You are on page 1of 40

LAPORAN KASUS

“PTERIGIUM”

Disusun oleh:
Windy Arnova Dahyani 2012730108
Pembimbing:
Dr. Hasri Darni Sp.M

IDENTITAS
PASIEN

• Nama : Ny. S
• Umur : 65 tahun
• Jenis kelamin : Perempuan
• Agama : Islam
• Bangsa : Indonesia
• Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
• Alamat : Duren Sawit
• MRS : 27 Januari 2017

ANAMNESA
Keluhan Utama

• Pasien merasa kedua mata terasa mengganjal sejak 5 hr SMRS

Keluhan Tambahan
Keluhan mata merah dan terasa perih. Pasien mengaku pada mata kiri
dan mata kanan mengeluarkan kotoran tetapi tidak banyak.

ANAMNESA
Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke RS islam Pondok Kopi dengan keluhan mata
kanan dan kiri terasa mengganjal sejak 5 hari SMRS. Disertai dengan
keluhan mata merah dan terasa perih. Pasien mengaku pada mata kiri
dan mata kanan mengeluarkan kotoran tetapi tidak banyak. Kotoran
yang dikeluarkan berwarna bening. Penglihatan buram/ peglihatan
menurun (-), silau (-), nyeri pada mata (-).

• Riwayat diabetes melitus disangkal • Riwayat menggunakan kacamata baca (+) • Riwayat trauma pada mata disangkal • Riwayat operasi mata sebelumnya disangkal • Riwayat penyakit mata lain sebelumnya disangkal . ANAMNESA Riwayat Penyakit Dahulu • Riwayat hipertensi (+) tetapi terkontrol dan minum obat amlodiphine 1x/hari.

• Riwayat diabetes melitus (-) Riwayat Pengobatan • Sebelumnya pasien sudah berobat ke puskesmas dan diberi obat namun keluhan tidak berkurang. • Obat yang diberikan Chlorpheniramine maleat . ANAMNESA Riwayat Penyakit Keluarga • Tidak ada keluarga yang mengeluhkan gejala yang sama.

ANAMNESA Riwayat ALergi • Riwayat alergi obat. debu. dingin disangkal. makanan. Riwayat Psikososial dan Ekonomi • Pasien sebagai ibu rumah tangga dan sering menggunakan sepeda motor setiap kali ke pasar 2 hari sekali .

PEMERIKSAAN FISIK .

PEMERIKSAAN FISIS • Status Generalis • Keadaan Umum : Baik • Kesadaran : Compos mentis .

STATUS OPHTALMOLOGY .

STATUS OPHTALMOLOGY OD OS Kedudukan Bola Lensa bening Mata Lensa Bening Ortoforia Gerakan Bola Mata Baik kesegala arah .

5 2 Kedudukan Bola Mata Posisi Ortoforia Ortoforia Eksoftalmus (-) (-) Endoftalmus (-) (-) 3 Pergerakan Bola Mata Atas (+) baik (+) baik Bawah (+) baik (+) baik Temporal (+) baik (+) baik Temporal atas (+) baik (+) baik Temporal bawah (+) baik (+) baik Nasal (+) baik (+) baik Nasal Atas (+) baik (+) baik Nasal Bawah (+) baik (+) baik .No Pemeriksaan OD OS 1 Visus 6/15 6/8.

No Pemeriksaan OD OS 4 Palpebra Superior dan Inferior Hematom (-) (-) Edema (-) (-) Hiperemis (-) (-) Benjolan (-) (-) Ulkus (-) (-) Fistel (-) (-) Hordeolum (-) (-) Kalazion (-) (-) Ptosis (-) (-) Ektropion (-) (-) Entropion (-) (-) Trikiasis (-) (-) .

No Pemeriksaan OD OS 5 Punctum Lakrimalis Edema (-) (-) Hiperemis (-) (-) Benjolan (-) (-) Fistel (-) (-) 6 Konjungtiva Tarsal Superior Edema (-) (-) Hiperemis (-) (-) Sekret (-) (-) Benjolan (-) (-) Folikel (-) (-) Papil (-) (-) .

No Pemeriksaan OD OS 7 Konjungtiva Tarsalis Inferior Kemosis (-) (-) Hiperemis (-) (-) Anemia (-) (-) Folikel (-) (-) Papil (-) (-) Simblefaron (-) (-) .

Pterigium Nasal (+) Nasal (+) Pinguekula (-) (-) Flikten (-) (-) Simblefaron (-) (-) Injeksi konjungtiva (+) (+) Injeksi siliar (-) (-) .No Pemeriksaan OD OS 8 Konjungtiva Bulbi Kemosis (-) (-) Celah kelopak bag. Celah kelopak bag.

No Pemeriksaan OD OS 9 Kornea Kejernihan Jernih Jernih Edema (-) (-) Ulkus (-) (-) 10 Sklera Episkleritis (-) (-) Skleritis (-) (-) 11 Bilik Mata Depan Kedalaman Sedang (normal) Sedang (normal) Kejernihan Jernih Jernih Hifema dan Hipopion Tidak ada Tidak ada 12 Iris Warna Coklat Coklat Sinekia Anterior/Posterior (-) (-) 17 Iris Bombe (-) (-) 3/29/17 .

No Pemeriksaan OD OS 13 Pupil Bentuk Bulat Bulat Besar ± 3 mm ± 3 mm Isokor (+) (+) Letak Sentral Sentral Refleks cahaya langsung (+) (+) 14 Lensa Kejernihan Jernih Jernih Subluksasi Tidak ada Tidak ada Dislokasi Tidak ada Tidak ada Pseudofakia (-) (-) Afakia (-) (-) .

Pasien tidak mengeluhkan terjadi penurunan penglihatan dengan visus OD : 6/15. OS : 6/8. .5. Disertai dengan keluhan mata merah dan terasa perih. Pasien juga mengaku suka naik motor ke pasar seriap 2 hari sekali. RESUME Pasien datang ke poliklinik RS Islam Pndok Kopi dengan keluhan kedua mata mengganjal 5 hari SMRS. Pada pemeriksaan oftalmologi pada konjungtiva okuli dextra dan sinistra terlihat pertumbuhan jaringan fibrovaskular pada celah kelopak bagian nasal dan ditemukan injeksi konjungtiva. Pasien mengaku mata kiri dan mata kanan mengeluarkan kotoran tetapi tidak banyak berwarna bening.

PROBLEM LIST Ny. Mata mengganjal OD : Injeksi Conjungtiva . Mengeluarkan kotoran kelopak bagian nasal yang mata tetapi tidak sudah mengenai tepi pupil. Mata merah Pertumbuhan jaringan . S 65 thn Subyektif .Visus : Obyekt OD : 6/15 if OS : 6/8.Conjungtiva : . OS : Injeksi Conjungtiva banyak (berwarna Pertumbuhan jaringan bening) fibrovaskular pd celah kelopak bagian nasal yang sudah mengenai bagian kornea .5 . Perih fibrovaskular pd celah .

DIAGNOSA DIAGNOSA PTERIGIUM ODS KERJA : .

PENATALAKSANAAN • Pemberian air mata buatan • Pemberian steroid (bila radang) • Edukasi pada pasien untuk tindakan operasi dengan indikasi .

PROGNOSIS OD OS Quo ad visam Dubia ad bonam Dubia ad bonam Quo ad sanam Dubia ad bonam Dubia ad bonam Quo ad vitam Ad bonam Quo ad cosmeticam Ad bonam .

ANALISA KASUS .

• Diagnosis yang dapat ditegakan pada pasie berdasarkan kepustakaan adalah Pterigium OD grade III dan Pterigium OS grade II Karena didapatkan progresif jaringan fibrovaskular sudah mencapai tepi pupil pada OD dan progresif jaringan fibrovaskular sampai permukaan kornea pada OS. . • Pasien perempuan .DISKUSI • Diagnosis kerja kasus ini ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan oftalmologi. 65 tahun dengan keluhan utama penglihatan terasa mengganjal. Ditemukan mata merah dikedua mata dengan tidak ada penurunan penglihatan disertai adanya pertumbuhan jaringan fibrovaskular pada conjungtiva celah kelopak bagian nasal pada kedua mata.

TINJAUAN PUSTAKA .

Konjungtiva Tarsal 2. ANATOMI KONJUNTIVA Konjungtiva merupakan membran yang menutupi sklera dan kelopak mata bagian belakang. Konjungtiva Bulbi . Konjungtiva Forniks 3. Konjungtiva dibagi menjadi 3 bagian: 1.

Lapisan Endotel . Stroma 4. Lapisan Descement 5. Membran Bowman 3. bagian selaput mata yang tembus cahaya. ANATOMI KORNEA • Kornea adalah selaput bening mata. Lapisan Epitel 2. Kornea disusun atas 5 lapisan: 1. merupakan lapis jaringan yang menutup bola mata bagian depan.

trauma kecil. Faktor lain ( debu. dry eyes) . PTERIGIUM Pterigium merupakan pertumbuhan fibrovaskuler konjungtiva yang bersifat degeneratif dan invasif Etiologi (masih belum jelas) Faktor Resiko: 1. Radiasi Ultraviolet 2. kelembaban yang rendah. Faktor genetik 3.

Akhirnya menjadi bentuk membran tetapi tidak pernah hilang. Regresif pterigium: tipis. . Progresif pterigium: tebal dan vaskular dengan beberapa infiltrat di kornea di depan kepala pterigium (disebut cap dari pterigium) 2). sedikit vaskular. atrofi. KLASIFIKASI PTERIGIUM Berdasarkan Perjalanan Penyakit: 1.

Berdasarkan luas pterigium 1). Derajat I : jika hanya terbatas pada limbus kornea 2). Derajat III : jika telah melebihi derajat 2 tetapi tidak melebihi pinggir pupil mata dalam keadaan cahaya (pupil dalam keadaan normal sekitar 3-4 mm) 4). Derajat IV : jika pertumbuhan pterigium sudah melewati pupil sehingga mengganggu penglihatan . Derajat II : jika sudah melewati limbus tetapi tidak melebihi dari 2 mm melewati kornea 3).

GEJALA KLINIS  Mengeluhkan ada sesuatu yg tumbuh di kornea  Mata sering berair  Mata merah  Astigmatisma ( Gangguan penglihatan)  Rasa panas  Gatal  Mangganjal  Diplopia (berat) .

DIAGNOSIS ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK .

body) (bercak kelabu) . • DIAGNOSIS BANDING PTERIGIUM Pembeda Pterigium Pinguekula Pseudopterigium Definisi Jaringan fibrovaskular Benjolan pada konjungtiva Perlengketan konjungtiba bulbi konjungtiva bulbi berbentuk bulbi dengan kornea yang cacat segitiga Warna Putih kekuningan Putih-kuning keabu-abuan Putih kekuningan Letak Celah kelopak bagian nasal Celah kelopak mata terutama Pada daerah konjungtiva yang terdekat atau temporal yang meluas ke bagian nasal dengan proses kornea sebelumnya arah kornea 6♂:♀ ♂>♀ ♂=♀ ♂=♀ Progresif Sedang Tidak Tidak Reaksi kerusakan Tidak ada Tidak ada Ada permukaan kornea sebelumnya Pembuluh darah Lebih menonjol Menonjol Normal konjungtiva Sonde Tidak dapat diselipkan Tidak dapat diselipkan Dapat diselipkan di bawah lesi karena tidak melekat pada limbus Puncak Ada pulau-pulau Funchs Tidak ada Tidak ada (tidak ada head. cap.

Histopatologi Epitel ireguler dan Degenerasi hialin Perlengketan degenerasi hialin jaringan submukosa dalam stromanya konjungtiva .

PENATALAKSANAAN • Non medikamentosa Lindungi mata dari : Sinar UV Kaca mata Debu pelindung Udara kering MEDIKAMENTOSA Pemberian air mata buatan Steroid (bila meradang) Pembedahan (atas indikasi) .

. INDIKASI PEMBEDAHAN • Pterigium yang menjalar ke kornea sampai lebih 3 mm dari limbus • Pterigium mencapai jarak lebih dari separuh antara limbus dan tepi pupil • Pterigium yang sering memberikan keluhan mata merah. berair dan silau karena astigmatismus • Kosmetik. terutama untuk penderita wanita.

Teknik simple surgical 2. Cangkok membran amnion .Teknik Pembedahan: 1. Teknik Conjungtiva autograf 3.

retinal detachment (jarang) . perdarahan vitreous. KOMPLIKASI Gangguan penglihatan (astigmatisma) Iritasi Mata merah Komplikasi post Operasi: Infeksi Scar kornea Conjungtiva garft longgar Perforasi bola mata.