘blind spot’ 2. terdapat beberapa area khusus retina : 1. hanya mengandung sel kerucut saja. Fovea centralis : cekungan kecil di posterior retina.Retina  Bagianposterior mata (fundus). Disebut juga ‘blind spot’ sebab tanpa photoreceptor. II ke bola mata. Optic disc : Tempat masuk N. 3.5 mm. + 1. di tengah macula lutea.

Fovea centralis .

 Camera oculi anterior  Camera oculi posterior  Lensa  Uvea  Corpus Vitreum  Retina .

 Keduanya diisi oleh Aqueous humor. .Camera oculi  Camera oculi anterior adalah area yang terletak tepat di posterior kornea dan anterior iris.  Camera oculi posterior adalah area yang terletak di posterior dari iris dan di depan lensa.  Kedua camera oculi ini berhubungan satu sama lain melalui pupil.

 Diabsorbsi ke sinus venosus (Canalis Schlemm) .Aqueos Humor  Diproduksi oleh permukaan dalam processus ciliaris  Mensuplai nutrisi untuk kornea yang avasculer dan lensa  Mengatur tekanan intraoculer.

.

.Lensa  Memisahkan 1/5 anterior bola mata dari 4/5 posteriornya. Ciliaris). oleh zonula ciliaris ziniibisa berubah untuk refraksi mata (daya akomodasi).  Transparan  Bikonveks elastic disc  Dilekatkan sekelilingnya ke otot dinding bola mata (m.

dari lensa ke retina  Disebut juga corpus vitreous  Diisi dengan substansi gelatinous.Vitreous humor  Mengisi 4/5 posterior bola mata. . transparan.  Tidak dapat diganti.

 Berjalan ke depan menyebrang bagian superior N.A. Ophthalmica terletak inferior lateral dari N. ( cab A. Carotis Interna)  A. OPHTHALMICA. Opticus. Opticus. Ophthalmica  Arteri yang menyuplai struktur dalam orbita. Opticus dan menembus ke anterior pada sisi medial orbita. Ophthalmica berjalan ke dalam cavum orbita melalui canalis opticus bersama-sama dg N. . termasuk bola mata adalah dari A. A.  Di dalam cavum orbita.

Ciliaris posterior brevis  A. Ethmoidalis anterior Long posterior ciliary artery  A. Lacrimalis artery artery  A. Centralis Retina  A. Ophthalmica Anterior ethmoidal Dorsal nasal  A. Supraorbitalis  A. Palpebralis medial Lacrimal artery  A. Ethmoidalis posterior Short posterior ciliary artery  A. Muscularis  A. Ciliaris posterior longus Posterior ethmoidal artery  A.Cabang A. Supratrochlearis . Nasalis dorsalis Central retinal artery  A.

 A. Opticus dan masuk ke lapisan choroid  A.  A. Ciliaris anterior:  Menyuplai otot yang melekat pada sclera. Ciliaris posterior brevis :  Cabang A. Ciliaris posterior longus:  Masuk ke sclera melalui bag medial dan lateral N. Ophthalmica  Menembus sclera. mengelilingi N. Opticus diteruskan ke anterior choroid untuk beranastomosis dg A.Suplai arteri untuk bola mata  A. . Opticus dan masuk ke retina melalui optic disc. Centralis retina:  Berjalan dalam N. Ciliaris anterior.

Angularis  Menerima cabang dari A. .  Menerima darah dari otot dan bag posterior orbita. Ophthalmica inferior:  Mulai di anterior.Vena Orbita Ada 2 vena utama pada orbita yaitu:  V. berjalan ke bag. Ophthalmica superior:  Mulai di anterior orbita  Berhubungan dengan V.  Meninggalkan orbita di posterior bergabung dengan V.  Meninggalkan orbita melalui fissura orbitalis superior dan masuk ke sinus cavernosus  V. berjalan melalui fissura orbitalis superior ke sinus cavernosus atau berjalan melalui fissura orbitalis inferior utk bergabung dengan vena plexus pterigoideus di Fossa infratemporal. Inferior orbita. Supraorbitalis dan V. Ophthalmica dan Vena yang berasal dari bag belakang bola mata. Ophthalmica superior.

.

 4 vena besar (vena vorticose) terlibat dalam proses ini  Vena-vena ini keluar dari sclera dari tiap quadrant posterior bola mata dan masuk ke V. . Centralis retina. Ophthalmica superior dan inferior. Centralis retina.Venous drainage bola mata  Terutama berhubungan dengan drainage lapisan choroid. yang berjalan bersama dg A.  Juga V.

VI  Saraf otonom  Saraf yang berjalan keluar dari cavum orbita :  N. V1 . II  N. III  N. IV  N. Persarafan orbita  Saraf yang berjalan ke dalam cavum orbita :  N.

III .N.

N. III obliquus .

IV .N.

N. V1 .

V1 .N.

Sphincter pupile  M. Ciliaris  M. Dilator pupile  Otot ekstrinsik Untuk pergerakan bola mata atau membuka kelopak mata atas .  M. Otot Mata  Otot intrinsik  Untuk mengontrol bentuk lensa dan ukuran pupil.

Obliquus oculi inferior  M. Rectus oculi lateral  M. Rectus oculi inferior  M. Otot Ekstrinsik  M. Levator Palpebrae Superior . Obliquus oculi superior  M. Rectus oculi medial  M. Rectus oculi superior  M.

. Palpebra  Merupakan struktur yang berfungsi untuk menutup/melindungi permukaan dari bola mata.

Subcutan  Otot volunter  Septum orbita  Tarsal  conjungtiva .Palpebra Lapisannya :  Kulit hanya merupakan lapisan tipis di atas otot volunter  Jar.

berjalan ke dalam untuk melekat pada crista lacrimalis posterior membantu drainage air mata.M. Orbicularis Oculi  Ada 3 bagian :  Orbita part mengelilingi orbita  Palpebral part di kelopak mata  Lacrimal part di tepi medial. .

orbicularis oculi bagian palpebra  Tempat perlekatan :  tendon otot m.Septum Orbita  Merupakan perpanjangan periosteum yang membentuk palpebra sup dan inf. Levator Palpebra superior di palpebra superior  Tarsus di palpebra inferior .  di lapisan dalam m.

 Merupakan jaringan ikat Orbital septum Superior tarsus padat yang membentuk rangka palpebra. Inferior tarsus Medial palpebrae ligament . Tarsus Tendon of levator palpebrae superioris muscle  Penyokongutama untuk Lateral palpebrae ligament palpebra adalah Tarsus.

III. Tarsalis Superior . Yaitu : M. untuk membuka kelopak mata atas)  Di permukaan inferior M.  Tarsus superior  tempat melekat m.Tarsus  Terdapatglandula tarsal (semacam gl sebasea dan mensekresi suatu zat pelumas yang berguna untuk meningkatkan viscositas air mata dan menurunkan penguapan air mata dari permukaan bola mata). berjalan serabut otot polos yang dipersarafi serabut postganglionik serabut simpatis ggl cervicalis superior. Levator palpebra sup. Levator palpebra sup (dipersarafi N.

.Tarsus  Glandula tarsal tidak hanya berhubungan dengan palpebra. tetapi juga berhubungan dengan folikel rambut mata sebagai glandula sebasea (gl Meibom) dan glandula ciliaris  Blokade dari glandula ciliaris  stye (hordeolum externum) terdapat pada pinggir dari palpebra.  Blokade dari glandula tarsal (glandula Meibom)  chalazion (hordeolum internum) terdapat pada permukaan dalam palpebra.

 Fornix conjungtiva sup dan inf  merupakan extensi dari saccus conjungtiva. .Conjuctiva  Selaput tipis yang menutup seluruh permukaan posterior palpebra superior dan inferior (conjunctiva palpebralis)  Melipat ke permukaan luar sclera (conjunctiva bulbi). tempat lensa kontak. melekat pd orbita di perbatasan antara sclera dan kornea. sac  terbentuk ketika palpebra  Conjuctiva menutup.

.

 Drainage lymphatic terutama ke nodus parotis  Drainage lymphatic dari bag medial ke nodus submandibularis. lacrimalis dan A.Vascularisasi Palpebra  Terdiri dari :  A. Temporalis superficialis)  A. Temporalis Superficialis  Drainage vena sesuai arterinya. Ophthalmica. supraorbitalis. Facialis transversus (cab A. Angularis (cab. Facialis)  A. nasalis dorsalis (cabang dari A.Supratrochlearis. Ophthalmica)  A. A. kemudian ke V. .

.

Infratrochlearis. V :  N. N. orbicularis oculi  N. Tarsalis superior . supraorbitalis. Maxillaris (N. VII  menginervasi bag palpebra m. III  menginervasi m. Lacrimalis ( cab N. N. V2)  Komponen motoris:  N. Supratrochlearis.V1)  Ramus infraorbitalis N. levator palpebra superior  Serabut sympatis menginervasi M.Persarafan palpebra  Terdiri dari  Komponen sensoris semua cab N. N.

.

Apparatus lacrimalis .

: glandula dan ductus lacrimalis  Glandula lacrimalis terletak pada superolateral bola mata .  T.d. Apparatus lacrimalis  Menjaga permukaan mata dengan air mata.

Perdarahan gl. . lacrimalis  Dilakukan oleh A/V lacrimalis.

Persarafan app lacrimalis  Terdiri dari 2 komponen yang berbeda :  Persarafan sensoris neuron sensoris dari glandula lacrimalis dikembalikan ke cabang lacrimalis N. Pterigoideus. V2 untuk akhirnya bergabung dengan N.  Serabut postganglionik bergabung dengan N. Carotis interna bergabung dengan serabut parasympatis setelah melewati ggl pterygopalatina menuju ke gl lacrimalis. Ophthalmicus (N.V1)  Persarafan secretomotor (parasimpatis)  Menstimulasi secresi cairan mata dari gl lacrimalis. Lacrimalis. .  Serabut preganglionik berasal dari N.  Persarafan simpatis  Serabut postganglionik berasal dari ggl cervicalis berjalan sepanjang A. VII dan akhirnya menjadi N.

Fisiologi  Proses penglihatan .

.

Fisiologi Visual pathway .

Thank You .