Tindak Pidana

Terhadap Kesusilaan

Klasifikasi Delik Kesopanan
Buku II
Melanggar (281-299)
Kesusilaan
(Zedelijkheid
)

Buku III
Delik (532-535)
Kesopana
n

Buku II
Melanggar (300-303)
Kesopana
n (Zeden)
Buku III
(536-547)

Dalam
Perkawinan
(288) Dengan
Persetujuan
(284-287)
Normal

Di luar
perkawinan Di luar
persetujuan
(285-286)
Sexual
Intercourse
Perbuatan
Cabul /
Sodomi
(292)

Abnormal
Incest (294)

(Dwiatmodjo)

1. KEJAHATAN TERHADAP KESUSILAAN

Pengaturannya dalam KUHP :

● Titel XIV Buku II KUHP
Kejahatan- kejahatan melanggar
kesopanan

● Titel VI Buku III KUHP
Pelanggaran- pelanggaran tentang
kesopanan

 Prof . Wiryono dlm. Bukunya mempertanyakan
mengapa digunakan kata “melanggar” dalam Buku II
titel XIV sedangkan dalam Buku III titel VI digunakan kata
“tentang” padahal tidak ada perbedaan sifat diantara
kedua titel itu tetapi masing-masing sama-sama memuat
dua macam tindak pidana, yaitu :

 Ke 1. Tindak pidana melanggar kesusilaan (Zedelijkheid)
 Ke 2. Tindak pidana melanggar kesopanan (Zeden) yang
bukan kesusilaan.
 
Kejahatan-kejahatan yang masuk golongan
1 termuat dalam Pasal 281 s/d 299 KUHP
Kejahatan-kejahatan yang masuk golongan
2 termuat dalam Pasal 300 s/d 303 KUHP
Pelanggaran-pelanggaran yang masuk
golongan 1 termuat dalam Pasal 532 s/d
535 KUHP
Pelanggaran-pelanggaran yang masuk
golongan 2 termuat dalam Pasal 536 s/d
547 KUHP

kebudayaan adat istiadat sebagaimana yang terdapat dalam masyarakat dan (: Pak Wiryono menambahkan ) khususnya sedikit banyak mengenai kelamin (sex) seseorang  Sedangkan “kesopanan” (zeden) pada umumnya mengenai adat kebiasaan yang baik dalam hubungan . Kesusilaan itu dipengaruhi oleh agama.

: • Ayat (1) : – Barang siapa – Dengan sengaja – Di depan umum – Merusak kesusilaan • Ayat (2) – Barang siapa – Dengan sengaja – Merusak kesusilaan – di depan orang lain yg hadirnya disitu bukanlah atas kemauannya .500. Pasal 281 KUHP • Dihukum 2 thn 8 bln / denda Rp.4.. 2.

. Artinya kalau perasaan susila kitapun menjadi tersinggung dengan perbuatan atau tingkah laku orang itu maka orang itu juga telah melanggar kesusilaan sebagaimana masyarakat waktu itu pun menjadi tersinggung. KEJAHATAN Kesusilaan MELANGGAR yang dilanggar adalah KESUSILAAN apa yang dirasakan sebagai rasa susilaPasal oleh281 KUHP atau setiap orang masyarakat dalam   masyarakat tertentu. Dan rasa susila itu kebanyakan menjadi tersinggung justru karena perbuatan orang itu dilakukan “di muka umum” atau “dihadiri oleh orang”.

Misalnya : bersetubuh yang kelihatan dari jalan. akan tetapi juga meliputi tempat yang perbuatannya itu dapat dilihat dari tempat umum. pasar. Suami Isteri yg sedang berhubungan 2. Misalnya : 1. .  Dihadiri orang lain diluar kemauannya    Kata “hadir” diartikan secara luas yaitu meliputi semua perbuatan yang dapat dilihat orang yang ada di situ tanpa kemauan orang itu. Mandi  Pengertian “dimuka umum” : tidak harus di tempat- tempat umum seperti : jalan.

tetapi adanya kemungkinan orang lain itu melihat perbuatan-perbuatan tersebut. .  Kriteria yang dapat membuat orang lain tersinggung perasaan kesopanannya tidak menunjuk pada adanya kehadiran secara fisik dari orang-orang yang melihat di situ. Sedangkan hadir diluar kemauannya tidak mungkin ada apabila atas inisiatif orang itu sendiri ingin melihat sesuatu hal.

 Sengaja merusak kesopanan di muka orang lain (tidak perlu orang banyak. cukup seseorang) yang hadirnya di situ tanpa kemauannya sendiri. supaya seseorang dapat dikenai pasal ini maka :  Orang tersebut harus sengaja merusak kesopanan (kesusilaan) umum artinya perbuatan merusak kesopanan (kesusilaan) umum sengaja dilakukan di tempat yang dapat dilihat atau dihadiri atau didatangi orang banyak. Dan orang lain ini tidak menghendaki adanya .

. • Beliau memaklumi apabila unsur kesengajaan ini tidak ada atau tidak dimuat dlm KUHP Indonesia sebab orang-orang yang mandi di pinggir sungai (mekong) akan dikenai Pasal 281 KUHP juga . sedangkan dalam KUHP Indonesia harus ada unsur kesengajaan. Untuk menghindari penghukuman bagi mereka maka dalam KUHP Indonesia ditambahkan “unsur kesengajaan” .• Wiryono mempertanyakan mengapa dalam KUHP Belanda tidak disyaratkan kesengajaan.

. patung  Pornografi : Berarti tulisan. gambar. PORNOGRAFI Pasal 282 KUHP  Porno : Melanggar kesusilaan atau cabul  Grafi : Tulisan. gambar atau patung barang sesuatu yang pada umumnya berisi atau menggambarkan sesuatu hal yang menyinggung rasa susila dari orang yang membaca atau melihatnya.

meneruskan. mengeluarkan dari DN.- . Lanjutan ……Psl.45. 282(1) • Barang siapa • Membuat. memasukkan dari LN. mempunyai persediaan • Utk spy : – Disebarkan – Secara terbuka • Dipertunjukkan • Ditempelkan • Tulisan/gambar/benda • Yang diketahui merusak kesusilaan • Sanksi : 1 thn 4 bln / denda Rp.000.

..- .Psl.4.... 282 (1) • Barang siapa • Secara terang-terangan / mengedarkan surat tanpa diminta • Menawarkan / menunjukkan dimana dapat diperoleh • Tulisan/gambar yg melanggar kesusilaan • Sanksi : 1 thn 4 bln / denda Rp. Lanjutan….500.

- .75. Pasal 282 (2) KUHP • Pasal 282 (1) • Jika ada alasan kuat bagi Pelaku untuk menduga • Tulisan / gambar / benda tsb melanggar kesusilaan • Sanksi : 9 bulan / denda Rp.000.4.- • Psl. 282(3) sbg mata pencarian = 2 thn 8 bln / denda Rp.500.

Membuat. Menyiarkan. gambar atau barang dsb untuk disiarkan. membawa masuk. tulisan atau barang. mempertunjukkan pada umum atau menampilkan suatu gambar. Dengan terang-terangan atau dengan menyiarkan sesuatu tulisan menawarkan tulisan. gambar atau barang itu dapat diperoleh. Ada 3 kelompok perbuatan yang dilarang oleh ketentuan Pasal 282 ayat (1) KUHP : 1. dipertontonkan atau ditempelkan secara terang- terangan. menunjukkan bahwa tulisan. 3. mengirimkan langsung. gambar atau barang. . membawa keluar atau menyediakan tulisan. 2.

 Perbedaan antara Pasal 282 ayat 1 dan ayat 2 KHUP adalah: a. sudah cukup apabila yang bersangkutan itu patut menduga-duga (culpa) bahwa tulisan itu isinya dapat melanggar perasaan kesopanan.Ayat 2 orang tersebut tidak perlu mengetahui bahwa isinya dsb. itu melanggar kesopanan. itu melanggar kesopanan. b. .Ayat 1 : orang yang berbuat harus mengetahui bahwa isinya dsb.

misalnya : turis asing yang berjalan ke pantai Kuta Bali untuk mandi matahari yang dari hotel sudah dengan pakaian renang atau pantai. “Sifat cabul atau porno ini juga ditentukan oleh pendapat umum yang berlaku.  Dalam perkembangannya terutama di kota- kota besar di Indonesia mulai diterima tulisan atau gambar-gambar atau patung atau benda- benda lain yang memang sengaja dibuat namun dimaksudkan untuk kepentingan seni. barang-barang Souvenir . tiap-tiap peristiwa harus ditinjau sendiri-sendiri dan tentunya amat tergantung pada adat istiadat lingkungan itu.

Arrest HR 21 April 1908 : Kartu Pos yang bergambar laki-laki dalam posisi memeluk perempuan- perempuan setengah telanjang adalah cabul/porno. Beberapa Arrest Hoge Raad di Negeri Belanda : 1. . Arrest HR 21 November 1927 : menentukan bahwa gambar seorang perempuan setengah telanjang dimana buah dadanya tidak tertutup serta kelihatan puting susunya dalam sikap tertentu yang merangsang. digolongkan sebagai gambar porno. 2. Arrest HR 29 Maret 1909 : menentukan bahwa daftar- daftar buku yang menyebutkan titel-titel dari buku- buku itu dalam kalimat sedemikian rupa sehingga menimbulkan rangsangan sexual adalah cabul/porno. 3.

• Pasal 283 KUHP ( Sudah di Dekriminalisasi) Tindak pidana yang dilarang Seperti yg diatur Pasal 282 KUHP. sedangkan melekatkan / menempelkan adalah menempatkan sesuatu lukisan/gambar pada suatu benda yang lain. hanya dalam pasal ini Ditambah tentang alat-alat untuk mencegah kehamilan atau menggugurkan kandungan. . Mempertunjukkan : ◊Maksudnya adalah segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menempatkan / menggantungkan suatu tulisan / gambar.

animasi. foto. kartun. sketsa. gerak tubuh. gambar bergerak.UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PORNOGRAFI Pasal 1 : Pornografi adalah gambar. tulisan. percakapan. yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat. . atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum. suara. ilustrasi. bunyi.

PERZINAHAN/Adultery (Pasal 284 KUHP) • Ayat (1) ke-1 a : – Seorang Pria – Beristeri – Melakukan zina – Pasal 27 BW berlaku baginya • Ayat (1) ke-1 b : – Seorang wanita – Bersuami – Melakukan zina • Sanksi : 9 bulan. .

27 BW berlaku baginya • Sanksi : 9 bulan • Delik aduan oleh korban : suami/isteri . Pasal 284 • Ayat (1) ke-2 a : – Seorang Pria – Turut serta melakukan perbuatan zina – Wanitanya diketahui telah menikah • Ayat (1) ke-2 b : – Seorang Wanita tidak menikah – Turut serta melakukan zina – Mengetahui Pria nya Psl.

ZINAH (Overspel /Adultery) Pasal 284 KUHP • Zinah adalah persetubuhan antara laki- laki/perempuan yang telah menikah dengan perempuan/laki-laki yang bukan istri/suaminya. tidak boleh ada paksaan dari salah satu pihak.   • Persetubuhan mana harus dilakukan atas dasar suka sama suka. . Apabila ada paksaan maka salah satu pihak (yang dipaksa) tidak dapat dianggap melakukan kejahatan tetapi sebaliknya bahkan menjadi obyek kejahatan (perkosaan).

  .   • (Menurut Susilo sebagaimana dimaksud Arrest HR 5 Februari 1912 : anggota kelamin laki-laki disamping masuk ke dalam anggota kelamin perempuan disyaratkan harus mengeluarkan mani).• Persetubuhan : bertemunya anggota kelamin laki-laki dengan perempuan yang biasa dilakukan untuk mendapatkan keturunan.

Menurut Hukum Barat “perbuatan zinah” adalah hubungan kelamin (sexual intercourse) yang : 1. Salah satu pihak dari padanya yang bersuami/beristri dengan pihak yang masih janda/gadis. . 2.  Menurut Hukum Adat dan Hukum Islam : perbuatan zinah adalah setiap hubungan kelamin di luar perkawinan. Kedua-duanya masih terikat dalam hubungan perkawinan dengan teman kawinnya masing-masing. bujangan/duda.

• Tidak berlaku Psl. 72. Ketentuan pengaduan ( Psl. . 27 BW berlaku. dalam waktu 3 bulan permintaan cerai / svtb.73. 284 (2) – (5)) • Oleh korban : suami / isteri • Bila Psl.75 • Dapat ditarik sebelum pemeriksaan sidang • Jika suami-isteri berlaku 27 BW pengaduan tidak diindahkan bila belum cerai.

• Zinah sebagai perbuatan pidana baru dapat dituntut jika ada pengaduan dari suami/istri yang dirugikan ( termasuk Delik Aduan Absolut). . • Dalam hal delik aduan ini ada pertentangan antara kepentingan individu dengan kepentingan masyarakat dan di sini kitapun melihat adanya penghargaan dari pembentuk UU pada kepentingan individu ini.

• Kenyataannya dalam praktek : bahwa hakim selalu memberi kesempatan pada pihak pengadu yakni suami/istri yang dirugikan itu akan tetap meneruskan pengaduannya itu atau mencabutnya. .• Pengaduan atas perbuatan zina dapat dicabut/ditarik kembali ? Bisa selama pemeriksaan dalam sidang pengadilan belum dimulai.

. dalam waktu 6 th sejak delik itu dilakukan. bahwa telah terjadi tindak pidana perzinahan. sekali-kali tidak dapat digunakan sebagai alat bukti dalam proses perkara pidananya (:zinah). • Hak penuntutan delik perzinahan akan hapus/ hilang karena Verjaring. Namun hak penuntutan tersebut tidak menangguhkan Verjaring/daluwarsa karena adanya proses perdata (perceraian) yang mendahuluinya.• Keputusan perdata terhadap kasus perceraian atas dasar perbuatan zinah yang telah mempunyai kekuatan hukum yang pasti/tetap.

PERKOSAAN/RAPE pasal 285 KUHP • Dengan kekerasan / ancaman kekerasan • Memaksa melakukan persetubuhan • Dengan perempuan bukan isterinya • Terjadi persetubuhan • Sanksi : 12 tahun .

Wiryono menganggap terjemahan itu tidak tepat. • Prof. sebab Verkrachting dalam pengertian orang- orang Belanda adalah perkosaan untuk bersetubuh. ( Terjemahan ini hanya mengenai nama tindak pidana ). PERKOSAAN UNTUK BERSETUBUH (VERKRACHTING) Pasal 285 KUHP • Verkrachting dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan “perkosaan” saja. . • Penggunaan paksaan/kekerasan atau ancaman terhadap wanita untuk bersetubuh dengannya di luar perkawinan merupakan perbuatan yang dilarang menurut ketentuan pasal ini.

• Persetubuhan : bertemunya anggota kelamin laki-laki dengan perempuan yang biasa dilakukan untuk mendapatkan keturunan.   • (Menurut Susilo sebagaimana dimaksud Arrest HR 5 Februari 1912 : anggota kelamin laki-laki disamping masuk ke dalam anggota kelamin perempuan disyaratkan harus mengeluarkan mani).   .

  .• Persetubuhan : bertemunya anggota kelamin laki-laki dengan perempuan yang biasa dilakukan untuk mendapatkan keturunan.   • (Menurut Susilo sebagaimana dimaksud Arrest HR 5 Februari 1912 : anggota kelamin laki-laki disamping masuk ke dalam anggota kelamin perempuan disyaratkan harus mengeluarkan mani).

Yang harus dibuktikan: • Adanya kehendak atau maksud terdakwa memakai kekerasan • Adanya kehendak atau maksud terdakwa untuk mengancam akan memakai kekerasan • Adanya kehendak atau maksud terdakwa untuk memaksa • Adanya pengetahuan pada terdakwa bahwa yang dipaksa itu adalah seorang wanita yang bukan istrinya .

Pasal 289 KUHP • Dengan kekerasan / ancaman • Memaksa • Melakukan / membiarkan dilakukan perbuatan cabul • Sanksi : 9 tahun .

.• Mirip dengan perbuatan ygang diatur dalam k Pasal 285 KUHP ini adalah Pasal 289 KUHP : “dengan kerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang melakukan atau membiarkan dirinya dilakukan perbuatan cabul (ontuchtige handlingen).   • Perbuatan Cabul : segala perbuatan yang melanggar kesusilaan/kesopanan sebagaimana diatur Pasal 289 KUHP adalah pengertian umum yang meliputi pula perbuatan persetubuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 285 KUHP.

sedang perkosaan untuk berbuat cabul juga dapat dilakukan oleh seorang perempuan terhadap seorang laki-laki. sedang perkosaan untuk berbuat cabul juga dapat dilakukan di dalam perkawinan. . sehingga seorang suami boleh saja memperkosa istrinya untuk bersetubuh.   • Perkosaan untuk bersetubuh hanya dapat dilakukan di luar perkawinan. sehingga tidak boleh seorang suami memaksa istrinya untuk berbuat cabul aau seorang istri memaksa suaminya untuk cabul. Perbedaan Pasal 285 KUHP dan Pasal 289 KUHP : • Perkosaan untuk bersetubuh .hanya dapat dilakukan oleh seorang laki-laki terhadap seorang perempuan.

Pasal 286 KUHP 0 Barangsiapa 0 Mengadakan hubungan kelamin di luar pernikahan 0 Dengan seorang wanita yang sedang berada dalam keadaan pingsan atau sedang berada dalam keadaan tidak berdaya Apa yang menjadi ciri utama dari pasal ini? .

Pasal 287 KUHP 0 Yang ia ketahui 0 Yang sepantasnya harus ia duga 0 Mengadakan hubungan kelamin di luar pernikahan 0 Wanita yang belum mencapai usia lima belas tahun atau yang belum dapat dinikahi .

1971) • Delik Aduan / laporan ? . Pertanyaan • Dolus / culpa ? Unsur mana yang menunjukkan dolus/culpa tersebut? • Tujuan Perusuman : Mencegah disalahgunakannya ketidakpengalaman anak-anak oleh orang dewasa (Bemmelen.

Pasal 288 KUHP • Barangsiapa • Mengadakan hubungan kelamin dalam pernikahan • Dengan seorang wanita yang ia ketahui / sepantasnya harus ia duga • Wanita tersebut belum dapat dinikahi • Menimbulkan luka pada tubuh .

  • Perkosaan untuk bersetubuh hanya dapat dilakukan di luar perkawinan. sehingga tidak boleh seorang suami memaksa istrinya untuk berbuat cabul atau seorang istri memaksa suaminya untuk cabul. . sehingga seorang suami boleh saja memperkosa istrinya untuk bersetubuh.hanya dapat dilakukan oleh seorang laki-laki terhadap seorang perempuan. sedang perkosaan untuk berbuat cabul juga dapat dilakukan oleh seorang perempuan terhadap seorang laki-laki. Perbedaan Pasal 285 KUHP dan Pasal 289 KUHP • Perkosaan untuk bersetubuh . sedang perkosaan untuk berbuat cabul juga dapat dilakukan di dalam perkawinan.

• Tujuan : melindungi anak di bawah umur . • yang dihukum hanyalah seorang saja yaitu mereka yang sudah dewasa. Perbuatan Cabul Pasal 292KUHP • orang dewasa terhadap orang yang belum dewasa.

HOMOSEXUAL Pasal 292KUHP • Kejahatan ini dilakukan oleh orang dewasa terhadap orang yang belum dewasa. . • Jadi dua orang yang semua belum dewasa atau sebaliknya dua orang yang sama-sama dewasa melakukan perbuatan tersebut tidak dapat dihukum • Yang diancam hukuman hanyalah perbuatan cabul dari orang yang dewasa terhadap orang yang belum dewasa. Meskipun perbuatan ini selalu harus dilakukan oleh dua orang secara bersama- sama (homo/lesbi) namun yang dihukum hanyalah seorang saja yaitu mereka yang sudah dewasa.

Oleh karena itu menurut Wiryono.• Rasio dari ketentuan ini sebenarnya adalah untuk melindungi kepentingan dari orang yang belum dewasa terhadap perbuatan- perbuatan a moral yang dilakukan orang dewasa. Karenanya ketentuan Pasal 292 KUHP ini memang demikian (baca lagi). .   • Menurut Wiryono ketentuan ini ganjil yaitu dengan dibolehkannya homosexual ini untuk dua orang yang belum dewasa. homosexual dijadikan tindak pidana saja tanpa pembatasan. sehingga kesehatan jiwa orang yang belum dewasa itu akan terganggu sebagai akibat perbuatan homosexual itu.

 Unsur melakukan tipu muslihat.  Unsur Setiap Orang 2). serangkaian kebohongan atau membujuk anak 4). Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak 1). 3).  Unsur melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain .  Unsur dengan sengaja.

atau • Dengan sengaja turut serta dalam usaha utk itu • Sanksi : 10 thn dan denda Rp.000. PERJUDIAN Pasal 303 (1) ke-1 KUHP • Barang siapa • Tanpa izin • Dengan sengaja melakukan sebagai usaha menawarkan / memberi kesempatan .25.- ( UU no. 7/1974) .000.

Pasal 303 (1) ke-2 • Barang siapa • Dengan sengaja – Menawarkan / memberikan kesempatan kpd khalayak ramai – Utk bermain judi. atau • Dengan sengaja – turut serta dalam usaha semacam itu • Sanksi = ayat (1) ke-1 .

Pasal 303 (1) ke-3 • Turut serta • Dalam permainan judi • Sebagai mata pencarian • Sanksi = ayat (1) ke-1 .

Pasal 303 bis • Ayat (1) – Ke-1 : Mempergunakan kesempatan main judi tsb 303 – Ke-2 : Turut serta main judi di : • Jalan umum • Tempat yg dapat dimasuki umum • Ayat (2) – Pernah dihukum blm 2 th diulangi – Sanksi : 6 th / denda Rp.15 juta .